Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pertandingan antara Kenzo dan Panji pun segera di mulai. Semua murid cewek memberi semangat untuk Kenzo. Mereka berharap Kenzo bisa menang.


Panji berhasil memasukan bola kedalam ring. Panji pun mendapatkan satu poin. Kedua teman Panji sangat senang. Gian dan Tristan hanya tersenyum.


Kenzo memang sengaja mengalah di awal pertandingan. Dia akan membiarkan lawannya di atas awan dulu. Tapi di babak akhir, dia tidak akan memberikan cela untuk lawannya.


Panji sangat senang karena Kenzo belum mencetak poin dari tadi. " Lo harus siap-siap jadi budak gue Ken"


" Pertandingan belum selesai, jadi jangan sombong dulu" kata Kenzo.


Pertandingan masih berlanjut, tapi kali ini Kenzo yang pegang kendali. Panji pun mulai kesal, karena dia tidak bisa merebut bola dari tangan Kenzo.


Kenzo mulai melakukan shooting, bola pun masuk kedalam ring. Kenzo berhasil mencetak poinnya. Siswi cewek pun bersorak, karena Kenzo berhasil mencetak poin.


Poin Kenzo dan Panji sekarang sama, para siswi cewek tidak sabar menunggu siapa yang akan jadi pemenang, begitu juga dengan kedua sahabat Panji.


Babak penentuan pun segera di mulai. Bola di lemparkan keatas, Kenzo dan Panji pun berebut bola. Kenzo berhasil mendapatkan bola yang di lempar tadi. Tanpa menunggu lama, Kenzo pun memasukkan bola.


" Yeeeyyyy"


Semua siswi pun bersorak gembira karena Kenzo berhasil memenangkan pertandingan itu, begitu juga dengan Gian dan Trista. Sedangkan kedua teman Gilang terlihat sangat lesu.


Panji terduduk lemas, dia belum bisa percaya dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin dia kalah dari Kenzo.


Gian, Tristan turun kebawah untuk menghampiri Kenzo. Sampai di bawah mereka berdua memeluk Kenzo dengan erat.


" Selamat bro untuk kemenangannya" ucap Tristan.


" Selamat ya bro, lo punya peyalan baru" kata Gian sambil melirik Panji.


Kenzo berjalan menghampiri Panji, diikuti sama kedua sahabatnya. " Lo udah siap jadi pelayan gue Panji?"


" Makannya jangan sombong, jadinya malu sendiri kan?" kata Tristan.


Panji tidak bisa berkata-kata lagi, karena dia sudah kalah, jadi dia dan kedua sahabatnya harus siap menjadi pelayan Kenzo cs.


Kenzo pergi meninggalkan Panji yang masih terduduk lemas. Kenzo berjalan menghampiri Melodi dan juga Keyra.


" Selamat ya Ken" ucap Melodi.


" Hhhmm "


" Nih minum" kata Melodi sambil menyodorkan botol air mineral pada Kenzo.


" Cie.. cie mulai perhatian" goda Gian.


Kenzo meneguk air mineral yang di berikan Melodi tadi. Kenzo meneguk hingga tersisa setengah botol.


" Kantin yuk" ajak Keyra.


" Yuk, gue juga sudah lapar " kata Gian.


Mereka berlima pun pergi meninggalkan lapangan basket. Mereka pergi kekantin untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.


Sampai di kantin, Kenzo, Melodi dan Tristan langsung mencari tempat duduk. Sedangkan Gian dan Keyra bertugas memesan makanan dan juga minuman untuk mereka.


Setelah memesan makanan, Keyra dan Gian kembali ketempat teman-teman mereka. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol ringan.


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba ponsel Kenzo dan Melodi berbunyi. Melodi melihat layar ponsel, disana tertera mami is calling.


" Permisi bentar ya" kata Melodi.


Melodi beranjak dari kursinya, dia tidak ingin teman-temannya mendengar pembicaraannya dengan sang mami, begitu juga dengan Kenzo.

__ADS_1


" Mereka sehati banget ya" kata Gian.


" Iya, sampe bunyi ponsel pun bisa barengan" kata Tristan.


Setelah di rasa cukup jauh, Melodi pun menggeser tombol berwarna biru yang ada di ponselnya.


" Hallo, assalamualaikum Mih"


" Wa'alaikum salam sayang"


" Tumben mami telpon jam segini?"


