Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Pembalasan Vandy


__ADS_3

Vandy dan Aldi masuk kedalam kantor. Vandy berjalan dengan penuh wibawa. Semua orang yang melihat pasti akan terpesona melihat ketampan CEO yang satu itu.


Seperti biasa setiap berpapasan dengan Vandy karyawan selalu menundukkan kepala mereka. Setelah Vandy masuk kedalam lift barulah karyawan bisa menegakkan kepala mereka kembali.


" Lo udah siapkan bukti kejahatan wanita itu kan."


" Sudah, semuanya sudah beres" ucap Aldi.


Ting


Pintu lift terbuka, Vandy dan Aldi pun keluar dari lift dan pergi menuju aula. Sampai dia aula Vandy menelpon Gio.


" Hallo Van."


" Tolong bawa wanita iblis itu ke aula"


Tut.


Sambungan telpon pun mati.


" Ck.. kebiasaan banget ni anak, untung lo bos sekaligus sahabat gue, kalau nggak gue karungin juga lo" ucap Gio.


Setelah menerima telpon dari Vandy. Gio langsung menuju keruangan Desain untuk membawa Cindy ketempat Vandy.


" Cindy" panggil Gio.


" Iya Pak."


" Ikut saya sebentar."


Waah minpi apa gue semalam di ajak mojok sama Pak Gio.


Gio pun pergi dari ruang desain dan diikuti Cindy dari belakang.


" Seperti nya pertunjukan akan segera dimulai nih Sil" kata Sinta.


" Bener banget Sin, tapi sayang kita tidak bisa melihat pertunjukan nya" ucap Sisil.


Gio dan Cindy pun berjalan menuju aula. Sesampai didepan pintu aula, Gio menyuruh Cindy membuka pintu aula itu. Setelah pintu terbuka, Gio mendorong Cindy masuk kedalam dan mengunci pintu aula.


Cindy sangat ketakutan karena di aula itu sangat gelap, tidak ada lampu yang menyala satupun.


" Pak Gio jangan tinggalkan saya sendiri disini Pak? saya takut?!" ucap Cindy.


Tiba-tiba ada sebuah layar besar didepan Cindy dan menayangkan Video kejadian dimana Cindy mencelakai Anggun. Mata Cindy terbelalak melihat Video kejahatannya sudah diketahui.


Setelah Video itu habis. Lampu di aula pun menyala. Tampaklah tiga lelaki tampan duduk disebelah layar besar itu.

__ADS_1


" Selamat datang nona Cindy" ucap Vandy.


Sontak wajah Cindy berubah menjadi pucat seperti mayat hidup. Vandy dan kedua sahabatnya tersenyum melihat ekspresi Cindy.


Vandy berjalan menghampiri Cindy.


" Apa anda kenal siapa wanita yang ada di dalam video itu?" tanya Vandy.


Cindy tidak bisa menjawab pertanyaan Vandy. Cindy sangat takut melihat tatapan membunuh Vandy. Rasanya dia ingin kabur dari tempat itu.


" Kenapa anda diam saja nona?"


Tiba-tiba Cindy berlutut dihadapan Vandy.


" Tu-tuan maafkan saya" ucap Cindy.


" Kenapa anda meminta maaf nona? apakah anda membuat kesalahan?" tanya Vandy lagi.


" Sa-saya tidak tau kalau Anggun itu istri tuan" jawab Cindy.


" Jadi kalau Anggun itu bukan istri saya kamu boleh melakukan tindakan seperti itu!!" mulai emosi.


Vandy menarik kuat rambut Cindy.


" Awww sa-sakit tuan"


Vandy mehempaskan rambut Cindy hingga dia tersungkur kelantai. kemudian Vandy berjongkok didepan Cindy.


" Kau tau kesalahan apa yang membuat ku paling murka!! kau hampir membunuh anak ku!!" teriak Vandy.


Vandy mencekek leher Cindy.


" A-ampuni sa-saya tu-tuan" ucap Cindy terbata-bata.


