
Terdengar jeritan tertahan dari banyak penonton di arena pertempuran, sementara itu suara rapalan mantra bergema menyusul gerakan pedang menyerupai ular memecah kebisuan malam, bergerak cepat seperti hantu.
Semua penonton di arena perbatasan neraka sembilan itu berpikir bahwa Refiner berjubah kelabu itu akan berakhir kehidupannya, di tangan Pelajar Tangan Iblis Teknik.
"Kekuatan Semidevil Pelajar Tangan Iblis demikian tinggi, refiner itu pasti mati !"
"Dengan kekuatan serangan sedemikian tinggi, bagaimana mungkin refiner itu dapat menang?" bisik-bisik diantara penonton membuat gelisah Liu Yanshan.
Si orang tua Liu Yanshan yang awalnya sangat percaya dengan kekuatan Sima Yong kini menjadi ragu-ragu. Hatinya dianda perasaan cemas, "Apakah tuan muda kami akan mampu memblokir serangan Pedang Ular Keramat?"
Melihat serangan dengan kekuatan yang amat tinggi dengan kecepatan laksana hantu itu, mata Sima Yong melebar. Kakinya menginjak tanah keras-keras, lalu dia menggabungkan teknik Cakra Bianfu bersama pemahaman konsep ruang dan waktu..
"Wush.." wujud Sima Yong menghilang seperti gumpalan asap kelabu yang memudar.
Setelah semakin mahir dalam menggabungkan teknik Cakra Bianfu dengan konsep ruang waktu seperti itu, setiap gerakan anak muda itu sudah serupa dengan gerakan cepat satu hantu atau dewa, serasa ambigu kerena terlalu cepat berlalu.
"Suiiit !"
Pedang Ular Keramat itu menusuk sisa bayangan sang refiner.
"Huh !" Pelajar Tangan Iblis mencibir ketika pedangnya menyentuh bayangan. Pedang Ular Keramat berputar sekali lagi, lantas sebuah Niat Beladiri timbul dari gerakan pedang itu.
"Niat Beladiri Pembantaian !" semua penonton dilanda ketakutan ketika Niat Pembantaian (Slaughter Intent) itu terlihat mulai menghancurkan udara di arena.
"Duar !"
Pedang Ular Keramat menusuk sekali lagi. Semua orang menahan nafas ketika melihatan kecepatan gerakan Pelajar Tangan Iblis bergerak semakin cepat kearah yang lebih ekstreem lagi.
Saat itu wujud Sima Yong baru saja muncul di sisi lain, ketika Pedang Ular Keramat telah menyusul dengan gerakan tusukan di dadanya.
"Wush !" sosok Sima Yong menyusut.
Dia melambaikan pedang merah, dan menggunakan Cakra Bianfu digabung pemahaman konsep ruang untuk menghancurkan wujudnya sekali lagi. Dalam waktu yang sangat cepat, mungkin seper sekian detik cepatannya, Sima Yong telah muncul puluhan tombak jaraknya di bagian lain di arena perbatasan itu.
Sima Yong diam-diam melirik lengan bajunya yang hampir terpapas kuntung, kini berubah menjadi debu dan memudar dalam kehampaan. Anak muda itu mampu menghindari dua kali serangan Pedang Ular Keramat, namun lengan kanan bajunya telah lenyap menjadi debu akibat Niat Pembantaian.
__ADS_1
Dalam bentrokan barusan, Pelajar Tangan Iblis hanya menggunakan dua kali serangan pedang, tanpa aura hawa murni yang terdeteksi sedikitpun. Namun semua penonton yang adalah seniman bela diri itu merasa seolah-olah mereka merasa kehilangan nafas tatkala menyaksikan pertunjukan itu. Pertarungan barusan adalah pertarungan sejati kelas ahli-ahli Semidevil.
Pelajar Tangan Iblis kini tertawa. Katanya,
"Kecepatan anda cukup baik. Namun aku bertanya-tanya. Berapa lama lagi kamu akan menghilang dan bersembunyi dengan teknik seperti itu" tangan kanannya tetap memegang pedang, sementara tangan kirinya terlihat mencoret-coret sesuatu di udara.
Secara aneh jeruji-jeruji kristal aneh muncul karena terkondensasi dari udara, mengurung mereka berdua didalam arena yang lebih kecil lagi. Rupa-rupanya Semidevil itu ingin membatasi ruang gerak lawan, agar tidak leluasa berpindah menggunakan pemahaman konsep ruang.
Penonton berdecak kagum tatkala melihat jeruji kristal aneh yang membatasi ruang gerak itu. Mereka semua rata-rata berasal dari sekte-sekte besar yang sudah sering melihat hal-hal aneh, akan tetapi untuk sekali ini mereka kebingungan melihat hal yang di lakukan Semidevil itu.
"Aku mengira bahwa itu adalah perbuatan sihir atau semacamnya. Akan tetapi tidak terdapat aura energi jiwa di jeruji kristal itu"
"Apakah itu adalah perbuatan sesuatu teknik baru yang belum pernah kita ketahui?"
