Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Dua Ahli Kekuatan Jiwa


__ADS_3

   Sima Yong memeriksa cincin tata ruang milik Phalama Bhalu yang menjadi hasil jarahannya sebagai pemenang. Dia menemukan terdapat 15.000 Manna Blue peringkat menengah, beberapa Salinan Teknik pengolahan bela diri menggunakan kapak, dan beberapa metode kultivasi yang tidak terlalu cocok untuk Sima Yong.


   Meskipun Teknik itu tidak bermanfaat bagi Sima Yong, namun dia selalu menyimpan semua Teknik hasil jarahan. Kelak Ketika dia mendirikan suatu sekte atau asosiasi, metode kultivasi dan Teknik pertempuran yang banyak seperti itu akan berguna untuk merekrut anggota.


   Sebagai catatan, memang ketentuan didalam arena adalah, setiap petarung yang kalah, maka semua harta yang ada di tubuhnya akan menjadi miliki pemenang. Karena Sim Yong tidak membunuh Phalama Bhalu, maka dia berhak merenggut cincin tata ruang dan membiarkan judade itu diangkut oleh petugas di area arena.


   Hakim arena menyerahkan token milik Sima Yong yang sebelumnya dia pinjam.


“Petarung nomor 20.569, ini adalah token arena anda. Kami telah mengisinya dengan 9 point arena yang terdiri dari 5 point hasil anda mengalahkan Wayang Assasin, dan 4 point hasil mengalahkan nomor 11.005”.


“Jika anda ingin mendapatkan point yang lebih banyak, maka anda harus menantang petarung dari peringkat yang lebih yang lebih tinggi…” hakim arena mengakhiri pesannya. Dia merasa cukup bersimpati kepada Sima Yong karena kemampuannya menaklukkan lawan dalam waktu yang amat cepat.


“Apakah anda masih akan melanjutkan pertarungan?” Hakim Kembali bertanya. Sesuai aturan, setelah bertarung melawan dua lawan, maka petarung pemenang dapat mengajukan permintaan untuk beristirahat.


   Sima Yong menjawab bahwa dia tidak ingin melanjutkan pertarungan. Saat ini dia memiliki hal lain yang masih akan diurus di ordo Sayap Suci. Hakim tersebut mempersilahkan Sima Yong keluar dari arena.


   Sima Yong menuju ke tempat dimana Hattauda dan Niryadi duduk. Kedua judade itu menyambut Sima Yong dengan pandangan kagum. Tak henti-hentinya mereka berdua memuji-muji kemampuan Sima Yong Ketika berlaga di arena tadi. Mereka merasa atas keberadaan teamdi perang antar ordo nanti.


“Bagaimana kalau kita pergi ke ordo dan mencari dua anggota lain untuk mengisi kekosongan di tim ini?” Kata Sima Yong. Hattauda dan Niryadi menyetujui. Ketiganya bergegas menuju ke aula ordo Sayap Suci.


Di dalam aula ordo……


   Seperti pada umumnya disuatu organisasi bela diribiasanya terdapat papan pengumuman yang mencantumkan beberapa misi yang dapat diambil oleh anggota untuk memperoleh point. Selain pengumuman misi seperti itu, juga terdapat banyak sekali iklan seperti aplikasi permohonan bergabung didalam team perang antar ordo dan lain sebagainya.


   Ketiganya meneliti nama demi nama dari sekian ratus nama praktisi yang mengiklankan diri. Dan terlihat sibuk untuk mulai memilih satu per satu.


“Karena kita bertiga telah memiliki kualifikasi pasti sebagai penyerang, maka aku anjurkan jikalau dua ahli yang akan kita rekrut adalah ahli bidang pendukung pertempuran. Alangkah baiknya jika team pendukung terdiri dari seorang ahli panah dan seorang ahli sihir..” kata Sima Yong.


