
Selesai makan, Vandy mengantarkan sahabatnya ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Kenzo cs, mereka mengantarkan kekasih mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.
" Yank" panggil Kenzo di sela-sela mengemudi.
" Ya" jawab Melodi setengah berteriak.
" Cuma manggil aja"
Pletak.
Melodi menepuk pundak kekasihnya itu, bisa-bisanya dia bercanda saat melajukan motornya.
Mereka sampai di rumah utama sang kekasih. Kenzo tidak mampir dia langsung pulang, karena hari ini sangat lelah.
" Pulang dulu ya yank"
" Hati-hati di jalan"
" Siap ratuku"
Kenzo melajukan motornya meninggalkan kediaman Agatha. Setelah motor kekasihnya menghilangkan dari pandangannya, barulah Melodi masuk kedalam rumah.
Setelah 10 menit berkendara Kenzo sampai lebih dulu di rumah daripada Daddy-nya. Dia memasukkan motornya kedalam garasi, setelah itu barulah Kenzo masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, Aden sudah pulang?"
" Iya Bik. Abang langsung ke kamar ya Bik" Tanpa menunggu jawaban sang bibik, Kenzo berlalu pergi menuju kamarnya.
Sampai di kamarnya Kenzo menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya. Hari ini sungguh banyak kejutan yang di berikan sang adik. Karena rasa kantuk yang mendera akhirnya Kenzo terlelap.
Vandy baru sampai di rumahnya. Setelah istri dan putrinya turun, dia baru memasukkan mobilnya kedalam garasi. Kemudian dia menyusul istri dan putrinya masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Abang udah pulang Bik?" tanya Anggun.
" Sudah Non"
" Anggun keatas dulu ya Bik"
" Iya nona"
Anggun dan putrinya naik keatas menuju kamar mereka masing-masing. Tak berapa lama Vandy juga menyusul istri dan putrinya ke kamar.
Sampai di kamar pasutri itu langsung menuju pembaringan. Hari ini sungguh melelahkan bagi mereka semua.
" Sayang"
" Hhmm"
" Abang kan sudah selesai ujian?"
" Terus?"
" Kita bahas masalah pertunangan dia dengan Melodi gimana?"
" Aku ngikut aja Mas"
" Ntar malam, Mas coba hubungi Keynan untuk membahas pertunangan mereka berdua"
" Apa Mas sudah kasih tau Abang?"
" Sudah, Abang malah ingin segera menikah"
" Ck..dasar anak itu"
" Baiklah sekarang kita istirahat, ntar malam baru kita bicarakan lagi sama Abang"
Vandy membawa istrinya kedalam pelukannya. Anggun membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Menghirup aroma wangi dari tubuh suaminya.
" Sayang jangan bergerak-gerak gitu?"
" Kenapa?"
" Ntar junior aku bangun"
Mendengar nama junior, Anggun langsung menghentikan gerakannya. Vandy terkekeh melihat tingkah istrinya. Entah kenapa menggoda sang istri begitu sangat menyenangkan. Pasutri itu pun akhirnya terlelap.
__ADS_1
Malam hari.
Selesai makan malam, Vandy dan keluarga kecilnya berkumpul di ruang keluarga. Kiran asik dengan buku dan juga boneka Pikachu-nya. Sedangkan mommy, daddy dan Abangnya sedang membicarakan hal penting.
" Abang maunya gimana?" tanya sang daddy.
" Langsung nikah aja Dad" jawab Kenzo.
" Kenapa nggak tunangan aja dulu " saran Anggun.
" Karena tunangan itu hanya buang-buang waktu, mending langsung lamaran terus nikah" jelas Kenzo.
" Apa Abang yakin sudah mengenal Melodi sepenuhnya?" tanya Anggun lagi.
" Sudah Mom"
" Baiklah, daddy akan telpon papinya Melodi dulu"
Vandy mengambil ponselnya, kemudian dia menghubungi nomor calon besannya itu. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo Assalamualaikum calon besan" terdengar suara dari seberang sana.
" Wa'alaikum salam"
" Tumben telpon malam-malam?"
" Iya ada hal yang penting yang mau saya bicarakan"
" Kalau boleh tau hal penting apa itu calon besan?"
" Soal anak-anak, jadi bisa kita bertemu besok malam"
" Tentu, saya juga mau bahas masalah mereka"
" Baiklah, besok malam kami tunggu di rumah"
" Kenapa nggak sesekali calon besan yang main ke rumah saya"
" Baiklah, besok malam kami akan ke sana "
" Kami tunggu kedatangannya calon besan"
Vandy menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Bagaimana?" tanya Anggun.
" Besok malam, Keynan meminta kita datang ke sana"
" Persiapan diri kamu Bang, mungkin banyak pertanyaan yang akan diberikan papi Melodi nanti pada Abang"
" Mas jangan nakut-nakutin Abang kek gitu" kata Anggun.
" Mas bukan nakut-nakutin sayang, Mas cuma ngasih tau Abang. Jadi nanti pas Abang ditanya sama Keynan, dia bisa menjawab tanpa ada kesalahan"
" Apa Abang sudah siap untuk menghadapi papinya Melodi?" tanya Anggun.
