
Liburan sudah selesai, kini saat nya untuk Anggun dan yang lain kembali beraktivitas seperti biasa. Pagi ini Anggun sudah siap dengan pakaian kantornya begitu juga dengan suami nya.
Anggun dan suaminya sarapan dulu sebelum berangkat bekerja. Setelah sarapan mereka langsung berangkat kekantor bersama.
Vandy melajukan mobilnya menuju kantor. Beruntung Pagi itu kendaraan belum banyak berlalu lalang. Jadi tak butuh waktu lama mereka pun sampai diparkiran kantor.
Vandy membukakan pintu mobil untuk sang istri. Vandy mengulurkan tangannya, dengan senang hati Anggun menyambut uluran tangan sang suami.
" Silakan my Wife"
" Makasih my Hubby"
Vandy berjalan kedalam kantor dengan merangkul pinggang sang istri. Semua karyawan sudah biasa melihat kemesraan yang ditunjukkan CEO pada istrinya. Mereka memang mengagumi pasangan itu. Istrinya cantik dan suami nya tampan, sangat serasi.
Didalam lift pun Vandy tidak melepaskan rangkulannya pada sang istri. Anggun tidak masalah dengan itu, justru dia merasa senang dan bahagia karena suaminya selalu memperlakukan nya seperti ratu.
Ting
Pintu lift terbuka. Vandy mengantarkan Istrinya kedepan pintu ruangannya. Sampai di depan pintu ruangan kerja istrinya.
" Selamat bekerja my Wife, jangan terlalu capek" ucap Vandy
" Iya, Mas juga ya"
Vandy mengecup kening istrinya. Setelah itu beralih keperut buncit sang istri. Vandy mengelus perut istrinya. Vandy berjongkok dan menempelkan pipi nya diperut sang istri.
" Anak Daddy baik-baik disana, jangan nakal ya"
Vandy mengecup perut istrinya. Seperti biasa Baby itupun memberi respon dengan menendang. Tendangannya pas mengenai bibir Vandy.
" Waah kamu udah nakal ya sekarang"
" Kenapa?" tanya Anggun
" Dia nendang bibir aku sayang"
" Eh, masa sih Mas"
" Hhmmm, waktu Mas mencium perut kamu Baby nya nendang bibir Mas"
" Hahaha, bearti Baby nya nggak suka kalau Mas mencium Mommy nya"
Jika dia sudah lahir nanti, mungkin dia akan jadi saingan terberat gue.
" Mas apa aku sudah boleh masuk keruangan ku"
" Boleh sayang"
Vandy mencium kembali kening istrinya. Anggun pun masuk kedalam ruangannya. Setelah memastikan istrinya masuk dan duduk dikursi kerjanya, barulah Vandy pergi dari ruang kerja istrinya.
Vandy naik lift menuju ruangannya.Tak berapa Vandy pun sampai dilantai 30. Vandy berjalan dengan penuh wibawa. Sampai diruangannya Vandy langsung duduk dikursi kebesarannya.
Baru aja Vandy mau memulai kerjaannya, tiba-tiba HP nya berbunyi. Vandy mengambil HPnya didalam saku jas nya. Vandy tersenyum melihat nama yang tertera dilayar HP nya. Vandy mengeser tombol warna biru di HP nya.
" Assalamualaikum Ma"
" Dasar anak durhaka kamu ya?!"
Sontak Vandy menjauhkan HP dari telinga nya karena mendengar teriakan sang Mama.
" Kamu masih dengerin Mama ngomong nggak!"
" Denger Ma, Vandy ngucap salam dijawab dong Ma, bukan teriak-teriak"
__ADS_1
" Wa'alaikum salam"
" Nah kalau udah jawab salam kek gitu kan bagus"
" Kamu memang anak durhaka ya, kamu umpetin dimana menantu Mama?!"
" Vandy nggak ngumpetin menantu Mama"
" Terus kenapa Mama nggak bisa ketemu sama dia"
" Emang Mama lagi dirumah aku?"
" Nggak!"
" Terus kenapa bilang Vandy ngumpetin menantu Mama"
" Iya juga ya, pokok nya Mama nggak mau tau, nanti malam kamu bawa menantu Mama kerumah"
" Baik ibunda Ratu, titah ibunda akan ananda laksanakan"
" Good.. good, kalau kamu melanggar nya, kamu dikeluarkan dari kartu keluarga"
" Aku kan udah punya kartu keluarga sendiri Ma"
" O iya Mama lupa, kalau begitu dari ahli waris"
" Nggak apa-apa, masih ada harta mertua Vandy Ma"
" Kamu itu ya, Mama nggak mau tau nanti malam bawa menantu Mama kerumah, kalau nggak Mama akan culik menantu Mama itu, dan nggak akan Mama pulangin ke kamu lagi"
" Jangan dong Ma, bisa mati aku nanti kalau nggak bisa bertemu istri aku"
" Eleh bohong kamu. Orang kalau nggak makan baru bisa mati"
" Kalau aku beda Ma, kalau nggak liat istri bisa mati"
" Bucin sama istri sendiri nggak apa-apa dong Ma"
" Ya, jangan lupa nanti malam bawa menantu Mama kerumah"
" Siap ibunda ratu"
" Ok, sekarang lanjutin kerjaan kamu. Mama tutup telpon nya, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Sambungan telpon pun berakhir.
