Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Finale I


__ADS_3

Bersamaan dengan Sima Yong menunjukkan panji yang dia berhasil rebut, Zhao Nanhai yang mewakili Kekaisaran Rembulan Terang berhasil merenggut panji ke dua setelah terakhir kalinya dia merubuhkan Yin Hao Yun dari Sekte Gerbang Suci.


Pria bangsawan Kekaisaran Rembulan Terang itu menjejeakkan kakinya di tanah, di susul dengan suara menggelegar dari Shen Zhuangsi memberi pengumuman,


"Panji kedua berhasil dikuasai Zhao Nanhai dari Kekaisaran Rembulan Terang"


Seluruh lapangan alun-alun itu gegap gempita dalam sorak-sorai. Meskipun merupakan ahli kedua setelah Sima Yong yang berhasil membawa turun Panji-panji kompetisi, semua penonton yang berasal dari Kota Kuno memberi dukungan kepada Zhao Nanhai.


Belum kelar orang-orang se alun-alun memuji-muji Zhao Nanhai dengan sorak-sorai, terdengar suara Shen Zhuangsi sang Pemimpin acara memberi pengumuman baru..


"Wux Tedian dari Klan Wux berhasil membawa turun Panji-panji turnament yang terakhir !"


Seorang pria lainnya muncul dari ketinggian tiang tempat perebutan panji. Wajah anak muda itu terlihat biasa-biasa saja. Namun semua orang tahu kalau anak muda ini adalah salah satu jenius dari Klan Wu yang merupakan Klan terkuat kedua setelah Klan Zhao.


Sorak-sorai pujian kembali terdengar. Wux Tedian meskipun bukan merupakan yang menjadi favorit penonton, akan tetapi karena dia berasal dari Klan Wux yang berdiam di ibukota, sehingga otomatis penonton kompetisi yang sebagian besar datang dari penduduk Kota Kuno itu memuji-muji dirinya.


Saat itu ketika tiga pemenang panji kompetisi telah berdiri diatas panggung arena, di elu-elukan oleh penonton. Ketika ketiganya turun dari panggung, adalah nama Zhao Nanhai yang paling keras di teriakkan penonton. Lebih dari 60 bagian penonton di alun-alun memilih dan mendukung dia dalam gemuruh sorak-sorai.


Disusul dengan nama Wux Tedian yang di teriakkan di puji-puji sebagian penonton di arena kompetisi. Sedangkan yang memuji-muji Sima Yong dalam teriakan, boleh dikata tidak ada sama sekali.


Shen Zhuangsi terlihat mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Pria itu meminta agar penonton reda dari teriakan dan dukungan mereka kepada finalis. Sepertinya Shen Zhuangshi ingin membuat pengumuman.


"Setelah beberapa saat kita menyaksikan perebutan panji kompetisi, dan kita telah memiliki tiga pemenang yang berhak untuk bertarung dalam pertarungan final,


maka tiba saat pertarungan Final dilakukan. Ketentuan pertarungan kali ini adalah, ketiga finalis akan langsung bertarung untuk menentukan siapa pemenang kompetisi ini"...


Semua penonton diam menunggu siapa yang akan pertama kali bertempur nanti. Sementara itu Sima Yong melihat kearah kerumunan yang sebelah mana Ye Bing Qing dan dua kawannya yaitu Wei Park dan Xong Hui Song berada.


Hati Sima Yong sedikit tercerahkan ketika melihat tiga orang itu melambaikan tangan memberi semangat kepada dia. Dia membalas lambaian tangan tiga orang kawannya itu dan kemudian membaca gerakan bibir tiga orang itu yang dia artikan dalam kata-kata "kamu akan menjadi pemenang utama.. Kamu hebat".


Sementara itu, suara Shen Zuangshi terdengar menutup semua kebisingan kala itu.


"Pertarungan pertama dari babak Final ini adalah...


Semidevil dengan nama Sima Yong akan melawan Demigods Wux Tedian.


Dalam pertarungan kali ini, karena tidak menggunakan ruangan dengan array pembatas, maka lultivasi semua peserta telah kembali ke kultivasi semula.


Diharapkan dalam pertarungan duei ini, Demigods dan Semidevil menggunakan kekuatan terbang, untuk menghemat ruang arena pertempuran" kata Shen Zuangshi.


"Di harapkan kedua finalis diharapkan naik ke arena" kata Shen Zuangshi.


Sima Yong dan Wux Tedian berkelebat, dan langsung mengudara. Garang benar keduanya dengan masing-masing tangan memegang pedang.


Pedang di tangan Sima Yong berwarna Merah menyala. Itulah Pedang Wasiat Bianfu Wang. Dia tidak menggunakan Pedang Immortal Hitam, karena prinsipnya adalah "Ketika Pedang Immortal Hitam terhunus, maka harus ada jiwa yang melayang"

__ADS_1


Sementara Wux Tedian juga terlihat menghunus sebuah Pedang Roh yang tidak kalah mengerikannya di banding Pedang Merah Bianfu. Pedang yang dikenakan Wux Tedian itu terlihat seperti sebuah pedang yang terbuat dari Kristal Kaca. Diam-diam Sima Yong merasakan aura yang berbahaya keluar dari pedang di tangan Wux Tedian.


"Maafkan aku Semidevil Sima Yong... dalam hal ini, aku tidak akan sungkan-sungkan ketika melepas pukulan dengan mu.


Teknik Pedang Klan Wux kami bukanlah sebuah teknik yang memiliki kemurahan hati..itu adalah sebuah teknik mematikan yang tidak mengenal belas kasih" Kata Jenius dari Klan Wux itu.


Sima Yong sendiri terhenyak,


"Anak muda ini setidaknya adalah seseorang yang jujur. Dia memberi peringatan terlebih dahulu. Aku cukup kagum dengan kemurahan hatinya" bisik Sima Yong dalam hati.


Wux Tedian menyambung kata-katanya..


"Oleh karena itu aku Wux Tedian memberi peringatan kepada anda terlebih dahulu.


Aku berharap, kamu juga akan tidak berbelas kasihan dengan semua serangan yang aku kerahkan. Kuharap kamu lebih waspada dan menggunakan semua kekuatan yang kamu miliki" Wux Tedian kembali memberi peringatan.


Sima Yong merasa tersentuh, dan dia membalas ucapan itu dengan kata-kata singkat,


"Terima kasih tuan muda Wux sudah memberi peringatan terlebih dahulu.


Semidevil ini akan mengingat nasihat anda"


Dua ahli itu lantas bersiap dalam posisi siap menyerang, dengan tubuh yang melayang di udara...


Dua sosok di udara itu lantas menghilang seperti bayangan. Pandangan semua orang seketika menjadi kabur. Dua tubuh itu terlihat menjadi satu dalam bentuk satu bayangan. Tidak diketahui yang mana Semidevil itu, atau yang mana Wux Tedian.


Sima Yong sendiri dalam hal ini tidak menggunakan kecepatan secepat cahaya dalam adu pedang dengan Wux Tedian. Peringatan awal yang di ucapkan Tuan muda Klan Wux itu dia anggap sebagai tindakan bermurah hati, sehingga Sima Yong tidak berniat untuk membunuh anak muda itu.


Semua serangan pedang yang di kerahkan Wux Tedian memang sesuai dengan peringatan yang pada awalnya dia sampaikan kepada Sima Yong. Teknik pedang Keluarga Wux itu memang menunjukkan kelasnya.


Setiap tebasan Pedang Kaca di tangan Wux Tedian, selalu membawa suara gemuruh yang menggiriskan hari. Sima Yong sendiri merasakan energi listrik yang begitu tinggi menekan dirinya berulang kali.


Jika Sima Yong tidak berhati-hati dengan langsung berbenturang pedang, kemungkinan tubuhnya akan hangus. Pedang Kaca diiringi teknik berunsur petir itu sangatlah berbahaya.



