
Setelah kejadian diacara pertunangan Aldi dan Sinta. Pagi hari semua stasiun televisi menanyangkan berita bangkrutnya perusahaan Sinar Group.
Anggun dan Vandy juga sedang menyaksikan berita tersebut.
" Apa aku terlalu kejam ya Mas."
" Nggak. Itu pantas mereka dapatkan. Kalau kamu tidak mengeksekusi perusahaan mereka pasti mereka akan bersikap sombong dan Angkuh lagi."
" Aku cuma nggak terima sama ucapan Pak Bayu itu. Berani sekali dia menghina keluarga ku."
" Iya. Maka dari itu mereka pantas mendapatkan hukuman itu."
" Mas aku lapar."
" Kita kan baru selesai sarapan sayang? masa kamu udah lapar lagi."
" Iya. Aku pengen makan baksonya Kang Mamad."
" Belinya dimana?."
" Dipinggir jalan dekat lampu merah."
" Tunggu disini Mas pergi beliin dulu."
" Aku mau ikut."
Vandy menganggukkan kepalanya tanda setuju. Vandy mengambil kunci mobilnya. Mereka berjalan menuruni anak tangga. Saat melewati ruang keluarga Anggun melihat Bik Mirna lagi bersihin ruang keluarga.
" Bik kita pergi keluar bentar ya" ucap Anggun.
" Iya nona. Hati-hati dijalan."
Mobil Vandy melaju meninggalkan kediamannya. Beruntung Pagi itu tidak terlalu ramai kendaraan yang berlalu lalang. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai. Vandy menepikan mobilnya.
" Hallo Kang" Sapa Anggun.
"Neng Anggun tumben datangnya Pagi Neng."
" Iya Kang lagi kepengen aja."
" Cowok tampan ini siapa Neng."
" Oh iya lupa. Kenalkan Kang suami Anggun."
" Vandy"
" Mamad, tapi panggil aja Kang Mamad."
Vandy dan Kang Mamad pun saling berjabat tangan. Setelah itu Vandy dan Anggun pun duduk ditempat yang telah disediakan disana.
" Sayang kamu sering makan bakso disini ya."
" Iya Mas sejak aku kuliah. Aku sama Sinta sering kesini. Ini bakso langganan aku sama Sinta dan juga Sisil?."
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka pun datang. Anggun dan Vandy mulai menyantap bakso pesanan mereka. Saat sedang menikmati makan bakso tiba-tiba istrinya Kang Mamad datang.
" Anggun" panggil istri Kang Mamad.
" Eh mbak."
" Anggun kesini cuma sendiri. Sinta sama Sisil nggak ikut."
" Ngaak mbak. Sinta lagi fitting baju pernikahan kalau Sisil lagi menyiapkan acara buat lamaran."
" Waah nggak nyangka Sinta udah mau menikah dan Sisil mau tunangan."
" Iya. Mbak datang ya keacara resepsinya Sinta sama Sisil."
" Emang resepsinya barengan Nggun?."
" Iya. Ijab kabulnya juga bareng."
" Eh ini siapa Nggun."
" Kenalin mbak suaminya Anggun."
" Vandy."
" Rita. Panggil aja mbak Rita. "
Mereka pun saling bersalaman.
" Makasih mbak."
Mereka pun asik mengobrol ringan. Vandy juga sudah bisa mengobrol santai dengan mbak Rita.
Ditempat lain
Vanya sudah bersiap mau pergi keapartemen Marko. Vanya mengambil kunci mobilnya berjalan menuruni tangga. Saat melewati ruang tamu Vanya melihat Mama nya sedang asik merangkai bunga.
" Ma Vanya pergi keluar bentar ya."
" Kemana?."
" Kerumah teman Ma. Vanya pergi dulu ya. Assalamualaikum."
" Wa'alaikum salam. Hati-hati bawa mobilnya."
Vanya hanya menganggukan kepalanya tanda setuju sama ucapan Mamanya. Mobil Vanya melaju meninggalkan rumahnya dan pergi menuju apartemen Marko.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya Vanya sampai diapartemen Marko. Vanya memakirkan mobilnya. Vanya sengaja tidak mengabari Marko kalau dia akan pergi keapartemen Marko.
Ting nong
Marko yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang melilit indah dipinggangnya. Marko membukakan pintu buat sang tamu. Saat pintu terbuka alangkah kagetnya Marko melihat Vanya sudah ada didepan matanya.
Vanya kaget melihat Marko yang hanya memakai handuk dan terpampang nyata didepan mata roti sobek yang sangat indah. Susah payah Vanya menahan salivanya.
__ADS_1
" Ya Allah ingin rasanya menyentuh roti sobek itu."
Marko yang baru sadar kalau cuma memakai handuk pun cepat-cepat berlari kekamarnya. Vanya tertawa melihat tingkah konyol Marko. Vanya masuk kedalam apartemen Marko dan duduk disofa.
Marko keluar dengan memakai baju santainya. Dia melihat Vanya sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
" Kenapa kamu kesini."
" Aku kangen sama kamu. Makanya aku datang kesini?."
" Ck..kangen. Apa tunangan kamu tau kalau kamu kesini."
" Tidak."
" Sebaiknya sekarang kamu pulang. Apa kata tunangan kamu nanti kalau dia tau kamu berada di apartemen cowok."
" Kamu ngusir aku" kesal.
" Bukan tapi aku tidak ingin dibilang merusak hubungan orang."
" Tidak akan ada orang yang bilang begitu."
" Tetap saja ini tidak baik."
" Apa kamu nggak kangen sama aku."
" Aku tidak punya hak untuk itu."
" Sekarang aku mau tanya sama kamu. Apa kamu punya perasaan untuk aku."
" Jangan tanya hal seperti itu."
" Kenapa? Apa aku nggak pernah ada dihati kamu" sedih.
" Vanya a-aku."
" Aku tau kamu nggak pernah suka sama aku. Bagi kamu aku ini cuma anak kecil dan tidak pantas mendapatkan cinta kamu. Iya kan?!."
" Bu-bukan begitu. A-aku."
" Bodoh nya aku karena berharap sama kamu. Maaf karena sudah mengganggu waktu kamu. Mulai detik ini aku tidak akan pernah lagi mengganggu kamu dan detik ini aku juga akan berhenti mengejar kamu. Selamat tinggal Marko."
To be continue..
Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian buat Author.
Buat kalian yang belum tau cara Vote nih Author kasih tau lagi cara nya.
Terimakasih buat kalian yang sudah ngasih tanda cintanya buat Author... 🙏🙏🙏
Happy Reading guys... 😉😉
__ADS_1