
Prolog..
Dahulu sekali, waktu yang terasa telah lama berlalu, dan masa yang ingin dilupakan banyak orang karena mengandung cerita kepedihan, di suatu tempat di Belahan Utara Benua Silver pernah terjadi pertempuran dahsyat yang mengambil banyak jiwa ahli-ahli ternama.
Tepatnya tempat itu adalah Padang Es abadi yang berdekatan dengan Kota Azalea. Kala itu... seorang praktisi dari ras iblis bernama Mao Jianheeng menyerang ahli-ahli dari aliansi Sekte-sekte besar Kekaisaran Great Ying menggunakan sebuah teknik kuno, sampai-sampai beberapa Master Sekte dan praktis Aliansi Tujuh Sekte Kekaisaran Great Ying tewas dalam pertempuran itu.
Mao Jianheeng, adalah seorang jenius dan praktisi muda paling disegani di Klan Ras iblis wilayah Barat. Keberadaan Mao Jianheeng mematahkan pameo yang mengatakan,
"Di dunia ini hanya Ras Manusia dan Ras Elf saja yang diberkati Langit, dan mampu mengolah kekuatan seni jiwa tinggi"
Kenyataannya Mao Jianheeng adalah salah satu jenius yang mampu memainkan sebuah Teknik Pertempuran Jiwa Kuno yang di sebut sebagai Teknik Musisi Kematian atau Pemusik Setan, dimana Mao Jianheeng dalah jenius yang berhasil mengolah kekuatan jiwa secara terbatas pada alat musik Gu Zheng, dan menggunakannya untuk pertempuran dengan sebutan Pemusik Setan.
Di Padang Es Abadi itulah, dengan Gu Zheng nya, Mao Jianheeng menyerang dan merusak jiwa banyak ahli-ahli sehingga kemampuan mereka menurun dan dengan mudah di taklukkan kelompok ras iblis bersama sekutunya (Baca ulang Chapter 63).
Namun semua itu telah sirna, dan kini tak seorangpun dari ras iblis yang diberkati Langit, sehingga mampu mengolah kekuatan jiwa seperti Mao Jianheeng, setelah jenius Klan iblis itu tewas di tangan seorang Master Pedang yang berasal dari utara.
Akan tetapi harapan yang sirna dari semua ras iblis kini bangkit kembali. Leluhur klan iblis yang bernama Mo Lao Gui, rupa-rupanya salah satu ras iblis yang diberkati Langit, sehingga mampu mengolah teknik jiwa dan memainkan teknik kuno Musisi Kematian itu.
Mo Lao Gui memetik dawai dengan nada terakhir pada Gu Zheng di tangannya, lalu musik yang sempat membuat jiwa semua penghuni domain ras iblis terombang-ambing dalam kegalauan dan ketidak pastian yang terasa aneh, kini ikut-ikutan menghilang.
"Akan ku cari Master Pedang itu, lalu akan ku mutilasi tubuhnya menjadi potongan kecil, lalu ku hamburkan kepada burung-burung nasar pemakan bangkai, agar dia mati dan tidak bisa bereinkarnasi kembali" batin Mo Lao Gui geram.
Hati leluhur Klan iblis itu demikian sedih, setelah mendengar riwayat Mao Jianheeng, yang menurutnya adalah bakat yang hanya akan muncul sekali dalam 200 tahun.
Masih dalam rasa galau karena memikirkan nasib klan iblis yang kini terasa begitu miskin akan bakat, Mo Lao Gui lantas mengajak lima orang SAINT pengawalnya untuk berkunjung ke Kota Gerbang Seribu Mimpi.
"Aku ingin melihat-lihat area Gurun Terkutuk itu. Akan beruntung bagiku ketika keberuntungan datang dan mempertemukanku dengan Master Pedang jubah hijau itu" kata Mao Lao Gui yang langsung menghilang di balik awan, disusul lima ahli SAINT pengawalnya.
******
Pagi itu langit Gurun Terkutuk demikian cerah. Meskipun sinar matahari terasa membakar kulit seperti bara api yang siap membakar daging diatas panggangan,
Tampak sebuah Kapal Roh Raksasa terlihat membelah langit dan mendekati alun-alun Kota Gerbang Seribu Mimpi.
