
" Hei!"
Sontak mereka semua berdiri karena mendengar teriakan sang Ketos.
" Siapa yang mengizinkan kalian untuk duduk, huh!"
" Ma-maaf Kak" ucap para siswi cewek.
" Sayang masih pagi, jangan membuat mereka takut" kata Indira dengan nada manja.
" Baiklah untuk hari ini kalian saya maafkan. Sekarang masuk kedalam kelas!" titah Gilang.
Gilang dan Indira berjalan lebih dulu, diikuti sama Kenzo dan yang lainnya. Sampai di dalam kelas, mereka duduk di kursi masing-masing.
" Apa kalian membawa tugas yang kami berikan kemarin?" tanya Indira.
" Ada Kak!"
" Bagus, sekarang kalian pakai atribut itu" titah Indira.
Mereka semua pun memakai topi dan juga papa nama. Indira membaca satu persatu nama mereka. Seketika Indira tersenyum melihat papan nama Kenzo.
Jadi nama model tampan gue itu Kenzo.
" Kumpulkan semua bekal kalian kedepan" titah Gilang.
Mereka semua bergantian maju kedepan untuk menyerahkan bekal yang sudah mereka siapkan dari rumah tadi.
Tibalah giliran Kenzo dan kedua sahabatnya. Mereka bertiga berjalan dengan menenteng kantong kresek di tangan mereka masing-masing.
Gilang membuka kantong kresek milik mereka bertiga. Gilang melirik Kenzo dan kedua sahabatnya. Gilang membuka bungkus nasi milik mereka satu persatu.
" Apa ini?!" tanya Gilang pada Kenzo dan kedua sahabatnya.
" Nasi sama telor Kak" jawab Kenzo.
Brak..
Semua orang yang ada disana kaget, kecuali Kenzo dan kedua sahabatnya. Mereka bertiga tenang-tenang aja, mendengar bunyi meja di geprak.
" Gue juga tau ini nasi sama telor, tapi apa maksud kalian ngasih ini ke gue?"
" Tadi kan kakak sendiri yang minta bekal kami dikumpulkan. Ya itu bekal kami" kata Kenzo.
Gilang menarik kerah baju Kenzo. Para siswi cewek pun takut melihat Ketos menarik kerah baju Kenzo. Mereka takut model tampan mereka kenapa-kenapa.
" Sayang, tenang" kata Indira.
Indira takut kalau Gilang memukul Kenzo. Gilang tidak menghiraukan ucapan kekasihnya itu.
" Lo pikir gue miskin, sehingga lo berani kasih gue sarapan nasi putih sama telor ceplok!"
" Tapi bagi saya itu makanan mewah Kak" kata Kenzo.
__ADS_1
" O iya gue lupa, lo itu kan dari kalangan menengah kebawah, jadi wajar lo bilang itu makanan mewah"
" Kalau kakak sudah tau, tolong lepaskan tangan kakak dari baju saya. Kakak nggak mau kan tangan kakak kotor karena menyentuh baju saya" kata Kenzo.
Dengan cepat Gilang melepaskan tangannya dari kerah baju Kenzo. Setelah itu Gilang segera mencuci tangannya dengan air.
" Kalian bertiga lari keliling lapangan sebanyak 3 kali putaran, sekarang!" titah Gilang.
Kenzo dan kedua sahabatnya tidak mau mencari masalah, akhirnya mengikuti titah sang Ketos berlari mengelilingi lapangan. Karena mereka juga sudah lama tidak olahraga.
" Kalian lihat nggak gaya sombongnya si Ketos itu" kata Gian.
" Ingin gue robek tu mulutnya yang bilang kita anak kelas menengah " kata Tristan.
" Iya, padahalkan kita kan anak mama dan papa. Bukan anaknya menengah" kata Gian.
" Eh munaroh, gue lagi serius lo malah berjanda" kata Tristan.
" Bercanda Tristan bukan berjanda" kata Kenzo.
" Maaf kepleset dikit lidah gue Ken"
" Alah alasan, bilang aja lo ingat tante janda yang ada di simpang jalan sana" kata Gian.
" Uluh.. uluh Gian manisku, sejak kapan lo lihat gue kenal ama tante janda" protes Tristan sambil mencubit pipi Gian.
" Barusan lo bilang janda" kata Gian.
" Sudah-sudah, kalian berdua sama aja" kata Kenzo.
" Sama-sama dimabok janda" kata Kenzo sambil mempercepat larinya.
" Wah.. anak sultan kanvret!" teriak Gian dan Tristan sambil mengejar Kenzo.
Akhirnya mereka bertiga pun selesai mengerjakan hukumannya. Mereka pun istirahat dibawah pohon yang ada di lapangan itu.
" Ya Allah capek ya" kata Gian.
" Ya Allah hausnya " kata Tristan.
" Lumayan bisa bakar kalori" kata Kenzo.
" Haus Ken, bukan kalori" kata Tristan.
" Kalau haus minum" kata Gian.
" Mau sih gitu, tapi apalah daya air untuk diminum tidak ada" kata Tristan.
" Kasihan anak Gio kehausan " kata Gian.
" Teman durhaka lo"
" Kok durhaka" kata Gian.
__ADS_1
" Ya iya, ngapain lo sebut nama papih gue"
" Lah kan benar yang gue bilang"
" Berisik banget si" kata Kenzo.
" Gian itu Ken"
" Enak aja, yang ada elo" protes Gian.
" Kalian berdua, udah selesai" kata Kenzo.
" Dari pada emosian, mending kita beli minum yuk" ajak Tristan.
" Yuk" kata Kenzo dan Gian.
Mereka bertiga pun pergi kekantin sekolah. Sesampainya di kantin, mereka langsung menyerbu minum dingin yang ada di dalam kulkas.
Kenzo dan kedua sahabatnya mengambil 1 botol air mineral yang ada di kulkas. Setelah itu mereka duduk di kursi yang berada dipojok. Ya mulai dari kamarin itu tempat duduk favorit mereka.
Kenzo meneguk sampai habis air mineral tadi. Begitu juga dengan Gian dan Tristan mereka meneguk air mineral itu sampai habis tak bersisa. (Kecuali botolnya ya guys.. 😁😁).
" Sekarang kita mau ngapain?" tanya Tristan.
" Balik kekelas" kata Kenzo.
" Lo yakin mau balik lagi kekelas?" tanya Gian.
" Hhhmm"
Karena Kenzo bilang balik kekelas, mau tak mau Gian dan Tristan pun mengikuti keinginan Kenzo itu. Tapi sebelum itu mereka membayar minuman yang mereka minum tadi.
Kenzo dan kedua sahabatnya berjalan menyusuri koridor sekolah. Mereka pun sampai di depan kelas mereka.
" Kalian sudah siap menyelesaikan hukuman kalian?" tanya Indira.
" Sudah Kak" jawab Tristan.
" Kalian boleh masuk dan duduk di kursi kalian" kata Indira.
Gian dan Tristan masuk duluan kedalam kelas. Saat Kenzo akan masuk, tiba-tiba Indira menahan tangan Kenzo.
" Tunggu dulu, biar aku lap keringat kamu dulu" bisik Indira.
" Maaf, saya bisa sendiri" kata Kenzo sambil menghempaskan tangan Indira.
Tunggu saja nanti, aku yakin kamu tidak akan bisa menolak aku lagi.
To be continue...
Ketos Gilang..
__ADS_1
Happy Reading.. 😚😚