
Sore hari Anggun sudah bersiap pergi jalan-jalan. Perut Anggun sudah membuncit, jadi Anggun memakai pakaian yang agak longgar, supaya baby nya merasa aman dan nyaman.
Vandy terpesona melihat kecantikan istrinya. Walaupun tubuh istrinya sudah mulai berisi, tapi tidak mengurangi kecantikan sang istri malah bikin tambah cantik dan sexy dimata Vandy.
" Kamu cantik banget sayang" puji Vandy
Seketika wajah Anggun merona, karena mendengar pujian sang suami.
Vandy gemes melihat istrinya yang malu-malu begitu. Vandy sangat suka melihat istrinya yang malu-malu begitu.
" Makasih, Mas juga tampan" puji balik Anggun.
" Udah siap pergi jalan-jalan nya"
"Siap dong"
Vandy dan Anggun keluar dari kamar dengan bergandeng tangan. Diluar para sahabat mereka sudah menunggu.
" Lama amat sih lo?!" kata Aldi
" Suka-suka gue dong, yang bos disini siapa?" tanya Vandy
" Ya ya lo emang bos nya disini" jawab Aldi memutar bola mata nya jengah
" Yuk jalan, ntar keburu malam" ucap Anggun
Mereka pun memulai acara jalan-jalannya. Sore ini mereka hanya jalan-jalan didekat penginapan saja. Besok Pagi baru mereka akan pergi kekebun teh dan melihat kebun warga yang ada disana juga.
Sepanjang jalan para suami asik mengobrol tentang bisnis, dan itu membuat Anggun dan kedua sahabat bosan.
Anggun melihat ada Kakek-kakek menjual talas. Anggun merasa sedih melihat Kakek itu. Umurnya sudah tua tapi masih mencari uang. Anggun terbayang sama Papa nya, andai Papa nya yang berada disana, Anggun tidak sanggup membayangkannya. Air mata Anggun pun jatuh seketika.
Anggun berjalan menghampiri Kakek penjual talas itu. Anggun duduk disamping Kakek itu.
" Kakek jual apa?" tanya Anggun
" Talas, Nak" jawab sang Kakek.
" Kakek sendirian aja jualannya?"
" Biasanya sama istri"
" Terus istri Kakek kemana?"
" Istri Kakek lagi sakit Nak jadi nggak bisa ikut"
Ya Allah, istri Kakek ini lagi sakit tapi dia tetap aja jualan.
Anggun pun tidak dapat lagi menahan air matanya. Sang Kakek pun bigung melihat Anggun tiba-tiba menangis.
" Nak, kenapa nangis?"
" Nggak apa-apa Kek, saya ke inget sama Papa saya"
" Udah mau malam Nak, kenapa masih diluar? sendirian lagi?"
" Saya nggak sendiri Kek, saya sama suami dan juga teman-teman saya. O iya sampai lupa, nama Kakek siapa?" tanya Anggun
" Slamet?"
__ADS_1
" Saya Anggun, Kek"
Anggun mencium punggung tangan Kakek Slamet. Kakek Slamet membelai kepala Anggun. Saat tangan kakek Slamet membelai kepala Anggun, Anggun teringat akan belaian almarhum Oma-Opa nya.
" Nak Anggun bukan asli sini ya"
" Bukan Kek, Anggun kesini hanya pergi liburan"
Anggun dan Kakek Slamet pun mengobrol, dan sesekali Kakek Slamet juga bercanda dengan Anggun.
Dari kejauhan Vandy dan para sahabatnya melihat Anggun mengobrol sama seorang Kakek, dan mereka terlihat sangat akrab. Vandy menghampiri istrinya dan diikuti sama sahabatnya.
" Sayang"
" Hmmmm"
Vandy duduk disamping istrinya.
" Kek kenalin ini suami Anggun, dan itu sahabat Anggun"
"Vandy, Kek" ucap Vandy sambil mencium punggung tangan sang Kakek dan diikuti para sahabatnya.
" Kakek, talas nya Anggun beli semua nya ya, biar Kakek bisa cepat pulang dan bisa beli obat juga buat Nenek"
" Terimakasih Nak" ucap Kakek Slamet.
" Mas gimana kalau kita anterin aja Kakeknya kerumah" kata Anggun.
" Iya Van, kasihan Kakeknya" ucap Aldi.
" Ok, kita anterin Kakek ini kerumahnya" kata Vandy.
Anggun dan Vandy membatu kakek Slamet berdiri.
