Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Lima Murid Sekte Awan Hitam bagian 1


__ADS_3

Selama tiga hari itu Wang Yong berkultivasi untuk memahami Teknik Pedang Melukis Nirwana. Teknik ini berisi 24 serangan pedang yang mematikan. Teknik Pedang ini adalah ciptaan dari Founder atau pendiri Sekte Pedang Awan ratusan tahun yang telah lewat. Dengan Teknik pedang ini, pendiri Sekte Pedang awan melanglang buana di Kawasan Utara Benua ini sebagai salah satu praktisi pedang ternama pada masanya.


Efek yang keluar Ketika melakukan serangan dengan Teknik Pedang Mewarnai Nirwana ini adalah praktisi memanipulasi energy Qi di salurkan ke arah pedang, maka Qi tersebut akan berubah membentuk 5 helai Qi pedang yang masing-masing memiliki warna sesuai element dasar kultivasi milik praktisi tersebut.


Karena dasar energy kultivasi Qi Wang Yong adalah element Es maka kelima helai Qi pedang yang muncul adalah variasi gradasi warna dari cahaya kristal es. Kelima gradasi itu indah dilihat namun sulit dikatakan termasuk dalam jenis warna apa kelima Qi pedang tersebut.


Mirip dengan serangan Seribu Hujaman pedang, Qi lima warna ini akan pergi menerjang mengikuti pedang utama, ketika ditembakkan dari keluar dari pegangan tangan praktisi.


Akan tetapi ada perbedaan diantara Seribu Hujaman pedang dibanding Melukis Nirmawana yaitu ke lima Qiedang berwarna itu secara fleksibel bisa memencar sendiri, dan tidak mengikuti arah induk pedang. Ketika Wang Yong menggunakan pengerahan lima Qi pedang warna itu bersama dengan Niat Pedang...., efek yang dihasilkan sungguh luar biasa diluar bayangan dirinya. Pedang utama di tangan seakan menjadi komandan ketika benak nya memerintahkan ke lima Pedang Qi berwarna itu untuk bergerak sendiri-sendiri untuk menyerang sasaran. Masing-masing meliuk-liuk untuk menyerang lawan dari posisi berbeda sesuai perintah di benaknya.


Kedahsyatan Teknik Melukis Nirwana ini ketika di eksekusi oleh praktisi yang telah memahami niat pedang, lalu memasukakkan Niat Pedang itu kedalam teknik ini. Bahkan Founder Sekte Pedang Awan sendiri pasti akan terkejut (jika masih hidup) ketika dia melihat Teknik ciptaan nya menjadi begitu menakjubkan di tangan seorang praktisi yang memahami niat pedang.


Well… akan tetapi belum saatnya Wang Yong menampilkan kemampuan Niat Pedangnya bukan? Ada terlalu banyak praktisi diluar sana yang akan membunuhnya begitu tahu dia telah memahami Niat Pedang. Bibit uggul yang tetap dibiarkan hidup lebih lama akan menjadi lawan yang mematikan di kemudian hari.


**********


Pagi yang cerah ketika tiga remaja berkumpul di kaki puncak Hijau Sekte Pedang Awan. Persiapan tim mereka menuju Hutan Fairy Cliff (Hutan Tebing curam milik Peri karena disitu ada wilayah perbatasan antar dunia manusia dan Portal menuju Domain Dunia Elf) . Masing-masing membawa perlengkapan baik makanan maupun hal penting untuk menemani perjalanan mereka mencari Buah Embun Pagi.


Karena ini bukanlah perjalanan wisata, melainkan perjalanan untuk mencari bahan-bahan yang berguna untuk dunia cultivator maka sudah dapat di perkirakan banyak bahaya akan timbul tempat tumbuhnya Buah Embun Pagi. Karena itu segala jimat-jimat telah dipersiapkan terutama jimat-jimat pelindung dan jimat pembantu pertempuran.


Peng Fai merasa sangat bersyukur dirinya dibekali berbagai jimat penyelamatan diri untuk berjaga-jaga. Tak dapat dia bayangkan berapa biaya, ketika melihat Murid-murid Puncak lain yang harus mengeluarkan Poin Kontribusi untuk membeli 1 buah jimat saja. Sementara dia memiliki berbagai jimat pemberian Fenying dan juga dari Wang Yong. Sambil menarik nafas dalam-dalam dia membatin, semua Master Symbol memang kaya. Sangat mudah bagi mereka untuk memperoleh kekayaan di dunia cultivator ini.


