Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran Dua Praktisi Alam spirit Agung


__ADS_3

Sima Yong melayang di atas Kota Lanhua untuk mengawasi keadaan kota. Dia berharap kalau-kalau dirinya akan bertemu dengan sosok yang disebutkan oleh tamu di restoran siang tadi.


Rasanya dia sangat penasaran, orang seperti apakah yang selalu mencuri anak gadis lalu kemudian menghisap darahnya? Dan juga... kultivasi seperti apa yang tengah dilatih oleh orang itu sehingga memerlukan sekian banyak pengorbanan darah.


   Malam hampir menjelang pagi dini hari. Namun belum juga terdapat tanda-tanda yang mencurigakan. Sima Yong mulai berpikir akan Kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


   Namun keinginan sima Yong itu segera di urungkannya ketika terdengar suara jeritan histeris dari salah satu rumah penduduk, disusul suara bunyi kentongan tanda terjadi sesuatu yang di luar kebiasaan. Penduduk Kota Lanhua terbangun dengan suara keras kentongan malam.


Wang Yong di dalam bentuk uap tipis itu melayang menuju rumah yang mana terdengar jeritan itu.


   Ketika orang-orang telah mulai berkumpul di rumah keluarga asal jeritan itu, semua menandai bahwa itu adalah rumah keluarga pedagang kaya di Kota Lanhua yang Bernama Saudagar Liu Bao.


   “Tolong aku…. Anak gadis ku gadisku hilang dari kamarnya…. Aku hanya melihat bayangan berkelabat membawa karung besar keluar dari kamar anaku”


   Semua orang yang berkumpul di kediaman Liu Bao lalu ikut masuk meninjau lokasi terjadinya kehilangan anak gadis Pedagang Liu Bao, yaitu kamar anak gadisnya. Semua berpikir siapa tahu ada saja jejak atau petunjuk yang dapat membantu mereka untuk menemukan gadis malang itu.


   Tidak tahan dengan perasaan sedih dan rasa tertekan atas kehilangan anak gadisnya, Saudagar Liu Bao mendadak jatuh pingsan. Orang-orang menjadi panik untuk membantu pedagang tersebut untuk sadar.


   Sima Yong tanpa menunggu lama langsung melesat kearah Barat Kota. Dan untuk menunjang pencariannya,  dia telah menyerap aura anak gadis Pedagang Liu Bao dikamarnya tadi. Sima Yong kemudian melemparkan sebuah jimat kelas surgawi sa,bil berkata,


“Beri petunjuk….”


   Sehelai aura gadis malang yang sempat diserapnya tadi, dilemparkan kearah jimat petunjuk itu. Lalu kemudian terlihat jimat menyala dan kemudian bergerak terbang ke araha Barat Kota. Sima Yong bergegas mengikuti kemana arah jimat pergi.


   Setelah satu jam perjalanan mengikuti jimat tersebut, mereka tiba di sebuah bukit berbatu yang tingginya kira-kira 500 meter dari permukaan tanah. Benda itu kemudian terbang naik menuju puncak bukit diikuti Sima Yong.


   Jimat petunjuk itu berhenti ketika mereka telah mencapai puncak bukit. Sima Yong kemudian melebarkan mata nya agar tatapannya dapat melihat menembus kabut yang menyelimuti puncak bukit itu.


Samar-samar nampak di bagian tengah puncak bukit itu sesosok bertanduk yang tengah duduk bersila, sementara tampak seorang gadis terkulai dalam keadaan tidak sadarkan diri melayang didepan sosok bertanduk itu.


Sima Yong dapat memastikan bahwa sosok bertanduk itu adalah ras iblis dari Barat.


   Ketika tangan ras iblis itu terjulur kedepan… seberkas cahaya merah terserap keliar dari tubuh gadis malang itu. Teknik penyedot darah yang dilakukan tanpa melalui mengalami proses pelukaan.


Ketika nanti darah korban telah selesai di sedot, yang tersisa adalah sosok tidak bernyawa yang kering dipenuhi keriput seperti jeruk keriput yang layu.


