
Tiga anak muda itu, Lin Hong, Peng Fai dan Yu Long tiba pada akhirnya tiba di Kota Azalea lalu mereka mengambil kesempatan untuk berbincang dengan Tuan Morenyu.
"Coba kalian ceritakan apa yang kalian lihat di Dataran Tengah sana" kata Morenyu.
Yu Long selaku yang paling dituakan didalam kelompok tiga itu, pun memulai menceritakan semua pengamatan mereka di Dataran Tengah sana. Bahkan dia dengan rinci menjelaskan kultivasi dua anak muda yang berasal dari Timur dengan peringkat Kuasi SAGE dan SAGE level dua.
Morenyu tampak mulai berjalan mondar-mandir didalam ruangan Balai Harta Baru. Dia berpikir keras untuk mencari jalan keluar bagi ahli-ahli di Wilayah Utara sini untuk secepat mungkin meningkatkan kultivasi mereka.
Karena kenyataan berbicara ketika tim mata-mata berkunjung kesana, informasi bahwa di Dataran Tengah, kemajuan dalam praktik bela diri adalah jauh dari yang mereka bayangkan selama ini, membuat dia gelisah.
"Aku akan meminta Fei Ma mengeluarkan lebih banyak Pil Ekstreem Ungu, untuk dapat mempercepat peingkatan Kultivasi kalian menerobos ranah SAINT" katanya gembira.
"Lalu aku akan meminta Alkemis Jiang Fai untuk meracik lebih banyak lagi pil-pil peningkatan kultivasi yang akan ku jual dengan harga terjangkau di seluruh cabang kami di Utara sini" kata Morenyu dengan gembira...
Beberapa hari kemudian, Tuan Morenyu datang mengumpulkan Yu Long, Lin Hong, Peng Fai, Baishede dan Zushede.
"Masing-masing dari kalian akan menelan Pil Ektreem Ungu lalu mengurung diri untuk berkultivasi.
Aku juga menyertakan Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva yang akan membantu seseorang untuk menerobos menjadi SAINT peringkat Surgawi.
Akan tetapi semua itu kembali lagi ke bakat dan keberuntungan ketika berkultivasi nanti.
Semoga ketika nanti kalian membuka pintu masa menutup diri kalian, SAINT surgawilah yang akan kalian capai".
Baishede, Zushedhe, Yu Long dan Lin Hong memilih untuk berkutivasi menutup diri di Menara Raja Kelelawar, sedangkan Peng Fai lebih memilih untuk melakukan masa menutup diri di pegunungan Pedang Awan yang aliran Qi nya cukup kuat di sana.
Sementara musim berganti, Tuan Morenyu kini terus membina hubungan yang baik dengan semua sekte di Wilayah Utara sana, dimana Balai Harta Baru ini, secara diam-diam selalu memberi pasokan sumber daya kepada masing-masing master sekte baik di Kekaisaran Great Ying, maupun kekaisaran lain di luar Great Ying.
Bahkan secara diam-diam Balai Harta baru telah mengambil para Master sekte itu, sebagai anggota pembunuh bayaran dari Organisasi Istana Raja Kelelawar.
Hanya saja karena sistem organisasi seperti ini adalah sesuatu yang serba rahasia, maka tidak seorangpun diantara anggota yang terdiri dari Master-master Sekte itu saling mengetahui satu sama lain. Semuanya memiliki kode nama panggilan dengan nama yang berbeda-beda untuk masing-masing pembunuh bayaran.
Secara pelan tapi pasti, Balai Harta kini tumbuh menjadi sebuah kekuatan besar, yang mana banyak sekali Roque Kultivator yang kemudian datang ke Balai Harta Baru untuk bergabung sebagai pengikut, sehingga Balai Harta Baru itu, kini telah mengembangkan luas bangunannya menjadi dua kali lipat dibanding keadaan sebelumnya.
Balai Harta baru bahkan kini telah merekrut lebih dari 5000 Roque Kultivator, dan menyewa secara khusus Panglima perang dari Kekaisaran Great Ying dan bertugas melatih 5000 Roque Kultivator ini sebagai tentara elit Balai Harta Baru. Dengan rata-rata kultivasi di ranah Alam Spirit Agung bintang 1 sampai 4 (karena semua pasukan elit akan mendapat asupan pil khusus yang dibuat Alkemis Jiang Fai), pasukan elit Balai Harta ini mendapat nama khusus tentara ungu.
