
Rumah Pelesir Ye Hua Meili pada jam 7 malam itu telah ramai dengan pengunjung. Sebuah papan pengumuman besar tertulis bahwa malam itu Rumah Bordil paling ternama di Kotaraja akan menyelenggarakan sebuah pertunjukan yang besar.
Promosi besar-besara tentang seorang Wanita penyanyi yang baru didatangkan khusus dari Selatan Benua Penyaringan Dewa telah menjadi buah bibir di Kotaraj.
Di jadwalkan gadis penghibur itu akan mengadakan pertunjukan tarian dan nyanyian di Gedung Aula Pertunjukan Rumah Pelesiran Ye Hua Meili. Pria-pria mulai dari kalangan sastrawan dan pelajar, maupun tuan muda kaum bangsawan telah menjadi amat penasaran Ketika mendengar gembar-gembor yang menggambarkan keindahan suara dan tarian dari Wanita penghibur bernama “Meirenyu” itu.
******
Kembali ke keadaan Kotaraja diwaktu pagi sebelum pertunjukan dimulai……
Sejak pagi hari, semua orang telah sibuk memperbincangkan konser hiburan di rumah pelesir tersebut…
“Menurutmu… apakah kelebihan dari penyanyi yang Bernama Meirenyu itu? bukankah keindahan suara gadis-gadis Rumah Pelesir Ye Hua Meili itu tidak kurang banyak nya?”
“Benar… mengapa sedemikian heboh nya kemampuan seorang penyanyi bernama Meirenyu itu?” sekelompok pria hidung belang terlihat saling berdiskusi di salah satu restoran.
“Menurutku “Meirenyu” itu pasti memiliki keindahan paras yang luar biasa, sehingga nama nya sebagai biduanita ikut termasyur mengikuti keindahan paras yang dia miliki… kuduga bakat menyanyi nya tidak ada sama sekali. Dia pasti hanya mengandalkan wajah cantik semata”
“Ssttt… dengarlah informasi dari ku. Salah seorang pelayanku memiliki sepupu yang bekerja sebagai pengawal di Rumah Pelesir itu. Dia mengatakan bahwa selain memiliki keindahan suara dan keindahan paras… Meirenyu ini mampu memberikan efek membius seperti sihir, ketika orang mendengarkan dia bernyanyi”.
“Katanya… Meirenyu itu mampu menyalurkan kekuatan sihir didalam semua nyanyian yang dia bawakan. Sehingga semua orang yang mendengarkan nyanyian akan terbius… pikiran anda akan melayang serasa berada di Nirwana. Kabarnya keindahan itu seperti memberikan kepuasan dan kenikmatan di pikiran pendengarnya” kata salah satu tuan muda yang bertubuh kerempeng.
"Benarkah?? Apakah betul-betul terdapat Teknik bernyanyi seperti demikian rupa? Mampu membius dan memberikan kenikmatan ilusi hanya dengan mendengar suaranya?” kata kawan-kawan tuan muda berbadan kerempeng itu yang mulai penasaran.
Ketika merasa dirinya menjadi pusat perhatian, si tuan muda berbadan kerempeng itu semakin menjadi-jadi dalam menjual satu kisah secara berlebihan….
“Itu benar sekali. Yang kudengar adalah, bahkan Nona Xong Hui Yong pemilik Rumah Pelesir Ye Hua Meili sampai-sampai harus mengeluarkan Satu Juta Blue Manna dan memberikan sebuah Armor Roh peringkat Dao untuk membeli Meirenyu dari majikannya di Selatan sana” kata tuan muda kerempeng itu mengakhiri bualannya.
Kawan-kawannya sampai ternganga mendengar kisah bualan itu. itu berarti gadis Bernama Meirenyu itu betul-betul memiliki kualifikasi yang terbaik sehingga dia dihargai sedemikian mahal.
“Aku mungkin harus berkunjung ke Rumah Pelesiran itu nanti malam…”
“Heh… jika kamu terlambat membayar token tanda masuk pertunjukan… aku khawatirkan kamu tidak akan memiliki kesempatan menonton pertunjukan itu” ejek tuan muda kerempeng itu sambil menunjukkan sebuah slip undangan berlogo “Rumah Pelesiran Ye Hua Meili”….
>>>>>>
Sore itu di Rumah Pelesir Ye Hua Meili keadaan benar-benar dilanda kesibukan. Pertunjukan besar seorang Biduanita kenamaan dari Selatan membuat semua pekerja sibuk mendekorasi ulang rumah pelesir tersebut. Aula yang mampu menampung 1000 orang itu betul-betul dihiasi dengan dekorasi yang menawan.
Panggung pertunjukan bahkan di ubah dengan menyediakan sebuah panggung Panjang yang menjorok kearah penonton, dengan harapan rasa penasaran semua penonton terobati Ketika “Meirenyu” bernyanyi sambil melangkah lebih dekat dengan semua penonton.
