
Kenzo cs baru bangun dari tidurnya.Karena kamar mandi hanya satu di sana. Jadi mereka harus bergantian ke kamar mandi. Kenzo mendapatkan giliran pertama untuk mandi.
" Mandinya kilat aja ya bro" kata Gian pada Kenzo.
" Tenang, gue mandinya kilat kok" kata Kenzo sambil masuk kedalam kamar mandi.
Sambil menunggu Kenzo mandi, Gian dan Tristan menghubungi kekasihnya. Telepon tersambung, tapi nggak di angkat.
" Dira kemana sih, kok telpon gue nggak di jawab"
" Sama, Keyra juga nggak jawab telpon gue"
" Apa mereka masih tidur?" tanya Tristan.
" Mungkin" jawab Gian.
Setelah 10 menit Kenzo baru keluar dari kamar mandi. Gian menatap tajam sahabatnya itu.
" Kenapa Lo liatin gue kek gitu, naksir?" tanya Kenzo.
" Najis!" jawab Gian ketus.
Tawa Kenzo pun pecah, dia tau sahabatnya itu sedang kesal, karena dia berlama-lama di kamar mandi tadi.
" Mandi Lo lama kek cewek" kata Gian.
" Harus dong, mandi itu kan mesti bersih. Supaya kuman-kuman ditubuh kita minggat" kata Kenzo.
" Gimana kumannya mau minggat. Wong raja kumannya elo sendiri" kata Gian.
" Sialan Lo" kata Kenzo sambil melemparkan handuknya pada Gian.
" Gue duluan ya Ian, mandinya" kata Tristan sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Tian, woy..gue duluan!" teriak Gian.
Tristan tidak mendengarkan ucapan Gian. Dia tetap masuk kedalam kamar mandi. Tak lupa dia mengunci pintu kamar mandinya. Karena kalau tidak, Gian akan menerobos masuk.
Kenzo sudah selesai memakai baju. Dia semakin tampan dengan memakai Hoodie seperti itu. Dia mengambil ponselnya, kemudian menghubungi kekasihnya. Panggilan tersambung, tapi tidak ada jawaban dari panggilannya itu.
" Ian, coba telpon Keyra. Tanya mereka lagi dimana?" titah Kenzo.
" Gue udah telpon daritadi, tapi nggak diangkat" jawab Gian.
" Kemana mereka, sampe kompak nggak jawab telpon kita"
" Gue takut mereka menemui Oppa-Oppa gaje itu lagi" kata Gian.
" Nggak akan, mereka sudah berjanji tidak akan menemui Oppa-Oppa gaje itu"
" Kita harus cepat cari mereka" kata Tristan yang baru keluar dari kamar mandi.
" Betul itu, sekarang gue mau mandi dulu" kata Gian.
__ADS_1
Gian pun menghilang di dalam kamar mandi. Sedangkan Kenzo dan Tristan menghubungi kekasihnya kembali. Lagi-lagi kekasihnya masing-masing tidak menjawab panggilan mereka.
Bayang-bayang Oppa-Oppa glow up menari-nari di pikirkan kedua cowok tampan itu. Walaupun umur Oppa-Oppa gaje itu jauh di atas mereka, tapi tak dipungkiri pesona mereka masih bisa menghipnotis kaum muda. Termasuk ketiga cewek cantik itu.
" Ian buruan mandinya, kalau nggak kita tinggal" teriak Tristan.
" Awas aja kalau lo berdua berani ninggalin gue. Gue sunat sekali lagi kalian" kata Gian.
" Makanya buruan mandi, kalau emang nggak mau kita tinggal"
Karena takut ditinggal, Gian pun mempercepat ritual mandinya. Tak berselang lama terdengar bunyi pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Gian dengan kesalnya.
" Buruan pake baju, nggak usah dandan" kata Kenzo.
" Ck..lo pikir gue cewek"
Gian segera memakai pakaiannya, setelah itu dia menyisir rambutnya dengan rapi. Sentuhan akhir dia menyemprotkan parfum ke tubuhnya untuk menambah kesan wow nya.
" Habis berapa botol parfum tadi ni?" tanya Kenzo.
" Setengah botol" jawab Gian asal.
" Yuk cabut" ajak Tristan.
" Kita cari mereka kemana dulu?" tanya Gian.
" Kamar mereka dululah" jawab Kenzo.
Ketiga cowok tampan dengan sejuta pesona itu langsung menuju kamar kekasih mereka. Jarak kamar Kenzo cs tidak terlalu jauh dari kamar Melodi cs. Kamar mereka masih berada di lantai yang sama.