Tuan Morenyu bahkan membayar mahal kepada Tn. Liang Zhang dari Persekutuan Mekanik dan Blacksmith di Kota Bintang Pagi (Morning Star City) untuk membuat secara masal sepatu yang mengandung sayap, jubah panjang yang didalamnya mengandung baling-baling, rompi khusus untuk pertahanan serta sarung tangan dan Helm khusus untuk Pasukan elit Tentara Ungu.
Sementara itu, di Gurun Terkutuk yang awalnya merupakan tempat terpencil dan mengerikan bagi banyak orang, kini mulai sering terjadi peperangan-peperangan kecil antar berbagai Sekte dari Wilayah Utara melawan sekte-sekte Wilayah Barat.
Hal ini paling sering di picu karena rasa sentimen orang-orang utara, ketika mengingat dahulu sekali mereka pernah di jajah oleh orang-orang Klan iblis dari Barat sana, ketika kemampuan praktisi Wilayah Utara dinilai sangat rendah saat itu.
Sekarang ketika perkembangan Dunia Utara yang melesat amat cepat, setelah Balai Harta Baru menjual banyak sekali sumber daya sumber daya bermutu tinggi dengan harga terjangkau, sehingga kultivasi orang-orang utara mengalami peningkatan yang sangat luar biasa.
Jikalau dahulu kala, untuk seseorang dengan kultivasi di ranah Alam Spirit Agung adalah sesuatu yang amat istimewa di Utara sini, kini cukup banyak sekali ahli yang memiliki kultivasi di ranah tersebut. Misalnya saja, para Tentara Ungu dari Balai Harta Baru itu, semua nya memiliki Kultivasi minimal Alam Spirit Agung bintang satu.
***
Waktu pun berlalu, tak terasa lamanya telah lewat setahun lebih dari peristiwa Peng Fai dan dua anak muda lainnya kembali dari Dataran Tengah.
Kini Wilayah Utara telah memasuki cuaca musim dingin, dimana sampai sedemikian dinginnya udara sampai-sampai anginpun serasa mampu mengiris kulit orang, serupa pisau mengiris ikan dengan bumi sebagai alasnya.
Ketika itu di perbatasan Gurun Terkutuk yang membatasi tanah berpasir kering dengan Bumi Utara penuh tumpukan salju itu, tampak sepuluh anak muda yang mengenakan seragam sekte Pakaian Putih dengan sulaman pedang dan awan di dada tengah bertengkar dengan dua puluh sosok praktisi lainnya.
Dua puluh sosok lawan pakaian putih itu terlihat masing-masing memiliki tanduk kecil menghiasi kepala mereka, dan semuanya mengenakan pakaian serba hitam. Mereka sudah di pastikan adalah kelompok ras iblis.
"Oh.. Rupa-rupanya ini adalah sekelompok tikus kecil dari Sekte Pedang Awan di Utara sana,
Kalian telah sedemikian berani nya merambah hingga ke Gurun Terkutuk ini, dan berani mengaku-ngaku kalau Dark Beast ular itu adalah hasil kerja kalian (Monster Hitam)...
Jelas-jelas itu adalah hasil panah anggotaku tim ku yang membuat mati monster itu. Kalian secara sengaja mengaku-ngaku bahwa mahluk itu dibuat tak berdaya oleh kalian.
Hayo.. kalian dapat segera menggelinding pergi, sebelum tuan ini turun tangan mengambil nyawa" Kata Mo Heiren dari ras iblis itu.
__ADS_1
Mo Heiren mengayunkan pedang nya dengan maksud menjatuhkan pedang di tangan sepuluh murid Sekte Pedang Awan itu, akan tetapi dia mengalami kejutan.
Trang !
Sebuah pedang bercahaya putih menghadang tebasannya, membuat tangannya serasa kesemutan. Jika saja tidak merasa malu, Mo Heiren kemungkinan telah melepaskan pedang di tangannya.
"Alam Spirit Agung bintang enam?" Mo Heiren terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka, seorang murid dari Sekte Pedang Awan yang dahulunya mereka pandanga rendah, kini memiliki seorang jenius seperti itu?
Seorang gadis terlihat tertawa mengejek, setelah pedang putih di tangannya berbenturan dengan Mo Heiren.
