
Readers semua, maaf kali ini chapter agak pendek. Penyebabnya author hari ini sibuk untuk pindah rumah. Besok author akan melakukan perjalanan ke salah satu kota di Jateng naik kereta api. Doakan agar author tiba dengan selamat. Sebisa mungkin author akan melakukan kegiatan mengetik meski dalam perjalan agar besok tetap terbit chapter baru.
Jangan lupa Favorit, like dan beri komentar positif agar author tetap semangat menyelesaikan kisah ini. Salam….
------------------------------
“Kamu lagi… tolong jangan menggangguku. Aku sibuk saat ini” kata Sima Yong menggunakan transmisi
“Akan tetapi aku berniat membantumu, well… tentu saja dengan syarat tertentu” kata Pegasus itu dengan licik.
“Diam… kamu mengganggu konsentrasiku” bentak Sima Yong yang dibalas dengan gerutuan tidak jelas dari suara Pegasus itu.
Sementara itu, ketiga gorgon terlihat mulai merapalkan mantra. Dengan segel unik berkilauan yang terbentuk di atas kepala mereka, ketiganya saling menyatukan kekuatan jiwa. Sebuah ilusi aneh bernentuk Panjang melingkar raksasa mulai tampak terbentuk setelah ketiganya menyatukan kekuatan jiwa. Dalam sekejab mata ilusi lingkaran itu berubah menjadi ular raksasa. Kekuatan dahsyat penyatuan tiga kekuatan jiwa kaum gorgon.
Wujud ilusi ular itu bagian atasnya menyerupai wajah Wanita namun sosok memiliki ekor seperti layaknya ular. Sinar mata ular raksasa itu menyala dan mengeluarkan sorotan bagaikan cahaya rembulan dimalam hari. Anehnya rambut mahluk ilusi itu terdiri dari kumpulan ular yang terlihat meraung ganas dengan wajah yang kelaparan.
“Penggabungan kekuatan jiwa yang demikian hebat sehingga mampu membangkitkan ilusi mahluk legendaris Medusa” dengan terkejut Sima Yong menatap ilusi raksasa yang telihat mulai melirik kearahnya.
Beruntung sekali, Sima Yong tetap mempertahankan matanya dalam posisi menutup sehingga dia tidak terganggu sama sekali dengan sorot mata yang konon dapat membuat siapapun yang menatapnya, akan berubah menjadi batu.
Ilusi medussa itu terlihat membuka matanya lebar-lebar. Sebuah cahaya besar keluar dari dua bola mata besar itu dan mengunci kearah Sima Yong.
“Ssslaahhh…”
Sinar raksasa itu berkelebat menyambar kearah Sima Yong dengan cepat. Bagi para ahli, sinar itu bahkan lebih tajam dari pedang manapun. Sinar itu merupakan bentuk pedang sihir terbaik yang baru kali ini dilihat Sima Yong.
“Duaar…” ledakan terjadi diiringi segala berubahnya mahluk hidup yang berada diruang lingkup sambaran cahaya berubah menjadi batu, lalu kemudian menjadi ribuan potongan batu ketika diiris dengan sinar mengandung pedang sihir itu.
Sima Yong sendiri berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan Teknik teleportasi. Kemudian tangannya sendiri membentuk segel sihir lalu mantra kematian terucap dari bibirnya…
“Mantra kematian kelima… Badai es rembulan”
Kembali gerhana Matahari terjadi Ketika dua rembulan bergerak dengan cepat menutupi dua matahari yang bersinar. Didalam keadaan kegelapan karna gerhana itu, nampak seolah-olah dua rembulan diangkasa terlihat mengucurkan badai es raksasa yang turun menyerang monster medussa itu.
Monster medussa terkurung didalam badai es yang membentuk kristal sehingga untuk sesaat monster itu terdiam kaku. Dengan keadaan membeku seperti begitu, apabila dibiarkan lebih lama, tiga gorgon yang telah membentuk monster medussa Sudha pasti akan menderita luka jiwa yang hebat.
Saat itu ketiga gorgon terlihat menggigil karena serangan terhadap monster adalah sama halnya dengan menyerang jiwa mereka. Hawa dingin itu terasa begitu dingin dan meresap hingga dari otak ke sum-sum tulang. Hampir saja mereka berteriak tidak tahan ketika medussa telah berubah menjadi kristal es.
