Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Fire Arrow ii


__ADS_3

Ratusan anak panah api itu bergerak cepat seperti hujan meteor, terasa membawa hawa panas yang sanggup menghanguskan seisi kota. Kelompok Daeva Daeva Pemanggil Api itu memilik kemampuan kekuatan Sihir di ranah Master Bumi level satu.


Kenyataannya bahwa di dalam teori sihir di katakan. Dalam penggunakan mantra Fire Arrow syarat mutlak yang di perlukan bagi pemanggil api adalah memiliki kekuatan energi sihir minimal di peringkat Master Bumi satu. Semua ahli sihir dengan kekuatan di ranah Master Segel jangan pernah bermimpi untuk memanggil api dalam bentuk anak panah dan menembak lawan dalam jarak jauh.


Penggunaan mantra Fire Arrow secara sembrono dapat berakibat fatal. Mantra dapat menjadi tidak seimbang dan meledak sewaktu-waktu dan mencelakai sang perapal matra menjadi abu. Syarat mutlak lainnya adalah kekuatan tempur pengguna Mantra Fire Arrow ini adalah merupakan seorang kultivator yang memiliki hawa murni atau Qi. Energi Qi sangat di perlukan untuk menarik busur yang mengangkut anak panah api, mutlak di dilakukan Kultivator yang memiliki hawa murni sekurang-kurang Alam Spirit Agung.


Orang berkata, 'celakalahkamu jika bertemu seseorang yang memiliki kekuatan sihir atau energi jiwa. Namun kamu akan mati jika pengendali energi sihir itu adalah satu sosok yang merangkap seorang kultivator, seorang pengendali energi Qi atau hawa murni.


Wush !


Hujan meteor tercipta, langit seketika berubah warna menjadi percikan api kebiru-biruan dan hawa panas serasa membakar seisi hutan tatkala ratusan api berwujud panah biru melayang.


"Mati !" sumpah Daeva Pemanggil Api dengan sengit.


"Apa yang berasal dari tanah, biarlah kembali menjadi debu. Fire Arrow ini biar memanggang jiwa pembunuh tuan muda kami menjadi debu !" nyanyian mantra dan rune kuno di lantunkan pemimpin Daeva Dzir Azasi.


Ketika semua telah yakin si baju kelabu akan mati menjad debu, dan ketika semua bersuka cita akan pembalasan kematian tuan muda mereka.. pada saat itulah senyum kemenangan dengan cepat memudar dari wajah pasukan pengendali api peri Daeva-daeva itu.


"Tak mungkin !"


"Bagaimana bisa?"


"Apa? aku tak percaya"


Suara desisan mahluk roh peri jahat itu terdengar berdengung seperti suara lebah. Mereka menatap takjub ketika pria bepakaian kelabu itu melambaikan tangan. Hasilanya adalah ratusan anak panah api berwarna biru itu mendadak membeku, berubah menjadi kristal-kristal es bening ketika angin dingin dari tangan pria itu menyentuh bayangan panah api.


Krak -krak -krak -krak !

__ADS_1


Suara patahan panah api yang berubah menjadi kristal es terdengar membahana. Dzir Azasi detik itu juga menjadi takut. Ini adalah sosok yang bukan menjadi lawan mereka. bahkan seribu pasukan Daeva sekalipun, tidak akan berguna menghadapai pria berbaju kelabu.


"Lari !" Dzir Azsi berteriak keras.


Akan tetapi patut di sayangkan. Aba-aba Dzir Azasi adalah suatu tindakan sia-sia. Dengan lirikan mata dia melihat pria berjubah kelabu itu kembali melambaikan tangan, lalu badai anin Taufan langsung tercipta di depan mata.


"Demi dewa.. itu adalah.."


Dan itu adalah kata-kata terakhir yang sempat di ucapkan oleh Panglima kelompok Daeva itu. Angin Taufan dari berbagai arah tiba-tiba datang menekan, sehingga semua Daeva menjerit pilu. Pelan-pelan kulit mereka terangkat, menyisakan tulang belulang.


Kemudian tekanan angin dahsyat yang lebih keras lagi berhembus seperti pisau. Dalam sekejab mata sepasukan besar ahli Pemanggil Api dari kelompok Daeva itu hilang menyisakan kabut berwarna merah.


Mismaya peri kecil itu terdiam kelu menyaksikan fenomena Chakra angin dahsyat yang mencabik-cabik ratusan Daeva seperti gumpalan mentega diatas talenan dan di iris-iris pisau. Mismaya menggigil. Dia baru menyadari kekuatan sebenarnya dari pria yang di panggilnya tuan muda itu.


