Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Suku Wu Yi Barat Laut lagi


__ADS_3

ARC 7. Dunia Penuh Sihir Hitam


Anak muda itu mengenakan tunik atau lebih tepat di sebut jubah berwarna kelabu, yang berkibar-kibar di terpa angin malam. Dia duduk diam dalam semedi diatas satu hewan roh yang di sebut Phoenix, hewan roh peringkat paling tinggi diantara semua hewan roh yang pernah di lihat orang.


Dunia yang diselimuti kegelapan malam terlihat hanya berdesir lewat dengan cepat, suara angin malam berderu keras di telinganya. Tidak terlihat apa-apa seluas mata memandang, gelap dan hanya bintang-bintang yang seperti bergulir cepat.


Meskipun demikian, anak muda itu tahu dibawah mereka terdapat berlarik-larik hutan-hutan pinus tua, yang suara desiran angin jelas terdengar melewati daun-daun seperti jarum panjangnya, terdengar seperti suara nyanyian aneh.


Saat ini dia tengah melalui perjalanannya ke Tepian Barat. Akan tetapi sesuai dengan janji-janjinya, dia merasa berkewajiban untuk menemui orang-orang suku Wu Yi dan Klan Qilin itu. Semua itu dia lakukan karena pada waktu itu, dia telah berjanji untuk melindungi Suku Wu Yi, kepada roh Qilin kuno di sebuah relikui kuno.


Sekian lama terbang...


"Tidak akan terlalu lama hingga aku akan tiba di Wilayah Barat Laut" gumam anak muda itu.


"Ayo lebih cepat lagi Phoenix ku. Aku harus buru-buru menuju ke Barat setelah ini" kata Sima Yong kepada mahluk ajaib itu. Phoenix itu lantas menambah kecepatannya, sayap nya di kepakkan lebar-lebar.


Dorongan hawa murni Qi mengaliri sayap yang dibentangkan, sangat terasa oleh Sima Yong ketika Phoenix berpindah lima puluh tombak seperti teleportasi saja layaknya. Ketika itu Sima Yong tersenyum lebar setelah Phoenix itu mempercepat penerbangannya.


"Berhenti !"


"Katakan siapa kamu dan tujuanmu. Kamu telah melanggar ketentuan perbatasan dan telah memasuki kawasan terlarang Suku Wu Yi. Di persilahkan berputar balik, atau kematian yang akan menjadi bagian kamu"


Seorang pria melayang-layang dalam sikap angker, menghalangi penerbangan yang telah dekat dengan Suku Wu Yi. Ikut melayang di samping pria angker itu, lima ahli yang terdiri dari pria dan wanita.


Semua ahli yang menghalangi jalannya telah memegang gagang pedang, siap-siap menghunus pedang. Sima Yong mengenali salah satu anak muda itu adalah Orhideya. Sedangkan pria angker itu adalah Patriak Xie Sying. Dia juga mengenali satu perempuan tua, melayang-layang mengerikan dengan mulut komat kamit. Sepertinya dia penyihir yang telah membacakan mantra-mantra. Itulah Aqildi Ayel, dukun syaman Suku Wu Yi.


"Patriak Xie !


Sdri Orhideya !


Syaman Aqildi Ayel !


ini aku. Sima Yong !


Tidak kah kamu semua mengenaliku lagi" kata Sima Yong. Dia melompat dari punggung Phoenix dan melayang terbang mendekati sekelompok orang itu


"Tuan Sima Yong? Apa yang anda lakukan di tengah malam seperti ini?" kata Patriak Xie Sying.

__ADS_1


Namun ketika Patriak Xie Sying akan mengambil langkah mendekat dan menyambut Sima Yong, Aqildi Ayel sang syaman terlihat menahan gerakan Patriak Xie.


"Tahan !


Jangan gegabah terlebih dahulu Patriak. Kita belum tahu apakah dia adalah Tuan Sima Yong yang sesungguhnya, ataukah dia adalah Monster Orchlockh" kata Aqildi Ayel.


