
“Simbol Penghancuran Elf Suci? Apakah ini ada hubungannya dengan warisan Totem kaum Elf?” Sima Yong menjadi bertanya-tanya. Diamati Kembali tanda bergambar Dua Matahari itu dengan seksama. Ketika Sima Yong mencoba menyentuh symbol itu dengan benak, seketika dia merasa seperti terjadi penyedotan ke jiwanya… dan keadaan disekitarnya terlihat berubah.
Sima Yong langsung tahu jika dirinya memasuki suatu dimensi yang lain dalam bentuk ilusi. Sepertinya citra ini adalah penampakan pesan dari pemilik segel menggunakan sisa jiwa yang melekat pada symbol kehancuran itu.
Di dalam dimensi itu itu dia melihat dirinya berada di Pegunungan Berkabut bersama dengan ribuan Kaum Elf. Semua Elf dalam pandangan di dimensi terlihat tengah berlari dengan panik ketika ledakan terjadi pada kedua Matahari di langit.
Disusul kemudian kemunculan sesosok mahluk raksasa Demon Beast (hewan iblis) berbentuk Burung Api iblis Raksasa. Mahluk itu sepertinya yang mengakibatkan matahari mengalami ledakan kecil, tatkala sayap nya mengibasi dan mengeluarkan energi dahsyat. Tidak hanya kepakan itu menyenrang Matahari, namun juga ke arah kerumunan orang banyak. Dalam sekali serangan kepakan sayap demon beast itu, terlihat ledakan dimana-mana. Kaum Elf dalam gambaran itu kenangan terlihat kocar-kacir. Panik, menjerit ketakutan.
Sementara dalam keadaan genting seperti itu, itu dalam pandangan Sima Yong tampak seorang Elf dengan penampilan rambut berwarna abu-abu keperak-kan berbicara terburu-buru ditengah suasan kacau itu.
“Kami adalah kelompok Elf yang akan berpindah ke Valinor mengikuti tiga utusan. Akan tetapi ditengah Pegunungan Berkabut ini, muncul Monster Demon Beast peringkat Ancient Sage, sehingga pada akhirnya aku akan memisahkan diri diri dari kelompok kaum Elf lainnya.”
“Tindakan ini harus kulakukan untuk mejaga kerahasiaan dan keamanan sebuah senjata kami yang Bernama Simbol Penghancuran. Sengaja aku memisahkan Totem Elf dari Segel Simbol Penghancuran karena kaum Valinor mengincar senjata penghancuran Elf ini. Segel ini akan aku titipkan di dantian Heo Hou, sahabatku ini. Dan aku akan membawa Totem ini ke Istana di Pegunungan Biru, memisahkan diri dari Heo Hou. Jika kamu menemukan segel ini, pastikan kamu pergi ke Istana Transmisi di Pegunungan Biru untuk menemukan Totem lainnya”
“Yakinlah… Ketika kedua benda itu bergabung, maka sebuah senjata pertempuran yang ampuh dapat kalian digunakan melawan Kaum Valar. Benua Silver ini akan aman lagi dari kekacauan mereka, jika kamu menggunakan Totem ini” setelah Elf itu selesai berkata, terlihat image kenangan pada saat dirinya secara sihir memasukkan sebuah segel kedalam dantian seekor kera.
Itulah gambaran terakhir lalu ilusi itu menghilang dari pandangan Sima Yong. Dirinya Kembali berada di dunia yang tua ini, sendirian. Sima Yong bergidik Ketika membayangkan ulang kejadian demon beast burung yang menyerang Kaum Elf.
“demon beast itu memiliki kultivasi Ancient Sage. Itu merupakan Kultivasi yang sangat tinggi bahkan jauh diatas Burung monster peringkat Saint yang mengirimku ke tempat terpencil ini”
“Jadi… apakah Hei Hou yang dimaksud didalam ilusi jiwa tadi adalah mahluk mutant yang telah aku belah ini?” Sima Yong mencoba untuk memikirkan jawaban yang cocok untuk menjawab rangkaian pesan didalam segel itu.
__ADS_1
Kemudian jawaban yang dia reka-reka dan paling cocok adalah, Hei Hou itu adalah mahluk kera sahabat Elf abu-abu. Segel Penghancuran dititip didalam dantian mahluk itu lalu semua kocar-kacir dan pergi tidak beraturan. Hei Hou sendiri mungkin terdampar di tempat asing ini. Sebuah tempat yang memiliki energi besar karena dekat dengan fenomena penyerapan energi Dua Matahari.
Akibat terlalu lama terjebak di tempat yang memiliki banyak energi ini, Hei Hou menyerap energi dari sisa Matahari dan Bumi, kemudian bermutasi menjadi seperti setengah manusia. Namun karena gagal bermutasi sehingga separuh tubuhnya hanya berbentuk mayat manusia dengan pikiran yang cenderung gila dan kejam.
Meskipun energi itu membuat Hei Hou gagal bertransformasi menjadi manusia, energi sisa dari serapan dua Matahari itu juga menjadi asupan bagi Hei Hou untuk memberi kehidupan abadi, yaitu berumur Panjang hingga belasan ribu tahun.