   Hattauda dan Niryadi sangat menyetujui saran dari Sima Yong. Hal itu disebabkan Hatauda adalah ahli penyerang menggunakan kapak, Niryadi ahli serangan gelap sebagai assassin dan Sima Yong ahli serangan menggabungkan kekuatan pedang dan kekuatan sihir.


“Lihat, jingling ini sepertinya memenuhi kualifikasi” Kata Niryadi.


“Nama Ye Bing Qing, Ras Jingling, Kultivasi Alam Raja Bintang Delapan, Keahlian, sebagai Ahli Ilusi dan serangan jarak jauh”


“Bukankah kriteria dia ini cukup sempurna untuk menjadi anggota tim?? Menurutku dia adalah salah satu calon yang cocok” Niryadi meminta pendapat kedua temannya. Sima Yong dan Hattaudha setuju. Setelah semua sepakat, Sima Yong langsung mengirimkan transmisi melalui array ke saluran array telekomunikasi Ye Bing Qing seperti yang tertera di papan pengumuman itu.


Sibuk mencari dan mencari……..


“Dan coba kali lihat iklan ahli panah ini. Nama Tang Yuwen ras nanren, Kultivasi Alam Raja Bintang Tujuh, keahlian Ahli Panah dan array” kata Sima Yong. Dirinya teringat akan kemampuan lawannya, seorang ahli panah ras airen Ketika bertarung di dalam Menara Dewa berkabut beberapa waktu yang lalu.


“Apakah anda yakin dengan ahli ini? Ranah kultivasinyanya hanya di Alam Raja Bintang tujuh. Well… beda kasusnya dengan anda” kata Hattaudha sambil tersenyum. Dia merasa malu telah menyepelekan ras nanren pemanah yang berkultivasi di Alam Raja Bintang Tujuh itu.


   Sima Yang pada dasarnya terinspirasi dengan lawannya di dalam Menara Dewa Berkabut yaitu ahli sihi dan ahli array pemanah, sehingga dia sangat antusias untuk memberi petunjuk kepada dua ahli yang akan bergabung di team mereka, untuk kemudian menggunakan formasi lawannya di Menara Dewa Berkabut pada waktu itu.

__ADS_1


“Aku pikir diriku memiliki strategi tersendiri, yang terinspirasi pertarunganku melawan tiga ras sekaligus di Menara Dewa Berkabut.  Mungkin aku akan memberi sedikit petunjuk kepada keduanya, sehingga team lima ini akan sangat solid. Jadi pada dasarnya ahli panah yang aku butuhkan adalah seseorang yang juga mampu dan menguasai penerapan Teknik array” Jelas Sima Yong kepada kedua nya.


   Kedua Judade itu pada akhirnya menyetujui pendapat Sima Yong. Biar bagaimanapun mereka berdua tahu bahwa manusia elf kecil dihadapan mereka ini adalah pemegang ranking enam di Menara Dewa Berkabut. Rencananya itu pasti telah di pikirkan secara matang. Apalagi mereka mendengar bahwa Sima Yong akan memberi petunjuk kepada dua calon anggota team mereka.


“Semoga kedua ahli yang direkrut itu mau bergabung dengan team kami” Timpal Hattauda.


   Sima Yong mengirimkan berita komunikasi melalui saluran array kepada Tang Yuwen. Mereka berjanji untuk bertemu di tempat Penyewaan Latihan bagi petarung arena Pemegang tato Sayap Perak. Setelah mereka selesai mengirimkan transmisi komunikasi kepada Ye Bi Qing dan Tang Yuwen, ketiga orang itu pergi ke tempat penyewaan pelatihan di Arena Kota Selatan.


   Tempat penyewaan Latihan ini adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh Dewan Arena Kota Selatan untuk para petarung berlatih. Di tempat itu terdapat bermacam-macam ruangan yang dapat disewa menggunakan Blue Manna kelas menengah. Ruangan Latihan tersebut memiliki beberapa kelas dan type ruangan. Masing-masing adalah kelas pelatihan biasa (regular) dan VIP.