Orang-orang lalu berkumpul menatap kagum ketika kapal roh yang penuh dengan panji-panji sebuah Kekaisaran asing terlihat berkibar di tiang-tiang kapal, yang kini telah berlabuh di alun-alun kota.
"Apakah kapal itu milik seorang bangsawan dari negri asing?" tanya orang-orang yang mengagumi kemegahan kapal roh tersebut.
"Aku pikir kapal itu milik seseorang pejabat Kekaisaran asing yang nyasar di Kota Gerbang Seribu Mimpi.
Bukankah ini hanyalah sebuah kota kecil? Untuk apa mereka datang dan hanya melihat-lihat di kota tandus ini" jawab orang yang lain sambil berdiskusi.
Mata para penonton di alun-alun kota semakin terbelalak, ketika dari atas kapal, melompat turun seorang pria dalam balutan pakaian tempur seperti seorang Panglima dari Kekaisaran tertentu. Panglima itu berjalan dengan tegap dan aura penindasan terpancar keluar dari sekujur tubuhnya.
"SAINT level lima !" jerit riuh para penonton dengan ngeri. Itulah jeritan ketidak percayaan orang-orang yang mengawasi kapal roh sejak awal-awal. Tontonan itu semakin menarik !
Tak lama SAINT itu berdiri seperti menunggu seseorang di alun-alun, lalu seseorang yang berpakaian pejabat yang adalah otoritas tertinggi Kota Gerbang Seribu Mimpi, tergopoh-gopoh datang menghampiri SAINT gagah itu.
Dua orang itu berbincang hingga sepebakaran hio, lalu sang SAINT mengeluarkan sesuatu cincin yang diberikan kepada otoritas kota.
Sebaliknya, Otoritas Kota terlihat memberikan segulungan salinan yang mudah di tebak sebagai peta, lalu keduanya saling membungkuk memberi hormat.
SAINT itu kini berbalik dan kembali naik keatas Kapal Roh, dan tak lama kemudian kapal roh itu memutar haluan dan bergerak kearah utara.
"Ternyata mereka itu adalah sekelompok Tentara dari Kekaisaran Haiyang Timur, nun jauh di tepian timur Benua Silver letaknya.
__ADS_1
Mereka akan melakukan perjalanan ke utara, untuk menemui seseorang yang merupakan anggota keluarga kerajaan"
Pembicaraan dan pembahasan mengenai Kapal roh raksasa mewah itu tak habis-habisnya di bahas penduduk Kota Gerbang Seribu Mimpi hingga malam menjelang. Karena Kota itu adalah sebuah kota kecil, maka wajar saja keberadaan Kapal Roh mewah tadi pagi, sangat membekas dan selalu dibahas penduduk kota hingga beberapa hari kedepan.
Mao Lao Gui serta lima SAINT ras iblis tiba di Kota Gerbang Seribu Mimpi, ketika kentongan pertama di bunyikan malam itu. Mao Lao Gui mendengarkan cerita kehebohan Kapal Roh dari pembicaraan orang-orang yang datang makan di sebuah restoran terkenal kota itu.
Mao Lao Gui saat itu terlihat hanya diam-diam saja sambil menikmati makanannya. Kupingnya terkonsentrasi dengan pembicaraan seru, dari orang-orang yang menurut dia udik itu.
Selepas santap malamnya, Mao Lao Gui kembali mengajak Lima SAINT nya untuk kembali terbang mengikuti kemana dia akan pergi.
"Aku punya sebuah rencana.
Kalian Ikuti aku dan lakukan apa yang aku instruksikan nanti"
Mao Lao Gui bersama lima SAINT itu terbang dan menghilang di kegelapan malam, dimana matanya berkilat-kilat, dan bibirnya memasang senyum kemenangan,
"Rencanaku ini sangat luar biasa" kata leluhur ras iblis itu.
******
Saat itu pagi baru akan menjelang, ketika kentongan kelima baru saja dibunyikan di kota-kota.
Pangeran Zhao Sagung duduk dengan gelisah di geladak kapal roh yang membelah langit menuju utara. Didepannya duduk pula dua orang Panglima Kerajaan berkultivasi SAINT level lima. Mereka menemani dia meminum anggur langka yang dikeluarkan koki dari penyimpanan kerajaan, khusus untuk menemani perjalanan mereka.
