
Pagi hari Kenzo sudah bersiap untuk pergi bersama kedua orangtua nya. Ya hari ini mereka akan pergi mencari sekolah untuk Kenzo.
Selesai berpakaian Kenzo turun kebawah untuk sarapan bersama mommy dan daddy nya. Sampai dimeja makan, mommy dan daddy nya sudah menunggu.
Anggun mengambilkan nasi goreng untuk suami dan juga anak nya. Setelah itu baru untuk dirinya. Mereka pun mulai menikmati sarapan mereka.
Saat mereka sedang menikmati sarapan, terdengar bel berbunyi.
" Bik, tolong bukain pintu nya Bik" titah Anggun
" Baik nona"
Mirna pun segera membukakan pintu untuk tamu nona muda nya.
Ceklek
Saat pintu terbuka tampaklah teman-teman Anggun dan anak mereka.
" Assalamualaikum Bik" ucap mereka bersama-sama
" Wa'alaikum salam, silakan masuk semua nya"
Sinta dan yang lainnya masuk kedalam rumah Anggun.
" Silakan, non Anggun ada diruang makan"
Mereka semua langsung menuju ruang makan. Sampai di ruang makan.
" Kalian sudah datang? yuk ikut sarapan bareng " ajak Anggun
" Hai Ken" sapa Gian
" Kamu itu ya, aku itu sudah jadi abang, jadi panggil aku abang" kata Kenzo
" Aku manggil abang nya setelah adik kamu lahir aja" kata Gian
" Nggak, kamu harus belajar dari sekarang" kata Kenzo
" Betul itu Gian yang dibilang sama bang Kenzo" kata Tristan
" Huh! kau itu, selalu saja mendukung Kenzo. Kapan kau mau mendukung ku" kata Gian
" Kalau Gian sudah berbuat baik" kata Tristan
" Emang kau pikir aku orang jahat begitu!" kata Gian
" Kurang lebih seperti itu" ucap Tristan tanpa dosa
" Tu dengerin, Tristan aja bilang kau jahat" kata Kenzo
" Mana ada seperti itu. Diantara kita bertiga, aku lah yang paling baik" kata Gian
" Itu kata kamu, tapi kata kita nggak" kata Kenzo
__ADS_1
" Sudah-sudah, sekarang kita sarapan dulu" kata Anggun
Mereka semua pun sarapan bersama. Selesai sarapan, Anggun di bantu para sahabatnya membawa piring kotor ke dapur dan mencuci bersih piring-piring itu.
Sedangkan para suami dan anak-anak menunggu diruang tamu. Mereka membahas sekolah mana yang akan mereka datangi terlebih dahulu.
" Kita cari sekolah yang komplit. Jadi nanti kita nggak susah cari sekolah dasar untuk mereka. Kalau sudah SMP baru kita suruh sekolah dimana yang mereka mau" kata Vandy
" Bagus juga, jadi sama waktu kita dulu" kata Aldi
" Kalau gitu kita masukan ke sekolah kita dulu aja" kata Gio
" No, gue nggak ingin orang-orang tau siapa anak gue" kata Vandy
" Maksud lo, lo mau nyembunyiin identitas anak lo" kata Aldi
" Tepat sekali. Bukan anak gue aja, anak kalian juga. Karena kalau mereka tau Kenzo anak gue mereka pasti akan memberikan hak istimewa untuk Kenzo, dan gue tidak ingin itu terjadi. Karena gue ingin anak gue diperlakukan sama dengan teman-temannya yang lain" tutur Vandy
" Aku setuju sama kamu Mas" kata Anggun yang baru datang dari dapur
" Di Kota ini siapa yang nggak pernah melihat wajah kalian berdua" kata Sinta
" Ada kok Sin, lagian wajah aku nggak selalu muncul di majalah bisnis" kata Anggun
" Iya, tapi gimana dengan suami lo" kata Sisil
" Tenang, Mas Vandy kan pake masker dan kaca mata. Jadi gue yakin orang-orang nggak akan bisa mengenali nya" kata Anggun
" Ya udah, sekarang kita berangkat" kata Vandy
Mobil Vandy melaju dengan mulus dijalan raya. Mereka mulai mencari sekolah yang ada di blok C. Vandy melihat sekolahnya bagus dan penjagaannya juga bagus.