   Ruangan Latihan kelas VIP ini biasanya agak mahal biaya sewanya. Oleh karena itu, hanya beberapa praktisi yang memiliki kekayaan bberlebihan, yang berani menyewa kelas VIP. Ketika Sima Yong Bersama dua judade di tempat penyewaan ruang Latihan, Sima Yong agak terkejut Ketika diberitahukan oleh petugas bahwa untuk penyewaan ruangan VIP memakan biaya 10.000 Blue Manna perbulan.


   Sima Yong berpikir keras, di dalam cincinnya hanya terdapat 19.000 Blue Manna peringkat menengah. Jika dia membayar 10.000, maka Blue manna di cincin akan tersisa 9.000 Blue Manna saja. Memikirkan itu Sima Yong berubah menjadi agak cemberut. Meskipun demikian dia membayar 10.000 manna stone kepada petugas di area Penyewaan tempat pelatihan.


“Sepertinya aku harus menjual jasa penulisan simbol atau pembuatan array untuk menutupi keuanganku “ bisik Sima Yong kepada kedua praktisi judade.


Hattaudha mentertawakan Sima Yong dengan keluhannya,


“Katanya anda masih memiliki 9.000 blue manna. Bagi kami, dengan keuangan sebesar 9.000 blue manna tidaklah dapat dikatakan keuangan yang memburuk. Akan tetapi, well anda adalah ahli dalam bidang array dan symbol. Tentu saja anda terbiasa memegang blue manna dalam jumlah yang tinggi. Seseorang dengan keahlian seperti itu memang di takdirkan untuk menjadi praktisi yang kaya”


   Niryadi malahan dengan wajah terkejut menambahkan,


“Bukankah dengan kemampuan anda yang begitu tinggi, anda dapat bertarung di Arena Kota Selatan ini dan meraup banyak keuntungan? Saran saya sebaiknya anda bertarung melawan praktisi yang memiliki peringkat tinggi. Umumnya mereka memiliki harta yang lebih yang dapat anda jarrah…” Niryadi mengingatkan Sima Yong.


******


   Ketika mereka bertiga membuka pintu ruang Latihan, ketiganya dibuat terpukau dengan keadaan didalam ruangan itu. Sepertinya ruangan itu paling kurang berukuran 500x500 meter. Hawa Qi yang mengalir dalamnya amatlah tinggi. Seseorang yang berkultivasi didalam sini, akan mampu menyerap energi dari langit dan bumi yang kaya dengan sepuasnya.


“Ruangan pelatihan ini dibuat menggunakan Teknik array, sehingga ruang yang sebenarnya tidak terlalu luas ini.. terasa bagaikan berada didalam ruangan yang amat luas, ketika seseorang masuk kedalamnya. Kemampuan untuk membuat array di ruangan semacam domain tersendiri ini, tidaklah dapat secara sembarangan dikerjakan. Setidaknya array ini dikerjakan oleh Master Array berkemampuan kekuatan Jiwa Master Dao Jiwa” Sima Yong berusaha menjelaskan pengetahuannya kepada Hattaudha dan Niryadi yang kelihatan bingung Ketika melihat keajaiban seperti itu.


   Hattauda dan Niryadi hanya terdiam. Mereka tidaklah paham mengenai hal-hal seperti yang SIma Yong jelaskan.


   Sementara itu Sima Yong menjadi sedikit gundah ketika memikirkan tentang kekuatan jiwa. Dia telah lama merasa stagnan di ranah Kekuatan Jiwa Master Surgawi. Meskipun kondisi kekuatannya telah mengalami bottle neck, dia tidak akan dapat menerobos menjadi Master Jiwa Saint. Menurut teori, setidaknya kultivasinya harus berada di Alam Tanpa Batas. Pada saat itulah baru dia dapat berkultivasi menerobos ke ranah Master Jiwa Saint.