"Entah mengapa hati ku sedemikian gelisah.
Semakin kami mendekati negri utara ini, perasaanku semakin kacau. Aku tadi kalau-kalau hati adik Fan Beauty telah berubah setelah dia bertemu beberapa orang dari kehidupan lamanya di utara sana" mata pangeran Zhao Sagung terlihat kosong menatap bintang sebelah utara di langit.
"Pangeran tidak perlu segelisah ini" kata salah satu SAINT berpakaian panglima kerajaan.
Aku bertanya-tanya di dalam hati. Akankah seseorang di utara sana, orang-orang yang konon demikian primitif dan bar-bar akan dapat mengalahkan ketampanan dan kemampuan teknik beladiri Pangeran Zhao Sagung ini?
Aku pikir akan sulit sekali mencari saingan anda. Nona Fan Beuaty tidak akan mungkin berpaling dari anda"
Jelaslah hati Pangeran Zhao itu langsung berubah menjadi membaik. Dia sangat terhibur mendengar pemujaan dan kata-kata menjilat yang di ucapkan dua SAGE itu.
Katanya dengan rasa gembira yang membuncah ..
"Baiklah kalau demikian ..
Hayo kita habiskan anggur istana yang sangat langka ini. Kudengar dari koki istana, kalau untuk membuat minuman anggur ini, bahan-bahannya di datangkan khusus dari benua tetangga yang juga merupakan bahan langka disana"
Tiga orang itu lantas terlibat dalam kegembiraan sambil menikmati anggur nikmat itu. Tanpa terasa kentongan kelima baru saja mau berakhir, dimana matahari pagi mulai malu-malu memancarkan warna kemerahan di bagian Timur.
Ketika tiga orang itu baru saja akan beranjak untuk masuk kekamar dan beristirahat, lamat-lamat terdengar petikan sebuah alat musik Gu Zheng.
Pada awalnya musik itu terdengar biasa-biasa saja. Namun semakin lama, suara musik itu terasa seolah-olah membetot jiwa membuat tiga orang praktisi SAINT dan Kuasi SAGE itu menjadi pusing.
Suara Musik yang semakin hari semakin keras dan membuat kacau pikiran orang.
Semua prajurit di kapal roh terlihat telah jatuh tak sadarkan diri. Dari mulut mereka terlihat darah mengalir. Sepertinya kondisi jiwa prajurit-prajurit itu telah mengalami kerusakan.
Zhao Sagung dan dua SAINT panglima itu buru-buru mengambil posisi lotus, mereka melakukan meditasi untuk mengusir gangguan musik sihir yang serasa mengoyak jiwa itu.
Ketika itu muncul diatas awan-awan sesosok tubuh manusia bertudung, yang terlihat duduk bersila sambil mengambang dan memetik Gu Zheng. Tak lama kemudian muncul lima sosok lainnya yang mengenakan kerudung dan menyembunyikan wajah mereka.
__ADS_1
Setelah merasa dirinya tidak lagi terganggu dengan musik yang dipetik ahli itu, Pangeran Zhao Sagung dan dua SAINT berdiri di anjungan kapal dan memulai percakapan dengan enam sosok yang masih melayang dalam jaran setengah lie di udara.
"Tuan berenam, kami adalah pasukan dari Kekaisaran Haiyang Timur yang akan melakukan perjalanan menuju utara.
Namaku adalah Pangeran Zhao Sagung, dan dua panglima ini adalah panglima kerajaan Haiyang Timur kami.
Ijinkan aku bertanya... Apakah anda adalah kerabat atau keluarga dari tiga orang ahli dari utara, yang beberapa waktu lalu pangeran ini pernah bertemu dengan Tua Peng Fai, Nona Lin Hong dan Tuan Yu Long.
Mereka adalah ahli musisi jiwa sehebat anda. Bahkan kami dapat dikatakan sebagai teman...." insting Zhao Sagung mengatakan bahwa mereka dalam keadaan bahaya.
Oleh karena itu dia menjual nama Peng Fai, Yu Long dan Lin Hong yang beberapa waktu lalu dia temui di Dataran Tengah. Bukankah Peng Fai it menjelaskan bahwa teknik bermain musik kuno yang mempengaruhi jiwa itu telah punah?
