
“Pangeran… anda dipersilahkan naik ke kapal roh ini untuk bersama kami untuk Kembali ke istana” seorang Pria setengah baya mengeluarkan suara dari sebuah kapal roh yang kini telah berada di pinggiran Telaga Qian Se Hu. Jelas sekali bahwa suara yang diteriakkan pria itu mengandung hawa Qi yang kuat.
“Guru…” seru Ju Qin.
Pria itu lantas melambaikan tangan, dan secara mendadak tubuh Ju Qin seperti ditarik sesuatu kekuatan yang tidak terlihat. Dia serta merta langsung berdiri di samping pria setengah tua itu.
Pria itu menatap tajam kearah Sima Yong yang kini terlihat bersikap sopan dengan sedikit membungkuk memberi tanda salam.
Sima Yong membatin “Guru dari seorang pangeran kekaisaran pastilah bukan sembarang ahli”.
Ketika pria itu masih terlihat seperti menatap dan menyelidiki siapa Sima Yong sesungguhnya, Pangeran Ju Qin menyela dan berkata….
“Guru… ini adalah kenalan baru ku Saudara Sima Yong. Kemampuan bela dirinya amatlah hebat untuk pemuda di usia semuda ini”.
“Bahkan seorang ahli Alam Pencerahan Suci awal dari Kuil Teratai Putih, dengan mudah dibuatnya tidak berdaya…”
Pria itu mengerutkan kening sebentar. Lalu dia menjawab…
“Benarkah??....”
Sekonyong-konyong pria setengah tua itu mengulurkan tangan kearah Sima Yong. Sebuah angin pukulan bertenaga kira-kira 6.000.000 jin terpindah dan menyerang dada Sima Yong..
“Guru… anda jangan gegabah” jerit Pangeran Ju Yin.
Seolah tidak menyadari dirinya didalam bahaya serangan kekuatan 6.000k jin itu, Sima Yong terlihat seolah-olah hanya menggetarkan tubuhnya dalam gerakan yang nyaris tidak terlihat.
Dua jari tangan kanan Sima Yong langsung membentuk segel Pedang.
Ketika angin pukulan pria itu tidak berhasil dan hanya melenceng dari tubuh Sima Yong, secara mendadak segel ditangan kanan Sima Yong membentuk aura Pedang. Jari tengah dan telunjuk pemuda itu kini dia arahkan untuk balas menyerang ke pria setengah tua itu.
Dalam Gerakan yang amat cepat laksana sebuah meteor, tubuh Sima Yong seketika telah berada di hadapan pria itu, dan dengan Aura Pedang di jari telunjuk dan tengah menusuk lurus dan mengunci dada pria itu.
“Duar…” terdengar bunyi ledakan Ketika jari Sima Yong membentur pedang peringkat surgawi yang dipakai pria itu sebagai tameng menutupi dadanya. Pedang itu patah menjadi dua, sementara pria itu melakukan jumpalitan mundur 10 langkah.
Beberapa detik kemudian…
“Sungguh kemampuan yang amat hebat dan langka untuk seorang anak muda seusia anda” kata pria itu sambil menatap kagum.
Sima Yong kini bersikap seolah-olah kejadian itu adalah hal yang biasa saja….
“Terima kasih Penatua karena sudah memuji kemampuanku yang sederhana ini” Kata Sima Yong merendah.
Dengan ragu-ragu pria itu bertanya…
“Dapatkah anda memberi tahukan saya. Siapakah Master anda, atau dari Sekte manakah anda berasal?”
“Perkenalkan namaku Ju Liangyi. Aku adalah guru dari pangeran”
Sima Yong juga menanggapi sikap perubahan menjadi ramah itu dengan memperkenalkan dirinya.
“Namaku Sima Yong. Aku adalah independent Kultivator. Aku yang rendah ini tidak bergabung dengan sekte manapun”
__ADS_1
Dalam hatinya Sima Yong menganalisa…“Guru pangeran ini juga bermarga Ju. Aku yakin bahwa pria setengah tua ini juga merupakan anggota keluarga Kekaisaran Rajawali Agung”
Melihat Sima Yong berpikir ketika dia menyebutkan Namanya, Ju Liangyi langsung berbicara…
“Sebenarnya, pekerjaan ku selain sebagai guru dari Pangeran Ju Qin… pekerjaan aku adalah sebagai Panglima Tentara khusus kekaisaran yang bertugas melindung anggota keluarga Kaisar”
“Dan anda anak muda yang gigih. Meskipun tidak tergabung didalam sekte apapun, anda berhasil mencapai tingkat seperti ini. Menurutku ini adalah hal yang liar biasa” Kata Ju Liangyi memandang kagum ke Sima Yong
Tidak tampak nada menyombongkan diri sedikitpun didalam kata-kata Ju Laingyi itu. Sima Yong merasa lega. Setelah mengetahui tugas pria itu, dia merasa jelas duduk persoalan mengapa Ju Liangyi ini begitu mengkhawatirkan dengan siapa Pangeran Ju Qin berjalan selama ini.