"Cih iblis,
Banyak lagak sekali dirimu itu. Kamu dengan kawan-kawan iblismu terlalu lama terbenam dengan lamunan bahwa kalianlah ras terhebat.
Akan tetapi lihat kenyataan sekarang ini...
Kamu tidak lebih dari semut di hadapan seorang yang bahkan hanya murid pelataran dalam dari Sekte Pedang Awan" Ying Xianghua nama gadis Sekte Pedang Awan itu mengolok-olok dan disambut tertawa keras dari sembilan siswa lainnya.
Melihat gelagat kurang menguntungkan, Mo Heiren bergegas memberi kode kepada kawan-kawannya yang lain, sehingga dalam sebuah kode teriakan keras, ke dua puluh ras iblis itu menerjang menggunakan pedang dengan niat membunuh sepuluh siswa Sekte Pedang Awan.
Semua siswa Sekte Pedang Awan tentu saja tidak mau mati percuma. Dengan kultivasi mereka yang rata-rata di ranah Alam Spirit Agung itu mereka lantas membentuk formasi array yang kemudian dengan kuat menindas dua puluh praktisi ras iblis itu.
Pertarungan itu berlangsung hingga dua ratus pukulan, ketika pada akhirnya, Ying Xianghua yang berada di garis terdepan barisan pedang, menggoreskan pedang putihnya...
Mati ! Bentak Ying Xianghua
Tampak sabetan pedang putih itu membuat dua kepala ras iblis menggelinding meninggalkan tubuh mereka.
Mo Heiren terkejut dan spontan memberi instruksi..
Mundur !
Ras iblis tersisa itu melompat mundur sejauh hampir 10 tombak. Dengan menampakkan raut terkejut, Mo Heiren mengeluarkan sesuatu dari dalam cincinnya. Ternyata itu sebuah peluit. Lalu dengan nada suara yang mengancam dia berkata kepada semua siswa Sekte Pedang Awan...
Prittt - prritt - priit !
Seketika semua orang di tepian Gurun Terkutuk itu merinding ketika sebuah hawa penindasan yang beraura sangat gelap keluar dari langit dan memenuhi area hingga satu lie jauhnya.
"Ahli Alam Pencerahan Suci" jerit Ying Xianghua panik.
"Lari.." seketika sepuluh siswa Sekte Pedang Awan itu berlari mencoba menghampiri perbatasan Gurun Terkutuk dengan Tanah Salju Utara.
"Asal kita telah menginjakkan kaki di tanah bersalju itu, tidak nanti iblis itu merani meyentuh kita bar sehelai rambut" teriak Ying Xuanhua memberi semangat.
Akan tetapi patut di sesalkan. Kemampuan seorang ahli Alam Pencerahan Suci amatlah diluar batas yang dapat di tanggung sepuluh siswa Sekte Pedang Awan. Satu demi satu jeritan pilu terdengar, ketika mahluk yang mengenakan senjata mengerikan berupa tiga cakar panjang di tangannya, merobek tubuh mereka.
Ying Xuanhua mengeluh ketika Cakar iblis itu menembus punggungnya, namun dia senang. Di akhir hidupnya gadis itu masih sempat melepaskan sebuah jimat tanda bahaya sekte, yang dengan cepat meledak di udara dan terbang sangat cepat kembali ke Sekte Pedang Awan.
Mo Heiren dan kawan-kawannya memberi hormat kepada mahluk yang baru muncul itu,
"Terima kasih Senior Mo Datou.
Seandainya tidak ada anda, maka dapat di pastikan kami semua telah tewas"
Mo Datou itu lalu melengos tanpa bersuara, dan dia memerintahkan Mo Heiren dan kawan-kawannya untuk menguliti Monster Ular yang menjadi bahan pertikaian tadi.
"Aku ingin makan daging dark beast itu.
Kamu silahkan memasak dagingnya dan menghidangkan kepadaku. Anggaplah itu sebagai upah ku"
Kelompok ras iblis itu lalu beramai-ramai menguliti daging dark beast, mereka membuat api dan berencana berpesta di Gurun Terkutuk. Saat itu Mo Heiren serta kawan-kawannya tanpa malu-malu saling berebut untuk menjilat Mo Datou dengan memberikan bagian daging terbesar kepada senior Datou.