Zhao Sagung lantas berpikir kalau kelompok yang menghadangnya adalah orang-orang dari kelompok yang sama dengan Peng Fai dan kawan-kawannya. Bukankah kata Peng Fai ketika itu, hanya di praktisi utara saja yang melestarikan musik sihir kekuatan jiwa itu?
Pria berkerudung yang memegang Gu Zheng itu terlihat tersenyum lebar, ketika Zhao Sagung mengatakan bahwa dirinya adalah teman dari Peng Fai dari utara.
Mendadak tangannya memetik Gu Zheng dalam irama yang makin kacau. Dengan seketika tiga orang itu, Zhao Sagung dan dua ahli SAINT itu merasakan serupa badai yang maha dahsyat datang menyerbu dan berusaha menyobek-nyobek jiwa mereka.
"Dia memiliki kekuatan jiwa di ranah master jiwa SAINT level dua" jerit salah satu SAINT Kekaisaran Haiyang Timur panik.
Mereka bertiga berusaha untuk duduk bersemedi, dan menenangkan jiwa yang terasa mulai kacau itu.
Akan tetapi sepeminum teh kemudian seorang SAINT menjerit dengan darah yang mengucur dari semua lubang di tubuhnya. Dia terjatuh, kemungkinan SAINT itu telah mati dengan jiwa yang tercabik-cabik.
Menyusul kemudian SAINT yang satunya terjatuh, mati dengan kondisi berlumuran darah.
Zhao Sagung menyusul jatuh dengan darah yang mengucur dari semua area yang memiliki lubang di tubuh.
Pangeran itu menghembuskan nafas terakhir, ketika satu petikan dawai yang menghentak dari tangan ahli Gu Zheng itu, membuat jiwanya yang semakin lama makin tipis itu, menjadi hancur berkeping-keping.
Seisi kapal kini telah mati, dan itu hanya ketika mereka berhadapan dengan satu Ahli Pemusik Setan dari Klan ras iblis bernama Mo Lao Gui.
Leluhur iblis itu lantas berkata dengan dingin kepada salah satu SAINT nya,
"Bawa kembali kapal roh itu menuju timur, dimana Negri Haiyang Timur berada.
Katakan bahwa Zhao Sagung itu mati ditangan ahli-ahli Pemusik Setan dari Utara.
Bukankah saat ini seluruh dunia tahu, kalau hanya ahli-ahli khusus di utara sana yang dapat memainkan teknik kuno ini?" kata Mo Lao Gui dengan mimik lucu.
"Lalu aku ingin menonton pertarungan antara ahli-ahli utara itu melawan orang-orang dari negri timur" Mo Lao Gui mengakhiri kata-katanya dengan tertawa menggunakan suara yang mengandung Qi, terdengar membahana sampai-sampai dari kejauhan suaranya terdengar seperti suara hantu.
Tak lama setelah SAINT ras iblis itu menyeret kapal roh Kekaisaran Haiyang Timur menuju Negri di timur, Mo Lao Gui ikut-ikutan menghilang di balik awan...
Lalu Gurun terkutuk itu kembali diam dan membisu. Angin pagi berhembus menyisakan hawa dingin yang serasa merontokkan tulang-tulang. Tidak terdapat sedikitpun keindahan di Padang Gurun Terkutuk itu, selain hawa pembantaian dan saling membunuh yang kian lama kian kental terasa.
Tidak satupun yang menyaksikan peristiwa pembantaian Pangeran Mahkota dari negri Haiyang Timur, kecuali jika Gurun Terkutuk itu sendiri, dan jika dia dapat berbicara dan menceritakan tentang kisah-kisah pembantaian yang terjadi di tempat itu, mungkin orang akan muak mendegar kisah-kisah kejahatan di Gurun Terkutuk itu.
Sejak hari itu, hari kematian seorang Putra Mahkota Kerajaan di negri Timur di Gurun Terkutuk, dan mulai detik itu pula Gurun Great Sun di tetapkan sebagai arena pertempuran antara ahli-ahli dari lima wilayah Benua Silver, dengan sebutan Gurun Terkutuk. Nama Great Sun menghilang tergantikan nama yang awalnya hanya sebuah julukan.
Inilah awal-awal kekacauan besar yang akan terjadi di Benua Silver.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1