Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari Vandy sudah bersiap dengan pakaian kantornya. Begitu juga dengan Kenzo yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.


Ayah dan anak itu sama-sama melihat penampilan mereka didepan cermin. Vandy tersenyum kepada putranya itu. Kenzo pun membalas senyuman daddy nya.


" Abang sudah siap?" tanya Vandy


" Sudah daddy"


" Yuk kita kebawah sarapan bareng sama mommy"


" Let's go daddy"


Ayah dan anak itu berjalan menuruni tangga, sampai dibawah mereka langsung menuju meja makan.


" Pagi mommy" ucap Vandy dan Kenzo sambil mencium pipi Anggun.


" Pagi juga kesayangan mommy"


Anggun mengambilkan nasi untuk suami dan anaknya. Setelah itu baru untuk dirinya sendiri. Mereka bertiga pun mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.


" Sayang nanti jadi ke rumah sakit?" tanya Vandy disela sarapannya.


" Jadi dong Mas" jawab Anggun


" Bareng sama Mas aja ya"


" Hhhmm"


Selesai sarapan mereka bertiga pun berangkat. Vandy mengantarkan Kenzo ke sekolah terlebih dahulu. Setelah itu baru mengantarkan sang istri ke rumah sakit.


Mobil Vandy pun sampai disekolah Kenzo. Vandy memarkurkan mobilnya, ditempat parkir Gian dan Tristan sudah menunggu kedatangan Kenzo. Kenzo turun dari mobil, diikuti Anggun dan Vandy.


" Ken" panggil Gian dan Tristan


" Ck.. bocah ini, sudah dibilang panggil abang, tapi mereka masih aja panggil nama"


Anggun dan Vandy tersenyum mendengar ucapan Kenzo. Anak-anak itu mempunyai banyak cara untuk menunjukkan rasa sayang mereka. Salah satunya dengan perdebatan kecil seperti sekarang ini.


" Dia memanggil Gian dan Tristan bocah, padahal dia sendiri juga masih bocah" gumam Vandy.


" Abang belajar yang rajin ya, nanti pulang sekolah mommy jemput" kata Anggun.


" Siap mommy" kata Kenzo sambil bersalaman dengan kedua orangtuanya, diikuti sama Gian dan Tristan.

__ADS_1


Setelah berpamitan Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam kelas. Vandy melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Kenzo.


Di perjalan Anggun mampir ke toko kue dan juga buah. Anggun membeli kue kesukaan mama dan papa mertuanya. Setelah selesai membeli buah dan juga kue, Vandy pun melanjutkan perjalanannya kembali.


Mobil Vandy pun sampai di rumah sakit, Vandy memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka masuk kedalam rumah sakit. Vandy menggandeng tangan sang istri.


Vandy dan Anggun masuk kedalam lift, menuju lantai 3, tempat dimana Dwipangga dirawat. Tak berapa lama mereka pun sampai dilantai 3. Mereka langsung menuju ruangan tempat Dwipangga dirawat. Mereka pun sampai diruang rawat Dwipangga.


Tok


Tok


Tok


Diana yang mendengar suara pintu diketuk pun membukakan pintu.


Ceklek


Diana tersenyum melihat menantu dan putranya datang.


" Kalian sudah datang" kata Diana.


Anggun bersalaman sama mama mertuanya, kemudian diikuti oleh Vandy.


Mereka pun masuk kedalam. Dwipangga yang sudah siuman dari semalam pun tersenyum melihat menantu dan putranya datang.


" Papa udah siuman" kata Anggun sambil berjalan menghampiri papa mertuanya.


Dwipangga menganggukkan kepalanya.


" Papa sama mama sudah sarapan?" tanya Anggun


" Sudah sayang" jawab Diana mertua Anggun.


" Kapan papa boleh pulang?" tanya Vandy


" Kalau nggak ada keluhan lain, besok papa sudah diperbolehkan pulang" kata Diana.


" Vanya belum datang ya Ma?" tanya Anggun


" Belum Nak, mungkin sebentar lagi" kata Diana


" Paling dia masih tidur" kata Vandy

__ADS_1


" Oh iya Ma, ini Anggun bawakan kue kesukaan papa sama mama" kata Anggun sambil menyerahkan paper bag kepada mama mertuanya.


" Makasih sayang" ucap Diana


Karena keadaan papa nya sudah agak membaik, Vandy berpamitan sama istri dan kedua orangtua nya pergi kekantor. Karena hari ini pekerjaan Vandy cukup banyak.


" Ma, Pa, aku pamit kekantor dulu ya" kata Vandy.


" Iya Nak"


" Sayang, Mas berangkat dulu ya"


Anggun mencium punggung tangan suaminya. Kemudian Vandy mencium kening sang istri.


" Berangkat dulu semuanya. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan Mas" kata Anggun.


Vandy pun pergi dari ruang rawat papanya. Vandy masuk kesalam lift menuju lantai satu. Sampai dilantai 1 Vandy langsung menuju keparkiran.


Vandy melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit Vandy pun sampai diperusahaannya. Vandy melajukan mobilnya menuju parkiran, Vandy memarkirkan mobilnya disebelah mobil Aldi.


Vandy masuk kekantornya, seperti biasa saat memasuki lobi, semua karyawan membungkuk kan badan memberi hormat kepada CEO mereka.


Vandy berjalan dengan penuh wibawa, walaupun tak ada senyum diwajahnya, tapi itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Para karyawan pun sudah terbiasa dengan sifat CEO mereka.


Vandy pun sampai dilantai 30, Vandy melangkahkan kakinya keruangannya. Saat pintu ruangannya terbuka, Vandy langsung disambut oleh tumpukan dokumen. Vandy duduk dikursi kebesarannya.


" Huuuff, rasanya ingin pensiun saja. Gue berharap Kenzo cepat besar, jadi dia bisa menggantikan gue untuk mengerjakan tumpukan dokumen-dokumen ini, dan gue bisa bersantai dirumah bersama istri"


Vandy teringat akan percakapannya beberapa bulan lalu dengan istri dan juga anaknya. Waktu itu istrinya bertanya cita-cita Kenzo.Vandy tersenyum sendiri mengingat jawaban Kenzo.


Disaat orang lain bercita-cita ingin menjadi dokter, guru, polisi, pilot dan yang lainnya. Anaknya itu malah ingin menjadi seorang model.


Apapun cita-cita yang akan dipilih putranya nanti, sebagai orangtua Vandy akan selalu mendukungnya.


Vandy mulai mengerjakan tugas-tugasnya. Vandy memeriksa dokumen-dokumen itu satu per satu. Mata Vandy sangat cepat dan jeli membaca isi dokumen-dokumen itu.


To be continue..


Jangan lupa, like, komen dan votenya..


Happy Reading Guys.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2