Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ksatria Blade Dancer


__ADS_3

Di Benua Silver Yang semakin memanas dimana terjadi pertarungan antar Kultivator...


Di bagian Selatan Benua itu, yang letaknya sangat jauh sekali dari Kawasan Utara, apalagi dari Kota Azalea.. Dan setelah melewati hutan-hutan belantara purba, adalah sebuah negri yang di beri nama Negri Menhu. Kotaraja Negri Menhu memiliki nama yang sama yaitu Kota Menhu, dengan luas kota hingga puluhan kali Kota Azalea di Utara.


Negri Menhu memiliki nama seperti itu, karena dahulu sekali pada waktu jaman purba, negri ini merupakan jalur penting tempat pertemuan dan perdagangan antar Benua diluar Benua Silver. Ada beberapa benua yang berdekatan dengan pervbatasan ini, namun Benua Daratan Selatan adalah satu benua yang terdekat dengan Benua Silver.


Orang-orang dari Benua lainnya berbondong-bondong datang ke Negri Menhu menggunakan kapal-kapal roh raksasa, untuk membeli bahan-bahan bermutu seperti kain-kain sutra olahan Benua Silver, tanaman-tanaman rohani yang tidak tersedia di benua mereka dan banyak ramuan serta bahan-bahan kecantikan bermutu tinggi.


Sementara itu Negri Menhu akan menerima barang-barang yang mereka bawa berupa berbagai sumber-sumber daya langka, artefak-artefak kuno, yang mungkin benda-benda akan menjadi perebutan diantara para ahli di wilayah lain Benua Silver.


Ditambah dengan sumber daya alami yang dapat di panen dengan mudah dari hutan-hutan kuno angker, membuat Negri Menhu yang luas itu dipenuhi dengan ahli-ahli beladiri yang akan membuat menggigil wilayah lain jika melihat mereka.


Untuk menuju ke Negri Menhua ini, terdapat sebuah jalur perairan yaitu Sungai Merah yang membelah wilayah Tengah Benua menuju Wilayah Selatan. Sungai Merah itu memang di katakan merupakan sarana jalan tol, dimana sering kali terlihat pedagang-pedagang dari Wilayah Tengah berkeliaran di Negri Menhua.


Terdapat sebuah keanehan di Selatan sini. Yang mana seluruh Negri Menhua ini, seperti terselubung suatu array atau efek yang di hasilkan Hutan angker purba, sehingga membuat penerbangan menuju Selatan, selalu tidak akan menemukan lokasi dan keberadaan Negri Menhua. Sehingga jalur sungai adalah satu-satunya jalan transportasi menuju Negri Menhua.


Hanya ada satu-satunya Kerajaan yang berkuasa di Selatan yaitu Negri Menhua. Selain berhubungan dengan wilayah Tengah Benua, beberapa daerah yang juga memiliki kontak dengan Negri Menhua adalah Negri Atap Langit di Barat dan Suka Jinzi di Barat Daya.


Negri Menhu ini diperintah oleh Dinasty Ananada, yaitu Raja Boon-Me Ananada yang memiliki lebih dari 5 isteri, dimana anak-anak Raja terdiri dari 10 laki-laki dan 8 anak perempuan.


Atid Ananada (27 tahun) adalah anak paling bungsu dari Raja, yang terlahir dari isteri kelima Raja Menhu. Konon kabarnya, Raja Menhu adalah keturunan dari Dark Elf yang ribuan tahun lalu pernah berkelana hingga menembus hutan Purba Selatan.


Dark Elf ini konon lantas berbaur dengan orang-orang lokal, menikah dan hidup seperti orang biasa. Dan tak lama kemudian seiring waktu yang berjalan, ciri-ciri fisik Elf menghilang dari semua keturunan mereka.


Namun satu hal yang tersisa dari warisan Dark Elf adalah perawakan keturunan mereka adalah sosok bertubuh tinggi langsing dengan paras yang bagus. Rata-rata bola mata mereka cemerlang seperti Bintang, sedangkan rambut mereka hitam sekelam malam.


Saat ini Atid akan ditugaskan oleh pihak Kerajaan Menhua untuk menyapu bersih monster-monster yang selalu mengganggu para pedagang pada perbatasan Negri Menhu dengan sebuah ruang spasial raksasa, yang merupakan jalur penerbangan antariksa antara Benua Silver dengan Benua Daratan Selatan.


"Anak Atid sebagai seseorang yang memiliki kultivasi tertinggi, sudah sepantasnya diutus untuk membersihkan monster-monster pengganggu itu" kata Permaisuri ketika semua keluarga kerajaan dan seluruh pejabat istana tenga tengah berdiskusi di Balairung istana.

