
Sima Yong tiba di Lembah Guntur Naga setelah ia bertanya kepada seorang penjaga gerbang pintu masuk kota. Ia disambut seorang gadis kecil, berusia empat belas tahun di pos penjagaan Lembah itu.
Ini kah tukang pukul di pintu masuk?" pikirnya heran.
"Biaya masuk adalah sepuluh Energi Stone peringkat tengah. Tidak menerima apapun pembayaran dalam bentuk emas apalagi perak" kata gadis itu acuh tak acuh.
Ia mengamati gadis itu dan membatin "Kekuatan Jiwa peringkat Bumi tahap akhir.
Gadis ini seorang magus dan dia tidaklah semuda usia yang terlihat mata" kesimpulan cepat diambil Sima Yong setelah melakukan scan singkat.
"Dan untuk peringkat magus di level Bumi peringkat akhir ini - keberadaannya di tempat sepi seperti ini, ia sudah patut merasa agak sombong dengan kekuatan jiwa seperti ini".
Ia lantas mengeluarkan alat pembayaran yang umum di Benua Silver, sepuluh energi stone peringkat tengah. Nialinya setara dengan seribu energi stone peringkat rendah. Sima Yong tidak merasa tercekik dengan nilai yang di tetapkan ini.
Dimata nya sebagai seorang Alkemis dan Refiner, jumlah seperti itu akan semudah membalik telapak tangan, jika ia ingin Energi Stone sejumlah itu. Bahkan jumlah yang jauh lebih banyak pun amat mudah ia dapatkan.
Pemandangan di depan mata adalah satu hamparan luas kain-kain kubus serupa pasar. Namun ketika ia baru saja melangkah kedalam lembah yang terlihat sangat ramai penuh tenda-tenda dengan berbagai berbagai macam dagangan, jual berbagai ras yang pernah ia lihat. Seorang anak laki-laki menghampirinya.
"Apakah Tuan Magus agung ini membutuhkan pemandu untuk mengantar tuan berkeliling atau berbelanja?
Anak magang ini siap sedia menjadi pemimpin tour anda. Biaya dikenakan 1 Energi Stone peringkat tengah" anak ini laki-laki itu berusia tiga belas tahun dan dia penyihir.
Sima Yong memperhatikan dalam-dalam anak pemandu tour itu, menilai dan mulai membaca benaknya. Ketika hal itu ia lakukan, anak itu mendengar bunyi 'Nging' di telinganya dan dirinya seperti kehilangan kesadaran dalam satu tarikan napas..
"Maafkan aku Tuan. Mendadak kepalaku pusing" kata anak itu meminta maaf. Dia sebenarnya tidak melihat ada kilatan seperti tawa di mata Tuan Magus yang ada di depannya.
"Semuda ini dan memiliki kekuatan jiwanya setara dengan Segel Master peringkat tengah. Anak ini tidak berbohong !..
Sihir demikian populer di tempat ini, di banding menjadi seorang praktisi yang menempuh jalur beladiri. Tempat ini adalah surga Kaum Magi" batin Sima Yong.
"Kamu dapat mengantarku melihat-lihat pasar sihir ini. Mula-mula antarkan aku untuk mencari kios yang menjual peta.
Aku butuh peta Negri Tanaman Obat, lengkap. Dan kalu bisa, tempat itu juga menjual peta jalan pintas menuju Negri Menhu di selatan. Apakah permintaanku memungkinkan?" tanya Sima Yong.
__ADS_1
Wajah anak magang magus itu terlihat enteng. Katanya.
"Tua Lin pasti memiliki benda yang Tuan Agung ini inginkan. Ikuti aku " Ia bergegas mencoba menerobos kerumunan banyak orang.
Sima Yong mengikuti anak itu. Setelah jalan yang berkelok-kelok melintasi kios-kios yang ramai, pada akhirnya mereka tiba di bagian paling belakang area pasar itu, yang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang. Ia membuka pintu kayu yang tua dan reyot di sebuah toko.
'Ngiik !' suara pintu yang aus terdengar ketika anak it membukanya. Suara alas kaki mondar-mandir terdengar dari dalam toko.
"Aku membawa pelanggan ! Jangan lupa tip untuk ku karena telah ku bawa pelanggan untuk anda" teriak anak itu tetap berdiri di pintu kayu tua, tidak mencoba untuk masuk.
Tak lama kemudian, seorang yang terlihat demikian tua dengan kepala yang mulai membotak, keluar dari dalam ruangan, di belakang area barang-barang yang di pajang. "Magus lagi. Kekuatan jiwanya cukup lumayan. Master Bumi awal" batin jago kita.
"Katakan apa yang ingin anda beli, dan biarkan Lin Tua mengeluarkan semua hartaku untuk anda pilih" kata pria botak itu acuh tak acuh.