“Aku paham…” simpul Sima Yong sambil membungkuk merendah.
>>>>>>
“Saudara Yong… jika anda nanti berkunjung ke Kotaraja Kekaisaran Rajawali Ju Ying… silahkan berkunjung ke istana. Tunjukkan token ini, maka anda niscaya akan diijinkan menyambangi aku di dalam istana”
Ju Qin Pangeran dari Kekaisaran Rajawali Agung itu lantas memberikan sebuah token dari batu giok yang berlambang Rajawali kepada Sima Yong. Dengan hati-hati jagoan kita menyimpan token batu giok itu didalam sakunya.
“Jika aku telah selesai dengan keperluanku, niscaya aku akan mengunjungi Pangeran Qin di kotaraja kelak”
Ju Qin terlihat puas lalu dia memberi kode kepada gurunya agar dapat menerbangkan kapal roh itu Kembali ke Kekaisaran Rajawali Agung.
Pada waktu kapal baru saja terbang dalam jarak 50 meter, Ju Qin sempat-sempatnya berteriak seperti memberi informasi kepada Sima Yong,
“Anda harus langsung hubungi aku di istana Ketika tiba di kotaraja nanti. Lebih aman jika anda tinggal di istana kami ketimbang di dalam kota. Akhir-akhir ini kondisi kotaraja kami agak tidak aman. Banyak praktisi peringkat atas dari organisasi berbahaya yang wara-wiri di kotaraja” teriak Ju Qin dari kapal roh yang semakin menjauh.
Sima Yong melambaikan tangan sambil tersenyum didalam hati..
Didalam Kapal roh….
“Pangeran… anda harus berhati-hati terhadap anak muda itu. Aku menduga anak muda itu bukanlah sesuatu figure yang sederhana” Kata Ju Liangyi serius.
Sementara itu Pangeran Ju Qin seolah-olah tidak menghiraukan kata-kata gurunya. Dia membantah dengan berujar
“Guru… anda terlalu bersifat defensive kepadaku. Saudara Yong adalah pemuda yang baik. Lihat saja, jika dia sedianya ingin membunuhku… bukankah sejak awal awal perkenalan kami, saudara Yong telah menghabisi aku. Untuk apa harus mengulur-ulur waktu??”
Ju Liangyi pria itu kontan terdiam. Akan tetapi dia masih tetap merasa ada hal yang menarik yang tidak sempat dia gali dari pemuda bernama Sima Yong itu……
>>>>>>
Mao Yinying, pria berjubah putih yang tadinya akan membunuh Pangeran Ju Qin di Telaga Qian Se Hu terlihat terengah-engah berlari menaiki Pegunungan Kembar Suangzhi Shan. Setelah mengacak pelariannya dari Telaga Qian S Hu dengan berpura-pura menghilang dibalik awan… kini dia betul-betul menuju ke Markas Utama Kuil Teratai Putih.
“Aku mesti memberi kabar Wakil Ketua tentang kegagalan misi ini”
“Lagi pula… bisa-bisanya pangeran lemah itu memiliki teman seorang anak ingusan yang berkepandaian menyerupai Ahli di ranah SAINT” pikir Mao Yinying sambil menggerutu.
“Beruntung aku dibekali Teknik perekaman, sehingga image dan teknik pertempuran dari anak muda itu telah aku rekam. Biar nanti Wakil Ketua yang akan menyelidiki siapa pemuda itu” Mao Yinying berlari dengan Teknik light skill sehingga jarak Kuil Teratai Putih sudah berada kira-kira satu jam dari tempat dimana dia berada.
Tiba-tiba…….
Mao Yinying seketika terperanjat. Ketika itu di tengah jalan yang dia lalui, berdiri dalam diam sesosok pemuda yang sedang dia pikirkan…
__ADS_1
“Apa maksud kamu menghalangiku di Kawasan Kuil Teratai Putih ini???” bentak Mao Yinying dengan keras demi menutupi rasa kaget dan rasa takutnya.
Bagaimana bisa pemuda yang sudah dia tinggalkan berjam-jam lalu di Telaga Qian Se Hu itu, tiba-tiba sudah berada di hadapannya. Tampaknya pemuda itu dengan sengaja menghalangi perjalanannya menuju Sekte.