   Terlalu berbahaya jika seseorang memiliki kultivasi di bawah Alam Tanpa Batas, dan meksakan diri menerobos ke ranah Master Jiwa Saint. Resiko 99% kerusakan jiwa bahkan menjadi gila adalah hal yang harus ditanggung seseorang praktisi kekuatan jiwa jika mencoba melanggar hal itu.


“Sepertinya aku harus ngebut untuk menerobos ke Alam Tanpa Batas. Peluang sumber daya di Hutan terlarang Ketika perang ordo dan pada saat memasuki tepian neraka dan nirwana adalah peluangku untuk memperoleh keberuntungan menerobos nanti ” Sima Yong diam-diam merasa lega Ketika memikirkan peluang yang akan dia raih.


   Ketiganya kemudian terlihat khusuk didalam kultivasi. Energi langit dan bumi yang dapat diserap oleh mereka amatlah melimpah ditempat ini..


“Jangan menyia-nyiakan biaya mahal yang telah kita keluarkan. Segera himpun kekuatan dan tingkatkan kultivasi” teriak Niryadi dan disambut dengan tawa gembira dua temannya.


   Baru sehari mereka bertiga larut dalam meditasi berkultivasi, tiba-tiba pintu ruang Latihan itu terbuka. Seorang petugas registrasi penyewaan ruang pelatihan masuk dan berkata,

__ADS_1


“Mohon maaf telah mengganggu pelatihan anda sekalian tuan. Akan tetapi terdapat dua orang ini yang memaksa untuk masuk menerobos kedalam ruang Latihan ini. Katanya tuan Sima Yong telah berjanji untuk berdiskusi dengan mereka berdua.


   Sima Yong, Hattaudha dan Niryadi membuka mata dari kultivasinya. Tampak didepan pintu seorang Wanita ras jingling yang membawa tongkat Panjang sebagai senjata dan disampingnya seorang pria ras nanren. Sepertinya dua orang itulah yang beberapa waktu lalu mereka kirimkan informasi untuk bergabung didalam team.


“Adakah diantara anda semua Bernama Sima Yong? Kami memiliki janji dengan dia” Kata Wanita ras jingling itu. Wajahnya memiliki kecantikan yang khas kaum jingling itu terlihat bercahaya. Gadis itu terlihat amatlah muda, sekitar 18 tahun. Akan tetapi semua tahu bahwa jingling yang sama riwayatnya dengan kaum elf di Benua Silver, kemungkinan gadis itu telah berusia seratus tahun paling kurang.


   Ras jingling memang di anugrahi wajah yang cantik dan tampan, serta usia yang amat Panjang. Mereka juga selalu mampu mempertahankan penampilan sehingga terlihat muda. Kemampuan memanipulasi konsep waktu lah yang membuat mereka selalu menunda penuaan di diri mereka.


   Sedangkan praktisi pemanah ras nanren itu terlihat seperti seseorang usia 35 tahun. Penampilannya sederhana saja, akan tetapi raut wajah keras itu telah mencerminkan kerasnya kehidupan yang dia lalui. Satu persatu peristiwa yang membawanya di ranah kultivasi saat ini terlhat jelas di wajah dan tubuh yang penuh bekas luka itu.


   Ras nanren adalah ras yang paling dianggap lemah di Benua Penyaringan Dewa ini. Oleh sebab itu, bagi praktisi nanren di ranah Alam Raja Bintang tujuh seperti itu… menunjukkan pria itu adalah seorang jenius dan memiliki kisah tersendiri untuk melangkah sejauh itu.


“Aku yang Bernama Sima Yong. Akulah yang mengirim berita kepada anda berdua untuk bergabung Bersama kami bertiga didalam sebuah team” Sima Yong menjelaskan.


   Perempuan jingling itu menatap Sima Yong , lalu kemudian berkata.