Hari telah menjelang senja ketika tim mereka telah masuk makin dalam di Hutan Fairy Cliff. Arah tujuan adalah arah dimana sesuai info yang didengar Peng Fai dari Muri-murid Puncak Biru.


“Aku mendengar bunyi pedang beradu”


Wang Yong berbicara pelan kepada kedua kawannya.


"Kalian tunggu sebentar disini"


Lalu kemudian sosok tubuhnya menghilang dalam sekali hentakan kaki ketika dia mengerakan energy Qi ke sepatu, dan

__ADS_1


benaknya memerintahkan sensor dijubah untuk menggerakkan empat baling-baling di jubahnya. Wang Yong melayang dengan sangat cepat di dalam hutan yang mulai gelap, teebamg menuju kearah bunyi bentrokan pedang itu.


Setelah lima belas menit melayang menuju ke kedalam Hutan Fairy Cliff, bunyi suara bentrokan itu semakin jelas. Akan tetapi jumlah dentingan pertukaran pedang menjadi berkurang jumlahnya. Sepertiya ada pihak yang telah mengalami kekalahan. Wang Yong mendarat dengan ringan diatas puncak sebuah pohon, tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


Hal yang membuat darahnya mendidih adalah di depan matanya dia melihat sosok 4 tubuh remaja mengenakan seragam Sekte Pedang Awan terkapar dengan darah yang mengalir disekitar mereka. Sementara itu, Nampak seorang perempuan yang juga mengenakan seragam Sekte Pedang Awan berdiri ditengah sambil menghunuskan pedang Merah dan dia dikelilingi lima sosok berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng hitam.


Gadis yang dikelilingi oleh lima sosok bertopeng hitam itu adalah sosok yang dia kenali, Lin Hong. Wang Yong jelas-jelas hafal dengan perawakan dan sosok Lin Hong salah satu Finalis Jenius Sekte Pedang Awan.


“Meng Chi..!!! kamu pikir Sekte Pedang Awan aku tidak akan mengetahui kebusukan kalian yang telah menghabis nyawa empat murid sekteku? Kelak Sekte Pedang Awan akan meminta keadilan di Sekte Awan Hitam Kamu"


"Disaat itu kamu dan keempat kawanmu itu akan diambil nyawa oleh Sekte Pedang Awan sebagai kompensasi atas kelancangan kamu membinasakan empat murid sekteku”


Lin Hong dengan marah mengingatkan tindakan Meng Chi yang telah melanggar batas. Dalam hati Lin Hong dia sangat takut. Melawan tiga praktisi Alam Mortal 9, satu di ranah Kuasi Alam Kondensasi Roh dan untuk menghadapi Meng Chi yang adalah Praktisi Alam Kondensasi Roh 2. Meng Chi adalah salah satu jenius dari Sekte Awan Hitam yang akan bertanding di event jenius 7 sekte besar.


“Hahaha… jangan senaif itu Lin Hong. Bagaimana kah caranya jika seseorang yang telah mati akan membeberkan rahasia kami yang telah melenyapkan murid sektemu”


“Lebih baik kamu menyerahkan dirimu yang cantik itu kepadaku. Kita bersenang-senang semalamn, setelah puas melayaniku aku akan memberi mu sebuah kematian yang tidak memiliki rasa sakit”


Sebenarnya awal pertikaian mereka adalah ketika mereka bertemu kelompok Meng Chi dalam perjalanan mencari Buah Embun Pagi, Meng Chi terpesona akan keindahan wajah Lin Hong. Timbul hawa nafsunya ketika melihat akan kecantikan Lin Hong dan berniat untuk memilikinya.


Namun kawan-kawan Lin Hong dari berbagai Puncak Sekte Pedang Awan menjadi marah lalu terjadilah adu pedang. Namun sayang sekali kemampuan kultivasi kelompok Meng Chi jauh diatas kelompok Lin Hong dimana empat kawannya hanya berada pada ranah Alam Mortal 7 dan 8.