Mao Yinying meraba gagang pedang di pinggangnya sementara tangan kiri nya menyentuh sebuah token array yang akan digunakannya untuk memberi tanda khusus Kuil Teratai Putih, untuk memanggil bantuan.
“Berani sekali kamu bocah… memasuki Kawasan khusus Kuil Teratai Putih tanpa ijin..” Mao Yinying telah siap untuk meledakkan tanda bahaya untuk memanggil bantuan….
Sekonyong-konyong dia merasakan angin pukulan yang amat keras merangsek kearahnya.
Tidak sampai dalam satu kerdipan mata, dua jari pemuda itu telah menembusi bagian tengah diantara kedua alis Mao Yinying. Mao Yinying, praktisi mogui diranah Alam Pencerahan Suci awal itu binasa tanpa sempat membuka token untuk permintaan bantuan ke Sekte Teratai Putih.
Pemuda yang ternyata adalah Sima Yong, kini terlihat melakukan sebuah Gerakan Teknik sihir yang menyentuh kepala mayat itu.
Sima Yong sengaja menghapus semua kenangan tersisa di memory mayat Mao Yinying. Tidak cukup sampai disitu, dengan sebuah lambaian tangan… sebuah Qi pedang melesat dan merusak dua bola mata Mao Yinying.
“Terlalu banyak kamu melihat maka akan ada banyak informasi yang dapat kamu simpulkan siapa aku. Lebih baik kamu tidak melihat atau mengingat sesuatu, daripada semua kenangan itu dapat berakibat fatal seperti keadaamu sekarang”
Sima Yong meninggalkan mayat Mao Yinying yang mengalami kerusakan di memory dan dua bola matanya. Ketika beberapa saat kemudian para praktisi Kuil Teratai Putih menemukan jasad Mao Yinying, mereka sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang siapa yang bertempur ataupun membunuh Mao Yinyin.
>>>>>>
Pesta Perayaan Hari Suci Keagamaan Kuil Teratai Putih di langsungkan siang itu di sebuah sungai Bernama “Sungai Berlumpur”.
Sungai Berlumpur adalah sebuah sungai suci Kuil Teratai Putih. Sekte Kuil Teratai Putih sering mengadakan ritual keagaaman di tempat itu sehingga sungai itu dianggap salah satu Kawasan suci.
Tampak banyak sekali tamu-tamu undangan yang menghadiri upacara suci Kuil Teratai Putih. Tidak kurang dari ratusan tamu undangan Sekte-sekte bintang delapan. Bahkan beberapa praktisi dari sekte bintang Sembilan juga tampak hadir di kursi undangan tamu pada siang itu.
Sebenarnya niat dari tamu undangan yang hadir selain menghormati Sekte Kuil Teratai Putih dengan perayaan Hari Suci Kuil, mereka juga rata-rata memiliki minat yang besar menyaksikan duel antara Wakil Ketua Kuil Teratai Putih melawan Raja Kelelawar.
Berita mengenai janji duel antara dua praktisi peringkat SAINT ini pada kenyataannya telah menyebar luas di kalangan praktisi bela diri Wilayah Tengah.
Alhasil, tamu yang datang begitu meluap karena banyak diantaranya yang tidak memiliki kartu undangan, namun sengaja datang berkunjung untuk menyaksikan keangkeran Raja Kelelawar yang belakangan ini sangat meng-hebohkan Kotaraja Rajawali Agung Ju Ying.
“Hari telah beranjak makin siang… namun jangankan sosoknya. Bahkan bayangan nya pun sang Raja Kelelawar yang fenomenal itu tak tampak sama sekali” keluh pengunjung.
“Jangan-jangan mahluk kelelawar itu ketakutan ketika melihat Keagungan dan kekuatan Kuil Teratai Putih selama upacara suci tadi” jawab yang lain.
“Tidak ku sangka sama sekali, Raja Kelelawar yang terkenal itu takut untuk datang berduel” kata pengunjung lainnya yang tampak mulai kesal.
Ketika semua orang mulai bersungut-sungut dan melecehkan sikap penakut Raja Kelelawar,…. Tiba-tiba iklim dan udara di area seluas 10 kilometer dari Sungai Berlumpur mengalami perubahan.
Kegelapan meliputi area sehingga 10 kilometer, ditambah angin badai mulai menderu-deru. Udara yang tadi panas kini berubah menjadi dingin…..
Semua orang seketika menjadi gelisan dengan fenomena perubahan cuaca ini….
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1