Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Awal awal Kekacauan di Benua Silver III


__ADS_3

Dengan gugup gadis pemimpin kelompok ahli pedang kaum pedagang itu berkata..


"K-kami adalah orang-orang dari negri jauh di utara


kami disini adalah keperluan berdagang, N-nona SAGE"


"Utara?


Kalian betul-betul orang-orang utara?


Kebetulan aku ada urusan di utara. Namun aku sama sekali buta dengan peta di utara maupun barat sini.


Maukah kalian bepergian denganku ke utara" kata gadis SAGE itu dengan mata berharap.


"T-tentu saja Nona SAGE.." jawab gadis ahli pedang itu


"Panggil aku Beauty. Fan Beauty adalah nama lengkapku...


Ah aku harus memanggil kamu siapa?


Tolong perkenalkan nama kalian masing-masing" kata Fan Beauty ramah.


Entah mengapa didalam hatinya, Fan Beauty itu merasa kehangatan ketika berbincang-bincang dengan lima ahli pedang yang mengaku sebagai pedagang itu.


Dengan ragu-ragu gadis ahli pedang itu memperkenalkan dirinya..


"B-baiklah Nona Fan Beauty,


Namaku sendiri adalah Guo Ding-ding berusia 20 tahun. Empat pria itu adalah adik perguruan ku dari Sekte Pedang Awan di negri utara.


Masing-masing yang lainnya itu bernama Yuan Cu Cong, Zheng Deng-de, Lu Feng Fa dan Jiang Guo Hai" Guo Ding-ding lantas menunjuk satu demi satu pria-pria itu yang melempar senyum hangat. Lanjutnya..


"Jangan dilihat penampilan mereka yang tampak seperti orang dewasa...


Pada kenyataannya mereka hanyalah remaja yang baru berusia 17 sampai 19 tahun" kata Guo Ding-ding sambil menjura memberi hormat.


Empat anak muda lainnya ikut-ikutan menjura memberi hormat kepada Fan Beauty.


Fan Beauty mengamati dalam-dalam kearah empat pemuda itu. Dia kini tersadar, mereka mengenakan penyamaran dengan melaburi wajah mereka dengan bulu-bulu untuk membentuk kumis dan brewok palsu. Sedemikian sempurna sampai-sampai penampilan mereka terlihat berubah seperti 10 tahun lebih tua.


"Kalian demikian muda, namun memiliki kemampuan pedang yang sangat luar biasa.


Tolong katakan... Dari sekte mana kalian berasal? Wel.. Aku merasa seolah-olah sangat akrab dengan semua teknik yang kalian peragakan tadi...


Coba kalian lihat, apakah ada kesalahan didalam permainan pedang ini"


Secara mendadak Fan Beauty telah merampas pedang dari tangan Guo Ding-ding dan gadis itu tidak merasakan apa-apa ketika pedang ditangannya seketika lenyap dan berpindah tangan.

__ADS_1


Lalu tubuh Fan Beauty terlihat melesat keudara. Dia lenyap menjadi bayangan dan dengan samar-samar lima ahli pedang itu melihat bayangan teknik pedang yang di mainkan Fan Beauty itu...


"Kejayaan Pedang Awan" tubuh Fan Beauty berputar cepat diudara. Pedang ditangan Fan Beauty lantas membuat gerakan tebasan, lalu mengeluarkan serangkum besar hawa pedang yang berkejaran di udara, Duar ! Lalu meledak dalam dentuman yang bergema di sepanjang Gurun Terkutuk.


Tidak berhenti sampai disitu. Fan Beauty lantas mengubah gerakan serangannya, dan dia membentak keras...


"Benturan Awan Puncak Hijau !"


Wush !... Satu gulungan kabut tebal atau lebih cocok di sebut awan yang berwarna hijau yang mengandung hawa pedang mematikan, terlepas dari tangan Fan Beauty dan tertembak ke langit..


Duar !


Gumpalan awan itu meledak sekali lagi bahkan dengan kekuatan yang sangat dahsyat dan membuat tanah di sekitar lima ahli pedang utara itu berguncang hebat.


Demikian kencangnya guncangan tanah akibat peragaan pedang dari Fan Beauty, demikian juga hati lima ahli pedang itu terguncang.


"Bahkan Junior Master sekte tidak akan mampu melakukan teknik sehebat ini..


Dari mana SAGE ini mempelajari teknik rahasia sekte kami?


Dia bahkan mampu menimbulkan awan Hijau, yang adalah salah satu puncak warna di sekte kami" bibir Guo Ding-ding menggumam dengan getaran hebat.


Tanya Guo ding-ding kepada Fan Beauty ketika SAGE itu telah berdiri disampingnya...


"Nona Fan Beauty, maafkan kelancanganku untuk bertanya...


Teknik itu adalah sebuah teknik rahasia yang hanya dipelajari oleh murid-murid pelataran dalam dan murid-murid inti sekte...