“Cih … sekelompok manusia berwajah mesum dan tidak memiliki rasa malu, biarkan aku bertarung sampai mati daripada membiarkan diriku disentuh kelompok menjijikkan seperti kalian”


Pedang Merah berkelebat kearah 5 orang dari Sekte Awan Gelap itu. Adapun Lin Hong sendiri, walaupun bagaimana adalah seorang jenius dari Sekte Pedang Awan. Apalagi dirinya adalah pemegang peringkat tiga dari daftar jenius sekte. Tentu saja serangan pedangnya bukanlah serangan praktisi pedang abal-abal yang dapat diabaikan oleh rata-rata kawanan Meng Chi yang mana emlat diantaranya masih berada di ranah Alam Mortal sembilan (Lin Hong berada di Alam Kondensasi Roh 1).


Dengan tindakan licik Lin Hong yang tadinya terlihat menyerang kearah kawanan mereka berlima, secara tiba-tiba mengalihkan serangan pedangnya ke salah satu pria bertopeng yang menurut Lin Hong adalah praktisi terlemah.


Kontan saja pria yang menjadi sasaran pedang Lin Hong terkejut. Tidak dia sangka sedikitpun bahwa Wanita itu secara tiba-tiba mengarahkan serangan mematikan pedang ke dirinya.


Teknik pertahanan pedang diluncurkan pria bertopeng yang lemah itu….. namun agak lambat rasanya dan..

__ADS_1


“Trangggg….!!” Bunyi benturan pedang Lin Hong dan dirinya terdengar ngilu ditelinga, lalu…..


Cahaya pedang merah berkelebat, ……


“sssrrttttt….!!” suara seperti irisan daging yang menggiriskan hati terdengar


Darah muncrat dari leher pria lemah yang tidak sempat untuk menghindari serangan pedang yang mengandung Qi Alam Kondensasi Roh 1. Apalah daya nya pria malang itu hanyalah praktisi Alam Mortal 9 dan dia sama sekali tidak memiliki keistimewan seperti Teknik peringkat bumi untuk memberi kemampuan tambahan melawan sabetan pedang mengandung Qi Alam Kondensasi Roh.


Lin Hong kemudian tertawa terbahak-bahak…. puas !!!


“Ah... meskipun aku pada akhirnya akan mati oleh kamu, namun setidak nya hati ku merasa gembira. Kematianku


nanti tidak mati secara cuma-cuma. Satu nyawa kawanmu itu biarlah menjadi hidangan pembuka mengantar kematianku”


disusul tawa yang membuat merinding.........


“Keparat kau Wanita ibils… aku akan menodaimu mu lalu mencampakkan mu ke kawanan dark beast yang aku temui nanti, sehingga kamu akan mati dengan penuh penderitaan” Meng Chi sangat marah.


Lalu dia menyerang Lin Hong dengan kekuatan penuh, ketiga temannya ikut membantu Meng Chi. Dalam hitungan sepuluh tarikan nafas saja, kondisi Lin Hong sudah sangat mengkhawatirkan. Tubuhnya penuh dengan sabetan luka serangan pedang dari Empat Murid Sekte Awan Hitam. Rambutnya telah awut-awutan sehingga penampilan seorang kecantikan bagaikan dewi yang dimiliki Lin Hong, saat ini telah berubah menjadi penampilan seorang iblis betina. Mengerikan.


******


“Apakah murid-murid sekte Awan Gelap memang tidak memiliki rasa malukah? Empat orang pria menyerang bersamaan untuk membunuh seorang perempuan?.... jika Pendiri sekte kalian melihat tindakan tidak tahu malu ini, dia pasti akan menangis didalam kuburnya…..”


Sebuah suara terdengar berbicara menyerupai bersenandung ditengah hutan Fairy Cliff itu, terdengar seakan-akan suara kuno yang membawa hawa dingin keluar kedalam hutan. Suara yang membuat bulu kuduk meremang.


“Siapa,kamu?.... tunjukkan wujudmu” Meng Chi membentak untuk menghilangkan rasa merinding didirinya. Entah kenapa, suara itu seperti mengandung sihir yang membuat hati menjadi lemah dan ketakutan.


Lalu kemudian telihat bulir-bulir es salju jatuh bertaburan dari arah atas pepohonan. Setelah semakin dekat terlihat bulir-bulir es tersebut berbentuk Teratai-teratai salju yang makin lama semakin banyak membentuk tumpukan salju. Tercurah dari atas pohon di Hutan Fairy Cliff pada malam musim semi.


Lin Hong sendiri melongo, dalam hatinya dia merasa gembira. “mungkinkah itu dia?....”

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2