Vandy memarkirkan mobilnya, ditempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak sekolah itu. Setelah mobil terparkir, mereka pun turun dari mobil.
Kenzo, gian dan Tristan sangat senang melihat bangunan yang ada didepan mereka sekarang.
" Mommy apa ini sekolah abang?" tanya Kenzo
" Iya sayang" jawab Anggun
Mereka berjalan menuju ruang kepala sekolah. Saat berjalan mereka menjadi pusat perhatian murid-murid dan juga guru-guru yang ada disan.
" Waaw mereka tampan-tampan sekali" kata Guru A
"Apa mereka murid-murid baru disini" kata guru B
" Seperti nya begitu" kata guru C
" Mudah-mudahan mereka masuk kelas aku" kata guru A lagi
" Mudah-mudahan dikelas aku" kata guru B tak mau kalah
Masih banyak lagi omongan yang mereka dengar. Tapi mereka tidak menghiraukan omongan para guru-guru itu. Mereka terus berjalan menuju ruang kepala sekolah.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua sampai diruang kepala sekolah. Anggun mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.
Tok
Tok
Tok
" Masuk" terdengar suara dari dalam ruangan
Anggun masuk kedalam, diikuti sama yang lainnya.
" Selamat pagi Buk" sapa Anggun
" Siang, silakan duduk" kata kepala sekolah
Anggun duduk, diikuti sama yang lain.
" Perkenalkan Buk, nama saya Anggun, ini suami saya Vandy dan teman-teman saya" kata Anggun.
Mereka semua pun saling memperkenalkan diri. Setelah itu Anggun mengutarakan maksud mereka datang ke sana.
"Begini Buk, kami ingin mendaftarkan anak kami di sekolah ini" kata Anggun
" Boleh Buk, tunggu saya ambilkan formulir nya dulu" kata kepala sekolah
Ibuk Ranti pun mengambil formulir pendaftaran. Tak berselang lama buk Ranti pun kembali dengan membawa formulir.
" Silakan diisi dulu formulinya" kata Ranti
Anggun dan yang lainnya mulai mengisi formulir yang diberikan kepala sekolah tadi. Setelah selesai mereka memberikan formulir itu kepada buk Ranti.
Ranti menerima formulir yang sudah diisi oleh Anggun dan yang lain. Setelah itu buk Ranti menjelaskan peraturan yang ada disekolah itu.
Anggun dan yang lainnya tidak keberatan dengan peraturan yang ada disekolah itu. Mereka pun menyanggupi semua peraturan nya.
Anggun dan yang lainnya pun mengurus administrasi nya. Besok Kenzo, Gian dan Tristan sudah mulai sekolah di sana. Setelah semua nya selesai Anggun dan yang lainnya pamit undur diri.
"Mulai besok kami titipkan anak-anak kami pada Ibuk" kata Anggun
" Baik buk Anggun. Besok saya akan mengantarkan mereka kekelas mereka" kata Ranti
" Terimakasih atas bantuannya Buk" kata Anggun
" Sama-sama Buk Anggun"
" Kami permisi dulu Buk" kata Anggun
" Silakan Buk Anggun" kata Ranti
Ranti pun mengantarkan Anggun dan yang lainnya kedepan pintu. Mereka pun pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.Mereka langsung menuju parkiran. Mobil Vandy melaju meninggalkan sekolah Pertiwi Indah.
To be continue..
__ADS_1
Bantu Vote nya juga ya Readers.. 🙏🙏🙏
Happy Reading Guys.. 😉😉😉