Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Niat Pembantaian (Slaughter Intent)


__ADS_3

   Dua sosok tubuh melesat membelah udara malam dan melayang di angkasa malam Kotaraja Ju Ying. Salah satu diantaranya terlihat berbusana serba hitam dan yang satunya mengenakan busana asing yang berasal dari daerah Timur Benua ini.


   Setelah kemunculan dua tokoh itu, menyusul empat bayangan ninja berlari di angkasa dan di kejar oleh lima praktisi lainnya. Tampaknya pertempuran dahsyat tak dapat dihindari di langit malam Kotaraja


“Duarr…”


   Tampak angin Bohorok (mirip dengan angin pu**ng beliung, hanya saja kata ini kena sensor) keluar dari sosok serba hitam dan terlihat menggulung kearah Kenshi Katashi. Raja Kelelawar membuka Cakra Bianfu berupa Angin Dahsyat.


   Kenshi Katashi tak mau kalah dan terlihat mengeluarkan samurai yang lalu dengan kekuatan Ahli Alam Melintas Sage level 5, dia membelah angin bahorok itu. “Hancurkannn!!!!!” teriaknya bersemangat


“Wushh…”


“Wushh…”


“Duar…!!!”


   Seketika itu juga sejauh mata memandang, Langit diatas Kotaraja terlihat seperti terbelah menjadi dua, Ketika itu sambaran angin samurai Ahli Alam Melintas Sage itu memotong putus gulungan angin Bahorok raksasa…. Dari kejauhan terlihat menyerupai Kilat Raksasa yang memotong putus Badai Angin Bahorok.


******


“Apa yang terjadi???”


“Apakah terjadi bencana alam badai petir  di Kotaraja?”.


  Penduduk di Kotaraja semua menjadi ketakutan. Orang-orang berlarian berhamburan keluar dari rumah. Semua ingin tahu kejadian apa gerangan. Ketika mata mereka menengadah keangkasa…. Tampak dua sosok tengah bertempur. Itu bukanmain-main. Dua ahli Alam Melintas Sage membelah langit malam Kotaraja. Keadaan Kotaraja langsung menjadi heboh…


   Di Istana Kekaisaran Rajawali Agung…


“Paduka… dua Ahli di Alam Melintas Sage tengah bertempur di langit Kotaraja”


“Hamba harap anda menyembunyikan diri di ruang rahasia. Hamba kuatir jika itu adalah musuh yang berpura-pura bertempur, lalu kemudian akan menyerang istana dan mengancam keselamatan anda” kata Ju Lianyi. Pria ini adalah guru Pangeran Ju Qin yang pernah di temui Sima Yong.


“Anda gila??? Apakah anda meragukan kemampuan kaisar ini yang berada di ranah Kuasi Alam Melintas Sage???” Kata Kaisar Ju Huihuang marah.


“Aku harus pergi menonton pertunjukan menarik itu” sosok kaisar menghilang dari istana dan langsung terbang dan mencari sudut yang tepat diudara untuk menonton pertunjukan itu.


   Ju Lianyi mengeluh dalam hatinya, lalu dia juga ikut menghilang dalam bentuk bayangan berusaha mengejar kaisar. Tingkat kultivasi SAINT Bumi Level 3 membuatnya tertinggal jauh dibelakang kaisar.


   Sementara itu di salah satu bagian Istana….


“Salam Hormat Perdana Mentri Zao Chun” Kata Kasim Xia Feng


“Kaisar telah pergi menonton pertempuran dua ahli Alam Melintas Sage. Apa yang hamba harus lakukan?” tanya Kasim Xia Feng.


   Perdana Mentri Zao Chun melirik lalu berkata,

__ADS_1


“Kamu pergi melihat pertempuran itu. Laporkan padaku jika kaisar mengajak salah satu dari dua ahli itu untuk terikat padanya”…


“Baik Perdana Mentri..!!” tubuh Kasim Xia Feng menghilang dalam bentuk bayangan. Dia juga pergi menonton pertempuran dua ahli Alam Melintas Sage itu.


   Sementara itu banyak sekali tokoh Sungai Telaga (Jianghu) yang kemudian menonton pertunjukan spektakuler di angkasa itu. tampak diantara kerumunan tokoh yang menonton dari bawah, tiga sosok utusan Agama Terang.


   Masing-masing dari praktisi Agama Terang itu adalah Utusan Awan, Utusan Angin dan Utusan Bulan. Kehadiran ketiganya adalah dalam rangka pertemuan dengan Perdana Mentri. Agama Terang sendiri adalah salah satu sekte bintang Sembilan di Kawasan tengah ini. Kiblat Agama Terang belum diketahui, apakah condong ke Kaisar atau ke Perdana Mentri.


“Banyak sekali ahli berilmu tinggi di Kotaraja ini. Kita harus semakin berhati-hati” bisik utusan bulan. Dua utusan lainnya mengangguk kepala


 >>>>>>


   Sima Yong tertawa dingin Ketika melihat Senshi Katashi membelah Cakra Angin yang dia lepaskan tadi..


