Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kemarahan Vandy 2


__ADS_3

Setelah mendapatkan telpon dari Vandy tadi, Sinta dan Sisil pergi mencari Anggun keruang kerja mereka, setelah sampai Sinta tidak menemukan Anggun diruang kerja.


" Komputer nya masih nyala nih Sin ucap Sisil",


" Kita cari nya mencar aja Sil, ntar kita kumpul disini lagi ucap Sinta",


" Ok, lo cari ke arah sana dan gue kearah sini ucap Sisil".


Sinta dan Sisil pun mencari kesemua ruangan tak terkecuali toilet dan tempat-tempat lainnya.


Ditempat lain


Dona dan Luna sedang merayakan keberhasilan mereka.


" Akhirnya gadis jal*ng itu bisa kita singkirkan ucap Dona",


" Lo emang hebat Don ucap Luna",


" Sekarang nggak ada lagi saingan gue",


" Kalau mereka tau kalau kita yang kunciin Anggun digudang gimana tanya Luna",


" Kalau lo nggak ember maka nggak akan pernah ada yang tau jawab Dona".


Sudah 1 jam Sinta dan Sisil mencari Anggun, tapi sampai sekarang mereka belum juga menemukan Anggun.


" Gue telepon Vandy dulu Sil ucap Sinta",


" Hallo Sin, apa kalian udah nemuin Anggun tanya Vandy",


" Belum Van, gue sama Sisil udah cari 1 jam lebih tapi nggak ketemu juga jawab Sinta",


" Lo dimana sekarang tanya Vandy",


" Gue sekarang didepan ruangan desain jawab Sinta",


" Tunggu disana, gue sama Aldi bakal keruang desain ucap Vandy sambil mematikan telponnya".


Nggak butuh waktu lama Vandy dan Aldi sampai di ruang desain.


" Gimana ceritanya Anggun bisa hilang tanya Aldi",


" Kita juga nggak tau , karena pas kita ajak makan siang bareng Anggun bilang mau makan siang bareng Vandy makanya kita tinggal ucap Sisil",


" Kalian udah cari kemana aja tadi tanya Vandy",


" Kita udah periksa ke semua divisi dan toilet kantor juga, tapi Anggun tetap nggak ada ucap Sinta".


" Apa kalian udah cek CCTV tanya Vandy lagi",


" Belum sih Van Jawab Sisil",


" Tunggu apa lagi, cepat kita cek kesana ucap Aldi",


Mereka pun bersama mencek CCTV.


Digudang


Anggun yang sudah siuman dari pengaruh obat bius pun perlahan membuka matanya,


" Aku dimana, kok gelap banget", Anggun mencoba mengingat-ngingat tentang apa yang terjadi pada dirinya, kenapa dia bisa berada di ruangan gelap itu.


Setelah mengingat, siapa yang tega ngunciin gue disini, Anggun pun mencoba bangun dan meminta tolong.


" Tolong, siapapun diluar sana, tolong aku ucap Anggun",


cukup lama Anggun menggedor-gedor pintu gudang tapi nggak ada orang yang lewat disana.


" Hiks hiks hiks Mah, Anggun takut ucap Anggun sambil menangis".


Diruang CCTV


Vandy dan ketiga sahabatnya sudah sampai diruang CCTV, petugas yang melihat bos nya datang pun kaget.


" Selamat sore Pak ucap petugas disana",

__ADS_1


Vandy tidak menjawab sapaan dari bawahannya tersebut".


" Coba liat rekaman dari jam 12 siang tadi ucap Vandy",


Dengan cepat petugas tersebut mencari rekaman jam 12 siang tadi. Merekapun fokus melihat kearah rekaman tersebut.


" Bukan kah itu Dona dan Luna ucap Sinta",


" Siapa mereka tanya Vandy",


" Mereka itu 1 divisi sama kita Pak, mereka juga yang menghina Anggun kemaren dan menyebarkan gosip kalau Anggun merayu Bapak ucap Sinta, ya kalau didepan karyawan lain Sinta dan Sisil manggil Pak ke Vandy, karena bagaimana pun Vandy adalah atasan mereka dikantor.


" Itu Anggun keluar dari ruangan ucap Sisil",


" Coba kamu percepat ucap Vandy sama petugas",


Mereka yang melihat rekaman dimana Dona membekap mulut Anggun dan membawanya kegudang", Vandy yang melihat itu tidak dapat lagi menyembunyikan kemarahannya, Aldi yang melihat itu pun nggak bisa berbuat apa-apa.


" Brengsek, berani sekali mereka ngelakuin itu, Al lo urus mereka ucap Vandy sambil berlalu ke gudang",


Aldi, Sinta dan Sisil pun kembali ke ruang desain.


" Sil kita liat Anggun yuk ucap Sinta",


" Jangan, biar Vandy aja yang kesana apa kamu mau jadi obat nyamuk buat mereka ucap Aldi",


" Ya nggak sih, tapi aku khawatir sama Anggun ucap Sinta",


" Tenang aja, lagian udah ada Vandy yang kesana ucap Aldi".


Vandy yang sudah sampai di depan Gudang pun mendengar suara tangisan Anggun, dan mencoba memanggil nama Anggun.