Sima Yong merasa lega dengan jawaban yang dia reka sendiri itu. Setidaknya rekaannya pasti mengandung kebenaran 50%.
“Jika Hei Hou berhasil untuk memperpanjang usianya belasan ribu tahun, bukankah seharusnya disekitar sini terdapat semacam sumber daya bermanfaat yang telah membuat dia bertransformasi dan memiliki umur Panjang?”
Sima Yong kemudian mencoba menyisir daerah perbatasan Pancaran Energi Bumi yang mengarah ke Matahari itu. Dia tetap menjaga jarak hingga 100 km demi keamanan.
Dengan menggunakan Oracle jiwa, dia menjelajahi hingga kejauhan 1 km dari tempat dia berdiri. Setelah beberapa waktu, kekuatan Oracle Jiwa Sima Yong memberi sinyal bahwa jiwa itu merasakan pancaran energi yang sangat kuat di balik sebuah bukit kecil. Tubuh fisil sima Yong langsung berkelebat dan hinggap dengan ringan dibalik bukit itu.
Sima Yong menemukan lima kristal aneh berbentuk telur dengan ukuran sebesar buah kelapa. Kekuatan energi yang amat kuat samar-samar terpancar dari dalam kristal berwarna kemerahan itu.
“Demi dewa… sebiji kristal ini bahkan setara dengan ratusan ribu Energy Stone Peringkat paling tinggi. Bahkan mungkin nilainya energi lebih tinggi dari kelas trenta”
Sima Yong terpesona melihat lima benda energi itu. Ini adalah panen besar bagi dirinya. Dia dapat menerobos dengan 5 kristal merah sebesar buah kelapa itu. Dengan gerakan cepat kelima kristal itu telah berpindah kedalam cincin tata ruang miliknya. Keingin tahuan untuk eksplorasi membuat pria itu tidak segera pergi dari daerah berbahaya itu.
Ketika Sima Yong melakukan pengecekan di sekitarnya, lebih jauh di jarak 1 km sekali lagi dia menemukan sebuah kejutan.
__ADS_1
“Demi apapun…. Tanaman apakah ini?” Sima Yong menjadi terkejut Ketika melihat terdapat kebun kecil yang ditumbuhi semacam tanaman aneh yang telah berbuah memancarkan warna kemerahan.
“Bukankah ditempat yang dekat sumber energi penyerapan Matahari ini, udara amat panas? Bahkan tempat ini penuh dengan berbagai hal berbahaya? Lihatlah …. Tanaman seperti apakah yang bahkan berbuah di daerah miskin energi dan keadaan yang panas luar biasa ini?”
Meskipun Sima Yong merasa bingung karena tidak dapat mengidentifikasi tanaman buah merah itu, akan tetapi dia merasakan, ada terdapat energi luar biasa besar tersembunyi didalam buah tanaman itu. Bahkan menurutnya energi itu melebihi hingga 5x dibandingkan satu biji kristal kelapa merah tadi. Tanpa berpikir Panjang, Sima Yong segera memanen buah Merah di kebun itu. Kembali cincin tata ruang Sima Yong tersenyum dengan panen itu.
Setelah memanen buah merah tersebut, Sima Yong menghitung kalau hasil panen tanaman aneh itu ada kira-kira 25 buah merah. Hatinya diliputi rasa gembira yang luar biasa. Bukankah jika dia mengekstrak buah itu lalu membuat hasil ekstrak dalam bentuk pil, maka jelas-jelas hasil olahan pil itu dapat langsung dikonsumsi manusia untuk kepentingan penerobosan kultivasi. Sima Yong tertawa Bahagia.
Ketika dirinya tengah berpesta penuh kebahagiaan dengan menemukan harta karun, langit tiba-tiba bergetar. Petir berkelebat merobek angkasa. Terdengar pekikan suara Burung Demon Beast membahana. Pekikkan menyakitkan telinga itu membawa tekanan besar bagi pendengar dan membuat gentar siapapun yang mendengarnya.
“Celaka!!! kristal merah dan kebun buah merah ini ternyata milik iblis raksasa itu….”
“Aku harus pergi sejauh mungkin……”
Sima Yong menatap ke langit mendengar suara buas burung iblis. ALam Saint adalah ranah kultivasi demon beast itu. Dengan membayangkan rasa ngerinya, tubuh Sima Yong berkelebat menghilang dari tempat terkutuk itu. Dia melarikan diri dengan mengambil jalan memutar untuk kemudian menuju arah Barat.
Disetiap langkahnya tidak lupa Sima Yong melemparkan mantra sihir untuk menghapus jejak keberadaannya dari Teknik deteksi. Bahkan untuk lebih mengamankan dirinya, dia kemudian memasang array untuk merobek udara lalu kemudian berpindah secara teleportasi ketempat yang berjarak 100 km jauhnya.
Ketika Sima Yong merobek Udara untuk yang ketiga kalinya dan berpindah kearah Barat , dia terkejut ketika di lokasi yang baru dia masuki, terdapat sekitar dua puluhan praktisi situ. Masih dalam keadaan bingung karena bertemu dengan manusia lain di neraka ini, seseorang menegurnya,
“Tuan Sima Yong…..”
__ADS_1
*Bersambung*