Apakah anda memiliki hubungan dengan Sekte Pedang Awan kami?"


Fan Beauty menggelengkan kepala,


"Aku sendiri tidak tahu bagaimana sampai aku dapat mengeksekusi teknik pedang Sekte kalian..


Mengenai apakah aku memiliki hubungan Sekte Pedang Awan kalian, aku sama sekali tidak ingat apa-apa..." wajahnya antas murung.


"Kupikir,, jika aku kepingin tahu jawabannya, maka kalian harus membawa aku pergi mengunjungi Sekte Pedang Awan kalian.


Sebenarnya... maksud kepergianku ke utara sana adalah untuk mencari tahu asal-usulku ini


Aku sama sekali lupa dengan masa kecilku" kata Fan Beauty makin murung.


Guo Ding-ding dan empat adik seperguruannya lalu berdiskusi dan sepakat untuk membawa Fan Beauty bersama-sama mereka pergi ke Sekte Pedang Awan di utara.


Mereka bahkan semakin terbuka dan terang-terangan kepada Fan Beauty. Guo Ding-ding menceritakan keberadaan mereka di Kota Gerbang Seribu Mimpi adalah kegiatan mata-mata dan berpura-pura sebagai pedagang.


"Ada apakah yang terjadi antara orang-orang utara kalian dengan ahli-ahli di barat sini?" tanya Fan Beauty dengan heran.

__ADS_1


Sambil menghela nafas panjang-panjang.. Guo Ding-ding menjelaskan singkat..


"Saati ini telah terjadi perang dingin antara dua negri itu. Semua bermula dari ketidak puasan ketika dahulu sekali, ahli-ahli dari Negri Barat meng-invasi kami di utara, demi menjadi penguasa di dua wilayah.


Kini setelah ahli-ahli di utara memiliki kemampuan melawan, kamipun melakukan serangan balasan yang membuat mereka ketar-ketir.


Namun belakangan terdengar berita jikalau di barat sini, telah muncul seorang ahli SAGE yang berusia ratusan tahun. Sementara kami di utara tidak memiliki satu praktisi SAGE. Negri barat sini hendak memaksa kami untuk mengakui SAGE itu sebagai Raja Pedang mewakili wilayah Barat dan Utara...."


Sambil menatap tajam kelangit, Guo Ding-ding berkata..


"Sepertinya peperangan besar antar dua wilayah ini akan terjadi... Cepat atau lambat" dia cepat-cepat membuang wajah sedih itu.


"Mari kita pergi" ajaknya


Guo ding-ding lalu bersiul dengan sangat keras. Lalu sebuah titik muncul di langit. Titik itu semakin lama semakin besar dan ternyata itu adalah satu Magical Beast (hewan ajaib) Elang raksasa, yang kemudian mendarat di Padang Terkutuk tepian barat, dan menimbulkan debu beterbangan kesana-kemari.


"Kita akan mengendarai si mata biru ini untuk kembali ke utara, Nona Fan Beauty.


Silahkan naik ke puncak Si Mata Biru... Ada terdapat sepuluh bilik kecil untuk sepuluh orang" kata Guo Ding-ding mempersilahkan Fan Beauty terlebih dahulu naik ke bangunan kayu dipunggung si Mata Biru.


"Kita akan berangkat sekarang Nona...


Perjalanan kita akan memakan waktu 7 hari lamanya melintasi Padang Great Sun, yang disebut orang sebagai Padang Terkutuk.


Sekarang anda dapat beristirahat di bilik anda nona"...


Si Mata Biru mengepakkan sayapnya, lalu semua merasa seperti dunia tertinggal dibelakang mereka, ketika si Mata Biru dengan cepat terbang membelah langit.


"Nantikan diriku Negri Utara..


Semoga dengan kedatanganku, semua tabir rahasia tentang diriku akan terbuka" bisik Fan Beauty dalam hati


Tidak menunggu lama ketika Si Mata Biru hilang ditelan awan. Tersisa enam mayat dari praktisi Klan Xia dan ras iblis yang terkapar diatas padang pasir kering itu.


Beberapa waktu kemudian, petugas dari Aliansi Klan Negri Barat menemukan enam sosok mayat yang di kerubungi burung-burung pemakan bangkai.


Ketika petugas aliansi negri barat melapor kepada atasannya, dan sampai lagi ke atasan yang lebih tinggi, Mao Gang Xin si ras iblis yang kini diangkat menjadi Patriak Klan ras iblis terlihat meninju meja.


Brak !


"Orang-orang bar-bar utara itu semakin menjadi-jadi. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh orang-orang kami di wilayah kami sendiri, di negri barat ini.


Tunggu saja setelah aku melapor kepada leluhur Mo Lao Gui...


Sudah saatnya kami menurunkan tangan besi kepada kalian !"


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2