Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perang dan Penyihir III


__ADS_3

Description


Peringkat Kultivasi di Novel KDPU untuk kelas Magical Beast adalah :


Dimulai dengan King satu sampai sepuluh. Namun dalam topik ini hanya akan di bahas tentang Peringkat Kaisar di Magicl Beast saja.


Kaisar 1 setara Alam Raja Bintang 5


Kaisar 2 setara Alam Raja Bintang 9


Kaisar 3 setara Alam Tanpa Batas Bintang 5


Kaisar 4 setara Alam Tanpa Batas Bintang 9


Kaisar 5 setara Alam Pencerahan Suci Level 5


Kaisar 6 setara Alam Pencerahan Suci Level 9


Kaisar 7 setara SAINT level 5


Inilah maksimum kultivasi Magical Beast di Novel ini. Magical beast akan terhenti kultivasinya di SAINT, kecuali dia memiliki tuan yang membagikannya suatu pil penerobos untuk menembus level sekaligus melakukan transformasi menjadi manusia. Catatan disini, Magical Beast tersebut berusia minimal 1000 tahun baru bisa melakukan transformasi.


>>>>>>


Ketika itu kentongan kelima belum juga berakhir, suara ayam hutan telah terdengar berkokok, memberi tanda kalau tanda Sang Surya sebentar lagi akan bersinar. Namun demikian, suara derap kaki kaum tentara telah terdengar kemana-mana, serta aba-aba pelatihan pertempuran telah terdengar dalam teriakan-teriakan instruksi di pagi itu.


Sima Yong sendiri terlihat masih ketat-melekat didalam ketenangan kultivasi, menghilangkan kesadaran diri dari dunia hiruk pikuk. Dia demikian larut didalam tapa, bersemedi untuk menyerap energi dari langit dan bumi.


Tiba-tiba terdengar suara para pelacak jejak dari ketinggian menara pengawas kayu tinggi, yang berbunyi dalam teriakan keras-keras. Suara itu demikian kencang, karena menggunakan Qi ditambah alat pengeras suara semacam corong,


"Sesuatu muncul dilangit, membentuk sepuluh titik.


Pasukan diminta untuk waspada..." suara pelacak jejak itu selalu terdengar berulang-ulang sampai belasan kali.


"Sesuatu benda terlihat muncul dilangit, membentuk sepuluh titik yang makin membesar.. Pasukan diminta waspada!"


Sima Yong mengabaikan tanda berhati-hati yang di teriakkan pelacak jejak itu. Dia tetap larut berkonsentrasi didalam kultivasinya.


Akan tetapi tak lama kemudian, Sima Yong mendengar suara dari depan tendanya,


"Tuan Yong... Anda diminta untuk bertemu dengan sepuluh tamu asing itu. Mereka mengaku mengenal anda, serta meminta audiens untuk sebuah pertemuan.


Saat ini, sepuluh tamu asing itu menanti di lapangan besar tempat latihan tentara dan di jaga SAGE Atid Ananada" kata suara tentara di balik pintu tenda.


"Katakan aku akan kesana, mungkin tidak lebih dari sepebakaran hio" jawab Sima Yong. Dia langsung bangun dan merapikan penampilannya.


Ketika dia melihat pakaian perang besi yang di sediakan Kaum Pembebas, dalam hatinya dia membatin,


"Ah.. Pakaian perang ini tidak terlalu nyaman untuk di gunakan.


Mungkin akan lebih baik jika aku menyuling sendiri pakaian perang ku?


Bukankah masih terdapat banyak bahan baku sisa-sisa kepunyaan pelangganku di Neraka Dunia dulu?"

__ADS_1


Pada akhirnya Sima Yong memutuskan untuk tidak mengenakan pakaian perang yang disediakan. Dia lalu bergegas menuju ke lapangan tempat para tentara berlatih perang. Ketika itu Dua Matahari telah berwarna kemerahan, muncul di sebelah Timur, dan udara pagi masih terasa sejuk.


Sima Yong tiba di lapangan dimana dia melihat keadaan telah demikian hening. Seluruh tentara terlihat dalam keadaan siaga dengan tombak yang siap bertempur, sementara di langit terlihat sepuluh ahli yang masing-masing terbang diatas Elang Roc kuno. Tidak dari sepuluh orang asing itu, tampak Atid Ananada yang telah memegang dua bilah Pedang Kembar, terhunus berkilauan dan siap bertempur.


Sima Yong lantas melayang, terbang ke angkasa untuk berdiri di samping Atid yang terlihat mendominasi dengan Gajah Raksasa itu.


"Tuan Muda Yong?


Masih ingatkah anda dengan orang tua ini?" satu suara dari sepuluh orang asing itu, dia adalag seorang perempuan tua yang dengan ramah menyapa. Wajah perempuan tuan itu terlihat bersemu dadu pertanda dia adalah seorang wanita tua yang sehat.


