Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Mulai Narsis..


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu tinggal beberapa hari lagi hubungan Vandy dan Anggun akan di sahkan dalam ikatan suci pernikahan. Dengan ikatan itu pula mereka akan memulai hidup baru mereka.


Anggun dan Vandy yang sama-sama sudah mengambil cuti, dan sekarang agenda mereka adalah fitting baju pernikahan setelah itu melihat sudah berapa persen dekorasi yang dikerjakan sama orang WO.


" Anggun sayang buruan dong, ntar keburu malam." Kata Kiara.


Ya Anggun akan pergi fitting baju sama Mama nya karena Vandy dan Anggun belum boleh ketemu. Sudah berbagai cara telah dilakukan Vandy untuk bisa ketemu sama Anggun. Mulai dari aksi mogok makan, mogok kerja dan yang terakhir pura-pura sakit tapi hasilnya tetap nihil.


Waktu Vandy berpura-pura sakit dan meminta Anggun datang ke apartemennya, alih-alih mau datang Anggun malah nyuruh bik Ijah yang merawat Vandy.


Flash On.


Ditelepon.


" Sayang, aku lagi sakit ni?," kata Vandy dengan suara yang dibikin seperti orang yang sakit beneran.


" Kok bisa, padahal kemarin Bunny baik-baik aja."


" Itu kan kemarin, aku sakitnya sekarang sayang?."


" Kalau Bunny sakit panggil Dokter dan bawa istirahat."


" Aku nggak mau Dokter, aku mau nya kamu." merengek seperti anak kecil ditinggal mak nya kemall.


" Emang kalau aku kesana Bunny bisa sembuh?."


" Bisa dong sayang, malahan lebih cepat sembuhnya," kata Vandy semangat.


" Tadi dia bilang sakit, pas aku bilang mau datang kesana langsung semangat, awas ya kamu Bunny, aku kerjaiin kamu,"batin Anggun.


" Ya sudah, aku kesana sekarang."


" Ok sayang, aku tunggu."


Panggilan berakhir.


" Dia bilang tadi sakit dan merengek seperti anak kecil. Giliran aku bilang mau kesana langsung semangat, ada sakit yang begitu, gerutu Anggun."


Anggun pun memanggil Bik Ijah, setelah itu Anggun meminta tolong Bik Ijah buat nemenin Vandy di apartemennya.


Ditempat lain.


Vandy yang begitu semangat karena sang pujaan hati akan datang menemuinya.


" Nggak sia-sia gue ekting pura-pura sakit, kenapa gue nggak pura-pura sakit aja dari kemarin."


Vandy berbaring diatas kasurnya menunggu sang pujaan hati datang. Vandy berguling kekiri dan kekanan seperti anak kecil.


Ting nong


Bel apartemen Vandy berbunyi, dengan semangat 45 Vandy membuka pintu untuk pujaaan hatinya.


Ceklek


" Sa..," ucapan Vandy terhenti karena melihat Bik Ijah sudah berdiri didepan pintu apartemennya. Hilang sudah harapan dan semangatnya tadi.


" Siang Den, Bibik kesini disuruh non Anggun untuk menemani Aden, non Anggun bilang Aden sakit."


Vandy yang belum bisa memfokuskan fikirannya, masih berdiam diri dan tak menjawab ucapan Bik Ijah. Seperkian menit barulah Vandy bisa fokus.


" Tadi emang sakit Bik, tapi sekarang udah nggak."


" Syukur Alhamdulillah Den, berhubung Aden sudah sehat, Bibik mau permisi dulu."


" Nggak mampir dulu Bik?."


" Makasih Den, mungkin lain waktu Bibik mampir, lagian kerjaan Bibik masih banyak dirumah. Bibik permisi dulu Den.

__ADS_1


" Iya, hati-hati dijalan ya Bik."


Bik Ijah berlalu meninggalkan apartemen Vandy. Setelah bik Ijah pergi, Vandy pun masuk kedalam apartemennya.


" Awas kamu sayang, aku bakal kasih hukuman, aku bikin kamu nggak bisa jalan nantik," ucap Vandy sambil tersenyum licik.


Flash Off.


Anggun dan mamanya sudah sampai dibutik langganan keluarga nya. Mereka pun disambut langsung oleh pemilik butik.


" Selamat sore mbak."


" Sore Nina, gimana gaun pengantin buat Anggun apa udah selesai?."


" Sudah, mari silahkan mbak."


Anggun dan mamanya duduk disofa yang ada diruangan itu. Nina datang dengan membawa gaun buat Anggun.


" Yuk Nggun dicoba gaunnya?."


Anggun pun berdiri dari duduknya dan masuk keruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya. Saat Anggun mencoba baju prngantinnya Kiara mengobrol dengan Nina.


" O iya apa calon mantu saya sudah datang?."


" Belum mbak, mereka bilang sih malam mau kesini."


Saat Kiara dan Nina masih mengobrol Anggun keluar dengan memakai gaun pengantinnya.


" So Beautiful."


Sontak ketiga orang itu menoleh kesumber suara. Alangkah kagetnya Anggun melihat Vandy.