“Terlambat… kejam sekali Teknik kultivasi yang dilakukan iblis ini”


Dengan kecepatan yang tidak terduga, seketika itu juga Pedang Hati Rembulan telah berada di tangan sima Yong dan dengan pria muda itu memulai serangan Pedang Melukis Nirwana


“Serangan pertama… Semburat Cahaya Nirwana”

__ADS_1


Sekelompok aura pedang berwarna kristal menyeruak keluar dengan bunyi yang sangat memekak kan telinga. Lalu kemudian Ketika Sima Yong menangis perlahan….


“Pergi…”


Kelompok cahaya kristal itu melesat dengan kekuatan dahsyat dalam kecepatan tinggi menuju sosok bertanduk itu.


Tidak mau mati percuma terkena aura pedang yang ganas itu, sosok iblis bertanduk itu melepaskan gadis malang yang tengah di hisap seluruh sari-sarinya. Lalu dia terlihat menyatukan kedua tangan didada dan membentuk segel yang kemudian terlihat seperti nyala api merah terang,


“Serangan pertama Telapak Long Huo.. !!!”


Catatan : Telapak Long Huo ini dalam Bahasa Indonesia berarti Telapak Naga Api atau Dragon Flame Palm. Itu semua tergantung readers lebih enak menggunakan Bahasa apa yang akrab ditelinga.


  Segel api didada iblis itu mengembang dengan sangat cepat lalu membentuk bola api. Sosok iblis itu lalu mengirimkan telapak tangan raksasa yang menyala penuh api untuk menyambut serangan pertama dari Teknik Melukis Nirwana yaitu Semburat Cahaya Nirwana.


   Dua kekuatan besar bertemu diudara. Serangan cahaya pedang yang disebut Semburat Cahaya Nirwana itu bertemu dengan telapak raksasa yang terbuat dari api. Ledakan Eksplosive terjadi seketika di udara…


“Duaaar…….”


   Ribuan cahaya berwarna warni yang indah jika dilihat mata itu meledak memenuhi atmosfir bukit batu itu. Ledakan yang demikian keras bahkan sampai mengguncang Kota Lanhua.


Puluhan Kultivator yang berada didalam Kota Lanhua menjadi sangat tertarik. Dan dalam sekejab mata, puncak bukit berbatu di pinggiran Kota Lanhua itu menjadi arena pertempuran yang di penuhi penonton beeju,lah hingga ratusan Kultivator.


   Akibat benturan eksplosive kedua teknik tadi, masing-masing terdorong mundur sepuluh Langkah. Keduanya terlihat kaget dengan lawan yang mereka hadapi itu.


Di lain pihak, ras Iblis itu juga merasa terkejut ketika adu teknik penuh hawa energi Qi itu membuat dia telempar mundur hingga sepuluh Langkah….


*******


“Ck ck ck… ternyata ada juga dari ras manusia yang memiliki tingkat kultivasi tinggi seperti anda. Seorang Praktisi dengan Ranah kultivasi Alam spirit Agung”


“Namaku Mao Yuwen dari ras iblis di belahan Barat Benua ini. Aku adalah Panglima Perang ras iblis yang dikirim ke belahan Uatar ini. Tolong perkenalkan nama anda lalu kita akan melanjutkan adu kemampuan duel ini”


Mao Yuwen ,erasa perlu untuk menjadi lebih hati-hati. Pengalaman ketika mendapati bahwa lawan didepannya yang telah mengirimkan serangan kepadanya adalah sesosok praktisi yang berada di Alam Spirit Agung. Sama-sama berada pada ranah kultivasi Alam Spirit Agung. Sedikit kelebihannya adalah dia berada satu level lebih tinggi.


Insting waspada memenuhi seluruh tubuh Mao Yuwen.


“Aku Sima Yong Rakyat Kekaisaran Great Ying. Aku bukan orang penting…. Tindakan anda sangatlah kejam dengan menggunakan teknik gelap yang terlarang di Wilayah Utara ini”


Sima Yong menjawab dan menegur cara kultivasi Mao Yuwen. Sikap dan tatapannya sangatlah serius. Lawan didepannya adalah seorang Panglima Perang ras iblis.