" Yo jemput mobil, udah malam mau malam kasian Kakeknya kalau jalan" kata Vandy.
" Ok bos"
Gio kembali ketempat penginapan, mengambil mobilnya. Vandy dan yang lain menunggu ditempat kakek Slamet berjualan tadi.
Tak berapa lama Gio datang dengan mobil. Anggun membukakan pintu mobil untuk kakek Slamet. Vandy dan Aldi membantu kakek Slamet naik keatas mobil. Setelah kakek Slamet masuk, Anggun dan yang lain pun masuk kedalam mobil.
Mobil pun melaju menuju rumah kakek Slamet. Rumah kakek Slamet tidak jauh, hanya butuh waktu 10 menit mereka pun sampai.
Para tetangga kakek Slamet heran karena melihat mobil mewah berhenti didepan rumah sang kakek. Mereka seperti bertanya-tanya mobil siapa yang berhenti disana.
Vandy turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang kakek. Setelah itu Vandy membantu istrinya turun dari mobil. Para tetangga Kakek Slamet kaget melihat kakek turun dari mobil mewah.
" Waah mereka itu siapa ya, kok kakek tua itu bisa sama mereka" ucap tetangga A
" Iya, kok bisa ya dia kenal sama kakek tua itu" ucap tetangga B
Anggun sangat emosi mendengar ucapan para tetangga kakek Slamet itu. Begitu juga para sahabat Anggun, ingin rasanya mereka merobek mulut ibuk-ibuk itu.
Mereka pun masuk kedalam rumah kakek Slamet. Rumah yang sederhana tapi bersih dan rapi, itulah yang mereka lihat dari rumah kakek itu.
" Assalamualaikum Buk" ucap Slamet
" Wa'alaikum salam" terdengar jawab dari dalam rumah.
__ADS_1
Istri Slamet pun membukakan pintu untuk sang suami. Saat pintu terbuka alangkah kagetnya sang istri melihat suaminya diantarkan banyak orang.
" Bapak kenapa?" tanya istri Slamet cemas
" Biarkan kami masuk dulu Buk" ucap Slamet
Istri Slamet pun mempersilakan suami dan tamunya masuk. Mereka duduk diatas kursi dari bambu.
" Maaf rumah dan kursi kakek jelek" ucap Slamet
" Nggak apa-apa kok Kek" kata Anggun
" Buk, kenalin ini Nak Anggun, itu suami dan teman-temannya" ucap Slamet.
Anggun mencium punggung tangan istri Slamet dan diikuti sama yang lainnya.
" Nenek tinggal berdua saja sama kakek?" tanya Anggun
" Iya Nak Anggun, kami tidak mempunyai anak" jawab istri Slamet
" Nenek bikin minum dulu ya"
" Makasih Nek, nggak perlu repot-repot. Lagian Nenek juga lagi sakit kan?" kata Anggun
" Sayang udah malam nih, lebih baik kita pamit" kata Vandy.
" Nek, Kek, kita pamit dulu ya, insya allah besok kita kesini lagi" ucap Anggun
" Baiklah Nak" kata Slamet
" Ini ada sedikit rezeki dari Anggun dan suami, buat berobat Nenek" ucap Anggun sambil menyerahkan beberapa lembar uang 100 ribu.
Sungguh mulia hati kamu sayang, Mas sangat bahagia memiliki istri yang berhati malaikat seperti kamu.
" Terimakasih Nak" ucap Slamet dan istrinya.
" Ini dari kita Nek, buat beli keperluan lain" ucap Sinta dan Sisil sambil menyerahkan beberapa lembar uang 100 ribu.
" Alhamdulillah terimakasih Nak"
" Kita pamit dulu ya Kek, insya Allah besok kita kesini lagi" kata Anggun.
" Iya Nak"
Anggun, Vandy dan para sahabatnya mencium punggung tanggan kakek-nenek itu secara bergantian.
" Kita pergi dulu Kek, Nek, Assalamualaikum " ucap Mereka.
" Wa'alaikum salam" balas Slamet dan istrinya.
Mereka pun keluar dari rumah kakek-nenek itu. Saat keluar Anggun dan para sahabatnya masih melihat tetangga kakek Slamet.
" Besok kita kasih pelajaran ke mereka" ucap Anggun
" Siap Nggun"
Mereka pun masuk kedalam mobil. Gio melajukan mobilnya meninggalkan rumah kakek Slamet.
To be continue
__ADS_1
happy Reading Guys.