" Bunny."


Vandy tersenyum melihat ekspresi kaget Anggun. Vandy pun menghampiri calon mertuanya.


" Kamu udah disini, kata Nina kamu ntar malam kesininya."


" Rencananya sih iya Ma, berhubung kerjaan Vandy sudah beres jadi langsung aja kesini."


" Bagus deh, jadi kamu juga bisa coba tuxedo kamu sekalian."


Nina mengambilkan tuxedo yang akan dicoba Vandy. Tak berapa lama Nina datang membawa tuxedo untuk Vandy.


" Nih kamu coba dulu, nanti kalau ada yang kurang bilang aja," kata Nina.


Vandy pun masuk keruang ganti untuk mencoba tuxedo nya. Tidak butuh waktu lama Vandy pun keluar dengan memakai tuxedonya.


" Calon mantu Mama terlihat tampan memakai tuxedo itu."


" Mereka pasangan yang serasi mbak, yang satu cantik dan yang satu lagi tampan."


Kalau begitu kalian ngobrol aja dulu, Mama mau melihat gaun yang lain dulu. Kiara dan Nina berlalu pergi meninggalkan Anggun dan Vandy. Sekarang hanya tinggal mereka berdua diruangan itu. Vandy menghampiri Anggun yang masih berdiri dengan gaunnya.


" So Beautiful Honey," bisik Vandy ditelinga Anggun.


Pipi Anggun bersemu merah mendengar pujian Vandy padanya. Vandy tersenyum melihat wajah Anggun yang bersemu merah. Vandy tidak tahan untuk menggoda Anggun.


" Kamu lagi sakit sayang?."


" E.. enggak kok, aku baik-baik aja." jawab Anggun gugup.


" Terus kenapa wajah kamu merah seperti kepiting rebus gitu."


" Bunny..!!," teriak Anggun.


" Jangan berteriak gitu, nanti Mama fikir aku ngapa-ngapain kamu, atau jangan-jangan kamu sengaja teriak-teriak begitu supaya Mama datang kesini dan kita dinikahkan sekarang?."

__ADS_1


" Ck.. ngacok kamu," ucap Anggun sambil berlalu pergi.


Vandy pun menahan Anggun dengan memegang tangan Anggun. " Eit mau kemana aku belum selesai ngomong loh!?."


" Mau keruang ganti."


" Ikut yah."


" Nanti kalau udah halal Bunny boleh ikut aku kemana aja aku pergi, sekarang lepasin tangan aku yah?."


Dengan berat hati Vandy melepaskan tanggan Anngun. Dengan susah payah Anggun berjalan keruang ganti. Vandy yang melihat Anggun kesusahan dengan cepat membantu Anggun berjalan sampai kepintu ruang ganti.


" Terimakasih Bunny, aku ganti baju dulu Bunny juga ya?."


Vandy menganggukan kepalanya. Setelah Anggun masuk Vandy pun berlalu pergi untuk membuka tuxedo yang dia pakai tadi.


Anggun kesusahan membuka gaunnya. Butuh waktu beberapa menit buat Anggun membuka gaunnya dan akhirnya berhasil. Anggun sudah mengganti gaunnya dengan baju yang dipakai tadi. Setelah itu dia baru keluar.


Vandy yang melihat Anggun baru keluar pun tersenyum. " Susah ya buka gaunnya."


" Ya lumayan, tapi aku puas dengan gaunnya."


" Habis ini kamu mau kemana sayang?."


" Rencananya mau liat dekorasi buat acara resepsi nanti Bunny."


" Biar Mama aja deh yang liat sayang, kita pergi jalan-jalan sebentar ya, apa kamu nggak kagen sama aku?."


Anggun berfikir sejenak, kemudian Anggun menganggukan kepalanya.


" Biar aku yang bilang sama Mama."


Vandy menemui calon mertuanya dan meminta izin untuk mengajak Anggun jalan.


" Pulangnya jangan kemalaman."


" Ok Mah, kita pergi dulu."


Setelah berpamitan dengan calon mertuanya Vandy dan Anggun pun meninggalkan butik.


" Bunny kita mau kemana?," tanya Anggun.


" Nanti kamu juga tau sayang, sekarang kamu duduk manis aja dulu ya." Jawab Vandy.


Anggun pun tidak bertanya lagi. Anggun memilih memejamkan matanya, belum lama Anggun memejamkan matanya mobil Vandy sudah berhenti.


Anggun terpesona melihat pemandangan yang ada didepan matanya. " Bunny tau dari mana tempat seperti ini?."


" Searching di google sayang."


" Sejak kapan CEO Arrogant ku berubah jadi romantis kayak gini?."


" Sejak aku pacaran sama kamu."


" Emang waktu sama Kia dulu Bunny nggak romantis."


" Nggak, cuma sama kamu aja aku kayak gini."


" Ya sudah sekarang kita berfoto yuk."


" Oh God, kenapa calon suami gue jadi narsis kayak gini."


To be continue..


Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya Readers.. 😉😉


HAPPY READING GUYS.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2