Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Banjir Darah Di Sungai Hutan Mistis


__ADS_3


Cetar !


Cetar !


Petir menyambar dari ekor Jormungandr, berkilat-kilat membuat Sungai Hutan Mistis yang di selimuti malam pekat itu seketika terlihat menjadi terang benderang. Mismaya menatap nanar ketika dia melihat Tuan Mudanya mengangkat tangan kanan dan menciptakan satu gelombang air raksasa.


Gelombang itu dalam sekejap mata berubah menjadi air yang membeku, mengkristal sejernih kaca, yang dalam gerakan tak terduga lantas membentuk tameng kaca raksasa sebagai alat pertahanan dari sengatan petir.


Bum ! Kilatan petir itu membentur cermin raksasa dengan menimbulkan suara yang terdengar menyakitkan telinga.


Krak - krak - krak


Benturan yang keras berakibat cermin pertahanan itu seketika retak-retak, 'Cling !' demikian suara keras terdengar membahana manakala cermin raksasa itu pecah berkeping-keping dampak dari bentrokan tadi.


"Kekuatan petirnya terbilang kuat. Pantas saja dia disebut sebagai keturunan dewa petir" batin Sima Yong cukup kagum.


Di lain pihak Mismaya menjerit tertahan tatkala menyaksikan cermin pertahanan itu remuk redam tersambar petir Jormungandr. "Tuan muda !" pekik nya. Gadis peri itu galau melihat tuan muda terdorong beberapa langkah ke belakang.


Ingin rasanya Mismaya terbang mendekati sang tuan muda dan membantu. Akan tetapi dia tahu batas kemampuannya. "Paling-paling aku akan menjadi abu ketika mendekat pada jarak sepuluh langkah" pikir Mismaya sedih. Hatinya masygul meratap akan rendahnya kemampuan beladiri dan sihir kepunyaan nya.


Baru saja gadis peri itu mulai bersusah hati dengan pikiran negatif, tiba-tiba dirinya terhenyak. Tak percaya rasanya dia melihat pemandangan di depan mata. Sang tuan muda terlihat biasa-biasa saja - tidak luka sama sekali ketika mengangkat wajah. "Bahkan dari jauh aku dapat melihat wajah tuan muda yang bersemu dadu"


Lebih-lebih ketika sang tuan muda mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah Jormungandr itu. Air sungai kembali meluap dan bergelora seperti diperintah oleh kuasa tersembunyi. Lalu dengan cepat luapan air sungai berkumpul menjadi satu di udara, membentuk satu pedang raksasa berwujud kristal yang berkilau-kilauan. Mismaya terhipnotis akan digjayanya si tuan muda.


"Pergi !" titah Sima Yong.

__ADS_1


Pedang kristal raksasa terbang dengan kecepatan tak terduga, dengan suara mendesing seperti anak panah yang ditembakkan. Ular raksasa itu langsung menjadi kaget. Tak disangka sama sekali, ledakan petir yang dikerahkan dengan kekuatan delapan puluh bagiannya, tidak berarti sama sekali kepada anak muda ini. Anak muda ini hanya mundur beberapa tindak dan tidak mengalami cidera sama sekali.


Jormungandr tidak lantas panik tatkala bayangan pedang kristal berkelebat dengan sasaran mengunci dadanya. Dengan cepat dia melapisi dadanya dengan mengalirkan semua energi pertahanan sihir maupun energi sesat - fisik, melindungi isi dadanya dari bentrokan pedang yang bergerak dengan kecepatan cahaya.


Bum ! bunyi bentrokan pedang raksasa berusaha membelah dada Jormungandr.


Suara pekikan kesakitan dari makhluk sihir liar itu terdengar membahana sepanjang Sungai Mistis. Itu terjadi tatkala ular raksasa keturunan dewa petir itu terlempar puluhan tombak kebelakang. Dadanya terasa perih, dan dia melihat lapisan tebal kulitnya menipis. Tetesan darah mengalir tipis, meskipun luka tidak besar. Namun lecet-lecet akibat pedang kristal itu membuat nya merasa sakit.


"Kurang ajar, aku akan mengambil nyawamu !" teriak Jormungandr marah.


"Byur !" air memercik deras ketika tubuh ular raksasa itu melompat, menampakkan seluruh tubuhnya yang besar - menerkam ganas kearah Sima Yong. Mulutnya menganga mengeluarkan cabang-cabang lidah petir menyeramkan yang langsung membungkus Sima Yong seperti kerangkeng.


"Terkutuk kamu manusia.. Matilah dan tidak pernah bereinkarnasi lagi !" makian dan kutukan sihir di lontarkan Jormungandr.