“Hahahaha… kamu ternyata memiliki kemampuan juga. Coba dengan udara dingin ini”


   Kini segumpal es terlihat di tangan Sima Yong, yang kemudian meledak tumpah ruah menjadi ribuan butiran es yang kemudian dengan sebuah Gerakan membentuk segel butiran es tersebut berubah menjadi ribuan pedang es. Itu adalah Sword intent (Niat Pedang Level 3).


   Ribuan pedang es tersebut terlihat diam kaku disekeliling Sima Yong, sepertinya mereka menunggu perintah…. Perintah seorang Master Pedang.


   Senshi Katashi sendiri menjadi terkejut melihat atraksi yang dipamerkan Raja Kelelawar.


“Kamu memahami Sword Intent (Niat Pedang)???”


   Senshi Katashi tertawa nyaring. Sebuah aura kejam lantas keluar dari tubuhnya…


   Dalam Gerakan cepat, samurai ditangan nya menebas kejam kearah Raja Kelelawar…


“Slaughter Intent (Niat Pembantaian)!!!”


   Percikan kilat membelah langit dan keluarlah sebuah kekuatan samurai mengandung hawa pembantaian yang didalamnya terkandung Niat Pembantaian.


“Matiii…..”


   Hawa pembantaian tak kenal ampun itu menerjang buas kearah Sima Yong dengan Gerakan sederhana melepaskan ribuan pedang es kearah Niat Pembantaian yang mengancam akan membelah tubuhnya.


“Duaar…..!!!!!!”


   Kali ini ledakan terlebih dahsyat membahana ketika dua niat beladiri (intent) itu bertemu.


   Orang-orang yang sementara menonton di bawah sana saling mendesah kagum melihat pertunjukan Ahli seperti itu.


“Seumur hidup, baru kali ini aku melihat pertempuran dua seniman beladiri yang menggunakan kekuatan Intent”


    Dilangit terlihat dua sosok itu yaitu Raja Kelelawar dan Senshi Katashi terlempar mundur kebelakang. Kekuatan mereka sepertinya seimbang.

__ADS_1


“Hahahaha… ternyata Niat Pembantaian kamu hebat juga. Akan tetapi sayang sekali… kamu akan kehilangan moment kemenangan Ketika aku menggunakan level 5 dari niat pedang ini…” kata Sima Yong.


“Jangan kamu berbicara sembarangan. Seumur hidupku belum pernah aku melihat seseorang yang mampu menembus level 5 Niat Beladiri seperti itu”


“Kamu hanya mengumbar mimpi” Senshi Katashi Kembali membentuk energi di dadanya, dan dia mulai membuka cakra Api.


“Perpaduan Cakra api dan Niat Pembantaian level 3 ini akan mengakhiri kekejaman kamu di dunia ini. Riwayatmu sebagai pembunuh bayaran Benua Tengah akan tamat ditanganku”…


   Melihat lawan membuka Cakra Api dan memadukannya dengan Slaughter intent… Sima Yong merapalkan mantra. Aura Bianfu yaitu Angin Bohorok kini terbentuk dibelakangnya dan berputar semakin keras dan membesar.


   Sementara itu tangan kiri membentuk segel-segel sihir untuk membuat mantra Es. Ketika itu syair-syair kuno dinyanyikan Sima Yong. Udara berubah menjadi dingin menimbulkan perasaan menggigil…..


   Semua penonton dibawah menggigil Ketika melihat butiran salju luluh dari langit.


“Ajaib… Salju di negri yang panas”….


Kembali suasana di langit pertempuran….


   Dalam suara teriakan yang nyaring Sima Yong memanggil Niat Pedang Level 5….


“Interpretasi Niat Pedang….!!!”


“Semua pedang… datang lah……”


   Bunyi getaran ribuan pedang dari semua penonton terdengar Ketika Master Pedang memanggil mereka menggunakan level 5 Interpretasi Niat Pedang. Bahkan dalam jarak 25 kilometer, semua pedang bergetar. Roh didalam semua pedang seketika terbangun Ketika Master Pedang membangunkan mereka dalam Sword intent level 5.


“Datanglaaaaaaaahhhh….!!!!” Raungan SIma Yong membahana. Bunyi gemuruh suara besi berdentang Ketika ribuan pedang terbang secara brutal namun teratur.


   Semua penonton menjadi heboh Ketika tampak dari kejauhan maupun dari dekat mereka, ribuan bahkan jutaan pedang yang terbang menuju Sima Yong.


Sebuah suara terdengar sayup sayup diantara dentangan bunyi ribuan pedang itu


“Roh pedang siap memenuhi perintah Master Pedang!!!.


   Senshi Katashi menjadi gemetar takut Ketika melihat fenomena dahsyat itu. Semua penonton berdecak kagum tiada henti. Bulu kuduk mereka terasa meremang.


Kaisar Ju Huihuang terlebih lagi menjadi amat terkejut…


“Raja Kelelawar??? Mahluk macam apa yang kini menggantikan Raja Kelelawar saat ini? Dia jauh lebih mengerikan dibanding Raja Kelelawar sebelum ini”…


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2