" Insya Allah siap Mom"
Malam itu Vandy dan Anggun memberikan wejangan-wejangan untuk sang putra. Pasutri itu berharap putranya bisa menghadapi segala rintangan yang ada di hadapannya.
Kediaman Agatha.
Setelah menerima telepon dari calon besannya tadi, Keynan memberi tau istrinya itu. Dia juga mengajak putrinya untuk berbicara.
" Besok malam kedua orang tua Kenzo akan datang kesini" kata Keynan.
" Apa Kenzo nggak ikut Pih?"
" Ck..anak ini sudah bucin rupanya sama bocah itu"
" Kenzo udah besar Pih, bukan bocah lagi" bela Melodi yang tidak terima kekasihnya dibilang bocah.
" Ya..ya kalian berdua sudah besar, tapi masih butuh bimbingan" kata Keynan.
Tiara hanya jadi pendengar yang baik untuk putri dan suaminya itu. Inilah momen yang akan mereka rindukan saat putri mereka akan ikut dengan suaminya nanti.
" Mami kok diam aja?" tanya Melodi.
" Iya, biasa bawel banget" tambah Keynan.
" Oh jadi menurut papi selama ini mami bawel begitu?!"
__ADS_1
" E-enggak, mami mana pernah bawel" kata Keynan.
Melodi tertawa melihat ekspresi sang papi yang takut sama sang mami.
" Bahagia banget putri kecil papi" kata Keynan sambil melirik putrinya itu.
" Lucu aja liat papi"
" Badut kali lucu"
Tawa Melodi pun pecah, tingkah papinya benar-benar lucu dan juga konyol. Bagaimana tidak, umur papinya sudah kepala empat. Tapi tingkahnya terkadang masih seperti anak kecil.
" Papi dan mami akan merindukan masa-masa seperti ini" kata Keynan.
" Setiap hari kita kan juga ketemu Pih" kata Melodi.
" Sekarang iya, tapi tidak setelah kamu menikah" kata Keynan.
" Kenapa?"
" Karena kamu akan ikut dengan suami kamu, sayang" jawab Keynan.
" Apa nggak bisa aku tinggal bersama mami dan papi?"
" Mami sama papi tidak keberatan jika kamu mau tinggal bersama kami. Tapi prioritas utama kami bukan mami dan papi lagi, melainkan suami kamu"
Melodi tidak tau harus bagaimana, dia tidak mau berpisah dengan kedua orang tuanya. Tapi dia juga tidak bisa jauh dari kekasihnya. Orang tua dan kekasihnya sama-sama penting untuk dirinya.
Tiara memeluk putrinya itu. Dia membelai lembut rambut panjang sang putri. Dia tau apa yang dipikirkan oleh putrinya.
" Walaupun kamu tidak tinggal bersama mami dan papi, tapi kamu kan bisa berkunjung kesini setiap hari" kata Tiara.
" Benarkah Mih, Melodi boleh sering-sering datang ke sini?"
" Tentu saja boleh sayang, tapi dengan izin suami kamu"
" Hhmm"
" Besok malam kita bicarakan dengan keluarga Kenzo. Kamu boleh mengutarakan keinginan kamu pada Kenzo dan keluarganya" kata sang papi.
" Iya Pih"
" Putri papi sudah besar, sebentar lagi sudah mau menjadi seorang istri"
Melodi memeluk cinta pertamanya itu. Keynan membalas pelukan putrinya. Di kecup pucuk kepala sang putri. Enggan rasanya untuk memberikan putri semata wayangnya itu pada orang lain.
" Melodi sayang papi" isak Melodi di pelukan sang papi.
" Papi juga sayang sama putri kecil papi ini"
Tiara tersenyum melihat putri dan suaminya itu. Melodi memang sangat dekat sama papinya. Benar kata orang kalau cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya.
" Ini kok pada sedih-sedih sih, lagi pula kamu itu masih tinggal sama mami dan papi, sayang" kata Tiara mencoba menenangkan putrinya.
" Iya sayang, jadi jangan menangis lagi ya"
" Kalau Melodi sudah tidak tinggal disini lagi, mami sama papi tidak akan mencari putri baru kan?"
Keynan tersenyum mendengar perkataan sang putri. " Tentu saja papi akan cari putri baru untuk menemani kami disini" canda Keynan.
" Papi!" rengek Melodi.
Tawa Keynan pun pecah melihat ekspresi putrinya itu. " Cup..cup... jangan menangis lagi, papi cuma bercanda"
" Awas aja kalau papi beneran cari putri baru, aku akan ratakan rumah ini " ancam Melodi.
" Kalau rumahnya hancur papi sama mami tidur dimana?"
" Tidur aja di reruntuhan rumah"
" Wah ternyata putri papi ini kejam juga"
" Kan belajar dari papi" kata Melodi.
" Benar juga"
Ayah dan anak itu tertawa bersama. Tiara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami dan putrinya itu. Tadi mereka menagis bersama, sekarang tertawa bersama. Malam itu mereka habiskan dengan mengobrol dan juga bercanda bersama.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1