Sementara itu, Sima Yong sendiri dilanda keterkejutan. Begitu jeruji-jeruji besi itu terbentuk, dia merasakan dirinya tersegel dari dunia luar. Adapun demikian kekuatan pemahaman konsep pemahaman ruang dan waktunya seolah-olah pun seolah tersegel dan tak dapat di gunakan saat ini.
Tidak hanya terhenti disitu saja. Sima Yong merasakan kekuatan untuk mengeksekusi teknik Cakra Bianfu, ikut-ikutan terblokir sebanyak lima puluh bagian.
"Apakah ini adalah yang disebut teknik isolasi ruangan?" Sima Yong menjadi semakin waspada.
"Ini jelas-jelas bukanlah suatu kemampuan yang dimiliki oleh Semidevil itu. Ini adalah kemampuan alamiah bawaan sejenis roh yang mampu membatasi semua pemahaman yang berhubungan ruang dan waktu"
"Orang ini menggunakan kekuatan Roh Relikui Raja Pedang. Akan tetapi kekuatan yang di gunakan amat kecil. Aku yakin dia hanya memanfaatkan sebagian kecil dari relikui yang kita cari.
Bunuh dia lalu ambil relikui itu!"
"Baik. Akan aku bunuh orang ini" batin Sima Yong
Saat itu para penonton ahli-ahli bela diri yang memahami sedikit tentang konsep ruang dan waktu, saling berdiskusi diantara mereka,
"ini pertarungan yang terasa timpang sebelah. Refiner itu berusia jauh lebih muda, dan dia kalah dari segi senjata immortal maupun pengalaman tempur.
Sekarang, dikurung didalam kerangkeng itu bukankah dia sekarang berubah menjadi serupa elang lemah dengan sayap yang menjadi patah?"
"Dia, anak muda refiner itu hanya dapat melakukan pertempuran jarak pendek saat ini. Bukankah teknik pamungkasnya adalah Pemahaman Ruang dan waktu, yang membuat dia mampu menghilang senantiasa?" ahli-ahli lainnya terlihat menyayangkan kemalangan yang bakal menimpa Sima Yong.
__ADS_1
"Padahal dia masih demikian muda. Masa depannya banyak masih tidak terbatas"
Sementara itu di arena pertempuran,
Suasana semakin bertambah khidmat ketika mendengar Pelajar Tangan Iblis bersuara, menyeramkan didengar semua orang,
"Aku telah menyegel ruang pertempuran disekitar kita. Jarak pertempuran ini akan menjadi pendek.
Semidevil ini ingin melihat, sejauh mana anda dapat menghindari serangan pedang ku, setelah anda tak lagi mampu membuat gerakan menghilang. Pemahaman Ruang waktu anda telah batasi batasi"
Selagi dia masih berbicara, sosok Pelajar Tangan Iblis lantas menghilang cepat seperti gerakan iblis. Pedang ditangannya kembali melayang, membuat udara menjadi retak-retak.
Sima Yong menatap bayangan yang menghilang itu. Dia berusaha tetap tenang. Diam-diam dia membuka Gerbang Penyembuhan di tulang selangkanya. Berulang kali memompa hawa murni Qi.
Karena mereka berada di dalam perut Bumi, dimana langit saat tersegel, maka kekuatan yang di serap oleh Gerbang Penyembuhan hanya berasal energi dari Bumi saja.
Semua kekuatan yang meresap dari bumi itu lantas berkumpul, lalu mengalir dengan deras ke meridian Sima Yong.
Semakin lama semakin pesat aliran energi bumi yang merembes ke meridiannya, mendekati tumpah. Lantas dengan energi bumi yang kini mulai meluap, Sima Yong menebar aura niat pedang.
Saking kerasnya hawa aura pedang yang memanfaatkan kekuatan bumi itu, tampak kerangkeng kristal itu bergetar kencang, seolah sebentar lagi akan pecah dalam ledakan.
Semua penonton menjadi menggigil ketakutan merasakan energi pedang yang memanfaatkan energi Bumi itu.
Aura energi itu terasa menggiris hati, menyusup dalam-dalam hingga ke tulang.
Sima Yong mengayunkan Pedang Merah Bianfu dengan sentakan.
"Niat Pedang Pedang Hati Suci !"
Ketika itu waktu langsung terasa seolah-olah telah terhenti. Cahaya Pedang Merah Bianfu dan Cahaya Pedang Ular Keramat bertabrakan, menimbulkan suara seperti pecahan kaca yang retak-retak.
Suara kaca terbelah-belah ituterdengar begitu keras, beda terasa berbeda dibanding suara benturan ketika dua kekuatan besar yang bertemu. Suara itu tidak terlalu mencolok. Cahaya Pedang Ular Keramat berulang kali memelintir, berputar tiada henti, sementara cahaya Pedang Merah Bianfu itu terlihat terus-menerus melumer.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.