Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Bonchap


__ADS_3

Setelah acara akadnya tadi pagi. Malam harinya di adakan pesta resepsi. Pesta itu diadakan di hotel termewah di kota itu. Hotel itu milik Opanya sendiri.


Resepsi itu akan diadakan dengan sangat megah. Mereka juga mengundang awak media. Karena sang mempelai pria merupakan mantan model terkenal.


Para tamu sudah mulai berdatangan. Sebelum memasuki hotel, mereka di periksa dulu. Setelah itu mereka baru di perbolehkan masuk kedalam hotel itu.


" Wah,, bagus banget dekorasinya"


" Iya, beginilah kalau pestanya anak dan cucu sultan"


" Kita selfi dulu yuk"


Para tamu itu mencari view yang bagus untuk berselfie. Seluruh ballroom hotel itu di dekorasi dengan sangat bagus dan juga indah. Jadi tidak susah mencari view untuk berselfie.


Rekan bisnis dari kedua keluarga besar itu juga sudah hadir. Keluarga Vandy dan Agatha langsung menyambut kedatangan rekan bisnis mereka.


" Selamat tuan Vandy dan juga Keynan"


" Terima kasih tuan "


" Nggak menyangka kedua orang berpengaruh di kota ini akan jadi besan"


Vandy dan Keynan hanya membalas dengan senyuman ucapan rekan bisnis mereka. Vandy mempersilakan tamu mereka untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan.


Akhirnya mempelai wanita dan juga pria memasuki ballroom hotel. Para awak media khususnya wartawan dan juga cameraman segera mengambil gambar pasutri itu.


Cekret... cekret.


Suara kamera memenuhi ballroom hotel itu. Kenzo dan Melodi memberikan senyuman pada awak media yang datang. Cameraman langsung mengabadikan senyum manis dari pengantin itu.


Besok berita ini akan menjadi trending topik di semua media. Karena itulah mereka akan mengambil momen yang sangat membahagiakan dan juga menguntungkan semua pihak itu.


Melodi dan Kenzo berjalan menuju pelaminan. Para tamu begitu terpesona melihat kecantikan dan juga ketampanan kedua mempelai itu. Mempelai pun naik ke atas pelaminan, dan siap menyapa para tamu yang hadir.


" Coba liat mereka, sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna"


" Benar, jika orang tuanya tampan dan cantik seperti itu. Apalagi anak mereka mereka nanti"


" Aku juga ingin mempunyai menantu setampan dan secantik itu, supaya bisa memperbaiki keturunan keluarga kami nanti"


Banyak lagi omongan yang di dengar oleh keluarga kedua orang tua mempelai. Mereka hanya tersenyum mendengar ucapan para tamu-tamu itu. Mereka bersyukur diberi keturunan yang baik oleh Tuhan.


Satu persatu para tamu menyalami dan juga mendoakan kedua mempelai. Kenzo dan Melodi mengamini setiap doa yang di ucapkan para tamu undangan.


Tak berselang lama, para tamu di hebohkan sama kehadiran kedua sahabat kedua mempelai. Siapa lagi kalau bukan Gian, Tristan dan juga tunangan mereka. Kedua pasangan itu juga tidak kalah memesonanya dari kedua mempelai.


Dua pasangan itu berjalan melewati para tamu undangan lainnya. Mereka berjalan menuju pelaminan untuk memberikan selamat dan juga doa untuk sahabat mereka.


" Nggak ada lagi lawan gelut gue " kata Tristan.


" Heh! kita kesini mau ngucapin selama, bukan mau dengerin curhatan elo" kata Gian.

__ADS_1


" Lo kenapa sih, sensi banget ama gue" kata Tristan.


" Lo nggak liat antrean panjang, jadi kita nggak boleh lama-lama. Kalau nggak mau di amuk massa" kata Gian.


Tristan menoleh ke belakang dan benar saja, ribuan orang berbaris dengan rapi di belakang. Dan panjangnya ngalahin gerbong kereta api. Tristan menelan ludahnya saat salah satu dari ibu-ibu itu menatapnya dengan tatapan tajam.


" Ani buruan!" katanya pada sahabatnya itu.


" Selamat ya Roma, Mel atas pernikahannya. Semoga pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan. Dan semoga cepat mendapatkan momongan" ucap Gian.