Vandy melanjutkan pekerjaannya kembali. Berkutat dengan dokumen-dokumen yang sudah menumpuk.
Diruang Desain.
Anggun sedang sibuk mengerjakan perkerjaannya. Jari jemari Anggun sangat lihai menari-nari diatas keyboard komputer. Saat sedang asik bekerja, tiba-tiba Sisil datang.
" Nggun, bantuin gue dong"
" Bantu apaan Sil"
" Ini komputer gue berulah, gue udah capek-capek ngerjain tugas gue, tapi file nya nggak bisa ke save"
" Coba gue liat"
Anggun memeriksa komputer Sisil. Tidak butuh waktu lama komputer Sisil pun kembali normal.
__ADS_1
" Waah, hebat banget lo Nggun"
" Hehehe, nggak juga Sil."
" Makasih, kalau nggak ada lo, gue nggak tau harus gimana"
" Sama-sama, itulah guna nya sahabat untuk saling membantu. Wajah lo pucat banget, apa lo sakit?"
" Nggak, gue baik-baik aja"
" Ya udah gue balik kemeja kerja gue dulu"
" Ok, sekali lagi makasih ya"
Anggun menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia kembali kemeja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Waktu cepat berlalu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 Siang. Saat nya mengisi cacing-cacing yang ada di dalam perut.
Vandy dan kedua sahabatnya menjemput istri mereka. Karena mereka akan pergi makan siang kerestoran yang ada di seberang kantor. Ketiga cowok tampan itu berjalan dengan coolnya.
Mereka berjalan kaki menuju restoran. Karena restorannya memang dekat, jadi nggak perlu pake mobil. Saat mereka berjalan membuat semua orang menatap kagum pada mereka. Bagaimana tidak yang cowok nya tampan-tampan dan cewek nya juga cantik-cantik.
Sampai direstoran mereka langsung saja masuk dan mencari tempat duduk. Setelah mendapatkan tempat duduk, mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, mereka pun mengobrol ringan.
" Gimana ya kabarnya kakek dan nenek Slamet" ucap Anggun
" Iya ya"
" Gue takut tetangganya itu bikin ulah lagi" kata Anggun.
" Iya, rasanya pengen gue robek-robek aja tu mulut mereka"
" Kalian tenang aja, mereka nggak akan berani mengganggu nenek sama kakek Slamet lagi"
Pesanan mereka pun datang. Para pelayan pun menyajikan semua pesanan mereka dimeja. Selesai menyajikan makan, para pelayan itu pun pergi.
Mereka mulai menyantap makanan yang sudah mereka pesan tadi. Seperti biasa Vandy makan selalu disuapi sang istri. Mereka menikmati makanan mereka, kecuali Sisil.
" Sweety, kenapa makanannya nggak dimakan?" tanya Gio pada Sisil
" Lagi nggak selera makan makanan ini Oppa" jawab Sisil
" Bukannya ini makanan favorit kamu" kata Gio
" Iya, tapi ntah kenapa pas melihat nya nggak selera lagi"
" Terus mau makan apa?" tanya Gio
" Mau ice cream" jawab Sisil
" Kamu belum makan, ntar perutnya sakit"
" Nggak kok, boleh ya Oppa" ucap Sisil dengan manja
Gio pun tidak tahan melihat tingkah manja istrinya. Gio pun memesan kan ice cream untuk istrinya.
Selesai makan siang mereka pun kembali kekantor. Baru keluar dari restoran tiba-tiba kepala Sisil pusing. Sisil mencoba menahannya dan terus berjalan.
Saat akan menuruni tiga anak tangga lagi, tiba-tiba pandangan Sisil kabur, alhasil Sisil pun terjatuh dan berguling kebawah.
" Sisil!!" teriak Anggun dan Sinta
Sontak Gio menoleh kebelakang karena mendengar teriakan Anggun dan Sinta. Karena Gio, Vandy, dan Aldi berjalan duluan. Gio kaget melihat istrinya sudah tergeletak dibawah, bergegas Gio menghampiri istrinya.
__ADS_1
To be continue
Happy Reading Guys... 😉😉