
Hari demi hari begitu cepat berlalu. Sekarang usia kandungan Anggun sudah 9 bulan. Perkiraan Dokter, Anggun akan melahirkan 6 hari lagi.
Hari ini Vandy dan Aldi akan pergi keluar kota untuk meninjau proyek nya yang ada disana. Ya peninjauan proyek nya tidak bisa dimajukan, karena jadwal Vandy sangat padat kemarin. Alhasil mereka harus pergi bulan ini. Rasa khawatir pun selalu menghinggapi Vandy.
Anggun menyiapkan keperluan untuk sang suami saat berada diluar kota. Anggun memasukan pakaian suaminya kedalam koper yang akan dia bawa nanti.
Vandy sudah menelpon mertua dan Mama nya untuk menemani sang istri. Vandy takut terjadi sesuatu sama istri nya, seperti kejadian waktu itu, yang membuat Vandy hampir kehilangan sang bayi. Vandy tidak ingin itu terjadi lagi pada istri dan calon baby nya.
" Sayang"
" Hhhmm"
" Mas nggak mau pergi sayang"
" Kenapa?"
" Mas takut nggak bisa nemenin kamu lahiran sayang"
" Insya Allah Mas bisa nemenin aku lahiran kok. Lagian aku lahirannya kan 6 hari lagi Mas"
" Mas takut aja, o iya Mas suda telpon mama tadi, mungkin bentar lagi mereka nyampe"
" Makasih Mas"
Vandy memeluk istrinya dengan sangat erat. Vandy seperti enggan untuk pergi. Rasa khawatir nya itu cukup besar.
Anggun tau apa yang ada dalam pikiran suaminya. Anggun menepuk-nepuk pelan punggung suaminya.
" Mas tenang aja, disini kan aku nggak sendirian, ada mama yang nemenin aku"
" Iya sayang "
Setelah suami nya mulai tenang Anggun melepaskan pelukannya. " Sekarang kita keluar yuk"
Vandy mengangguk kan kepala nya. Anggun berjalan sambil menggandeng lengan sang suami. Vandy tersenyum melihat istrinya manja seperti itu.
Vandy dan istrinya menunggu kedatangan mama nya disofa ruang tamu. Tak berselang lama mama dan mama mertuanya pun datang.
" Assalamualaikum" ucap kedua orangtua mereka
" Wa'alaikum salam"
Anggun dan Vandy bersalaman dan mencium punggung tangan orangtua mereka secara bergantian.
__ADS_1
" Papa" panggil Anggun sambil memeluk papa nya
Wiguna pun membalas pelukan sang putri. " Apa kabar sayang?" tanya Wiguna
" Alhamdulillah sehat seperti yang papa lihat sekarang" jawab Anggun
Mereka semua duduk disofa ruang tamu.
" Van, kamu jadi berangkat hari ini?" tanya Wiguna.
" Jadi Pa, ni lagi nunggu Aldi"
" Berapa hari kamu disana?" tanya Dwipangga
" Cuma satu hari Pa, sebenarnya aku nggak mau pergi Pa" jawab Vandy
" Kenapa?" tanya Wiguna
" Karena aku nggak bisa jauh dari istri aku Pa" jawab Vandy
Kiara tau apa yang dipikirkan menantunya. " Kamu tenang aja, jangan khawatir, kami disini ada untuk menemani istri kamu. Jadi kamu fokus aja sama kerjaan kamu" kata Kiara
" Makasih Ma"
Aldi dan Sinta pun datang.
" Wa'alaikum salam" jawab mereka semua
" Kalian udah datang" kata Anggun
" Yuk duduk, jangan berdiri aja kasian bumilnya" kata Kiara
Mereka berdua pun duduk disofa, bergabung dengan keluarga Anggun dan Vandy.
" Kapan ngadain acara tujuh bulanan Sin?" tanya Kiara
" Nanti setelah suami aku pulang dari luar kota tante" jawab Sinta
" Sayang, Mas mau berangkat dulu"
" Kalian udah mau berangkat?" tanya Wiguna
" Iya Pa, ntar kemalaman nyampe dihotel nya" jawab Vandy
__ADS_1
" Kenapa nggak berangkat sama pesawat jet?" tanya Dwipangga
" Iya juga ya, kenapa nggak kepikiran kesana ya" kata Vandy
" Gimana mau kepikiran kesana, habis yang ada dalam pikiran kamu cuma menantu mama aja" ledek Diana
" Itu pasti Ma, ya kan sayang" kata Vandy
" Iya Mas"
" Ya udah, kita berangkat dulu semuanya" kata Vandy
Vandy mencium punggung tangan kedua orangtua dan mertuanya, kemudian diikuti oleh Aldi. Setelah itu Vandy beralih ke istrinya.
" Sayang, Mas berangkat dulu"
" Iya Mas, jangan lupa kasih kabar kalau udah nyampe disana"
" Pasti sayang"
Anggun mencium punggung tangan suaminya, sedangkan Vandy mengecup kening sang istri.
Aldi dan Sinta pun melakukan hal yang sama seperti Anggun dan Vandy.
" Berangkat dulu semua nya, Assalamualaikum" ucap Vandy dan Aldi
" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan" ucap semua nya
Karena mereka memutuskan untuk pergi dengan pesawat jet, jadi Vandy dan Aldi diantar sama kang Dito kebandara.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai dibandara. Vandy dan Aldi turun dari mobil, dan langsung menuju pesawat jet.
Mereka berdua berjalan dengan gaya cool mereka. Semua wanita kagum melihat ketampanan kedua lelaki itu. Vandy dan Aldi hanya acuh, mereka tidak mempedulikan tatapan para wanita itu.
Sekarang Vandy dan Aldi sudah berada didalam pesawat jet. Tak berselang lama pesawat jet pun lepas landas meninggal kan bandara.
Selama perjalanan Vandy dan Aldi memutuskan untuk beristirahat. Karena perjalanan mereka lumayan jauh.
Calon Daddy yang selalu cemas sama Mommy
Calon Mommy yang selalu di dicemasin Daddy
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉😉