Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Padang Impian Bidadari Berwarna darah


__ADS_3

Atid sekali lagi melakukan gerakan mengayunkan pedang kembarnya. Lalu seberkas sinar Niat Pembantaian melesat membelah Meng Feng menjadi dua. Duar ! Aura kehidupan Meng Feng lenyap, menghilang menjadi ketiadaan. Kemenangan Atid membuat hening tentara-tentara Kekaisaran Rajawali Agung.


Sebaliknya, pihak Kaum Pembebas malahan bersorak-sorai, berjingkrak-jingkrak menyambut kemenangan yang di raih Atid.


"SAGE mereka mati, SAGE kekaisaran mati"


Suasana keheningan itu di sambut suara aba-aba dari Pangeran Ju Qin, terdengar membahana membakar sengat Kaum Pembebas,


"Berperanglah untuk kemenangan, mari kita maju !"


Bunyi suara derap kaki manusia pasukan invanteri dan bunyi ladam kaki kuda menghentak tanah terdengar seperti air bah meluap di -sungai kering ketika musim hujan. Kaum Pembebas dengan semangat berapi-api mulai seperti iringan semut menerobos memasuki perbatasan di lapangan Impian Bidadari.


Sementara itu para tentara Kekaisaran di sisi barat, yang sejak awal-awal telah jatuh mental melihat kekalahan SAGE mereka, mau tidak mau harus ikut maju melawan dan menerobos perbatasan. Dengan sisa-sisa semangat yang ada, mereka mencoba menghadang tentara Kaum Pembebas, ketika panglima-panglima mereka juga meneriakkan aba-aba untuk memulai serangan.


Sementara itu, Sima Yong sendiri tengah dilanda rasa heran yang dalam.


"Apakah pihak kekaisaran telah kehabisan pendukung dari ahli-ahli di ranah SAGE?"


Dia tidak tahu keadaan sebenarnya, yaitu pihak Sekte-sekte dari tepian Barat telah menolak untuk mengirimkan ahli-ahli SAGE didalam peperangan Kekaisaran Rajawali Agung melawan pihak Kaum Pembebas.


Selama keterlibatan urusan Ju Kai, sekte-sekte tepian Barat telah kehilangan banyak ahli SAGE di negri utara. Mereka sepakat dan tidak memiliki niat untuk menambah angka kematian SAGE di sekte dan klan, sehingga peluang untuk menjadi gelar Sekte Kuno akan hilang gara-gara perang semata.


******


Ketika pagi-pagi tadi, sejak terjadi pertempuran antara Atid Ananada melawan Meng Feng, pertempuran mereka dua SAGE telah menghabiskan waktu tempur hingga sore menjelang. Ketika itu, matahari mulai merayap menuju senja.

__ADS_1


Sekonyong-konying para tentara penggebuk genderang dan peniup terompet tanduk, mulai menggebuk genderang perang dengan keras-keras. Suara terompet ikut terdengar meraung-raung memberi isyarat suatu tanda bahaya. Terompet dan genderang ditabuh dan ditiup keras-keras dari menara mata-mata Kaum Pembebas.


Semua orang langsung menatap debgan cermat kearah Ufuk Barat, yang mana dari batas langit dan bumi, diantara semburat warna jingga memenuhi langit, sesuatu mahluk raksasa terlihat pelan-pelan muncul dengan sayap yang membentang lebar-lebar. Benda itu tidak bergerak sama sekali melainnkan terlihat terbang memanfaatkan arus angin dan hawa panas yang dari jauh terlihat jelas mengalir di sepasang sayap mahluk itu.


Burung-burung nasar lantas berkaok-kaok membubarkan diri ketika merasa tertindas dengan kegaib-an sepasang sayap lebar serta aura jahat yang di pancarkan mahluk. Warna merah menyala keluar dari sosok itu, pelan-pelan mulai membanjiri arena perang, membakar sisa sisa nasar yang lambat membubarkan diri.


Bahkan ketika pantulan cahaya matahari yang besar tampak tertutup dua pasang sayap besar itu, pantulan cahaya matahari berubah menjadi seperti darah yang kini membanjiri dengan warna darah, mengubah Padang Impian Bidadari menjadi seperti padang kering berlumur darah.


Semua orang terhenti seketika, mencoba memperhatikan baik-baik mahluk raksasa mengerikan itu. Lidah-lidah api terlihat jelas memercik berulang kali dari tubuh dan mulut mahluk raksasa itu.


"Phoenix.. Itu mahluk mitologi Phoenix !" ketakutan mencengkeram tentara Kaum Pembebas. Sebaliknya para tentara kekaisaran terlihat mulai berjingrak-jingkrak kesenangan. Mereka mengenali dengan akrab sosok mahluk mitologi itu. "Alam Melintas Immortal pekik orang-orang kekaisaran"


Seorang pria terlihat berdiri gagah dipunggung Phoenix, mengenakan zirah besi berwarna kuning keemasan dan mengangkat tinggi-tinggi pedang berwarna merah darah di tangan kanannya.