__ADS_1


"Akan tetapi, dengar-dengar bahwa Monster Gajah Hitam Raksasa itu amatlah ganas.


Apakah dengan mengutus Atid, itu akan memastikan dia sanggup mengalahkan monster Gajah yang konon berasal sejak jaman purba?" ibunda Atid yaitu isteri kelima Raja bersuara dengan khawatir.


Semua lantas ribut didalam berdiskusi. Ada yang mendukung Atid untuk pergi berperang di ruang antariksa itu, namun ada yang meragukan kemampuan Atid dengan pertimbangan dia terlalu muda untuk pekerjaan sebesar ini.


"Diam semua !" bentak Raja Menhu Boon-Me Ananada.


"Dengarkan titah raja" Raja Menhu bersuara. Semua langsung jatuh bersujud untuk mendengar titah.


"Aku, Raja Menhu Boon-Me Ananada dengan ini memberikan perintah kepada :


Atid Ananada, nama julukan, Ksatria Blade Dancer (Penari Pedang) Kultivasi SAGE Level 5 untuk membasmi semua monster di ruang antariksa yang menjadi penghubung Benua Silver kami dengan Benua Daratan Selatan.


Monster Gajah hitam Raksasa usia 100 ribu tahun" begitu mendengar kata-kata Monster Gajah Hitam 100 ribu tahun semua orang bergidik. Raja melanjutkan titahnya,


Namun jika Atid berhasil kembali membawa Monster Gajah Hitam, baik hidup maupun mati, maka aku akan memberi gelar yang telah lama sekali tidak terdengar.


Gelar Raja Pedang dunia Selatan akan dipegang Atid, dan dengan demikian, Raja Pedang Selatan akan menjadi pemimpin semua Kultovator di Selatan sini"


Blam !


Semua orang menjadi riuh.


"Raja Pedang? Itu adalah gelar tertinggi di Negri Menhua, setelah Raja sendiri"


"Sejak seribu tahun lamanya, tidak seorangpun yang menyandang gelar itu, dan kini, Atid memiliki peluang untuk menyandang gelar itu"


******

__ADS_1


Langit di perbatasan antariksa (demikian mereka menyebutnya karena hanya dapat dilintasi dengan kapal roh atau hewan roh penerbangan) bernyala di dalam kilauan ketika Atid pergi bertempur untuk menaklukkan mahluk buas usia ratusan ribu tahun itu.


Kilauan cahaya yang berpendar adalah kilau dua pasang Blade (Pedang namun hanya memiliki satu mata pedang, bukan dua mata pedang seperti pedang umumnya). Ya Atid adalah Blade Dancer kenamaan yang selalu menggunakan dua buah Blade ditangan, dengan keahlian nya yang paling mengerikan; Niat Blade Level Lima.


Belum pernah didalam sejarah, seseorang yang lolos dari Niat Blade level lima ketika Atid mengayunkan pedangnya. Namun pertarungan melawan Monster Gajah Hitam raksasa itu, memakan waktu sampai 5 hari dan lima malam.


Semua penghuni Negri Menhua mengamati dengan was-was kearah antariksa pertempuran meskipun itu hanya mempertontonkan kilatan cahaya yang saling menyerang.


Memasuki hari keenam, secara tiba-tiba suara raungan dan bentrokan yang menggelegar selama ini, terhenti. Lalu disusul dengan bunyi bedebum keras..


Bum !


Menyusul suara berisik yang menimbulkan debu itu, sosok Atid juga melompat turun ke tanah dimana monster Gajah Hitam terlihat terbaring dengan nafas satu-satu.


Dalam diamnya, Atid menyeret monster raksasa berukuran mengerikan itu, menuju alun-alun Kotaraja Negri Menghu. Pelab-pelan rakyat yang mengikuti Atid dari belakang, kian hari kian ramai.


Ketika tiba di Alun-alun Kotaraja Menhu, ketika Atid memasuki alun-alun raksasa itu, sekonyong-konyong terdengar tiupan terompet kerajaan, disusul tabuhan genderang dengan suara membahana.


Semua orang, baik yang mengekor dia sejak dari hutan ketika selesai bertempur, maupun rakyat Negri Menghu yang telah menanti bersama keluarga kerjaan seketika sujud menyembah Atid, dan dalam suara yang berapi-api semua berseru,


"Beri hormat kepada Raja Pedang Negri Selatan.


Beri Hormat kepada Atid Ananada"...


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2