Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kelemahan Vandy


__ADS_3

Setelah menyerahkan Cindy kepihak yang berwajib, Aldi dan Gio kembali kekantornya. Sampai dikantor mereka langsung menuju ruangan CEO.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Gio dan Aldi langsung masuk kedalam ruangan Vandy. Mereka duduk di sofa yang ada diruangan itu.


" Kalian berdua emang teman nggak ada akhlak. Main masuk seenaknya saja" ucap Vandy.


" Ya elah sensi amat lo, kek cewek-cewek lagi PMS" kata Aldi.


" Berisik!! " kata Vandy.


" Gimana kalau weekend besok kita pergi liburan? ajak Gio.


" Boleh juga ide lo, lagian kita juga belum pernah liburan bareng setelah menikah " kata Aldi


" Lo mau nggak Van?" tanya Gio


" Gue ngikut aja" jawab Vandy.


" Rute kita kemana?" tanya Aldi.


" Pantai" jawab Gio


" Yang lain" kata Vandy.


" Puncak" kata Aldi.


" Bagus juga" ucap Vandy.


" Ok weekend besok kita kepuncak" kata Gio.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol santai, karena pekerjaan mereka sudah selesai.


Dirumah sakit.


Anggun merasa bosan karena dari tadi cuma tidur aja. Vanya tidak membolehkan Anggun turun dari tempat tidur, kecuali kalau mau kekamar mandi.


" Vanya, Kakak mau jalan-jalan keluar nih, bosan tiduran mulu?" kata Anggun.


" Nggak boleh, kalau Vanya kasih izin Kakak keluar bisa-bisa singa jantan Kakak ngamuk" kata Vanya.


Anggun tidak bisa berkata-kata lagi. Anggun mengambil HP nya dan menghubungi suaminya.


" Hallo, Assalamualaikum Mas."


" Wa'alaikum salam sayang."


" Mas, aku mau jalan-jalan keluar boleh nggak?."


" Kemana sayang?."


" Ketaman rumah sakit, boleh ya?"


" Boleh, tapi ditemani sama Vanya."


" Makasih Mas. Assalamualaikum "


Tut..


Belum sempat Vandy menjawab Anggun sudah mematikan sambungan telponnya.


" Untung aja cepat dimatiin kalau tidak pasti akan bicara panjang lebar lagi" gumam Anggun.


Anggun duduk dikursi roda, Vanya mendorong kursi roda menuju taman rumah sakit. Walaupun harus memakai kursi roda Anggun tidak masalah yang penting dia bisa keluar dari ruangannya.


Sampai ditaman Anggun turun dari kursi rodanya. Anggun duduk dikursi yang ada dibawah pohon dan diikuti sama Vanya.


" Dek, gimana hubungan kamu sama Kak Marko?" tanya Anggun.


" Baik-baik aja Kak" jawab Vanya.


" Kapan kalian akan menikah?" tanya Anggun lagi.


" Kita belum kepikiran kesana Kak, lagian aku juga masih kuliah" jawab Vanya.


" Nggak apa-apa, lagian banyak juga kok yang masih kuliah, tapi sudah menikah."


" Iya sih Kak, apa Kak Vandy akan ngasih aku restu."


" Kalau masalah itu serahin sama Kakak."


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali diselingi dengan candaan, sampai mereka lupa waktu. Karena udah Siang Anggun kembali kedalam ruangannya dan beristirahat.


Sinta dan Sisil sedang dalam perjalanan mau kerumah sakit. Mereka juga sudah membelikan buah dan beberapa kue buat Anggun.


Mobil yang dikendarai Sinta pun sampai dirumah sakit. Sinta memakirkan mobilnya, setelah itu mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit.


Sesampainya didepan ruang rawat Anggun, Sinta mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


Vanya yang mendengar suara pintu diketukpun membukakan pintu.


Ceklek


" Assalamualaikum" ucap Sinta dan Sisil.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam, masuk Kak" kata Vanya.


Sinta dan Sisil pun masuk kedalam. Anggun yang melihat sahabatnya datang pun tersenyum bahagia.


" Kalian datang" kata Anggun.


" Tentu saja kami datang, karena kami tau kesayangan kami ini pasti sedang bosan" kata Sinta.


" Waah kalian memang yang terbaik" ucap Anggun.


" Nih kita bawain buah dan juga kue buat kamu" ucap Sisil.


" Makasih" kata Anggun.


Mereka mengobrol sambil menikmati buah dan kue yang dibawa sama Sinta dan Sisil tadi.


" Sin gimana hasil test nya?" tanya Anggun.


" Astaga gue lupa melihatnya Nggun" jawab Sinta.


" Tapi lo udah lakuin test nya kan" kata Anggun.


" Udah, cuma gue lupa ngambil nya tadi, soalnya Aldi buru-buru mau ketemu Vandy tadi" kata Sinta.


" Nggak apa-apa, ntar sepulang dari sini lo lihat hasilnya" kata Anggun.


" Iya Nggun."


Saat mereka sedang asik memakan buah dan kue, tiba-tiba datanglah tiga cowok tampan yang selalu bikin rusuh.


" Waah ternyata istri kita sedang pesta Van" kata Aldi.


Para cowok tampan itu pun menghampiri istri mereka.


" Lahap banget makan buahnya" kata Vandy sambil mencium kening istrinya.


" Mas mau" kata Anggun


" Boleh"


Anggun menyuapi suaminya buah apel yang sudah dipotong-potong tadi.


" Eheem" Vanya berdehem


Sontak semua orang menoleh ke Vanya.


" Astaga ternyata disini masih ada jomblo" kata Vandy.


