
Sima Yong tertidur selama kurang lebih tiga hari lamanya. Beruntung sekali dia telah memberi tahu murid barunya Jiang Fai untuk tetap berjaga di depan pintu, dengan alasan dia akan melakukan semacam semedi untuk meningkatkan kultivasi. Padahal kenyataannya dia tengah mempelajari cara membuka relikui itu.
Meskipun Pangeran Ju Qin berulang kali mengunjungi kamar Sima Yong, akan tetapi dengan tegas Jian Fai mengatakan bahwa Masternya itu tengah bersemedi untuk mempelajari sebuah teknik baru.
Gangguan atas kultivasi berupa semedi itu dapat mengakibatkan praktisi yang berlatih dapat menjadi tersesat dalam pelatihannya serta dapat membahayakan jiwa praktisi.
Tentu saja Pangeran Ju Qin percaya dengan bualan Jiang Fai. Pria itu adalah murid dari Saudara Yong yang dapat dipercaya. Lagi pula, Jiang Fai adalah seorang Alkemis... tidak mungkin dia berbohong tentang seseorang yang dapat tersesat ketika kultivasinya terganggu.
******
Sima Yong terbangun tiga hari kemudian dengan kondisi tubuh yang dia rasa amatlah nyaman. Semua indranya perasaannya mengalami peningkatan, dimana indra pendengaran, inra penciuman, dan lainnya kini dia rasakan lebih sensitif dibanding sebelumnya.
"Aku telah menerobos beberapa tahap sekaligus???" Sima Yong tertegun ketika memeriksa kultivasinya telah berada di Alam Melintas Sage Level delapan.
"Ini adalah penerobosan kultivasi terbaik yang pernah aku alami... tidak heran jika Phoenix itu mengatakan bahwa jika aku berhasil mengumpulkan beberapa relikui peninggalan kuno lainnya, dunia Immortal telah didepan mata" Dia sngat gembira.
Kegembiraan itu makin bertambah tatkala dia menerawang jiwanya, dan melihat jiwa nya telah semakin membesar. Dia ternyata juga melakukan penerobosan pada kekuatan jiwa sebanyak satu level. Master Jiwa DAO level dua.
"Saat nya berkunjung ke Asosiasi BaoXing untuk mengambil pesanan bahan baku jimat untuk Pangeran" Sima Yong bergegas mencari Pangeran Ju Qin, setelah terlebih dahulu meminta Jiang Fai untuk mempelajari beberapa teknik pengolahan obat-obatan.
******
"Pangeran, apakah tugas kita di Negri Embun Timur ini telah selesai?? Aku harus menyendiri lagi didalam perpustakaan Kekaisaran dan menelaah beberapa informasi yang ber- hubungan dengan Klan Qilin" dia teringat akan Temir ayal, seorang SAINT berwajah cantik namun unik di acara pelelangan Asosiasi BaoXing cabang Tengah dulu.
"Klan Qilin yang merupakan salah satu Sekte Bintang Sembilan di Wilayah Tengah??? Mengapa Saudara Yong tiba-tiba menjadi tertarik dengan Klan Aneh itu???" Pangeran Ju Qin merasa aneh. Tiba-tiba saja Saudara Yong menjadi berminat mempelajari Klan Qilin itu.
"Ada sesuatu hal yang perlu aku konfirmasi dengan Klan Qilin. Ini sehubungan dengan beberapa artefak kuno mereka" Kata Sima Yong
Pangeran Ju Qin menganggukkan kepala tanda mengerti. Kaum ahl beladiri seperti saudara Yong ini memang unik dan selalu berminat dengan hal-hal unik dan kuno. Dia memakluminya.
Keduanya lalu pergi ke Asosiasi BaoXing perwakilan Negri itu, dan bertemu Patriak Ryu.
__ADS_1
Dengan wajah berseri-seri Patriak Ryu menyerahkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu cendana. Ketika membuka kotak dan meneliti isinya... Sima Yong mengangguk pertanda puas.
"Keistimewaan dan kemampuan Asosiasi BaoXing dalam mengumpulkan benda-benda berharga seperti ini, patut di acungi jempol..."
Patriak Ryu tertawa dengan keras. Jelas-jelas dia merasa tersanjung dengan pujian anak muda dihadapannya. Dia tahu, anak muda itu memiliki kemampuan yang amat tinggi, sehingga semua pujian yang keluar dari mulutnya bukanlah sekedar omong kosong semata...
"Tuan Yong terlalu memuji kami. Akan tetapi memang sudah menjadi keahlian dari kami Asosiasi BaoXing untukmengumpulkan semua informasi dan bahan, yang bahkan tidak pernah di dengar sebelumnya" dia mencoba membanggakan Aosiasi BaoXing.
"Benar sekali. anak muda ini pernah merasakan jikalau layanan dan kecepatan asosiasi anda mengumpulkan informasi, ketika kami membutuhkan beberapa informasi di waktu lalu..... amat memuaskan"
"Er... aku memiliki sebuah pertanyaan lagi. Mohon Patriak Ryu memberi informasi jika anda mengetahui nya"
"Apakah itu??? Patriak ini akan menjawab jika aku tahu"
Dengan nada santai Sima Yong bertanya,
"Apakah Patriak Ryu pernah mendengar cerita atau informasi lainnya berkenaan dengan benda purbakala bernama Relikui??"