Phoenix itu lalu melakukan gerakan menukik rendah sambil memekik mengerikan, dia terbang dengan cepat dia mendekati ke sekumpulan ahli-ahli Klan Malaikat Kelabu yang bertempur dari atas Ent dan Troll. Kelompok sihir itulah yang paling merepotkan tentara kekaisaran.


Pria diatas Phoenix itu dengan cepat mengayunkan pedang merah di tangan kanannya, lalu secara tiba-tiba satu berkas cahaya dengan warna kemerahan seperti darah keluar dari pedang itu, menyambar mengerikan dengan menimbulkan efek gelombang dan suara yang berderak-derak. Warna merah darah seketika tumpah dari pedang merah, membanjiri para ahli sihir Elf dan tentara Kaum Pembebas


Sima Yong menyaksikan ngeri dari jauh, ketika jeritan ketakutan para tentara melihat energi merah darah itu berubah menjadi api yang panas, lalu melalap habis ratusan tentara dan beberapa ahli sihir Sekte Malaikat Kelabu. Suara-suara rintihan dan putus asa Elf-elf itu terdengar pilu ketika melihat Master Huang Chi roboh dari sosok Ent yang terbakar hangus cahaya merah.


"Jangan sampai ! Hentikan bangs**t" jerit Sima Yong. Dia memerintahan Roc kuno untuk terbang cepat mendekati Phoenix dengan pria berzirah kuning emas yang bebas menebas kesana kemari. Tangan Sima Yong terjulur kedepan, meludahkan sumpah dan kutukan, menyerang benak pria berzirah kuning emas itu.


Akan tetapi Sima Yong mengalami kejutan dalam hati. Benak si Zirah Kuning emas itu seperti di temboki dengan sesuatu kekuatan tak terjamah yang sangat kuat. Dia tidak memberi celah padan benaknya untuk dimasuki benak orang lain yang berniat merusak benak Zirah Kuning Emas.


Sementara itu cakar Elang Roc yang di kendarai Sima Yong terbuka menganga, menerjang dan siap-siap merobek dada Phoenix. Phoenix merah itu juga tidak kehilangan waspada. Dua cakarnya telah terlihat melawan gigih, merobek-robek daging mahluk Roc yang di kendarai Sima Yong.

__ADS_1


Sima Yong terguncang keras diatas punggung Roc ketika benturan terjadi akibat cakar-cakar Roc dan Phoenx saling membentur, berusaha merobek dada masing-masing lawan.


Lalu sosok mengenakan zirah kuning emas itu melompat dan terbang dari punggung Phoenix, melewati mereka dan menyambar ke arah Roc, Sima Yong juga mengikuti hal yang sama, melompat dan melayang cepat, menebas Phoenix yang terlihat ganas mencoba menancapkan kuku-kukunya di zirah Siam Yong.


Bless !


Dua mahluk mitos Roc dan Phoenix lantas mengangkasa terbang lebih tinggi ke langit, memisahkan diri dari tuan mereka. Sima Yong menatap Pedang Immortal Hitam yang meneteskan darah,


"Aku berhasil menebas Phoenix itu" pikir Sima Yong.


Meskipun demikian, Sima Yong masih melihat dua burung raksasa itu tidak terpengaruh sayatan pedang, masih terbang di langit, berputar-putar dan saling melepaskan cakar untuk saling membunuh.


Baju zirah kuning emas itu, kini memulai serangan dengan memutar-mutar pedang nya dari kejauhan. Semua gerakan pedangnya selalu menimbulkan cahaya merah seperti darah. Diam-diam Sima Yong merasa dirinya seperti akrab dengan sosok orang yang mengenakan zirah kuning emas itu.


Si zirah kuning membuat gerakan menusuk dengan pedang merah kearah langit, lalu merapalkan teknik pedang,


"Merebahkan !"


Ada tidak kurang dari seratus Qi pedang berwarna darah, terlihat di tembakkan dari arah langit ketika perintah di kumandangkan, lalu jatuh seperti hujan menimpa Sima Yong.


Sambil tersenyum dingin Sima Yong balas menikam pedang kearah udara. Ledakan keras terdengar menyusul suara retak-retak di udara terdengar, lalu mencuat lima helai energi Qi yang berwarna seperti bintang, terbang cepat menghapus jejak Qi merah darah itu.


Sima Yong kembali memperhatikan baik-baik si zirah kuning emas. Dia bahkan telah membaca semua gerak orang itu, yang wajahnya tertutupi dengan helm.


"Aku mengenal anda !" teriak Sima Yong dingin.

__ADS_1


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2