“Aku telah memutuskan untuk melakukan uji coba terhadap semua kelompok yang mengajakku bergabung dalam team. Sejauh ini, belum ada satupun team yang memenuhi kriteria ku. Well anda tahu bukan, aku adalah praktisi serangan jiwa. Praktis didalam uji coba itu aku menginginkan pertarungan kekuatan jiwa jika seseorang ingin merekrutku”


   Perempuan ras jinglin itu terlihat agak ragu Ketika membaca kultivasi Sima Yong yang berada di Alam Raja Bintang enam. Akan tetapi dia tetap menjaga kewaspadaan. Ketika melihat pria didepannya ini memiliki  perawakan seperti kaum jingling, Jelas-jelas pria Bernama Sima Yong itu bukanlah sosok yang sederhana.


   Semua agak terkejut mendengar keterus terangan Wanita jingling itu. Namun keheningan ruangan itu dipecahkan sebuah suara….


“Baiklah jika anda menginginkan uji coba dengan kekuatan jiwa. Kebetulan aku juga seorang praktisi yang menguasai pertempuran menggunakan kekuatan jiwa” kata Sima Yong.


   Keduanya lalu berpindah ke tengah-tengah ruangan untuk melakukan pertarungan kasual menggunakan kekuatan jiwa. Hataudha dan yang lain kemudian memberi ruang yang cukup bagi mereka untuk bertarung.


   Ketika pertandingan dimulai,….. Wanita jinglin Ye Bing Qing itu tampak membuat sebuah ilusi dimana dunia terlihat seperti runtuh dan menenggelamkan Sima Yong didalam lautan bintang-bintang. Sima Yong tidak bergerak sama sekali, bahkan menutup matapun tidak dia lakukan. Sementara itu Ye Bing Qing terlihat terkejut. Ilusi yang dia buat itu adalah sebuah Teknik penghancuran menggunakan kekuatan jiwanya di ranah Master Jiwa Surgawi level satu. Namun Sima Yong ini bahkan tidak terganggu sama sekali….


   Ketika Ye Bing Qing masih dalam rasa terkejutnya, tiba-tiba Sima Yong membalikan serangan jiwa  kearah Wanita jingling itu.


“Niat jiwa Kesengsaraan Samsara…” dunia menjadi hitam.. sebuah lingkaran hitam menelan Ye Bing Qing…


   Ye Bing Qing seketika terjatuh dari posisi berdirinya, dan dia tiba-tiba merasa dilanda kesedihan yang tidak berkesudahan, Ketika dia menyaksikan perjalanan hidupnya mulai dari masa kecil terlunta-lunta di belantara, lalu kemudian dikejar-kejar kaum judade buas dan liar di hutan. Dirinya kemudian diselamatkan oleh serigala roh yang baik hati hingga kemudian Kembali diburu oleh ras liar judade…. Ye Bing Qing menangis teringat kehidupannya yang penuh penderitaan dimasa kecil. Orang tuanya mati dengan cara dilecehkan didepan matanya. Dia berlari tanpa alas kaki di hutan belantara karena dikejar secara brutal oleh ras liar di belantara… sedih sekali rasanya sebatang kara… air mata tumpah…


“Cukup… aku menyerah….” Teriak Ye Bing Qing ditengah airmata yang bercucuran.


   Sima Yong menarik nafas lega setelah Ye Bing Qing mengalah dan akan menjadi bagian team mereka. Dia berbalik dan menatap ke Tang Yuwen.


“Giliran anda. Apakah anda ingin bertarung dengan kekuatan jiwa juga?” tanya Sima Yong.


   Dengan acuh tak acuh Tang Yuwen menjawab,


“Aku akan bergabung dengan team anda. Kemampuan anda didalam kekuatan jiwa jauh diatas kekuatan jiwa saya. Dan aku tidak ingin menangis dengan sedih dihadapan orang tidak terlalu aku kenal ketika diserang dengan kekuatan jiwa yang anda pakai tadi”…..

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2