" Ck.. aku itu sudah punya calon suami dan sebentar lagi akan menikah?" kata Vanya.


" Uhuk..uhuk" Vandy tersedak buah apel karena mendengar ucapan Vanya tadi.


Anggun menepuk pelan punggung suaminya, dan memberikan segelas air pada suaminya itu.


" Siapa yang bercanda" kata Vanya.


" Waah siapa lelaki yang beruntung itu?" tanya Aldi.


" Marko" jawab Sinta dan Sisil serentak.


" What! Marko " kaget Aldi.


" Emang mereka udah pacaran?" tanya Gio


" Udah, kamu ketinggalan berita banget sih Oppa" kata Sisil.


" Kakak nggak setuju" kata Vandy.


" Kenapa?" tanya Vanya.


" Karena Kakak nggak suka sama dia" kata Vandy.


" Apa alasan Mas nggak suka sama dia?" tanya Anggun.


" Karena nggak suka aja" jawab Vandy sambil pergi meninggalkan ruangan itu.


" Kak, gimana ini?" tanya Vanya sambil menangis.


" Tenang, Kakak akan bicara sama dia" jawab Anggun.


Anggun berdiri dari duduknya.


" Nggun, lo mau kemana? tanya Sinta.


" Gue mau ngomong sama singa jantan itu, kalian tunggu disini" jawab Anggun.


" Tapi lo masih sakit" kata Sinta.


" Tenang aja Sin, gue masih kuat kok" ucap Anggun.


Anggun pun berlalu keluar menyusul suaminya. Anggun melihat suaminya sedang duduk dikursi taman. Anggun berjalan menghampiri suaminya.


" Mas"


Sontak Vandy mendongakan kepalanya.


" Sayang, kenapa kamu keluar? kamu kan masih sakit?."


" Singa aku pergi gitu aja tadi, tanpa minta izin"

__ADS_1


" Maaf sayang, bukan maksud Mas mau pergi begitu aja."


Anggun tersenyum dan menggenggam tangan sang suami.


" Mas"


" Hhmmm"


" Sebenarnya apa alasan Mas menolak hubungan Vanya dan Kak Marko?" tanya Anggun.


" Nggak apa-apa sayang" jawab Vandy.


" Bukankah Mas sudah mengizinkan mereka pacaran?"


" Iya, tapi kalau untuk menikah Mas ragu sayang" jawab Vandy.


" Ragu kenapa? apa yang membuat kamu ragu?" tanya Anggun.


" Kamu" jawab Vandy.


" Aku, kenapa dengan aku?"


" Karena Marko mencintai kamu?!" jawab Vandy.


Deg


Anggun terkejut mendengar ucapan suaminya tadi, bagaimana bisa suaminya itu berbicara seperti itu.


" Apa maksud ucapan Mas?" tanya Anggun


" Marko mencintai kamu sayang, dia mencintai kamu" jawab Vandy.


" Bohong!! Kak Marko itu mencintai Vanya, bagaimana mungkin dia mencintai aku"


" Aku nggak bohong sayang"


" Nggak, aku nggak percaya sama kamu Mas" kata Anggun.


" Kamu boleh tanya sama dia" ucap Vandy.


" Ok, aku buktiin sama kamu"


Anggun menghubungi nomor Marko. Tak berapa lama Marko pun mengangkat telpon Anggun.


" Hallo, Assalamualaikum Nggun" terdengar suara diseberang sana.


" Wa'alaikum salam Kak"


" Tumben nelpon Kakak? ada apa?"


" Maaf sebelumnya, Anggun ingin tanya sama Kakak"


" Soal apa?"


" Tapi Kakak jangan tersinggung"


" Nggak, tanya apa?"


" Apa Kakak suka sama aku?" tanya Anggun.


Diam


Dan terdengar helaan nafas panjang dari seberang telpon.


" Anggun, dulu Kakak memang sempat suka sama kamu. Tapi sekarang Kakak nganggap kamu cuma sebagai Adek, dan kamu juga tau siapa orang yang sekarang Kakak cintai."


" Anggun tau Kak. Anggun cuma mau menyadarkan lelaki bodoh yang sekarang berada disamping Anggun aja. Makasih ya Kak, dan maaf sudah mengganggu waktu Kakak."


" Nggak apa-apa Nggun."


" Ya udah, Anggun tutup dulu ya Kak. Assalamualaikum."


" Wa'alaikum salam"


Panggilan pun berakhir.


" Mas dengar sendirikan apa yang dibilang Kak Marko tadi? sekarang tidak ada alasan lagi untuk Mas tidak setuju dengan hubungan Vanya dan Marko"


" Ya, maafin Mas sayang"


Anggun menganggukkan kepalanya.


Kamu lah sumber kebahagian dan kelemahan Mas, sayang.


Vandy menggendong tubuh istrinya, Anggun pun mengalukan tangannya dileher suaminya. Vandy membawa kembali istrinya ke kamar, karena Anggun belum pulih betul. Sepanjang jalan menuju ruangan Anggun. Banyak yang mengagumi pasangan itu.


Sahabat mereka pun tersenyum, akhirnya singa jantan sudah jinak kembali. Vandy membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


" Ternyata memang Anggun yang bisa menjinakkan Vandy" bisik Aldi ketelinga Gio.


" Vanya bawalah Marko menemui Papa dan Mama" kata Vandy


" Apa Kakak udah setuju?" tanya Vanya.


" Hhmmm"


" Terimakasih Kak" ucap Vanya.


Suasana yang tadi tegang kini sudah mencair kembali. Mereka pun lanjut mengobrol dan membahas rencana liburan mereka nanti.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2