Sima Yong memicingkan nafas selama satu tarikan nafas. Dalam pikirannya, dia seolah merasa akrab dengan sepuluh orang ahli didepannya.


Akan tetapi sepertinya perjumpaannya dengan sepuluh orang asing itum rasanya terlalu lama waktunya.


"Aku bertanya-tanya, dimana pernah berjumpa orang-orang ini? Memori ku mengatakan bahwa aku pernah mengenal orang-orang ini, akan tetapi aku lupa dimana"


Dari sekian banyak pengalaman dan perjalanan hidupnya di Benua Penyaringan Dewa ini, telah banyak sekali orang-orang yang dia dan membina hubungan sebagai kawan. Hal ini membuat anak muda kita harus berpikir dengan keras untuk mengingat kembali dimana dirinya pernah bertemu sepuluh orang ini.


Seseorang pria setengah baya bergerak maju satu tombak. Dari atas hewan terbang itu dia berbicara..


"Patriak Mok Baek Hyeon dari Klan Penjinak Binatang, Klan Dongmul Jeongbogja memberi salam kepada Tuan Muda Sima Yong" pria usia menengah. Rupanya dia bernama Patriak Mok Baek Hyeon yang dengan sopan membungkuk memberi hormat.


Begitu mendengar nama Patriak Mok dari Klan Penjinak Binatang, wajah Sima Yong seketika berubah. Dia tercerahkan dan mengingat Klan yang pernah terjadi kesalah pahaman dengan menculik Pangeran Ju Qin. Ketika itu mereka tengah melakukan perjalanan ke Negri Embun Timur, beberapa tahun lalu.


Segera Sima Yong menyapa nenek Mok Seok yang telah menyapanya tadi,


"Ah... Aku ingat sekarang" senyum cerah muncul di raut mukanya.


"Patriak Mok dan Nenek Mok dari Klan Dongmul Jeongbogja.


Sementara itu, lekas-lekas dia berbisik ke atid Ananada yang terlihat terheran-heran, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.


"Mereka adalah kenalan lamaku dan juga merupakan kenalan Pangeran Ju Qin.


Anda dapat kembali ke daratan. Aku yang akan melayani mereka" meski memperlihatkan wajah penuh tanda tanya, namun Atid langsung meninggalkan mereka.


Ketika Kelompok Klan Penjinak Binatang itu telah berada di lapangan dan berjalan-jalan bersama Sima Yong. Percakapan diantara mereka dimulai,


"Patriak Mok, anda bersama rombongan anda jauh-jauh telah datang dari Lautan Timur. Apakah ada sesuatu hal yang dapat aku kerjakan untuk kalian?" Sima Yong membuka percakapan basa-basi terlebih dahulu.


Kenyataannya, sebenarnya Sima Yong si anak muda itu justru sangat terkejut dan gembira dengan kedatangan orang-orang Klan Penjinak Binatang. Dia sesungguhnya berniat meminta suatu bantuan dari mereka.


"Ah... Tuan Yong tidak perlu sungkan-sungkan.


Sebenarnya ... ketika itu, kami mendengar nyanyian dari duyung-duyung di tepi lautan.


Mereka menyanyikan nyanyian kesedihan dengan meratap.


Isi nyanyian itu mengatakan bahwa akan terjadi peperangan besar dengan korban yang sangat banyak.


Konon seorang penyihir muda bernama Sima Yong telah datang bergabung dengan Kaum Pembebas dan memulai peperangan.." Patriak Mok diam sebentar dan melirik Nenek Mok tua itu.


"Lalu mendengar nyanyian duyung seperti itu, ibu ku yang merasa sangat berterima kasih karena Tuan Yong telah membantu dia dengan memulihkan kesehatan kejiwaannya, mendesak kami untuk datang bergabung membantu anda didalam peperangan ini.

__ADS_1


Ibu ku meminta kami untuk tetap menjalin hubungan dengan anda. Dia tak pernah lupa dan selalu mengingatkan kami atas kebaikan anda yang bahkan mengobati Kura-kura Hitam 500 tahun di Klan penjinak binatang kami..


Oleh karena itu Tuan Yong, hari ini kami bersepuluh... Termasuk anak perempuanku Mok Choon He, menyatakan diri akan bergabung dengan Kaum Pembebas untuk membantu anda dan Pangeran Ju Qin didalam peperangan ini"


"Ah.... Terima kasih, terima kasih" Sima Yong membungkuk berulang kali,


Sementara Nenek Mok dan Patriak Mok mengatakan bahwa itu sudah takdir. Ketika mereka saling bertemu di waktu lalu dan menerima kebaikan Sima Yong, semua nya adalah takdir dari Langit.


Ketika Sima Yong membawa kelompok Klan Penjinak Binatang itu menghadap Pangeran Ju Qin, pangeran muda itu terlihat sangat gembira. Tentu saja sang pangeran masih ingat dengan benar akan sekelompok orang-orang Penjinak Binatang itu. Bahkan di masa lalu, pamgeran merasa demikian akrab dan bersahabat dengan Mok Choon He.


