Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Honeymoon


__ADS_3

Anggun dan Vandy turun kebawah untuk sarapan pagi bersama keluarga dan para sahabat mereka. Anggun masih belum bisa berjalan seperti biasa karena masih sakit dibagian selangkangannya.Vandy yang melihat istrinya masih sedikit susah berjalan pun tak tega.


" Sayang, kita sarapannya dikamar aja ya?."


" Nggak Mas, aku mau sarapan bareng yang lain."


" Mas nggak kuat liat kamu jalan kayak gitu sayang."


" Aku nggak apa-apa kok Mas, nanti juga normal lagi kok jalannya."


Mereka pun sampai direstoran hotel Wiguna. Disana sudah berkumpul semua keluarga dan sahabat mereka. Wiguna melihat putrinya berjalan berbeda dari biasanya pun tersenyum.


" Maaf ya semuanya kita terlambat" ucap Anggun.


" Nggak apa-apa kok sayang, kita maklum kok" ucap Kiara.


" Duduk sini Kak dekat aku" tawar Vanya.


" Nggak boleh, dia istri aku jadi duduknya harus disamping aku" kata Vandy.


" Ck.. kumat lagi sifat posesifnya."


Anggun pun duduk disamping Vanya.


" Sayang kok kamu duduk disana si!?."


" Udah diem jangan protes, aku mau makan" ucap Anggun.


Vanya tersenyum penuh kemenangan karena Anggun lebih memilih duduk disampingnya bukan disamping Kakaknya. Semua orang yang melihat Vandy merajuk hanya tersenyum.


" Van mending kalian berangkatnya pakai jet pribadi aja" tawar Dwipangga.


" Aku terserah Anggun aja si Pa."


" Gimana Nggun?" tanya Dwipangga.


" Anggun pengen naik pesawat biasa aja Pa, biar lebih seru."


" Bagus pakai pesawat jet saja sayang jadi kalian tidak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain" kata Diana.


" Nggak apa-apa Ma, lagian aku juga belum pernah naik pesawat biasa" ucap Vandy.


Sinta dan yang lain hanya jadi pendengar yang baik.


" Ya sudah kalau kalian maunya begitu" kata Dwipangga.


Mereka melanjutkan sarapan mereka yang tertunda tadi. Semua orang menikmati sarapan mereka dengan lahapnya.


Selesai sarapan para orang tua undur diri karena mereka akan menyiapkan segala keperluan buat Anggun dan Vandy nanti. Vanya juga sudah pergi kekampus. Sekarang hanya tinggal mereka berenam.


" Lo udah buka kado dari kita Van." kata Aldi.


" Hhmmm."


" Gimana lo pake nggak?" ucap Aldi.


Pletak


Vandy memukul kepala Aldi dengan koran yang sudah dia gulung-gulung.


" Awww, kenapa lo mukul kepala gue."


" Biar otak lo benar, emang lo fikir gue butuh obat begituan."


" Ya siapa tau kan."


" Lo juga udah buka kado dari kita Nggun?" tanya Sinta.


" Udah " jawab Anggun.


" Terus lo pake nggak?" tanya Sisil.


" Nggak, soalnya bajunya kebuka banget, dan tipis gitu ntar gue masuk anggin" jawab Anggun.


" Astaga Anggun namanya lingerie ya kayak gitulah bentuknya" ucap Sinta.

__ADS_1


" Ya mana gue tau kalau itu lingerie" jawab Anggun polos.


Mereka pun menghabiskan waktu mereka untuk ngobrol dan sesekali bercanda.


" O iya Van, lo udah ngelakuinnya belum" bisik Aldi.


" Udah dong, lo nggak liat apa Anggun agak kesusahan jalannya."


" Waah parah juga lo sampai bikin Anggun kek gitu" ucap Gio.


" Sebenarnya gue juga nggak tega si Yo, tapi mau gimana lagi pusaka gue udah negang banget liat tubuh Anggun."


" Gimana rasanya setelah garap sawah?" tanya Aldi.


" Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata Al, ntar kalau gue ceritain detailnya lo pengen lagi."


" Sialan, gini-gini gue masih kuat nahan" ucap Aldi.


" Tapi gue kasian sama Anggun, dia nangis nahan sakit waktu pusaka gue maksa masuk."


" Punya lo terlalu gede kali" kata Gio.


" Bagus dong, justru itu yang para wanita carikan, apa jangan-jangan punya lo kecil" ucap Vandy.


" Sialan lo, punya gue juga gede kali" ucap Gio.


" Apa yang gede Oppa?" tanya Sisil ke Gio.


" Cinta aku kekamu Sweety" jawab Gio.


" Oppa" ucap Anggun dan Sinta.


" Iya Oppa, panggilan sayang gue buat Gio."


" Waah parah lo Sil, emang Gio terlihat tua banget ya sampai-sampai lo manggil dia Opa gitu" kata Vandy.


" Maksud Sisil bukan Opa-opa yang sudah tua" ucap Gio.


" Kalau nggak tua, terus apa?" tanya Vandy.


" Drakor, apalagi itu sebutan sayang juga?."


Sisil melihatkan film drakor yang ada di HPnya kepada Vandy.


" Apaan ni?" tanya Vandy.


" Liat aja dulu, jangan protes" jawab Sisil.


Vandy pun melihat video yang ada di HP Sisil. Setelah Vandy melihat Video itu, dan dia mendengar perempuan disana menyebutkan Oppa dengan nada manja gitu membuat Vandy ingin dipanggil kayak gitu juga sama Anggun.