“Basa basi telah lewat, lalu mari kita tentukan siapa pemenang didalam duel ini……”

__ADS_1


Mao Yuwen lalu Kembali membentuk segel Api dan dalam sebuah Gerakan yang terlihat aneh dia kembali berteriak,


“Serangan kedua Telapak Long Huo, Amukan Naga Api ……”


Tangan raksasa berwarna merah membara itu ditembakkan kearah Sima Yong.


Sima Yong tidak kalah mengerikannya. Dengan suara yang terdengar membius penonton namun cukup pelan dia merapalkan mantra untuk melepaskan serangan kedua teknik pedang Melukis Nirwana.


“Serangan kedua Lautan Jingga nirwana…”


   Lima aura pedang besar yang memancarkan warna bagaikan warna langit sewaktu petang, melesat dengan pesat. Seakan tidak mau kalah dan dengan meluap luap menyambut datangnya telapak tangan raksasa berwarna merah membara itu.


Kembali ledakan yang lebih keras lagi membahana di seluruh atmosfer bukit berbatu itu. Gaung nya hingga keseluruh Kota Lanhua.


   Sima Yong melihat bahwa serangannya kembali tidak berdampak significan.... kelihatannya keduanya seimbang. Kekuatan Mao Yuwen memang tidak dapat dipungkiri adalah Alam Spirit Agung. Langsung berpindah pada serangan kelima teknik melukis nirwana,


“Serangan kelima … Lima Cahaya Nirwana"


   Lima helai aura pedang melesat dalam bentuk warna gradasi kristal kebiru-biruan. Setelah mencapai Ranah Kultivasi Alam Spirit Agung, pemahaman Teknik Pedang dan penggunaan teknik pedang yang Sima Yong miliki telah mengalami transformasi.


Teknik pedang yang awalnya hanya teknik peringkat Bumi, saat di eksekusi oleh Sima Yong, saat ini berubah menjadi terasa bagaikan teknik pedang peringkat surgawi.


   Lima helai roh pedang yang keluar dari Pedang Hati Rembulan itu seakan-akan memiliki jiwa sendiri. Terlihat keli,a roh pedang itu menari-nari dengan ganas menerjang kearah Mao Yuwen. Serangan ke Lima yaitu Lima Cahaya Nirwana menunjukkan kelasnya.


Ras iblis itupun mulai terlihat kerepotan Ketika serang ke lima yaitu Lima Cahaya Nirwana di eksekusi.


   Mao Yuwen bahkan telah mengeluarkan serangan ke tujuh untuk mengimbangi teknik Pedang Melukis Nirwana.


Pertempuran jarak pendek terjadi diantara seorang ahli pedang melawan seorang ahli telapak Naga. Bunyi deru energi Qi yang saling menindas satu sama lain, terasa membawa hawa membunuh memenuhi seluruh atmosfer di Bukit bebatuan Kota Lanhua.


   Para penonton bahkan memilih untuk menjauh dari area pertempuran itu. Tidak ada seorangpun yang berani untuk menantang aura saling serang antara dua praktisi Alam Apirit Agung itu. Mereka tahu benar, bahkan hawa serangan dari kedua praktisi itu dapat membuat mereka kehilangan nyawa.


   Penonton yang terdiri dari praktisi bela diri itu bertanya-tanya. Siapakah sosok pria berbaju hijau yang Bernama Sima Yong itu? Belum pernah sedikitpun mereka mendengar nama seperti itu.


Namun jika melihat ranah kultivasi Sima Yong yang berada di tahap Alam Spirit Agung, mereka tahu bahwa pria berbaju hijau itu adalah salah satu praktisi pedang yang sangat jarang sekali memiliki lawan seimbang di belahan bumi Utara ini.


   Terasa benar kalau semua penonton sangat bergembira. Darah mereka mendidih menyaksikan pertempuran kelas atas itu.


Adalah sangat jarang sekali menyaksikan pertempuran diantara dua Ahli yang berada di ranah Alam Spirit Agung. Sepertinya kisah pertempuran ini kelak akan menjadi kisah yang diceritakan turun temurun dan melegenda di Kota Lanhua.


Sima Yong sendiri tidak memyadari, sejak malam kejadian itu dia menjadi buah bibir di kalangan praktisi yang ada di Wilayah Utara Benua Silver.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2