Gian mengetuk pintu kamar inap sang kekasih, namun tidak ada tanda-tanda pintu kamar itu akan terbuka. Gian mencoba mengetuknya kembali.
" Sepertinya mereka tidak ada didalam" kata Kenzo.
" Terus kita cari mereka kemana lagi?" tanya Tristan.
" Rumah sakit" jawab Kenzo dan Gian serentak.
" Tunggu apalagi cepat jalan" kata Tristan.
Ketiga cowok tampan itu berlalu pergi meninggalkan kamar inap kekasih mereka. Mereka bertiga masuk kedalam lift menuju lantai satu.
Ting.
Pintu lift terbuka, ketiga cowok tampan itu keluar. Mereka bertiga berjalan dengan cool -nya. Banyak pasang mata memandang memuja akan ciptaan Tuhan itu. Ketiga cowok tampan itu benar-benar mampu menghipnotis kaum wanita. (Termasuk Author dan juga para Reader ðŸ¤).
Kenzo cs memutuskan untuk naik taxi menuju rumah sakit. Kenzo menyetop salah satu taxi yang berlalu lalang.
Ketiga cowok tampan itu masuk kedalam taxi. Setelah memasang sabuk pengaman, taxi pun melaju menuju rumah sakit tempat Nyokap Kenzo di rawat.
Di tempat lain.
Melodi cs dan Kiran menikmati jalan-jalan mereka. Mereka sekarang sedang berada di Myeongdong. Myeongdong adalah salah satu distrik belajar terbesar di Seoul.
__ADS_1
Di sana terdapat banyak toko-toko yang menjual barang-barang dengan harga sedang sampai mahal, dari produksi dalam negeri maupun internasional.
Myeongdong juga merupakan pusat fashion dan kehidupan malam dari anak-anak muda Seoul. Distrik ini mempunyai jalan kota termahal ke 9 di dunia, dalam hal sewa floor space.
Melodi cs dan Kiran sedang berburu pakaian dan juga makanan asli negeri ginseng itu. Kiran sangat menikmati acara jalan-jalannya dengan Melodi cs.
" Kiran mau beli apalagi?" tanya Melodi.
" Mau beli aksesoris, Kak" jawab Kiran.
" Let's go, kita berburu aksesoris yang lagi hit di kota Seoul" kata Melodi.
Keempat cewek cantik beda usia itu segera mencari toko aksesoris dan juga pernak pernik khas negeri ginseng itu.
Melodi tidak melepaskan genggaman tangan Kiran darinya. Ini kali pertama Melodi berbelanja dengan adik dari kekasihnya itu. Dan menurut Melodi Kiran gadis kecil yang sangat menggemaskan.
Melodi tidak tau di balik wajah yang menggemaskan itu, terdapat sisi iblis yang menyeramkan. Dan sewaktu-waktu akan muncul jika dia di usik.
Mereka pun sampai di depan toko aksesoris dan juga pernak pernik khas negeri ginseng itu. Tanpa menunggu lama mereka langsung masuk kedalam toko itu.
Mata para cewek-cewek itu berbinar melihat aksesoris yang lucu-lucu berjejer rapi di dalam toko itu. Mereka langsung menyerbu aksesoris lucu-lucu itu.
Melodi sangat antusias memilih aksesoris untuk Kiran. Ya Melodi seperti mendapatkan mainan yang sangat menarik. Sudah berapa aksesoris yang dia coba pakaikan pada gadis kecil itu.
Kiran hanya diam saat Melodi sedang asik memasangkan berbagai macam aksesoris ke rambut dan juga anggota tubuhnya yang lain. Sikap Kiran yang anteng seperti itu membuat Melodi tambah senang.
" Imut sekali kamu sayang pake kalung seperti ini"
Kiran hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Melodi dengan menampilkan sederetan giginya yang putih.
" Kakak akan belikan yang ini, terus yang ini dan yang ini juga" kata Melodi sambil mengambil kalung yang unik-unik itu.
Tangan Melodi sudah penuh dengan aksesoris untuk Kiran. Saking asiknya memilih aksesoris untuk Kiran, dia sampai lupa membelikan untuk kekasih hatinya.
Melodi yang tidak mempunyai adik, dan sekarang bisa mengajak Kiran jalan-jalan dengannya sungguh sesuatu hal yang menyenangkan. Melodi bisa merasakan bagaimana rasanya punya adik.
To be continue..
Abang Kenzo.
Abang Gian.
Abang Tristan.
Author mengucapkan Gomawo, karena kalian masih mau menunggu kelanjutan cerita Kenzo cs.. Saranghaeee 😘😘
Happy Reading 😚😚
__ADS_1