
Peng Fai melakukan sebuah gerakan salto yaitu gerakan jungkir balik di udara dalam beberapa putaran. Tubuhnya melompat mundur beberapa tombak, lalu mendarat secara indah di atas arena.
Kemudian dengan serius Junior Sekte Master itu berkata,
"Tuan.. eh nona.. eh.. maafkan aku. Anda seorang wanita bukan? aku ingin mengajukan satu pertanyaan"
Suara Peng Fai terdengar gugup. Entah mengapa, dia merasakan jantung nya berdebar setiap kali dia menatap mata sosok berpakaian serba putih itu. Figur dan sinar mata orang itu sungguh terasa tidak asing di mata Peng Fai.
Sosok berbusana putih itu mengeluarkan tawa yang terdengar merdu. Suaranya terdengar bagaikan sebuah nyanyian biduanitamerdu di telinga semua yang hadir di Aula Puncak Biru. Dengan nada yang terdengar halus dia menjawab pertanyaan Peng Fai,
"Master Sekte Pedang awan dapat langsung mengajukan pertanyaan keadaku. Tidak perlu anda merasa sungkan"
"Baiklah" jawab Peng Fai
"Dahulu sekali, mungkin sekitar lima atau enam tahun yang lalu... Wilayah Utara sini di gemparkan dengan munculnya seseorang yang di sebut Master Pedang Berjubah Hijau. Sayangnya Master Pedang itu hanya sebentar saja muncul di Wilayah Utara. Dia lalu menghilang dan kabar beritanya seperti lenyap di telan bumi".
"Aku merasa, teknik pedang dan semua element yang dia gunakan sebagai dasar kultivasi, terlihat sedikit mirip dengan teknik pedang dan kultivasi yang anda gunakan. Apakah ada hubungannya antara anda dengan Tokoh yang kami sebut Master Pedang Berjubah Hijau itu?" Selesai Peng Fai mengajukan pertanyaan menanyakan seperti itu, arena di Puncak Biru langsung menjadi heboh.
Semua orang bertanya-tanya. Apakah benar sosok jubah putih ini ada hubungannya dengan Master Pedang Berjubah Hijau?
Siapa orang di Wilayah Utara sini yang tidak pernah mendengar harumnya nama sang Master Pedang Berjubah Hijau itu? Master Pedang itu pernah membuat dirinya dikenal seantero Wilayah Utara, tatkala dia muncul dan membantu Tujuh Sekte Besar di Pertempuran Bear melawan kawanan Ras Iblis di Akademi Ling Jian di Kota Azalea.
Kala itu pertempura Perang di akademi Ling Jian selalu menjadi buah bibir para ahli di wilayah utara.
Memang pada saat kemunculannya kala itu, Master Pedang Berjubah Hijau menggunakan Teknik Pedang yang di sebut Pedang Semurni Teratai Salju.
Dimana tiap kali pedang di tangannya menebas, bunga-bunga es akan beterbangan dan mengancam lawan dengan berubah menjadi gerigi-gerigi tajam. Itulah sebabnya semua penonton bertambah antusias setelah mendengar Junior Master menyebutkan nama legendaris Master Pedang Berjubah Hijau.
Mendengar pertanyaan Master Peng Fai, sosok berjubah putih itu terdiam sebentar. Dia kemudian menjawab semua pertanyaan Peng Fai.
"Aku merasa bahwa semua teknik kultivasi ataupun teknik beladiri tangan kosong maupun menggunakan senjata adalah berakar dari satu sumber yang sama".
"Lalu kemudian teknik-teknik itu di kembangkan sesuai pemahaman masing-masing praktisi dan akhirnya terjadilah seperti saat ini. Banyak variasi didalam teknik-teknik bela diri"
"Dengan demikian, jikalau teknik ku ini agak mirip dengan Master Pedang Berjubah Hijau itu, ku pikir itu adalah hal yang wajar. Semua akar ilmu beladiri berasal dari sumber yang sama bukan?" Sosok berjubah putih itu lancar menjawab.
Namun tak seorang pun memperhatikan, raut wajah Junior Master Peng Fai, rautnya berubah menjadi berubah sedikit kecewa.
__ADS_1
Dia telah berharap bahwa sosok di depannya ini adalah kerabat Master Pedang berjubah Hijau, sehingga dia ingin menanyakan kabar orang itu dan berterima kasih atas semua pil-pil yang diberikan, sehingga dia dapat menerobos di ranah Alam Raja dalam usia semuda ini. Peng Fai sedikit kecewa.
Sosok berjubah putih itu kemudian kembali tertawa renyah,
"Jika Junior Master Sekte masih tidak percaya dengan kata-kataku bahwa semua teknik dan aliran bela diri itu berasal dari akar yang sama, ijinkan aku menjajal anda dengan teknik pedang berikut ini. Di jamin anda akan percaya dengan kata-kataku"
"Suiiittt"
Tanpa menunggu persetujuan Peng Fai, sosok jubah putih itu terlihat mengeksekusi sebuah teknik pedang.
"Bum-bum-bum"
Demikian bunyi keras akibat sambaran pedang yang keluar ketika sosok itu mulai mengeksekusi teknik pedang yang baru.
Tubuhnya berubah menjadi bayangan tertutup kilatan pedang,dan dia terlihat bagaikan seorang dewi yang sedang menari menggunakan pedang, seolah-olah diiringi bunyi irama tabuhan genderang perang.
Gelanggang arena di Puncak Biru semakin heboh,
"Teknik Pedang Tarian Dewi Perang !" jerit murid-murid dan penatua Sekte Pedang Awan.