" Sayang, Mas mau juga dong dipanggil Oppa seperti orang dalam video ini" kata Vandy sambil melihatkan film drakor kepada Anggun.


" Nggak lagian Oppa itu udah panggilan sayang Sisil buat Gio."


" Kalau gitu Chagiya aja" ucap Vandy.


" Daebak, Vandy cepat banget tau bahasa gaulnya" ucap Sinta.


" Ya iyalah, secarakan gue pintar" kata Vandy dengan nada sombongnya.


" Ck.. kambuh lagi sifat Arrogant nya" ucap Gio.


" Honey aku juga mau dipanggil Yeobo dong" kata Aldi.


" Nggak akan, lagian kita udah punya panggilan sayang. Arasseo!?" ucap Sinta.


" Arasseoyo" jawab Aldi.


(Author: " Cie Bambang Vandy mau juga di panggil Oppa."


Vandy: " Harus dong thor kalau nggak aku bubarin nih novelnya 😌😌."


Author: " Eeiit mana bisa yang jadi Sultannya kan Author disini 😂😂😂."


Vandy:" Ya ya suka-suka mu lah thor 😒😒).

__ADS_1


Ketiga cewek itupun tertawa melihat tingkah Aldi dan Vandy. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol karena nanti siang Anggun dan Vandy akan berangkat.


Siang Hari.


Sepasang suami-istri itu sudah bersiap berangkat menuju bandara. Anggun terlihat sangat cantik dengan memakai baju kaos warna putih serta jaket warna hitam dan tidak lupa juga memakai topi dan kaca mata dengan warna senada dengan jaketnya yaitu warna hitam.


Vandy juga memakai kaos dan jaket yang sama dengan sang istri, dan tidak lupa juga kaca mata hitamnya. Vandy terlihat sangat tampan dengan penampilannya yang sekarang.


Mereka pun berangkat menuju bandara. Anggun dan Vandy satu mobil denga para sahabat mereka. Sedangkan para orangtua mereka berangkat dengan mobil milik keluarga Wiguna. Butuh waktu 10 menit buat mereka sampai dibandara.


Setelah menghabiskan waktu selama 10 menit, mereka pun sampai dibandara. para cewek keluar duluan dan diikuti para cowok. Vandy turun dari mobil.



semua mata cewek-cewek yang ada disana terpesona melihat ketampanan Vandy. Anggun yang melihat tatapan para cewek-cewek itu merasa risih.


Vandy yang mengerti akan situasi disana dengan cepat merangkul pinggang istrinya. Para cewek-cewek itu pun tersenyum kecut melihat kearah Anggun.


Mereka pun menunggu waktu untuk Check In. Anggun berdiri sambil menyandarkan punggungnya kedinding terlihat sangat cantik dimata Vandy.



Vandy dan yang lain memilih duduk dikursi yang sudah disediakan disana. Mereka mengobrol untuk menghilangkan rasa jenuh. Tidak berapa tibalah saatnya untuk mereka melakukan Check In.


" Hati-hati disana nanti dan kalau sudah sampai kasih kabar" kata Diana sambil memeluk mantunya.


" Makan yang teratur, jangan lupa minum selalu Vitaminya dan selalu kasih kabar sama Mama." ucap Kiara sambil memeluk anaknya.


" Iya Ma, Anggun akan ingat" ucap Anggun sambil membalas pelukan Mama dan Mama mertuanya secara bergantian.


" Baik-baik disana ya Nak, jaga kesehatannya" ucap Wiguna sambil memeluk putrinya.


" Papa mau bilang apalagi ya, semoga acara honeymoonnya lancar" kata Dwipangga pada mantunya.


" Makasih Pa" ucap Anggun sambil memeluk kedua Papanya.


" Hati-hati disana Nggun dan jangan lupa oleh-oleh buat kita" ucap Sinta dan Sisil sambil memeluk Anggun.


" Insya Allah kalau nggak lupa" kata Anggun sambil membalas pelukan sahabatnya.


" Selamat jalan bro semoga perjalan kalian menyenangkan" ucap Aldi dan Gio sambil memeluk Vandy.


" Thank's bro." Vandy pun membalas pelukan kedua sahabatnya.


" Tolong jaga Anggun, semoga cepat kalian ngasih Papa cucu" ucap Wiguna sambil memeluk Mantunya.


" Insya Allah Vandy akan selalu jaga Anggun dengan sepenuh jiwa raga Vandy Pa. Kalau untuk ngasih cucu kita akan usahain secepatnya Pah" sambil membalas pelukan Papa mertuanya.


" Kita berangkat dulu semuanya" ucap Anggun.


Vandy dan Anggun pun berlalu meninggalkan keluarga dan sahabatnya.


" Sayang sini Pasport nya."


Anggun menyerahkan Pasport nya kepada suaminya. Mereka pun pergi menuju konter untuk melakukan Check In.



Setelah Check In mereka segera masuk keruang Boarding room. Untuk menunggu keberangkatan mereka.


" Besok kita pulangnya pake Pesawat Jet aja ya sayang."


" Kenapa Mas."


" Kalau pakai Pesawat Jet kita nggak bakal nunggu lama kayak gini sayang."


Anggun menganggukan kepalanya tanda setuju.


Setelah menunggu selama 30 menit akhirnya mereka pun akan berangkat. Dengan penuh semangat Anggun berjalan menuju Pesawat yang akan mereka naiki. Vandy yang melihat Anggun berlari seperti anak kecilpun tersenyum.


To be continue...


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author biar semangat nulis sama Up nya.. 😉😉


Happy Reading Guys... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2