Jika saja Sima Yong tidak memiliki pengalaman tempurnya yang demikian tinggi, kemungkinan dia telah mengambil tindakan dengan berbenturan pedang yang akan berakibat fatal bagi diri sendiri.


Sementara itu, penonton yan memiliki kepandaian tinggi mulai ribut. Mereka pelan-pelan mulai dapat mengikuti pertempuran yang di lakukan dalam kecepatan cepat itu. Beberapa penonton bahkan mentertawakan tindakan Sima yang selalu menghindari benturan pedang.


"Hahaha tidak akan menunggu melewati 200 serangan, anak muda Semidevil itu akan bertekuk lutut.


Nyata benar dia terdesak dan selalu berusaha menghindari benturan pedang"


"Klan Wux itu tidak sia-sia di sebut sebagai salah satu keluarga diantara lima Klan Super Kota Kuno.

__ADS_1


Wux Tedian akan menghabisi Semidevil itu" demikian kata-kata diskusi diantara penonton yang membuat kuping Ye Bing Qing menjadi panas.


Ye Bing Qing membisikkan sesuatu ke Xong Hui Yong..


"Saudara Yong tidak akan mungkin kalah. Meskipun sekarang dia terlihat seperti terdesak dengan serangan Pedang Kaca Wux Tedian,


Namun aku yakin Saudara Yong yang akan memenangkan pertarungan ini" bisik Ye Bing Qing dengan cemas.


Xong Hui Yong sendiri yang telah lama mengikuti sepak terjang Sima Yong, tentu saja juga berpihak kepada anak muda jagoan kita. Katanya..


"Bianfu Wang itu sejak aku mengenalnya ketika dia menjadi penerus Raja Kelelawar...


Aku merasakan hati kecilku berkata kalau dia akan berada di puncak kekuatan sebagai Kultivator nomor satu Benua ini. Dia selalu memiliki hal-hal tidak terduga yang menyelamatkan dirinya.


Sehingga untuk pertempuran diantara dua Ahli SAGE ini, aku yakin Bianfu Wang yang akan keluar sebagai pemenang" kata Xong Hui Yong dengan percaya diri.


Ye Bing Qing kembali tenang setelah mendengar kata-kata Xong Hui Yong. Matanya kembali menatap ke langit, tempat pertempuran dua ahli SAGE itu.


"Dua ratus pukulan sudah...


Aku akan menyudahi pertempuran ini" kata Sima Yong.


Mendadak semua serangan yang di kerahkan Sima Yong berubah dalam kecepatan secepat cahaya..


"Level dua Kecepatan Cahaya Pedang !"


Medadak Wux Tedian merasakan pandangannya menjadi kabur. Dia mendadak tidak dapat membaca serangan pedang lawan. Hatinya merasa tercekat..


"Semidevil ini sejak awal menyembunyikan kepandaiannya.


Celaka.. Kecepatan cahaya ini bukan sesuatu yang dapat aku hadapi"


Lalu dalam hitungan dua tarikan nafas setelah Semidevil itu merubah teknik serangannya, semua penonton terdiam ketika melihat satu bayangan terlempar dari gulungan pedang di udara. Semua tanpa suara sama sekali.


Orang-orang mengenali sosok yang terlempar keluar dari gulungan pedang adalah Wux Tedian. Masih dalam sepi, ketika semua menyaksikan tubuh Wux Tedian terhempas ke tanah dengan keadaan pakaian berlubang di lima titik kematiannya.


"Wux Tedian beruntung, jika Semidevil itu berniat mengambil nyawanya, dia telah mati sejak awal..."


"Rupanya Semidevil itu menyembunyikan kepandaiannya selama ini"


Semua orang sibuk berbisik-bisik, lalu mereka menatap langit, dimana sang Semidevil melayang di udara dengan Pedang Merah, ikut melayang di samping nya. Anak muda Semidevil itu terlihat seperti iblis dalam cahaya rambut keperakan terpantul sinar matahari..


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2