Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di kaki Gunung Khar Amitan


__ADS_3

Dua cahaya merah berkelebat sebentar-sebantar membelah langit, lalu kemudian menukik dan berlari diatas diatas padang stepa penuh hamparan es itu. Warna merah yang ditimbulkan oleh benda bergerak itu sangat kontras ketika mereka berlari diatas hamparan padang es stepa.


Meski kilauan itu menimbulkan rasa penasaran, namun ketika dilihat dari dekat, ternyata kilauan merah itu berasal dari cahaya berpendar yang timbul dari keringat dua Kuda Merah Api peringkat surgawi.


Diatas kedua kuda itu terlihat masing-masing sosok manusia yang duduk kokoh, dan sudah dipastikan dengan postur seperti itu, keduanya pasti merupakan seniman beladiri.


Namun penampilan kedua ahli itu terlihat sangat kontras dan jauh dari sebutan praktisi atau kultivator. Yang seorang terlihat berpenampilan seperti sastrawan, dan yang satunya memiliki penampilan cantik layaknya seorang anak gadis.


Si anak gadis cantik itu jika d teliti lebih mendalam, maka orang akan langsung menyadari bahwa dia bukanlah seorang perempuan, melainkan itu adalah seorang laki-laki yang berdandan layaknya seorang perempuan.


Rupa-rupanya dua orang ahli itu adalah Wei Park dan Xong Hui Yong, dua orang pembunuh bayaran dari Organisasi Dong Xing di Wilayah Tengah sana.


Seperti yang kita ketahui, setelah kekacauan di Lapangan dengan tanaman Dedalu tua di Istana Rajawali Agung, mereka memisahkan diri untuk mengambil semua harta mereka di organisasi, sebelum akhirnya sesuai kesepakatan, akan bersembunyi di Neraka Dunia.


Selepas mengambil harta simpanan mereka di organisasi, Wei Park dan Xong Hui Yong mencium gelagat bahwa Pangeran ketiga telah menyewa ahli-ahli SAGE dari dua Sekte Super di Wilayah tepian Barat, untuk memburu Sima Yong dan kawanannya.


"Bianfu Wang wajib tahu bahwa dua Sekte Super dari tepian Barat, kini mulai memburu Raja Kelelawar beserta semua kaki tangannya" Kata Wei Park ketika itu. Dia membujuk Xong Hui Yong untuk pergi bersama dengan dia, mengingat manusia itu tampak mulai berat hati.


Xong Hui Yong hampir menangis ketika dia harus berpisah dengan rumah hiburan yang dikelolanya sejak awal-awal dia pergi ke Ibukota Kekaisaran puluhan tahun yang lalu.


"Manusia bodoh !


Kamu pikir para SAGE itu tidak dapat meraba bekas aura tersisa di Lapangan Dedalu sana?


Jelas-jelas mereka telah mengenali aura kita, lalu tinggal menunggu waktu untuk kamu mati di ujung pedang ahli-ahli peringkat tinggi itu" Wei Park menatap jijik kearah Xong Hui Yong yang menangis tersedu-sedu.


Tak lama setelah kepergian mereka menuju perbatasan di Kota Cerpelai Biru, rumah hiburan milik Xong Hui Yong diratakan dengan tanah oleh enam orang SAGE dari Sekte Super di tepian Barat.


Beruntung Akademi Sastra tempat Wei Park mengajar, adalah satu akademi yang di kelola pihak kerajaan, sehingga akademi itu luput dari kebinasaan, meskipun ketika penggeledahan dilakukan, akademi sempat mengalami kehebohan.


Berminggu-minggu mereka berlari di padang stepa itu, bukannya dua orang itu tidak tahu bahwa mereka saat ini tengah di buru oleh seseorang.


Mereka tahubenar, karena nNaluri mereka sebagai asasin sejati mengatakan bahwa ; seseorang saat ini tengah memburu mereka, meskipun jaraknya masih terpaut sangat jauh. Sepanjang jalan keduanya berubah-ubah arah agar jejak mereka tersamarkan, sehingga waktu yang diperlukan menuju utara, menjadi meningkat dua kali lamanya.


Akirnya, setelah menembus pintu masuk wilayah utara ini, dua orang itu langsung mengarahkan Kuda Merah Api Surgawi untuk melanjutkan perjalanan dengan terbang menuju bagian Barat wilayah Tengah, dengan penerbangan.

__ADS_1


Ketika pada akhirnya mereka melihat dari kejauhan sepuluh gunung yang menjulang penuh es, buru-buru Kuda Merah Api itu menukik untuk pendaratan,


"Pegunungan Khar Amitan telah didepan mata.


Sudah saatnya kita berlari cepat menuju puncak tertinggi" kata Wei Park


Dua orang itu lantas berlari menggunakan kemampuan light skill, karena pelarangan terbang di larang di sekitar pegunungan ini. Tidak sempat lagi mereka memperhatikan bahwa terjadi keanehan disekitar mereka, seperti terasa kehadiran seseorang ahli peringkat tinggi disana.