" Mami cuma mau bilang, pulang sekolah nanti mami jemput"


" Kenapa?"


" Karena pulang sekolah nanti, kita akan ke butik"


" Ngapain Mih"


" Nanti malam kita kan mau ketemu rekan kerja Papi, jadi kita harus membeli baju"


" Emang harus ya Mih"


" Iya sayang, dan mami ingin kamu tampil cantik, dan kamu tidak di izinkan berdandan dekil seperti sekarang"


" Baiklah"


" Nah gitu dong, sampai jumpa nanti siang sayang"


Panggilan pun berakhir.


Melodi menyimpan kembali ponselnya kedalam saku roknya. Melodi kembali ke tempat teman-temannya.


" Lo kenapa?" tanya Keyra saat Melodi sudah duduk di kursinya.


Kenzo pun kembali, setelah menerima telepon dari daddy nya tadi. Kenzo juga sama dengan Melodi dia terlihat tidak semangat untuk makan lagi.


" Ada masalah bro?" tanya Gian.


" Nggak kok " jawab Kenzo bohong.


Pesanan mereka pun datang. Mereka mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Mereka makan dengan lahap, kecuali Kenzo dan Melodi. Mereka memikirkan acara nanti malam.


Siang hari.


Para siswa bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing, begitu juga dengan Kenzo dan kedua sahabatnya. Mereka mengemas buku pelajaran mereka.


Semua murid keluar dari kelas secara bergantian. Kenzo cs memilih belakangan, karena mereka tidak mau berdesak-desakan dengan siswi cewek.


Melodi sudah keluar dari tadi. Karena dia akan pergi kebutik bersama maminya. Kenzo juga tidak tau kenapa Melodi seperti terburu-buru begitu.


Kenzo cs berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Gian melihat Keyra sedang memandangi sepedanya yang kempis.


" Kenapa Key?" tanya Gian pura-pura nggak tau.


" Ban sepeda aku kempis, padahal tadi pagi baik-baik aja" tutur Keyra.


" Terus gimana?" tanya Gian lagi.


" Nggak tau juga sih" kata Melodi.


" Pulang sama gue aja yuk" ajak Gian.

__ADS_1


" Emang nggak merepotkan kamu" kata Keyra.


" Tentu saja tidak" kata Gian.


" Makasih " ucap Keyra.


Gian memberikan helmnya kepada Keyra.


" Kamu gimana?" tanya Keyra.


" Aku udah biasa nggak pakai helm" jawab Gian.


" Ck.. Modus?!" kata Kenzo dan Tristan.


Keyra pun naik keatas motor Gian.


" Duluan ya Bro" pamit Gian pada kedua sahabatnya.


" Hati-hati Key, si Ian mesum orangnya" kata Tristan.


" Jangan dengarkan Tian, dia lagi iri" kata Gian sambil melajukan motornya meninggalkan kedua sahabatnya.


Kenzo dan Tristan pun melajukan motor mereka meninggalkan sekolah. Mereka melajukan motor mereka menuju rumah masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, Kenzo pun sampai di rumahnya. Kenzo memasukkan motornya kedalam garasi. Setelah itu dia masuk kedalam rumahnya.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, abang sudah pulang" kata Anggun.


" Hhmm"


Kenzo mendudukkan pantatnya di sofa yang ada di ruang tamu. Anggun duduk di samping putranya itu.


" Abang kenapa?"


" Apa boleh abang nggak ikut Mom"


" Nggak bisa sayang, ini acara penting" kata Anggun.


" Tapi mommy kan tau abang nggak suka acara kek gitu"


" Mommy tau apa yang abang cemaskan. Bukankah daddy sudah bilang kita cuma makan malam, nggak ada yang lain" kata Anggun sambil menenangkan putranya.


" Iya, tapi abang merasa ada yang di sembunyikan daddy"


Anggun tersenyum pada putranya itu. Putranya itu memang pintar. " Abang istirahat dulu ya, jangan berpikir yang macam-macam"


" Iya Mom, abang keatas dulu"


Setelah berpamitan Kenzo pun menaiki tangga menuju kamarnya. Kenzo akan mendengarkan ucapan mommy nya. Dia percaya sama mommy dan daddy nya.


To be continue..


Melodi



Keyra



Cantika

__ADS_1



Happy Reading.


__ADS_2