"Magi di tempat ini agak angkuh. Mungkin karena mereka tidak pernah bertemu kenyatan di luar sana - penuh dengan sihir dan kultivasi aneh" batin Sima Yong. Katanya..
"Aku ingin membeli peta lengkap Negri Tanaman Obat ini, serta Peta jalan pintas menuju Negri Menhu di selatan benua" kata Sima Yong.
"Tunggu sebentar. Sebelum aku mengambil dua benda itu, ijinkan aku untuk bertanya.. seberapa banyak anda memiliki keungangan?
Dua benda itu bukanlah sesuatu yang murah dan mudah di temukan. Bahkan jika anda pergi ke pelelangan sekalipun, tidak dengan mudah dan tidak murah bagi anda memperoleh dua benda itu" senyum datar berubah menjadi seringai yang licik.
"Katakan berapa harga yang akan anda berikan, dan biarkan aku menawar dengan sepadan" Sima Yong lalu melempar upah atas jasa tour anak itu - yang kemudian bergegas meninggalkan keduanya.
"Anda seorang Magus?" kata Lin Tua menguji. Ia mencoba mendeteksi kekuatan sihir anak muda itu menggunakan benaknya.
Tiba-tiba..
"Ouch !" teriak Lin Tua. Dia merasa jiwanya seperti terjun ke satu jurang hitam yang dalam tak berdasar, dan tidak dapat kembali.
Satu tarikan napas kemudian, ketika dia tersadar, jurang hitam dalam tak berdasar hilang seketika. Kini dia berada lagi di Lembah Guntur Naga, tepatnya di tokonya di bagian terdalam pasar benda sihir.
Dengan keringat sebesar biji jagung yang membasahi keningnya.. ia berkata.
__ADS_1
"M-maafkan aku. A-aku tidak bermaksud.." kata tua Lin terbata-bata. Hampir saja jiwanya melayang jika anak muda di depannya tidak melepas benaknya dari jurang tak berdasar.
Anak muda didepannya menyela dengan tegas kata-kata maaf itu,
"Aku bertanya sekali lagi... Berapa harga kedua benda yang aku tanyakan" sinar mata anak muda itu berkilau seperti bintang. Tua Lin kembali menggigil ketakutan. Wajah nya pucat.
"Harga kedua peta itu masing-masing adalah 50 Energi Stone peringkat tengah. Total 100 Energi Stone. Namun aku memberi potongan harga karena telah mencoba kekuatan anda Magus Agung...
Anda cukup membayar 50 energi stone peringkat rendah untuk kedua barang tadi. Maafkan aku tidak mengenali anda Grand Magus yang Agung" jawab Tua Lin dengan gelisah.
Pria tua itu sama sekali tidak menyangka. Anak muda di depannya memiliki kekuatan jiwa yang teramat dahsyat. Belum pernah dia bertemu seorang Magus yang memiliki kemampuan sihir sedahsyat ini.
"Ini pembayaran dari ku" Sima Yong menyodorkan 50 energi stone peringkat tengah, sementara Tua Lin buru-buru kedalam mengambil benda yang di beli Magus Agung ini.
"Silahkan diperiksa Tuan Agung" Tua Lin membungkuk sambil menyerahkan dua salinan peta. Anak muda itu memeriksa dengan sekilas lau berkata.
"Aku yakin ini asli. Dan lagi, aku percaya seorang Magus peringkat Master Bumi seperti anda, tidak nanti akan mencoba bermain-main dengan penyihir Peringkat Dao bukan?" Sima Yong membuka aura jiwanya.
Satu kekuatan dahsyat yang teramat langsung menindas dan menghanta benak Tua Lin. Kekuatan itu adalah kekuatan jiwa Dao, yang seperti meteor jatuh menyelimuti benak Tua Lin. Pria malang itu jatuh tersungkur. Dia menyembah dengan dan berulang kali berucap kalau peta itu asli adanya.
Didalam aturan tak terulis para Magus, semua penyihir berperingkat rendah wajib menghormati Magus peringkat tinggi. Apalagi kenyataan berbicara anak muda ini adalah seorang Grand Magus.
Sima Yong kemudian menarik auranya dan berkata..
"Baik. aku percaya dengan kata-kata kamu.
Berikutnya.. aku membutuhkan informasi mengenai Dewa Puncak Himalaya serta Kuil Penyembahan Dewa Himalaya itu"
Lin tua melongo. Akan tetapi karena magus di depannya adalah seorang Grand Magus peringkat Dao, maka dari mulutnya mengalir segala sesuatu informasi mengenai Sekte Penyembahan Dewa Puncak Himalaya itu.
Bersambung
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3
__ADS_1