Baru saja kurang lebih sepebakaran hio mereka berlari, sekonyong-konyong sesosok tubuh terlihat melakukan gerakan salto, lalu mendarat indah dan berdiri di depan mereka. Jaraknya lebih dari dua tombak.


Pria itu berusia muda, paling tua 35 tahun. Dia berpakaian seperti seorang tuan muda dari Klan-klan kaya, dengan penampilan mewah dan tampan. Kultivasi orang itu berada di ranah Kuasi SAGE. Katanya,


"Tuan berdua, mengapa anda begitu terburu-buru?


Adakah sesuatu yang tuan berdua kejar?


MAri bercakap-cakap sejenak. Ada hal yang ingin aku tanyakan" Suara boleh ramah. Akan tetapi tangan pria itu kini telah memegang sebilah pedang


Hati Wei Park dan Xong Hui Yong serasa mencelos seketika. Dengan melihat penampilan mewah pria muda didepan mereka, kedua nya langsung tahu bahwa sosok inilah yang sepanjang pelarian mereka dari Kota Cerpelai Biru, seperti membayangi pelarian keduanya.


"Tidak usah tuan ini bertanya-tanya lebih jauh.


Bukankah anda adalah praktisi dari Tepian Barat, Sekte Para Bintang?


Bukankah anda mentargetkan Raja Kelelawar beserta kawan-kawannya?


Mari kita sudahi sesi tanya jawab basa basi belaka. Tidak ada yang perlu dijelaskan. Langsung saja kita adu pedang !" lugas jawaban yang diberikan Wei Park.


Tanpa meminta jawaban dari pria itu, Wei Park dan Xong Hui Yong membuat gerakan pedang.


"Tsing - tsing !"


Dua gerakan pedang mengiris kejam dengan menimbulkan aura dingin, mencoba membelah pria yang berdiri di depan mereka. Pria itu mengeluarkan dengusan menjengek,


"Dua ekor semut mau mencoba-coba melawan seorang ahli kuasi SAGE...

__ADS_1


Istirahat !" pria itu menekuk tangannya, lalu seberkas pukulan yang mengandung hawa murni melayang cepat, menghadang dua kekuatan pedang"


"Blep !" dua hawa pedang yang ditebaskan Wei Park dan kawannya, serasa seperti batu yang diceburkan kedalam air. Lenyap tanpa bekas.


"Ih.. Teknik melawan kekerasan dengan kelembutan" tanpa sadar Xong Hui Yong mengeluarkan suara kaget.


"Rupa-rupanya ada sedikit juga pengetahuan yang kamu berdua ketahui.


Sekarang coba kamu berdua merasakan serangan telapak ini" pria itu membentuk pukulan Telapak Dewa,


Wush !


Satu ilusi berbentuk telapak terbang dengan cepat, menuju kearah Wei Park dan Xong Hui Yong. Tapak itu makin lama makin membesar, seiring dengan pertambahan nilai ATK yang terkandung di dalamnya.


"Bunga Persik Berguguran !" Wei Park menghadang serangan telapak itu dengan teknik pedang pamungkas yang dia miliki. Biasanya teknik ini dilakukan sebagai serangan terakhir didalam pertempurannya.


Dilain pihak Xong Hui Yong juga tidak mau kalah cepat dibanding Wei Park. Dia membuat irisan pedang dengan mengerahkan gerakan Pedang Dua Puluh Tebasan Pedang Kesengsaraan. Energi berwarna ungu mencuat, dan menjalar menghadang serangan telapak yang di kerahkan Ahli Kuasi SAGE itu.


Pria itu, Ahli Setengah Langkah SAGE itu mengeluarkan nada menghina ketika merasakan sambaran kekuatan pedang berhawa membunuh dari dua lawannya. Dengan santai dia mengucapkan,


"Blok dan Rebound !"


Sebuah cermin raksasa berwarna putih seketika muncul dari serangan telapak itu, dan ketika dua hawa pedang yang di tebas oleh Wei Park dan Xong Hui Yong berbenturan dengan cermin putih itu, tidak terdengar suara apa-apa.


Namun efeknya adalah Wei Park dan Xong Hui Yong merasakan penderitaan hebat. Kala itu, kekuatan pedang Bunga Persik Berguguran dan Tebasan Pedang Kesengsaraan berbalik menyerang mereka masing-masing.


Bruk !


Dua orang pembunuh bayaran itu terlempar beberapa tombak kebelakang. Dari mulut kedua nya mengalir darah. Xong Hui Yong bahkan tampak menggigil.


Tebasan Pedang Kesengsaraan adalah suatu teknik yang berniat mengambil nyawa dalam satu tebasan. Ketika pukulannya itu berbalik karena teknik rebound lawan, nasib Xong Hui Yong kini berada di ujung tanduk.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2