" Makasih Ani, semoga lo cepat nyusul ya" kata Kenzo.


" Gue cuma mau nambahin ucapan Ani tadi. Semoga ntar malam acara bobol gawangnya berhasil tanpa ada gangguan" kata Tristan.


" Makasih Maisaroh, semoga lo cepat nyusul kita juga" kata Kenzo.


" Aamiin"


Sekarang giliran sahabat Melodi yang mengucapkan selamat untuk sahabatnya itu.


" Selamat ya Mel, Ken atas pernikahannya. Doa kita sama kek Gian tadi" ucap Keyra dan juga Dira.


" Makasih, semoga kalian berdua cepat nyusul kita" kata Melodi.


" Kalau gitu kita turun dulu, ntar lanjut lagi ngobrolnya. Soalnya nggak enak sama tamu yang lain, udah mengantre dari tadi" kata Keyra.


" Siap"


Para sahabat Melodi dan Kenzo pun turun kebawah untuk mencicipi hidangan yang sudah disediakan sama yang punya hajatan. Tapi sebelum turun mereka mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.


" Pestanya megah banget ya" kata Dira.


" Harus dong, kan mereka berdua keturunan Sultan. Jadi pesta pernikahan mereka harus yang waw" kata Tristan.


" Kamu mau pesta yang megah kek gini juga nggak untuk pernikahan kita nanti?" tanya Gian pada tunangannya.


" Aku nggak perlu megah kek gini sih Bee, cukup sederhana aja" kata Keyra.


" Kalau kamu mau aku juga bisa" kata Gian.


" Nggak perlu Bee. Lagian bukan kemegahan yang aku harapkan, tapi cinta dan kasih sayang kamu yang aku harapkan "


" Itu sudah kamu dapatkan honey"


" Gue kok berasa kek obat nyamuk kalian berdua ya" kata Tristan.


" Iya, kita berdua kek ngontrak aja " kata Dira.


" Bilang aja kalian berdua iri " kata Gian.


" Ck,, siapa juga yang iri sama Lo" kata Tristan.

__ADS_1


" Bagaimana kalau resepsi pernikahan kita barengan?" usul Dira.


" Setuju " kata Keyra.


" Bagaimana menurut kalian berdua?" tanya Dira pada Gian dan Tristan.


" Kita berdua ngikut aja" jawab Tristan.


" Ok, berarti sepakat ya"


" Hhmm"


Kedua pasangan itu melanjutkan menikmati makanan yang ada di piring mereka masing-masing.


Para tamu yang datang bertambah banyak. Melodi sudah mulai kelelahan karena terlalu lama berdiri. Di tambah lagi dia memakai heels.


" Kamu capek ya sayang?" tanya Kenzo pada istrinya.


" Iya Yank"


" Yuk duduk dulu"


Mereka berdua duduk di kursi yang ada di sana. Kenzo meminta tolong pelayan untuk mengambilkan minuman dan juga camilan untuk istrinya.


Tak berselang lama pelayan datang dengan membawa air mineral dan juga camilan untuk istrinya.


" Ini tuan air minum sama camilannya"


" Makasih ya Pak"


" Sama-sama tuan"


Setelah memberikan makanan dan juga minuman. Pelayan itu pun pamit undur diri. Dia melanjutkan pekerjaannya kembali.


" Nih yank minum dulu" kata Kenzo sambil memberikan sebotol air mineral yang sudah diberikan sedotan"


Melodi langsung menyedot air putih yang di berikan suaminya itu. " Makasih yank"


" Sama-sama sayang. Makan kuenya juga, biar kamu nggak lemes"


Melodi menyuapi potongan kue itu pada suaminya. Mereka pun makan sepotong kue berdua. Adegan romantis itu di saksikan oleh para tamu dan juga awak media. Mereka mengabadikan momen romantis itu juga.


Para tamu satu persatu sudah mulai meninggalkan tempat tempat resepsi itu. Mereka pulang juga tidak dengan tangan kosong. Mereka pulang dengan membawa souvernir cantik. Yang harganya tentu saja tidak murah.


To be continue.


Abang Kenzo.



Melodi.

__ADS_1



Happy Reading 😚😚


__ADS_2