" Kitty, sayang ucap Vandy",


Anggun yang mendengar suara Vandy pun mencoba mendekat kepintu.


" Bunny, apa itu kamu tanya Anggun lirih",


" Iya sayang ini aku, kamu menjauh dari pintu dulu ya, aku akan coba dobrak pintu nya ucap Vandy".


Vandy yang melihat kondisi Anggun pun sangat sakit, dengan cepat Vandy membawa Anggun kedalam pelukannya.


" Hiks hiks hiks aku takut sekali disini ucap Anggun dalam pelukan Vandy",


" Tenang sayang, sekang kamu udah aman ucap Vandy sambil mencium kepala Anggun",


Anggun yang sedari tadi menangis pun pingsan dalam pelukan Vandy.


" Sayang, Anggun bangun ucap Vandy sambil menepuk pelan pipi Anggun",


Vandy panik karena Anggun tidak bangun-bangun, dengan cepat Vandy menggendong Anggun dan membawa keruangannya.


Diruang desain


Dona dan Luna yang baru datang keruangan kerjanya pun masih tersenyum karena kemenangan mereka, Sinta yang melihat senyum Dona pun merasa emosi, Sinta pun menghampiri meja Dona.


" Tersenyum lah selagi lo bisa, karena sebentar lagi senyum lo itu akan berganti dengan tangisan darah ucap Sinta",


" Apa maksud lo ngomong gitu ke gue, huh!! teriak Dona",


" Nggak usah berteriak, lo tunggu aja nanti karena lo udah berani mengusik wanitanya CEO bisik Sinta ditelinga Dona".


Deg


Bagai disambar petir, Dona mendengar ucapan Sinta tadi,


" Siapa yang dimaksud wanitanya CEO oleh Sinta, apakah Anggun, nggak itu nggak mungkin gumam Dona dalam hati".


Tiba-tiba suara Aldi membuyarkan lamunan Dona.


" Nona Dona dan Nona Luna anda diminta CEO datang keruangannya ucap Aldi",


" Ba baik Pak jawab Dona dan Luna gugup",


" Pak kita juga ikut boleh nggak ucap Sinta",

__ADS_1


" Tentu, kalian kan teman dari Anggun ucap Aldi".


" Don ini semua gara-gara lo bisik Luna di telinga Dona",


" Diem , lagian lo juga pengen nyingkirin dia kan ucap Dona".


Di ruangan Vandy


Vandy yang mondar-mandir dalam ruangannya menunggu dokter memeriksa keadaan Anggun, dan tidak berapa lama dokter pun keluar dari ruangan pribadi Vandy".


" Gimana keadaannya Rey tanya Vandy ",


ya Rey adalah dokter pribadi keluarga Dwipangga, dia juga sepupu dari Vandy.


" Tenang aja dia cuma kelelahan dan perutnya juga kosong ucap Rey",


" Lo yakin, tapi kenapa dia belum sadar juga ucap Vandy",


" Bentar lagi dia bakal sadar, seperti nya cewek itu spesial banget buat lo tanya Rey",


" Hmmm",


" Ck, menyebalkan ucap Rey".


Tok tok tok pintu ruangan Vandy diketuk


" Masuk ucap Vandy",


Aldi pun masuk keruangan Vandy,


" Bawa mereka masuk ucap Vandy",


Dona dan Luna pun masuk keruangan Vandy,


" Kalian tau kenapa saya memanggil kalian kesini tanya Vandy",


" Ti tidak Pak jawab Dona dan Luna",


" Al puter rekaman CCTV nya ucap Vandy",


Aldi pun memutar rekaman CCTV, Dona dan Luna yang melihat rekaman CCTV itu pun seketika wajahnya menjadi pucat pasih.


" Coba kalian jelaskan kepada saya tentang rekaman itu ucap Vandy sambil menahan emosi",


" Kami cuma mau menyingkirkan jal*ng dari kantor ini Pak ucap Dona",


Vandy yang tidak bisa menahan emosinya pun kembali bertanya pada Dona,


" Bisa kah Nona Dona mengulang kata-kata Nona tadi ucap Vandy sambil berjalan ke arah Dona",


Dona yang merasa Vandy mendukungnya dengan cepat mengulang ucapannya tadi.


" Kami cuma ingin menyingkirkan jal*ng dari kantor ini Pak ucap Dona",


Plak sebuah tamparan mendarat dipipi Dona,


Semua orang diruangan itu kaget, tak terkecuali Aldi.


" Baru kali ini gue liat Vandy nampar cewek gumam Aldi dalam hati,


" Sadis juga CEO kita ya Sin bisik Sisil ketelinga Sinta",


" Sssstttt ntar Vandy denger, lo mau digampar sama dia ucap Sinta".


" Kenapa Bapak menampar saya tanya Dona sambil memegang pipinya",


" Kau masih bertanya kenapa, Kau tau siapa yang kau sebut jal*ng itu, Dia wanitaku!!! teriak Vandy.


to be continue


hy readers ku tersayang gimana kabar kalian, mudah-mudahan selalu sehat ya..


Jangan lupa dukung karya aku dengan ninggalin jejak kalian dengan cara, Like, Komen, dan Vote... 🙏🙏


HAPPY READING GUYS 😉😉

__ADS_1


__ADS_2