Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kecewa 2


__ADS_3

Sesampainya dikantor Anggun langsung menuju ruangannya. Sinta yang melihat Anggun sudah datang pun menghampiri sahabatnya itu.


" Lo darimana aja, Vandy nyariin lo dari tadi?."


" Gue dari rumah sakit habis nganterin Adik ipar gue?."


" Vanya sakit?, sakit apa?."


" Iya, nggak sakit parah kok Sin, cuma pingsan karena telat makan."


" Telat makan, kok bisa?."


" Karena ngerjain tugas-tugas yang diberi dosennya, jadi lupa makan."


" Ceroboh banget tu anak, kerjaan lo udah gue selesain tu."


" Makasih Sin, lo emang yang terbaik."


" Lo juga sahabat terbaik gue, ya udah kita pulang yuk?."


" Yuk, tapi gue pulang kerumah Mama, kalau kalian gimana?."


" Gue sih kerumah juga, soalnya udah kangen sama Mama?."


" Kalau lo Sil?."


" Gue juga kerumah juga deh, lagian gue juga malas sendirian di apartemen."


" Ok, sekarang kita pulang" kata Sinta.


" Gimana kalau kita makan bakso dulu" ucap Anggun.


" Boleh juga, lagian kita udah lama nggak makan bakso" kata Sinta.


Mereka pun sepakat untuk pergi makan bakso dulu, setelah itu baru pulang kerumah masing-masing. Mereka berangkat pakai Taxi karena mereka kekantor tadi pakai mobil Vandy.


Mereka pun sampai ditempat penjual bakso langganan mereka.


" Sore Kang Mamad" kata ketiga cewek cantik itu.


" Eh Neng, sudah lama nggak kesini?."


" Maaf Kang, kita nunggu Anggun pulang Honeymoon kemarin?" ucap Sinta.


" Neng Anggun sudah menikah?."


" Sudah Kang" jawab Anggun.


" Selamat atuh Neng, semoga pernikahannya langgeng dan cepat diberikan momongan."


" Aamiin, terimakasih doanya Kang Mamad."


" Sama-sama Neng, o iya sampai lupa, silakan duduk Eneng-neng gelis."


Mereka pun duduk, sambil menunggu pesanan mereka datang mereka pun mengobrol dan sesekali bercanda. Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba istrinya Kang Mamad datang.


" Neng Anggun."


Anggun menoleh kearah suara.


" Mbak Susi" ucap Anggun sambil memeluk mbak Susi dan diikuti sama kedua sahabatnya.


" Kemana aja atuh, kenapa baru kesini?."

__ADS_1


" Maaf Mbak pengantin baru" bukan Anggun yang menjawab melaikan Sinta.


" Maksud Neng Sinta, Neng Anggun sudah menikah begitu?."


" Iya mbak, lagi anget-angetnya dia" jawab Sinta.


" Waah selamat atuh Neng Anggun semoga pernikahannya langgeng dan cepat diberikan momongan."


" Aamiin, terimakasih doanya mbak Susi."


" Kapan-kapan ajak atuh suaminya kesini kenalkan sama mbak."


" Insya Allah, Anggun akan bawa suami Anggun kesini?, O iya anak mbak Susi mana?."


" Itu lagi tidur diayunan Neng."


Anggun dan kedua sahabatnya pun langsung melihat bayi berumur 4 bulan itu.


" Waah tampan sekali mbak" kata Anggun.


" Iya, tapi lebih mirip Kang Mamad ya" ucap Sinta.


" Kayaknya perpaduan antara mbak Susi dan Kang Mamad deh" ucap Sisil.


Mereka pun asik melihat bayi yang sedang tidur dengan lelapnya itu.


" Neng ini pesanannya."


" Yuk, mbak makan bakso dulu" ucap Anggun.


" Lanjut Neng."


Anggun dan kedua sahabatnya menyantap bakso yang ada didepan mereka dengan lahapnya.


Setelah Vandy mengantar Vanya pulang kerumah, Vandy memacu mobilnya kembali kerumah mertuanya. Sepanjang jalan kerumah mertuanya Vandy memikirkan cara gimana supaya istrinya bisa memaafkannya.


Mobil Vandy pun sampai dikediaman mertuanya. Vandy membunyikan klakson mobilnya. Mang Ujang yang sudah hafal dengan bunyi klakson mobil Vandy pun membukakan pintu gerbang.


" Malam Mang."


" Malam Aden."


Setelah menyapa Mang Ujang, Vandy melajukan mobilnya menuju rumah utama. Vandy memakirkan mobilnya dibagasi. Selesai memakirkan mobilnya, Vandy pun masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikum salam."