Semua orang murid dan petinggi Sekte Pedang Awan langsung mengetahui bahwa gerakan pedang itu adalah gerakan langka bernama Teknik Tarian Dewi Perang.
"Akan tetapi terdapat sedikit perubahan dalam teknik yang di mainkan orang itu. Semua teknik di mainkan dengan sangat halus, lebih sempurna dengan kekuatan Qi Alam Raja bintang 5" Master Puncak merah yang baru bernama Fan Li Hua menatap ngeri. (Semenjak pertempuran di Akademi Liang Jin, semua master puncak yang turut hadir didalam pertempuran mengalami luka dalam. Mereka lalu mengundurkan diri berkultivasi menyembuhkan luka dalam akibat pertempuran melawan ras iblis waktu itu).
Sosok berjubah putih itu mengangkat kaki nya tinggi-tinggi seolah menendang, lalu didalam sebuah salto yang indah dia menyerang kearah Peng Fai.
"Ssuuuuiiit" suara pedang mencicit dengan nada mengancam, menyusl tendangan kakinya.
Peng Fai mengacungkan pedangnya dan dia melompat ke angkasa mengejar sosok berjubah putih. Suaranya terdengar lantang memenuhi seluruh Puncak Biru ketika mengeksekusi Teknik Pedang peringkat tinggi,
"Pedang Melukis Nirwana !"
Tangan Peng Fai bergerak menyerupai tangan seniman lukis yang mencorat-coret kanvas, seolah-olah dia akan menjadikan sosok berjubah putih itu kanvas bagi lukisan pedang.
"Wush -wush-wush-wush-wush"
Lima energi pedang warna-warni mencuat dan berlari mencari sasaran, yaitu sosok berjubah putih itu.
__ADS_1
"Trang-trang-trang" bunyi benturan pedang saling berbentrokan. Langit cerah di Puncak Biru Seke Pedang Awan berubah warna sesuai dengan warna Qi pedang yang meletus ketika berbenturan dengan gerakan tarian sosok berjubah putih itu.
Duar-duar-duar !" warna merah, putih, hijau, biru dan jingga bergantian mewarnai langit di Puncak Biru. Dua bayangan di langit Sekte Pedang Awan itu lenyap dalam gulungan sinar pedang dan warna-warni Qi pedang.
Murid-murid Sekte Pedang Awan, terlebih lagi para penatua sekte menanti dengan berdebar-debar. Mulut orang-orang itu komat-kamit berdoa untuk kemenangan Junior Master mereka. Semua tahu, lawan Junior Master kali ini bukanlah seorang ahli yang abal-abal. Si jubahputih adalah ahli da ranah Alam Raja Bintang 5. Beberapa tingkat diatas Junior Master mereka.
Sedangkan para penonton tiada henti-henti nya mengeluarkan decak kagum ketika melihat pertempuran di langit.
"Sekte Pedang Awan memang layak di sebut sebagai sekte terkuat dan paling ahli dalam menggunakan pedang di kekaisaran ini"
"Belum pernah aku menyaksikan pertempuran tingkat tinggi seperti yang terjadi saat ini" demikian diskusi praktisi-praktisi yang datang karena di undang, ataupun sengaja menyediakan waktu untuk menyaksikan perhelatan akbar di Sekte Pedang Awan.
Sementara itu di langit pertempuran...
Tampaknya adu pedang akan segera selesai. Junior Master Sekte Pedang Awan terlihat keteteran, mana kala sosok berjubah putih berulang kali hampir menggores jubah Master Peng Fai. Namun selalu saja gerakan pedang sosok jubah putih itu batal melukai tubuh Master Peng Fai.
Beberapa saat berlalu, ketika dalam suatu tebasan pedang, Peng Fai berniat untuk menghindar, tanpa di sangka-sangka sosok jubah putih itu berhasil melepaskan serangan telapak tangan yang menghujam di dada Master Peng Fai.
Master Peng Fai terdorong mundur, lalu dia melayang turun di atas panggung arena kompetisi.
"Junior Master... apakah anda baik-baik saja?" beberapa penatua melompat keatas panggung dan dengan prihatin memegang Peng Fai.
"Aku tidak apa-apa. Telapak tangan itu tidak mengandung energi Dingin dan tidak merusak jantungku" kata Peng Fai menenangkan semua Penatua.
Tatapan Peng Fai serius menatap ke udara, dimana sosok berjubah putih itu masih melayang dengan jubah yang berkibaran tertiup angin.
"Lin Hong ! apakah itu adalah anda?" suara Peng Fai terdengar bergetar ketika mengucapkan nama sososok berjbah putih di angkasa.
Semua orang langsung bertanya-tanya. Siapakah Lin Hong yang di sebutkan Junior Master Sekte itu? Semua mata kini terarah ke sosok berjubah putih di udara.
Dia lantas melayang turun dan dengan ringan kaki nya mendarat diatas panggung arena. Sosok berjubah putih itu membuka tudung dan cadar yang menyamarkan wajah nya.
Sepotong wajah perempuan dengan rambut yang dibiarkan tergerai tanpa hiasan wajah apapun, mucul dari balik tudung serba putih itu. Wajahnya cantik bersinar walaupun tanpa riasan sama sekali.
"Demi apapun... kamu adalah Lin Hong.. sekian lama aku mengira jika kamu telah tewas karena tidak mendengar lagi kabar beritamu" Peng Fai menubruk Lin Hong dan memeluknya.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.