“Bertahan…. Jangan menjadi terpengaruh” kata salah satu gorgon Ketika melihat rekan nya yang lain mulai merancau dalam Bahasa yang tidak karuan. Sepertinya gorgon itu akan menderita gangguan jiwa.
Sambil menggertakkan gigi, gorgon yang menggigil itu berusaha berteriak keras dan melakukan Teknik manipulasi dengan sihir. Dia menggigit lidahnya dan menyemburkan darah untuk meningkatkan kekuatan. Itu adalah suatu tindak akhir namun akan berakibat fatal. Akantetapi Tindakan penyelematan diri dengan membakar jiwa melalui meluki diri seperti itu sepertinya berhasil. Gorgon itu merasa segar Kembali bahkan kekuatannya meningkat dari sebelumnya. Kembali dia menyatukan kekuatan jiwa dengan dua gorgon lainnya.
__ADS_1
“Menghancurkan…!!!”
Kekuatan baru itu membuahkan hasil. Monster medussa itu mulai bergerak. Ekornya terlihat yang pertama kali bergerak. Lalu dalam sekejab mata ketika ekor ular monster itu telah bergerak bebas, medussa ular itu mengibas dengan kekuatan yang amat kuat dan menghancurkan semua es kristal yang memerangkap tubuh fisiknya.
“Duaar….”
Es itu pecah…. dan dalam Gerakan yang amat cepat, medussa Kembali melompat menyerang kearah Sima Yong. Ekornya dengan gesit dikibaskan mendahului sinar mata yang mampu membuat mahluk hidup menjadi batu. Rencananya medussa itu akan menghajar iIma Yong dengan ekornya, lalu pada saat terkejut, Sima Yong pasti akan membuka mata.
Akan tetap medussa itu salah prediksi kali ini. Sima Yong menggunakan tubuh oracle jiwa nya sama sekali tidak merasa perlu membuka mata. Oracle jiwa dapat melihat dan mengirim informasi kepadanya.
“Wussh….”
Ekor ular itu mengibas dan menyapu Sima Yong yang telah siap dengan Teknik sihir pertahanan.
“Mantra kematian keenam…”
“Badai Meteor…”
Masih dalam keadaan gelap tiba-tiba dunia serasa berguncang Ketika tiba-tiba dunia serasa dipenuh dengan hujan percikan api meteor.
“Duaar…..”
Sedangkan Sima Yong? Pria itu terlempar jauh akibat benturan kekuatan besar itu. Biar bagaimanapun kekuatan yang dikandung oleh sabetan ekor medussa mengandung kekuatan sihir besar setara ahli Alam Pencerahan Suci.
Sima Yong memuntahkan darah segar. Kepalanya pusing, semua tenaga di dalamtubuhnya serasa terkuras habis.
“Celaka… mahluk jadi-jadian itu benar-benar amat kuat”
“Apa Tindakan yang harus aku lakukan selanjutnya??” batin Sima Yong.
Buru-buru dia menyentuh Cincin Mutiara Kehidupan. Di hirupnya semua energi cadangan yang telah dia simpan di Cincin itu. Energi baru mengalir dengan cepat menggantikan energi yang telah terkuras didalam pertempuran melawan medussa.
Hening…… lalu kemudian Kembali gangguan terjadi.
“Masih juga tidak percaya dengan kata-kataku? Kamu hanya akan mati konyol Ketika mencoba melawan ketiga gorgon itu tanpa menggunakan senjata sihir” Kembali suara Pegasus memenuhi benaknya.
“Diam..!! jika kamu tidak dapat membantu, maka diam adalah jalan terbaik untuk membantuku menenangkan pikiran” bentak Sima Yong.
Pegasus itu terdengar hanya mendengus dingin. Sepertinya mahluk tua itu tersinggung Ketika dibentak oleh seseorang yang dia anggap bayi. Dengan usia sedemikian tua, yaitu ribuan tahun… dia menjadi arah Ketika bayi berusia 22 tahun memarahi nya.