"Yang aku tahu bahwa di Wilayah Timur ini terdapat relikui berbentuk burung Feniks. Relikui itu di kuasai oleh Klan Penjinak Hewan" Sima Yong mengangguk kepala pertanda setuju.
"Dan mengenai relikui lainnya, belum pernah aku dengar keberadaannya. Akan tetapi pernah sekali aku mendengar percakapan kaum pedagang yang berdiskusi.. nun jauh disana diperbatasan antara Wilayah Tengah dan Wilayah Barat terdapat Klan yang bernama Klan Qilin" Patriak Ryu terlihat berusaha mengingat percakapan yang sudah terlalu lama terjadi itu.
"Konon Klan itu ketika melakukan ritual penyembuhan orang sakit, mereka menggunakan sebuah patung kecil berwujud Qilin mahluk mitos itu".
"Aku pikir dan mentimpulkan bahwa mungkin benda yang di perbincangkan ara pedangan saat itu-itu adalah benda yang disebut relikui. Bukankah Klan itu katanya adalah keturunan Qilin kuno?? Jelas bahwa kekuatan kesaktian patung yang dapat menyembuhkan itu berasal dari sisa-sisa kekuatan Qilin di masa lalu, masa kejayaan Qilin kuno. Benda seperti itu pantas di sebut sebuah relikui"
Sima Yong diam-diam berubah menjadi lebih gembira dan bersemangat. Sebuah petunjuk kini terkuak, membuat dia bergairah untuk menyibak tabir misteri delapan relikui itu. Akan tetapi dia berusaha terlihat wajar dan tidak terlalu berminat...
"Terima kasih Patriak Wu atas penjelasan anda"
Keduanya-Sima Yong dan Pangeran Ju Qin meninggalkan Asosiasi Bao Xing dengan perasaan puas. Pangeran akan memperoleh Jimat Penebasan, sedangkan Sima Yong memperoleh sedikit informasi tentang dugaan adanya relikui mahluk mitos Qilin.
__ADS_1
******
Kapal Roh itu melaju membelah langit, terbang kembali ke Kekaisaran Rajawali Agung. Semua orang bergembira karena misi diplomasi yang mereka bawa memperoleh hasil baik dan mendapat sambutan Kaisar Negri Embun Timur.
Bahkan Kaisar Negri Embun Timur telah berjanji akan mengirimkan duta budaya, yaitu salah satu putrinya untuk berkunjung ke Istana Rajawali Agung nanti.
Ketika Kapal Roh itu berlabuh di Alun-alun Kotaraja Ju Ying, sambutan yang demikian megah dilakukan Kaisar terhadap semua duta yang sukses melakukan misi diplomasi itu. Tentu saja berita mengenai kesuksesan itu telah dikirimkan terlebih dahulu ke Kaisar menggunakan jalur transmisi array.
Pesta dilakukan semalaman untuk merayakan kesuksesan misi itu, diiringi pembacaan titah dari Kaisar "Pangeran Ju Qin resmi diangkat menjadi Putra Mahkota Kekaisaran Rajawali Agung".
Meskipun hadir didalam jamuan pesta itu, wajah Pangeran Ju Kai terlihat amat pucat. Dia telah membayangkan bahwa ketika Pangeran Ju Qin resmi dinobatkan nanti... kemungkinan dia akan disingkarkan jauh dari ibukota, dilempar di tempat terpencil yang sepi karena selama ini dia selalu menunjukkan sikap permusuhan dengan Pangeran Ju Qin.
"Hal ini tidak boleh terjadi ibunda !!!" Ju Kai menggebrak meja di kamar tempat dia berbincang pribadi dengan Permaisuri-ibunya, Permaisuri Zhang Rui.
"Aku harus mencari cara untuk melenyapkan Pangeran Ju Qin sebelum dia resmi di nobatkan sebagai "Putra Mahkota Kekaisaran"
******
Sima Yong membenamkan diri didalam perpustakaan kekaisaran. Dia dengan telaten kembali membuka satu demi satu di rak sejarah dan pengetahuan mahluk mitos.
Perpustakaan itu demikian luas, sementara jumlah buku juga amat banyak. Mungkina ratusan ribu bahkan jutaan. Tentu saja untuk mencari sesuatu yang dia butuhkan, tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan.
"Paman... Yang-yang. Apakah anda pernah membaca buku yang menjelaskan hewan mitos Qilin???" tanya Sima Yong.
Paman Yang-yang terlihat berpikir sejenak. Bukankah yang kamu maksud itu adalah keberadaan Klan Qilin di Benua Penyaringan??? Aku pernah membaca salinan sejarah Sekte-sekte Bintang 9 yang menjelaskan Klan Qilin"
"Dibagian mana paman??? Toong anda tunjukkan pada ku" Sima Yong melompat dalam gembira.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.