Cindy sudah hampir kehabisan nafas, karena kuatnya cekekan Vandy. Aldi dan Gio cepat berlari menghampiri Vandy. Mereka berusaha melepaskan tangan Vandy dari leher Cindy.


Aldi dan Gio merasakan hawa membunuh Vandy. Susah payah mereka melepaskan tangan Vandy dari leher Cindy.


" Lepasin Van, lo bisa bunuh dia dan Anggun pasti nggak suka itu" ucap Aldi.


Vandy yang mendengar nama istrinya pun melepaskan tangannya dari leher Cindy.


" Uhuk.. uhuk" Cindy berusaha mengatur nafasnya.


" Aaaaaaarrrrrgggg!!" Vandy menarik rambutnya dengan kasar.


" Jangan kotori tangan lo untuk membunuh wanita iblis ini" kata Aldi.

__ADS_1


" Kau beruntung kali ini karena aku tidak membunuh mu. Tapi kau jangan senang dulu, aku punya pertunjukan satu lagi untuk mu" ucap Vandy.


Vandy mengambil pisau lipat yang ada dalam saku celananya.


" Berapa banyak darah istri ku yang keluar karena kau."


Cindy takut melihat Vandy memutar-mutar pisau. Dia melihat Vandy seperti seorang psikopat. Sedangkan Aldi dan Gio menikmati pertunjukan yang akan diberikan sahabatnya itu.


" A-anda mau apa tuan?" tanya Cindy.


" Kau masih bertanya, tentu saja aku akan bermain sedikit dengan wajah mu yang seperti iblis ini" jawab Vandy.


Vandy menempelkan pisau itu dipipi Cindy.


" Ja-jangan tuan, saya mohon ampuni saya" kata Cindy.


" Saat istriku meminta tolong apa kau menolongnya waktu itu? tidak kan!! kau malah tertawa dan pergi meninggalkan nya sendiri!!."


Cindy pun terdiam. Cindy tidak dapat berkata-kata lagi.


Vandy mulai menggores pipi Cindy dengan pisau lipat tadi. Cindy meringis menahan perih karena goresan pisau itu. Darah segarpun mengalir dari pipi Cindy.


" Seharusnya kau senang karena aku hanya memberikan goresan dipipi mu itu, dan tidak membunuh mu."


Cindy hanya meratapi kebodohannya karena sudah melukai istri bosnya.


" Al, Gio, cepat bawa wanita ini kekantor polisi sebelum gue membunuhnya" ucap Vandy.


Aldi dan Gio pun memapah Cindy dan membawa bukti kejahatan Cindy. Sepeninggalan Aldi dan Gio, Vandy menyebarkan video perbuatan Cindy dan mengumumkan kesemua karyawannya.


" Jika masih ada diantara kalian yang berani menyakiti istri saya, maka saya akan memberikan hukuman yang tidak akan pernah kalian lupakan seumur hidup kalian!!" ucap Vandy.


Semua karyawan pun heboh melihat video yang disebarkan di vorum grup perusahaan. Para karyawan menyayangkan tindakan bodoh Cindy. Bahkan Lira sahabat Cindy pun kaget dan tidak percaya kalau Cindy melakukan hal seperti itu.


Sinta dan Sisil senang karena Cindy sudah mendapatkan ganjaran atas perbuatannya. Tapi mereka masih penasaran, hadiah seperti apa yang diberikan Vandy untuk Cindy.


(Author: Jangan kepo ntar kalian menangis loh saat tau hadiah yang Vandy berikan untuk Cindy..😩😩


Sinta: Mau gimana lagi Thor jiwa kepo kita lagi meronta-rontaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚).


To be continue


Author udah Up 1 bab lagi ya. Jangan lupa tinggalkan Jejak kalian dengan cara Like, Komen dan kalu bisa Vote nya juga yaa.. πŸ™πŸ™πŸ™


Happy Reading Guys... πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


To be continue..

__ADS_1


__ADS_2