Vandy yang melihat mertuanya sedang duduk bersantai disofa. Vandy langsung menghampiri mertuanya dan langsung bersalaman dan mencium tangan mertuanya secara bergantian.


" Sendiri aja Van, istrimu mana?" tanya Wiguna.


" Anggun masih dikantor Pah."


" Kamu istirahat dulu dikamar Anggun" ucap Kiara.


" Kalau gitu aku keatas dulu ya Ma, Pa" pamit Vandy.


Vandy pun berlalu meninggalkan mertuanya dan pergi kemar istrinya. Vandy sampai didepan pintu kamar istrinya. Vandy membuka pintu kamar istrinya, pintu terbuka, Vandy pun masuk.


Vandy memandang kamar istrinya itu, kamar yang bernunsa warna pink dan putih itu mangambarkan kepribadian sang pemilik yang lembut dan juga baik hati. Vandy tidur diranjang milik sang istri.


" Kamar ini dipenuhi sama aroma tubuh kamu sayang."

__ADS_1


Karena kelelahan ditambah suasan kamar istrinya itu membuat Vandy tambah nyaman. Tak berapa lama Vandy pun terlelap.


Anggun baru nyampe dirumahnya, saat mau masuk kedalam rumah Anggun melihat mobil suaminya sudah terpakir disana.


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikum salam sayang, kamu kok baru pulang?" tanya Kiara.


" Iya soalnya Anggun makan bakso dulu sama Sinta dan Sisil" jawab Anggun.


" Ya udah samperin suami kamu gih, kasian dia nunggu kamu pulang dari tadi."


" Anggun pamit kemar dulu ya Ma."


Anggun berjalan menaiki tangga, sesampai dikamarnya Anggun membuka pintu dengan perlahan. Saat pintu terbuka Anggun melihat suaminya tertidur diatas kasurnya. Anggun berjalan menghampiri suaminya. Anggun tersenyum tipis melihat suaminya yang tertidur dengan pulas.


Setelah memandang wajah suaminya, Anggun berjalan menuju kamar mandi. Anggun merendamkan tubuhnya dibathtub yang sudah diberi aroma terapi. Anggun menikmati waktu mandinya.


Setelah 20 menit berendam, Anggun pun menyudahi waktu mandinya, Anggun memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi. Anggun berjalan menuju walk in closet nya, Anggun memakai baju santainya.


Anggun melihat suaminya masih tertidur. Anggun menghampiri suaminya itu, Anggun duduk diatas ranjang. Anggun memandangi wajah damai suaminya saat sedang tidur. Tanpa sadar Anggun membelai rambut suaminya.


Vandy terbangun karena merasakan sentuhan dikepalanya.Vandy membuka matanya dan melihat istrinya sedang membelai rambutnya, seulas senyum pun muncul dibibir Vandy.


" Aku tau hati kamu itu sangat baik sayang, walaupun kamu berpura-pura marah sama aku, tapi kamu nggak bisa mengabaikan aku."


" Kamu tampan dan gemesin banget sih Mas kalau lagi tidur gini, tapi kalau kamu bangun, kamu tu berubah nyebelin tau nggak?."


Vandy berusaha menahan tawanya karena mendengar ucapan istrinya itu. Vandy masih menikmati belaian istrinya itu.


Anggun mengecup kening suaminya, setelah itu Anggun berdiri dari duduknya, dan pergi keluar kamarnya untuk menyiapkan makan malam buat suaminya itu.


Setelah istrinya pergi Vandy memegang keningnya, dia nggak menyangka istrinya akan memberinya ciuman. Vandy langsung bangun dari tidurnya dan segera membersihkan dirinya.


Sedangkan didapur Bik Ijah sedang sibuk memasak untuk makan malam majikannya. Anggun menghampiri Bik Ijah.


" Ada yang bisa Anggun bantu Bik."


" Makasih non, ini udah mau selesai kok, jadi nona duduk manis aja ya disana."


" Bibik bisa aja, Mama kemana ya Bik?."


" Tadi sih ditaman sama Tuan dan Den Aska."


" Kalau gitu Anggun samperin mereka dulu ya Bik."


" Iya nona."


Selepas nona mudanya pergi Bik Ijah pun melanjutkan kerjaannya kembali. Anggun menemui Mama, Papa serta Adeknya ditaman. Sesampainya disana Anggun melihat Mama, Papa, serta Adiknya.


" Mama, Papa, Adik" panggil Anggun.


" Sayang, mana suami kamu" kata Wiguna.


" Masih tidur Pa."


Mereka pun asik mengobrol sesekali ketawa karena mendengar celotehan Aska. Dari kejauhan Vandy melihat istrinya tertawa lepaspun ikut bahagia.


To be continue...


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author... 😉😉😉


Happy Reading Guys... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2