******


(Sebelumnya Mismaya memang telah memberi tahu Sima Yong kalau Ras Beruang ini memiliki nama-nama yang sangat unik. Hampir semuanya di namakan dengan nama-nama makanan yan terdengar lucu)


Mismaya yang masih belum hilang rasa terkejutnya ketika menyaksikan sapuan chakra angin itu hanya diam sepanjang penerbangan mereka. Sima Yong sendiri tetap bersikap santai. Dia cukup memaklumi jikalau peri kecil ini terkejut melihat pembantaian yang ia lakukan hanya dengan melambaikan tangan tadi. Ketika mereka berada diatas sungai ia memecah kesunyian dengan bertanya kepada Mismaya.


"Hei peri kecil. Apakah kamu masih mengingat-ingat kejadian tadi?" kata Sima Yong tersenyum.


"Aku sarankan sebaiknya kamu membiasakan diri melihat darah seperti tadi. Perjalanan menuju Bukit Sihl nanti bakalan lebih banyak lagi kita temui pertempuran dan bahaya.


Jika kamu peri kecil ini merasa takut sebagai petunjuk jalanku, ku pikir kamu dapat langsung berbalik ke Kota Klan Peri setelah kami selesai membeli peta di Kota Boneka Roti" Kata Sima Yong.


Ia menjadi iba setelah melihat Mismaya menjadi pendiam, tidak seceria dan gembira seperti sebelumnya.

__ADS_1


Namun dengan cepat Mismaya membantah kata-kata Sima Yong. Katanya..


"Tolong jangan suruh hamba pergi tuan muda. Selembar jiwa hamba ini telah tuan selamatkan dan hamba merasa wajib untuk membalas kebaikan tuan muda.


Memang hamba akui aku agak terkejut dengan pertempuran sedahsyat dan sehebat tadi. Akan tetapi, tekadku telah bulat. Aku harus menyelesaikan tugas sebagai pemandu jalan di Realm Magical Beast ini, sampai anda memperoleh apa yang anda cari" Mismaya kini tersenyum lebar.


Percakapan singkat itu telah membuat Mismaya merasa lebih baik dan setidaknya dia merasa perasaannya sedikit nyaman dan bertekad melupakan kejadian pembantaian tadi.


"Bagus" kata Sima Yong.


"Aku tidak akan melupakan kebaikan dan pengorbanan kamu peri kecil. Tidak nanti seseorang yang menjadi pengikutku akan menjadi sosok yang lemah. Aku akan memberi beberapa teknik sihir dan membuat kamu peri kecil ini tidak nanti menjadi bulan-bulanan sosok-sosok lain seperti Daeva bernama Uge Cart merendahkan mu"


Mismaya mengangguk-angguk kepala dengan gembira setelah mendengar tuan mudanya akan menurunkan beberapa mantra sihir pelindung untuk memperkuat dirinya. Tentu saja dia menjadi senang. Di Realm MAgical Beast ini, guna memperoleh keahlian berupa mantra atau teknik bertempur bukanlah hal yang gampang.


Segala sesuatu di hargai dengan Eliksir. Jika kamu memiliki banyak Eliksir apalagi peringkat menengah terlebih Eliksir peringkat tinggi, hidupmu akan akan. Kamu dapat membeli banyak mantra-mantra sihir kelas menengah di toko-toko alkemis di ras yang ada di dalam hutan ini.


Namun jika kamu adalah sosok yang miskin dan tidak memiliki Eliksir, maka kamu hanya akan menjadi bulan-bulanan mahluk-mahluk yang memiliki mantra-mantra terbaik atau teknik bela diri yang selalu menindas kaum lemah.


"Mismaya mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan muda yang demikian baik. Mismaya tidak bisa membalas kebaikan tuan muda selain mengabdi sebaik mungkin" kata Mismaya merendah.


Langit terlihat cerah, matahari bersinar terang menembusi daun-daun hutan pinus yang terlihat menutup hutan seperti hamparan permadani hijau. Sima Yong dan Mismaya telah tiba di gerbang Kota Boneka Roti. Sayup-sayup aroma lezat nya roti di bakar, serta harumnya madu terbaik merasuki indar penciuman dua orang itu.


"Kita telah tiba di Kota Boneka roti" kata Mismaya antusias.


"Mari kita mencicipi harumnya madu dan roti yang serasa merobek-robek indra penciumanku kata Sima Yong dengan gembira.


Bersambung

__ADS_1


*Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3*


__ADS_2