“Setidaknya kemampuan tempurku setara dengan ahli di ranah Alam Saint (Suci Agung). Kamu harus menghormatiku yang lebih tua ini” nadanya terdengar tersinggung dan seperti kekanak-kanakan yang merajuk Ketika dimarah orang dewasa.
__ADS_1
“Cih… kamu hanya seekor kuda tua yang mengaku memiliki kultivasi tinggi. Akan tetapi kenyataan terlihat didepan mata. Kamu yang katanya memiliki kultivasi tinggi itu berhasil ditawan tiga mahluk horror yang ranah kultivasinya jauh dibawah kamu” caci Sima Yong.
Dengan tersinggung Pegasus itu berbicara,
“Sekali lagi aku katakan. Aku bukanlah mahluk yang mampu menggunakan sihir untuk bertempur. Tentu saja aku dikalahkan mereka dengan mudah karena semua Teknik ku tidak berarti apa-apa terhadap mereka. Hanya kekuatan sihir yang dapt menghancurkan mereka.”
“Jika kamu mau bekerja sama, aku memiliki sebuah senjata sihir berbentuk pedang dan armor. Namun kamu harus berjanji membebaskanku setelah kamu memenangkan pertempuran itu” bujuk si kuda tua.
Sima Yong tertawa keras melalui transmisi.
“Jangan kamu kira aku ini manusia yang bodoh. Aku tahu apa yang ada dipikiran mahluk-mahluk mitos seperti kamu itu. Bukankah setelah aku membunuh medusa dan tiga gorgon itu, kamu akan dengan mudah menaklukanku dengan kekuatanmu di ranah Alam Saint itu. Itu tidak akan terjadi”
DIlain pihak Ketika mereka saling berbicara, medussa terlihat mulai menampakkan ekornya dari reruntuhan bebatuan gunung. Mahluk itu masih hidup. Dapat dipastikan mahluk itu secara pelan-pelan telah berhasil memulihkan kekuatannya dari luka akibat adu kekuatan sihir tadi…………………….
“Ayo cepat… medussa itu terlihat mulai bergerak. Aku khawatir Ketika tiga gorgon itu pulih dari pingsannya, mereka akan membuat medussa itu Kembali kuat dan membunuh kamu” dengan panik Pegasus itu berteriak.
“Lalu apa urusannya dengan kamu??? bukankah yang akan dibunuh adalah aku?? Lalu kamu akan baik-baik saja” teriak Sima Yong karena kesal. Dia merasa kuda tua itu terlalu mengatur dan mendesaknya.
“Mereka akan membunuhku juga nanti. Saat ini mereka telah lengkap bertiga. Inti core milikku akan di pakai untuk meningkatkan kekuatan sihir mereka. Ketika itu, bahkan monster sekelas Khaimera tidak akan menjadi lawan mereka. Ayolah kita bekerja sama adik kecil.. cepattt!!”
Sima Yong berpikir sejenak. Lalu rencana licik muncul dikepalanya…
“Baik aku mau menolongmu. Namun dengan satu syarat. Kamu harus mau menjadi hewan kontrak dengan ku. Dan itu harus 1000 tahun lamanya” kata Sima Yong tegas…
“Apa??? Kamu gila… aku menolak”
“Kalau begitu, silahkan menunggu ajalmu. Aku pikir aku masih memiliki beberapa Teknik sihir pamungkas yang belum aku coba menghadapi medussa itu. Mungkin aku bisa menang…” kata Sima Yong
Sima Yong lalu melompat berdiri. Setelah menyerap energi kekuatan Sima Yong telah pulih sebanyak 70 %. Ini adalah kekuatan yang dia rasa cukup untuk melanjutkan pertempuran. Ketiga gorgon itu juga terlihat telah sadar dari pingsan dan tengah memulihkan kekuatan. Kalimat-kalimat aneh terdengar Ketika mereka merapalkan mantra pemulihan dan membangunkan medussa sekali lagi.
Kini suara Pegasus itu kini berubah menjadi jinak dan ramah Kembali,
“Anak muda… aku menyerah. Baiklah aku bersedia menanda tangani kontrak denganmu 1000 tahun lamanya. Akan tetap kamu harus membebaskanku terlebih dahulu biar kamu dapat menggunakan Pedang dan armor sihir ini..”…....
*Bersambung*
Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1