Mata Patriak Xie terlihat seperti di ingatkan akan sesuatu. Dia langsung melayang mundur. Katanya,


"Jika kamu bukan Monster Orchlokh, coba jelaskan satu pertanyaanku. Dan jika kamu tidak dapat menjawab pertanyaanku, itu sudah menjelaskan kalau kamu adalah monster sihir Orchlockh. Dan kematian adalah bagianmu" tegas suara Patriak Xie.


Kalimat itu diikuti bunyi pedang berdesing, keluar dari sarungnya, terlihat berkilauan tertimpa cahaya bintang-bintang.


"Tn. Sima Yong pernah berkunjung ke Suku Wu Yi kami, ketika itu terjadi pernikahan seseorang anggota Suku Wu Yi kami.


Dapatkah kamu menjelaskan, siapa yang menikah saat itu?" suara Patriak Xie terdengar semakin angker terdengar.


Pedang-pedang telah teracung kearahnya, sementara Aqildi Ayel telah mengenggam bubuk-buku sihir, siap-siap melemparkannya bersama mantra-mantra.


Sima Yong merasa heran dengan pertanyaan seperti itu. Tentu saja dia beberapa tahun yang lalu pernah berkunjung ke Suku Wu Yi bersama Ye Bing Qing, Fei Ma dan pengikutnya. Mereka ketika itu di tahan belum boleh meninggalkan Suku Wu Yi karna harus memeriahkan pesta pernikahan Seorang bangsawan.


"Tentu saja aku ingat. Itulah pesta penikahan Kaum Bangsawan, kakak dari Orhideya yang bernama Koldigir. Koldigir itu menikah dengan perempuan bernama Kemeyu"


"Ah... Benar itu adalah Tuan Sima Yong" kata Patriak Xie berbarengan dengan orang-orang yang lain. Pedang-pedang dan bubuk-bubuk sihir dimasukan kembali ke tempatnya.


Buru-buru mereka semua mendekati dan merangkul SIma Yong. Wajah-wajah orang-orang itu berubah dari raut tertekan, kini menjadi penuh cahaya gembira, dengan perjumpaan tak terduga itu.


"Mari kita turun ke bawah, dan bercakap-cakap di dalam kemah-kemah Suku Wu Yi kami. Saat ini, tak aman untuk berlama-lama di luar kemah, terlebih di saat malam-malam gelap dan sepi seperti ini" Patriak Xie Sying berbicara, namun nada ketakutan jelas terbaca.


Sima Yong memperhatikan, ke enam ahli Suku Wu Yi itu awalnya terlihat juga agak takut-takut dengan dia. Lagi pula, apakah mahluk yang di sebut Orchlokh itu? Untuk saat ini dia tidak mempermasalahkan hal itu dulu. Dia berjanji akan menanyakannya, ketika nanti mereka telah berada di dalam kemah patriak.


******


Di dalam kemah Patriak Xia yang hangat, Orhideya melempar beberapa potong kayu kering, sehingga menambah kehangatan. Seorang pemuda datang membagikan berkendi-kendi minuman semacam bir yang baru saja di hangat kan, yang terasa menyenangkan ketika memasuki perut di malam yang dingin itu.


Phoenix yang datang bersama Sima Yong, ikut masuk kedalam kemah itu. Herannya, ketika hewan roh itu menekuk kaki, melipat sayapnya dan membuat posisi meringkuk, Phoenix itu berubah menjadi sebesar seekor anjir besar saja layaknya.


Lalu bincang-bincang itupun dimulai,

__ADS_1


"Tuan Yong, apakah gerangan yang membuat anda berkunjung ke Suku Wu Yi di malam sepi seperti ini ke Barat Laut sini? Tidak tahukah anda, sekarang ini keadaan di sepanjang padang rumput Barat Laut sampai ke Barat sana, tidaklah aman sama sekali" tanya Patriak Xie membuka obrolan. Dia terlihat sedikit kuatir.