Di ruang ganti para penari dan penyanyi, Xong Hui Ying si Iblis Betina Pengejar Nyawa itu tampak sibuk mendandani Meirenyu (siren) agar terlihat memikat. Meirenyu sendiri pada dasarnya adalah Monster penggoda yang berwajah cantik… sehingga semua polesan yang di bubuhkan Xong Hui Ying makin membuat siren itu lebih memancarkan kecantikan nya.
Saking kagumnya akan kecantikan Meirenyu, sampai-sampai Xong Hui Ying selalu menggoda Meirenyu…
“Bagaimana jika misi kita telah selesai nanti… kamu bekerja saja padaku?? Aku yakin dengan kecantikan mu ini, akan dapat memasarkan kamu dengan harga mahal kepada bangsawan-bangsawan Kotaraja. Hmmm mungkin tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat kamu menjadi orang kaya”
“Suiiittt..!!”
Selendang yang sedianya tersampir di pinggang Meirenyu, sekonyong-konyong berubah menjadi sebuah tombak yang dengan ganas menikam kearah leher Xong Hui Ying.
Dengan Teknik meringankan tubuh yang indah, Xong Hui Ying seketika melayang 5 meter sehingga tombak tersebut luput….
__ADS_1
“Hahaha… Meirenyu… anda benar-benar ganas. Apakah anda tidak pernah mendengar yang Namanya bercanda dikalangan manusia???” cibir Xong Hui Ying sambil melayang turun.
Meirenyu hanya mendelik dingin kearah Xong Hui Ying lalu berkata,
“Sekali lagi anda berkata-kata tidak senonoh kepadaku… aku akan memotong lidah mu dan memberinya sebagai makanan anjing” tombak itu menghilang dan berubah menjadi selendang yang kembali dia sampirkan dipinggangnya.
Meirenyu lalu berjalan acuh tak acuh kearah ruangan belakang panggung pertunjukan.
Xong Hui Yin memaki dalam hati…
“Dia memang ganas dan brutal layaknya monster… entah dari mana Raja Kelelawar menemukan mahluk cantik namun seganas itu”…
>>>>>>
Pertunjukan yang sedianya akan dilangsungkan pukul 7 malam… sepertinya mengalami ledakan jumlah penonton.
Ketika Jam baru menunjukkan angka 6 saja semua kursi tamu telah terisi penuh. Bahkan diluar Aula PertunjukanRumah Pelesir Ye Hua Meili, masih terdapat ratusan orang yang mengeluh karena tanda pengenal untuk memasuki aula pertunjukan telah habis terjual….
Tepat jam 7 malam… semua api penerangan di aula pertunjukan dipadamkan. Saat itu hanya terdapat sebuah cahaya kebiruan yang di pancarkan dari arah balkon.
Cahaya itu adalah refleksi dari kristal kerang Mutiara biru yang mampu menyerap cahaya dan kemudian menyebarkan cahaya biru ratusan kali lebih terang dibandingkan sumber cahayanya sendiri.
Sebuah siluet perempuan mengenakan pakaian besar seperti ratu istana tampak melangkah lembut dari belakang panggung…
“Tring…. “ bunyi suara petikan sitar mengiringi Langkah perempuan itu. semua Gerakan nya amatlah halus. Dia berlenggang lenggok seperti batang pohon Yang Liu (Dedalu) yang melenggang tertiup angin. Semua penonton seolah menahan nafas Ketika melihat sosok indah itu melangkah mengikuti irama petikan sitar.
Lalu perempuan itu berjalan indah tanpa mengenakan alas kaki diatas panggung menuju kerumunan kursi para undangan. Suara-suara ******* terdengar Ketika perempuan itu memamerkan kaki yang bentuknya sempurna dan begitu putih tanpa noda setitikpun.
Dua lagu telah selesai dinyanyikan oleh perempuan itu, lalu kemudian dia berbalik dan menghilang dibalik panggung.
Semua penonton seketika menjadi marah ketika perempuan itu menghilang. Kesenangan dan kenikmatan pandangan mata mereka serasa terganggu. Megapa ketika semua orang mulai terbakar oleh keindahan dan kecantikannya, penyanyi bernama Meirenyu itu berhenti bernyanyi bahkan menghilang di balik panggung???
Ketika semua penonton semakin marah dan suara-suara provokasi terdengar untuk mengajak orang-orang bertindak brutal…. Tiba-tiba Kembali terdengar dentingan petikan sitar.
“tringgg”
Kali ini cahaya yang menyinari panggung berubah menjadi berwarna jernih sehingga seluruh wajah Meirenyu terpapar jelas.
“HHhhhh…” jerit pelan suara-suara pria hidung belang menahan nafas.
Wajah cantik Meirenyu seketika terlihat bagaikan Mutiara yang berkilauan di terpa cahaya. Wajahnya terlihat mungil, dengan bibir yang berwarna merah muda bagaikanbibir seorang bayi… Ah…. Suara mengeluh dari pria hidung belang samkin sering terdengar.
Saat ini pakaian yang Meirenyu kenakan juga terbilang cukup menakjubkan. Dengan mengenakan rok Panjang tebal… namun pakaian atas Meirenyu terlihat amatlah rendah. Saking rendahnya sampai-sampai memberi kesan sehingga Meirenyu sengaja mempertontonkan Pundak dan lehernya yang berwarna putih bersih….