"Dengan kultivasi sehebat anda ini, sudah sepantasnya bagian terbesar dari daging dark beast ini menjadi jatah anda" kata Mo Heiren menyodorkan sembilan bagian daging miliknya kepada Mo Datou.
__ADS_1
Sembilan belas orang itu pun berpesta di Padang Terkutuk, sambil mengeluarkan beberapa tempayan berisi minuman keras.
"Tak istimewa rasanya jika pesta tanpa minuman anggur seperti ini" teriak Mo Heijian, di sambut sorakan riuh dari kelompok ras iblis itu.
Mereka berpesta hingga waktu memasuki kentongan ketiga menjelang tengah malam.
Saat itu udara di gurun yang ekstreem telah berubah sangat dingin, sehingga minuman anggur yang dibawa kelompok ibis itu dengan cepat habis. Ketika salah satu dari kelompok mereka baru saja akan bergerak menuju kapal roh dan mengambil minuman tambahan yang baru, sekonyong-konyong langit di atas Gurun Terkutuk berubah warna menjadi seperti jingga seperti langit sore hari.
"Sesuatu fenomena terjadi... Semua waspada" bisik Mo Datou serius.
Semakin lama warna jingga itu semakin tebal dan menindas, lalu diatas langit tampak seseorang dalam balutan jubah berwarna putih terbang mendekati kelompok ras iblis itu.
Meskipun sosok itu terlihat mempesona dan penuh misteri, namun semua menyaksikan lengan baju sebelah kiri pria itu melambai kosong, pertanda dia tidak memiliki satu tangan.
"SAINT ..!" desis Mo Datou panik.
Ketika pria itu terhenti di udara, melayang di ketinggian sepuluh tombak, suara yang terdengar datar berkata..
"Apakah kalian yang membunuh kelompok murid Sekte Pedang Awan ku itu?" dia menunjuk kearah mayat murid-murid Sekte Pedang Awan yang terbiar di padang pasir tanpa di kebumikan.
Mo Heiren menggigil seketika. Sementara Mo Datou berpikir keras mencari cara untuk melarikan diri. Mahluk berlengan satu ini terlalu mengerikan pikirnya...
Ketika pria itu tidak mendengar jawaban apa-apa atas pertanyaannya, dia menggumam,
"Sikap diam kalian kuanggap sebagai pernyataan mengiyakan" Dia lalu tersenyum.
Kemudian tanpa disangka-sangka dari lima jari tangannya keluar lima hawa pedang Qi yang dengan cepat membelit leher lima praktisi iblis terdekat. Suara mahluk tercekik terdengar, namun dengan cepat semua melihat lima buah kepala telah jatuh menggelinding di pasir.
"Selanjutnya.." pria itu menggumam pelan sekali lagi, dan berturut-turut Qi pedang dengan cepat mengeksekusi praktisi iblis itu hingga tersisa Mo Datou seorang.
Mo Datou menggigil keras. Dia tidak berani melarikan diri karen dia tahu, lari atau tinggal adalah tetap sama hukumannya, mati !.
Pria lengan satu itu berkata lembut kepada Mo Datou,
"Lihat...
Aku akan memberi mu satu kesempatan.
Jika kamu dapat bertahan dengan satu pukulanku, maka kamu akan kubiarkan hidup..
Apakah kamu setuju?" tanya pria lengan satu.
"T-tuan S-saint.. A-ampunkan aku" suara Mo Datou terdengar tidak jelas lagi.
Masih dalam nada sabar, pria lengan satu itu berkata lembut..
"Sekarang kamu coba bertahan dengan satu pukulanku ini..."
"Lihat Telapak ...!" sosok pria lengan satu itu melayang lambat kearah Mo Datou, yang buru-buru mengangkat dua cakar roh di tangannya. Dia balas menyerang dalam suara teriakan yang sangat keras...
"Cakar Tengkorak Putih !"
Krak - krak - kak
Senjata cakar Mo Datou patah tidak keruan, diikuti dengan semua tulang sepanjang lengannya patah-patah. Mo Datou melolong pilu ketika telapak pria berlengan satu itu menembus dadanya, meninggalkan luka hangus yang langsung membuat Mo Datou kehilangan nyawanya.
Pria lengan satu itu menatap tawar kearah semua mayat, dan dia menggumam pelan,
"Padahal aku belum menggunakan pedang sama sekali.
Ah... Mengapa ras iblis ini menjadi semakin lemah?"
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...