Petir itu membentuk satu bentuk kubus, mengurung dan tidak menyediakan celah barang setitik pun bagi musuh ketika teknik pamungkas energi petir dia lancarkan. Lima tarikan nafas berlalu dan makhluk kecil berjubah kelabu (Sima Yong) tidak menunjukkan adanya aktivitas kehidupan di dalam penjara listrik berbentuk petir.


Pekikan tawa ular itu terdengar mengerikan dengan nada bahagia. Dia berpikir kalau saja dirinya telah memenangkan pertarungan ini.


Jormungandr lalu membuka mulut nya lebar-lebar, siap-siap menelan manusia yang terbungkus penjara petir - yang dalam dugaan nya telah tewas terpanggang kurungan petir.


"Biar bagaimanapun, seorang dari ras manusia terlalu lemah untuk berhadapan dengan makhluk mulia keturunan dewa ini" Jormungandr menjadi pongah. Dia telah memastikan anak muda itu telah berubah menjadi abu didalam kubus petir.


Sekonyong-konyong ular raksasa itu dibuat terkejut. Mulutnya yang telah menganga lebar, seketika dia katupkan dengan refleks ketika ledakan penjara petir terdengar.


Duar ! Duar ! Duar !


"Bagaimana mungkin ini terjadi?" teriak Jormungandr ketika selepas ledakan kubus penjara petir, dia melihat satu sosok berkelebat cepat keluar dari dalam penjara petir dan melompat ke udara, tinggi sekali.

__ADS_1


Ular besar itu tidak percaya dengan pandangannya tatkala penjara petir yang dia buat dengan teknik kuno menggunakan garis darah sebagai keturunan dewa petir - meledak dan hancur begitu saja seperti barang tak berguna.


"P-petir ini adalah senjata warisan dari dewa-dewa.. apakah makhluk kecil ini adalah seorang dewa? tak sembarang makhluk yang mampu untuk bertahan dengan petir warisan dewa ini" Jormungandr tanpa sadar melompat mundur. "Byur !" percikan air besar terdengar ketika ular itu mundur dan kembali ke dalam air sungai.


Dia mendongak dan melihat keatas dengan was-was. Kelihatan olehnya sosok manusia kecil itu kini terlihat bercahaya berpendar-pendar kemerahan. Tangan manusia kecil itu kini memegang pedang yang tanpa di ketahui penyebabnya, membuat hati Jormungandr berdetak kencang.


"Entah kenapa jantungku berdegup bertalu-talu? Terbuat dari apakah pedang di tangan manusia itu? Mengapa perasaanku tidak enak?" pikir Jormungandr dengan gelisah.


Jormungandr ini selamanya selalu hidup sebagai penguasa kecil di dalam air. Dia belum pernah bertemu dengan seorang ahli beladiri penguasa kekuatan sihir yang bertempur menggunakan senjata sihir. Oleh karena itu dia tidak tahu kalau pedang di tangan Sima Yong adalah satu pedang artefak yang khusus diciptakan untuk melawan mahluk-mahluk sihir.


(Pedang sihir ini dapat kalian baca di kisah sebelumnya di danau wilayah selatan Benua Penyaringan Dewa, ketika Sima Yong mengalahkan Feim Ma si kuda terbang itu).


"Celaka " pekik Jormungandr ketika dia melihat manusia itu mulai mengeluarkan mantra dan rune sambil menyumpah ke arah dirinya. Pedang merah itu menyala-nyala semakin terang. Dan tak ada lagi waktu untuk lari selain menghadapi serangan pedang itu.


"Apa yang berasal dari tanah biar kembali ke tanah.. debu kembali menjadi debu. Aku mengutuk kamu untuk mati dan tidak ber-inkarnasi selamanya" teriak manusia kecil dari atas sana.


Satu berkas sinar merah berkelebat dan Jormungandr hanya merasakan perih, lalu semuanya menjadi gelap sama sekali. Sinar pedang merah yaitu artefak pedang khusus sihir dengan mudah membelah tubuh raksasa ular itu seperti pisau dapur mengiris seekor ikan di atas talenan.


Banjir darah terjadi di Sungai Hutan Mistis, ketika tubuh makhluk Jormungandr terbelah menjadi dua. Tidak ada jeritan sama sekali karena semua terjadi demikian cepat. Di sudut sana Mismaya menggigil ketakutan. Apa yang di lihat nya jauh lebih dahsyat dari yang pernah dia bayangkan. Mahluk keturunan dewa petir itu meregang nyawa di tangan tuan mudanya.


Sepebakaran hio kemudian..


Keadaan menjadi sepi dan hening. Bahkan hewan-hewan hutan demikian ketakutan dengan efek yang dibuat dari pertempuran ini. Di dalam kegelapan malam, di bawah cahaya bintang-bintang Sima Yong memanen semua hal yang menjadi benda berharga dari tubuh Jormungandr.


Bersambung


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3

__ADS_1


__ADS_2