Suara-suara mendesah terdengar semakin liar diantara penonton pria. Sepertinya Gerakan-gerakan dan music itu mulai membawa orang-orang masuk lingkungan sihir yang di buat Meirenyu.
Di salah satu balkon VIP, Master Kenshi Katashi berbisik kepada salah satu ninja,
“Hubungi pemilik rumah pelesir ini. Aku ingin penyanyi itu menemaniku malam ini. Berapapun bayarannya”…..
Kembali di atas panggung…
__ADS_1
Meirenyu kini melangkah didalam sebuah tarian. Gerakan yang dia lakukan tidaklah terlalu atraktif. Akan tetapi karena semua gerakannya dilakukan menggunakan sihir pemikat yang diperkuat dengan iringan sitar music kematian, membuat keadaan menjadi trance. Suara sitar semakin intens di petik dan semua penonton semakin gelisah.
Meirenyu melepaskan selendang di pinggangnya, sehingga rok Panjang yang dia kenakan ikut copot menyisakan sebuah pakaian dalam tipis yang tembus pandang. Meirenyu semakin membuat gerak-gerakan aneh yang membuat mata semua penonton tidak berkedip sedikitpun.
Selendang di tangan Meirenyu berputar mengikuti irama Gerakan tariannya. Dalam beberapa Gerakan tarian, menyelipkan senandung sihir kaum siren sehingga hampir seluruh penonton di ruangan itu telah memasuki keadaan kesurupan.
Setelah dia merasa semua sihir pemikat telah menguasai kaum pria diruangan itu, tanpa terduga selendang ditangannya berubah menjadi sebuah tombak berkepala runcing.
“Hap”…. Sosok Wanita lemah berubah menjadi sosok pembunuh yang memegang tombak.
Dan dalam Gerakan yang amat cepat, tubuh Meirenyu melesat kearah balkon tempat tami VIP dari Timur berada.
“Suiiit…” bunyi tombak mendesing dengan cepat.
Tombak di tangan Meirenyu mengunci lurus kearah dada Master Senshi Katashi. Biar bagaimanapun, meskipun Senshi Katashi adalah seorang ahli kelas tinggi yang selalu waspada, namun ketika dirinya menjadi lengah dilanda sihir hawa nafsu durjana … kemampuan refleks nya akan berkurang jauh. Apalagi music kematian yang dimainkan sitar itu betul-betul seperti mengikat jiwanya.
Masih didalam pengaruh sihir pemikat, Master Senshi Katashi berusaha menggeser tubuhnya menghindari serangan tombak mematikan. Tangan nya meraih seorang ninja terdekat dan membuat ninja itu menjadi tameng.
“Kraak,…!!” bunyi suara tulang yang patah remuk terdengar Ketika tombak di tangan Meirenyu menghancurkan batok kepala ninja peringkat Alam Pencerahan Suci Level 9. Ninja itu mati seketika.
“Penyergapan..!!!” teriak Senshi Katashi. Senshi Katashi mengaum dahsyat sehingga membuat 4 ninja lainnya tersadar daripengaruh sihir pemikat. Suara auman itu membuyarkan pengaruh mistis yang membius 4 ninja.
Tangannya mendorong kedepan dan menyalurkan sebuah pukulan yang mengandung Enegi Dahsyat ke Meirenyu. Dia menjadi marah dan berniat membunuh Meirenyu dalam sekali pukulan.
“Mati…” desis Senshi Katashi.
Sekonyong-konyong sebuah energi berbentuk gulungan cakar kelelawar muncul menghadang pukulannya…
“Kamu adalah lawanku”
“Duar…”
Bunyi ledakan pertemuan dua tenaga raksasa. Balkon VIP itu hancur seketika. Ruang VIP itu runtuh menyisakan jeritan ketakutan semua penonton di Aula. Keadaan menjadi kacau. Jerit ketakutan terdengar Ketika semua penonton berhamburan lari keluar dari ruangan aula pertunjukan.
Empat sosok terlihat melompat ke udara dan langsung menyerang kearah 4 ninja pengawal Senshi Katashi.
Masing-masing bayangan yang adalah Fei Ma, Wei Park, Xong Hui Ying dan Yu Mian memilih lawan yang cocok dengan mereka. Meirenyu yang lolos dari maut tadi, juga terlihat melompat kearah pertempuran dan membantu Yu Mian…..
Senshi Katashi menatap Sima Yong dengan amarah lalu berkata dengan suara menggelegar,
“Disini terlalu sempit. Mari kita berduel di angkasa… tempat yang leluasa dan cocok untuk berduel”
Tubuhnya melesat ke angkasa diikuti 4 ninja pengawalnya. Masing-masing menjebol atap Rumah Pelesir itu…
“Sial… jika saja imbalan atas pertempuran ini bukanlah pil Pencerahan Nirwana tingkat 8, aku akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan ini” keluh Xong Hui Ying didalam hati…
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1