"ahh.. Kenyataan sebenarnya adalah aku akan menuju ke Tepian Barat terlebih dahulu. Namun ketika teringat akan saudara-saudara Suku Wu Yi ini, maka aku mampir sebentar untuk melihat-lihat keadaan kalian" jawab Sima Yong. Tentu saja semua orang sangat senang ketika mengetahui kalau anakmuda itu, secara khusus datang untuk mengawasi dan melihat keadaan mereka.


Meskipun itu telah tengah malam, hidangan segera dikeluarkan, namun sebatas roti kering dan buah-buahan kering saja. Patriak Xie masih mengingat jelas, anak muda itu tidak memakan barang yang bernyawa.


Ketika jamuan makan dadakan itu selesai, pelan-pelan Sima Yong mengajukan pertanyaan, yang membebani hati nya.


"Bolehkah aku mengajukan beberapa pertanyaan?" tanya Sima Yong.


"Tentu saja. Silahkan Tuan Yong mengajukan pertanyaan"


"Sejak awal-awal, aku mendengar kalian menyebutkan sesuatu yang terkesan jahat bernama Orchlockh. Dapatkah aku di beri penjelasan? Mahluk apakah Orchlockh itu?" tanya Sima Yong penasaran.


Seketika ruangan di kemah itu menjadi hening. Suasana gembira yang tadinya memenuhi kemah Patriak Xie, berubah drastis menjadi sepi seperti kuburan.


Lama sepi, baru pelan-pelan Patriak Xie angkat bicara. Wajahnya terlihat pucat ketika menjelaskan dengan takut-takut.


"Sebenarnya bukan hanya Orchlockh satu-satunya yang menjadi momok di dataran ini. Ada lagi satu jenis mahluk sihir yang lebih mengerikan bernama Chuluu.


Dua ras mahluk ini telah lama menghilang di dataran Barat sana, terkubur bersama di tanah jahaman tempat kaum terkutuk, ratusan yang tahun lalu. Akan tetapi, belakangan ini dua mahluk-mahluk itu kembali berkeliaran, lepas dari kerangkeng mereka di tanah terkutuk sana. Bahkan belakangan mahluk-mahluk ganas itu menembus sampai ke Barat Laut di Suku Wu Yi ini" diam sejenak.


"Orchlock adalah mahluk sihir yang selalu membius dan berubah menjadi seseorang yang kita kenal baik. Lalu ketika kita telah tersihir, dia akan menyantap kita hidup-hidup.


Ratusan orang Suku Wu Yi kami telah mati terperdaya Orchlock itu. Itulah lah sebabnya, kami melakukan penjagaan ketat di malam hari" kata Patriak Xie.


"Sedangkan Chuluu adalah mahluk gaib yang tidak berbentuk, tidak mengeluarkan aura. Tahu-tahu dia telah mendekat, menyedot semua kebahagiaan orang, lalu memakan jiwanya. Hanya ahli-ahli Master kekuatan jiwa tinggi yang dapat melihat keberadaan Chuluu itu" Patriak Xie bergidik ngeri.


"Yang lebih menyeramkan lagi, mahluk-mahluk terkutuk itu tidak mempan ketika ahli-ahli beladiri. Terdengar kabar dan rumor, bahwa ahli-ahli di barat sana, bahkan yang memiliki kultivasi di ranah SAINT bahkan SAGE sekalipun jika tidak berhati-hati,


akan dengan mudah di kalahkan Chuluu itu. Mereka monster-monster gelap itu kebal dengan serangan-serangan ahl-ahli pedang dunia Jiang Hu ini" semua orang merinding ngeri, kemudian tanpa sadar duduk saling merapat, karena di landa perasaan aneh dan seram.


"Pantas saja ketika berjaga-jaga tadi, membawa serta Syaman Aqldi Ayel" batin Sima Yong.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2