Karena memiliki kelebihan khusus layaknya ahli-ahli sihir, maka orang-orang Klan Penjinak Binatang di ditempatkan pada tenda khusus, di area yang sama dengan kelompok Sima Yong. Yaitu tenda tentara dan ahli berkemampuan sihir.


Patriak Mok bahkan mengundang Pangeran Ju Qin untuk datang ke lapangan sore nanti, untuk melihat prosesi upacara Klan Penjinak Binatang itu.


"Ada hadiah kecil yang akan kami berikan kepada Kaum Pembebas" Kata Patriak Mok sambil tersenyum kecil.


******


Sore hari itu juga, ketika matahari masih bersinar dengan terang. Telah banyak sekali tentara yang berkumpul di mengelilingi lapangan tempat tentara Kaum Pembebas sering berlatih perang.


Di tengah-tengah lapangan, sepuluh sosok manusia berdiri sigap, dimana lima orang anak muda berjalan ke lima buah tabuh besar. Lalu kelima anak muda itu bergerak, dan mulai menabuh.


Duk - duk -duk !


Suara tabuhan lima anak muda itu terdengar demikian berirama, seperti layakanya satu buah lagu yang terdengar asing. Sementara empat orang anggota lainnya terdengar mendendangkan kidung yang terdengar riang gembira. Patriak Mok dan Nenek Mok tampak juga didalam kelompok yang membawakan kidung pujian itu.


Ditengah-tengah mereka semua, terlihat Mok Choon He, anak perempuan Patriak Mok dalam balutan pakaian dari jerami yang menutupi seluruh tubuhnya sehingga yang terlihat hanya bagian mata saja.


Mok Choon He lantas mulai melakukan gerakan menari mengikuti irama tetabuhan, selaras dengan kidung-kidung pujian yang di dendangkan empat orang lainnya.


Semua tentara yang menonton pertunjukan itu mulai merinding. Akan tetapi telah terlebih dahulu di beritahukan kepada mereka, agar tidak pernah menimbulkan suara atau gerakan yang dapat mengganggu jalannya upacara Klan Penjinak Bintang itu.


Pelan-pelan, irama tetabuhan itu terdengar semakin cepat. Kidung-kidung itu juga tidak mau kalah, makin dilantunkan dengan bahasa yang aneh dan tidak dikena.


Mok Choon He sendir terlihat telah menyerupai orang yang tengah kesurupan. Gadis itu berputar-putar dengan cepat sehingga sosok nya di balik jubah jerami terlihat seperti gasing yang berputar. Sepertinya dia telah kehilangan kesadaran. Banyak tentara yang menutup mulut kepingin menjerit ngeri ketika sosok gadis itu lenyap, hanya tampak gulungan jerami terputar-putar.


Irama tetabuhan semakin cepat lagi, dan kidung pujian tak mau kala cepat nya. Suasana terasa semakin aneh dan asing, mendengar suara-suara nyanyian aneh, tetabuhan mistis serta Mok Choon He yang berputar-putar dalam status kesurupan. Sekonyong-konyong terdengar auman hewan buas. Mula-mula hanya satu suara, akan tetapi makin lama makin bertambah banyak auman hewan buas memenuhi lapangan itu.


Semua tentara lantas menggigil ketakutan. Dari aura yang di pancarkan, orang dapat menduga hewan hewan ajaib roh itu (Magical Beast) berada di peringkat minimal Kaisar 5.


Satu Magical Beast Macan tutul seketika melompat ke tengah-tengah lapangan dan mengaum kencang.


"Kaisar Tujuh !" desis para tentara yang menonton pertunjukan itu. Meski ketakutan namun mereka tetap diam dan tidak bergerak sama sekali.


Kemudian berturut-turut melompat ketengah-tengah lapangan Magical Beast kedua, ketiga dan seterusnya. Jumlah kira-kira tiga puluh Magical Beast Harimau dan macan tutul. Peringkat Magical Beast itu diantara Kaisar Lima hingga Kaisar tujuh,


"ini adalah jumlah pasukan perang magical beast yang mengerikan. Satu magical beast saja sudah sangat berarti bagi kami" batin Pangeran Ju Qin dengan gembira.


Semua Magical Beast itu pada awalnya berkumpul mendekati Mok Choon He. Mereka bergerak seolah-olah menari mengikuti kegilaan gadis yang tengah kesurupan itu. Ketika pada akhirnya suara tetabuhan itu melambat, Kidung yang di lantunkan juga ikut melambat. Gerakan tarian Mok Choon He juga semakin lambat.


Pada akhirnya.. Mok Choon He berhenti menari sama sekali, dan dia jatuh terduduk di tengah-tengah lapangan di kelilingi tiga puluh Magical Beast mahluk buas itu. Mok Choon He sepertinya sangat kehabisan tenaga.


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2