
Jam sekolah pun telah dimulai. Semua murid-murid pun masuk ke kelas mereka masing-masing. Ya di sana TK dan SD bergabung yang memisahkan cuma gedung tempat mereka belajar.
Buk Ranti mengantarkan Kenzo, Gian, dan Tristan ke kelas mereka. Mereka bertiga sangat senang, karena hari ini mereka akan belajar dan bertemu teman-teman baru.
Sampai didepan ruang kelas A, Ranti mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok
Tok
Tok
" Silakan masuk Buk" kata guru yang sedang mengajar dikelas A
Mereka pun masuk kedalam kelas A. Saat masuk semua murid wanita sangat terpesona dengan ke tampan Kenzo, Gian dan Tristan. Tapi mereka tidak menghiraukannya.
" Saya hanya mengantarkan murid baru kesini" kata Ranti
" Baik Buk" kata guru itu
" Kalau begitu saya pamit dulu" kata Ranti
Ranti berlalu meninggalkan kelas A, kemudian Ranti kembali ke ruangannya. Sepeninggal Ranti Kenzo, Gian dan Tristan disuruh memperkenalkan diri mereka satu persatu, pada teman-teman mereka.
" Silakan perkenalkan diri kalian masing-masing" kata guru itu
" Hallo teman-teman. Perkenalkan nama saya Ivander Kenzo D. Saya biasa dipanggil Kenzo" Kata Kenzo
" Hallo teman-teman. Perkenalkan nama saya Gian Putra Hermansyah. Saya biasa dipanggil Gian" kata Gian
" Hallo teman-teman. Perkenalkan nama saya Tristan Putra Arnando. Saya biasa dipanggil Tristan" kata Tristan
" Baiklah, Kenzo, Gian dan Tristan. Silakan duduk dikursi yang kosong disana" kata guru itu
" Tapi kami belum tau nama Ibuk guru" kata Kenzo
" Nama ibuk Laura"
Setelah mengetahui nama gurunya. Mereka bertiga pun duduk dikursi kosong yang ada disana. Murid-murid cewek tidak hentinya memandang mereka bertiga.
" Baiklah anak-anak, hari ini kita belajar menggambar dan setelah itu mewarnai nya" kata Laura
" Baik Buk guru" semua murid
Laura membagikan 1 buku gambar untuk masing-masing muridnya.
" Kalian bebas menggambar apapun yang kalian suka" kata Laura
Semua murid mulai menggambar. Mereka semua sangat antusias membuat gambarnya. Terutama ketiga anak tampan itu.
Kenzo membuat gambar keluarga nya. Gian membuat gambar pohon, sedangkan Tristan membuat gambar buah. Kenzo akan menunjukkan hasil gambarnya nanti kepada mommy dan daddy nya.
***
Anggun duduk diruang keluarga. Anggun merasa kesepian dirumah, karena nggak ada Kenzo dan suaminya. Anggun bingung mau ngapain.
" Sepi nggak ada abang sama daddy ya Dek" kata Anggun sambil mengusap perutnya yang masih terlihat rata itu.
Anggun bangun dari duduknya. Hari ini dia mau kerumah mertua nya, mumpung Vanya masih libur kuliah. Anggun pergi kekamarnya untuk mengganti baju nya.
Selesai mengganti pakaiannya, Anggun mengambil HP serta kunci mobilnya.
" Bik, Anggun kerumah mama dulu ya, tolong jaga rumah"
" Baik non"
Anggun menuju mobilnya. Sudah lama Anggun tidak membawa mobil kesayangannya itu jalan-jalan. Anggun melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.
Anggun mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah. Anggun tidak ingin membahayakan calon baby nya. Diperjalanan Anggun mampir dulu ketoko kue langganannya.
Anggun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, setelah itu Anggun masuk kedalam toko kue. Anggun membeli kue kesukaan mertua dan adik iparnya itu.
__ADS_1
Selesai membeli kue, Anggun melanjutkan kembali perjalanannya kerumah mertuanya. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Anggun pun sampai dirumah mertuanya.
Satpam membukakan pintu gerbang untuk nona muda nya. Setelah pintu gerbang terbuka, Anggun melajukan mobilnya menuju rumah utama.
Anggun memarkirkan mobilnya, setelah itu dia masuk kedalam rumah mertuanya.
" Assalamualaikum " ucap Anggun
" Wa'alaikum salam, sayang kamu datang" kata Diana
Anggun meraih tangan mertuanya dan mencium punggung tangan mertuanya itu.
" Yuk masuk" ajak Diana
Anggun masuk dan duduk disofa ruang tamu.
" Vanya mana Ma?" tanya Anggun
Belum sempat Diana menjawab Vanya sudah datang entah dari mana. " Apa kakak ipar merindukan ku" kata Vanya
" Astagfirullah! kamu itu bikin mama jantungan aja" kata Diana
" Ya elah Ma, gitu aja kaget" kata Vanya
" Ya kaget lah, habis kamu itu udah kayak demit aja" kata Diana
" Mana ada demit cantik kek aku mah" kata Vanya
Anggun hanya menggelengkan kepala nya, mendengar perdebatan mama dan adik iparnya.
" Kakak bawa apaan tu?" tanya Vanya
" Oh iya hampir aja kakak lupa. Ini kue kesukaan kamu sama mama Dek" kata Anggun sambil menyerahkan paper bag nya ke Vanya
" Makasih kakak ipar" ucap Vanya
" Sama-sama Dek" kata Anggun
" Boleh Ma, aku juga udah lama nggak kesalon" kata Anggun
" Tunggu apalagi, yuk kita berangkat" kata Vanya
Ketiga wanita cantik beda usia itu pun berangkat ke salon untuk melakukan perawatan.
Vanya bertugas membawa mobil, sedangkan Anggun dan Diana menjadi penumpang nya. Vanya melajukan mobil nya menuju salon langganan keluarganya.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di salon. Vanya memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan disana.
Mereka bertiga pun masuk kedalam salon. Kedatangan mereka bertiga disambut langsung sama sang empunya salon.
" Selamat datang nyonya" sapa sang pemilik salon
Mereka pun masuk kedalam salon. Pemilik salon langsung membawa Diana, Anggun dan Vanya keruangannya.
" Mau melakukan perawatan apa nyonya?" tanya pemilik salon itu
" Kita mau Spa" jawab Diana
Pemilik salon memanggil 3 orang karyawannya yang sudah profesional dalam bidang Spa.
" Tolong layani ketiga nyonya ini" kata pemilik salon
" Baik Buk" kata ketiga karyawan itu
" Silakan nyonya ikuti karyawan saya" kata pemilik salon
Mereka bertiga pun mengikuti para karyawan salon itu. Mereka masuk keruangan khusus untuk Spa.
Mereka bertiga pun mengganti pakaian mereka. Setelah itu mereka berbaring diatas kasur khusus yang ada disana. Para karyawan itu mulai memijat tubuh mereka.
Mereka bertiga pun menikmati pijatan-pijatan yang dilakukan oleh karyawan yang sudah profesional itu. Anggun merasa sangat rileks, ditambah dengan aroma terapi yang berasal dari lilin yang ada didalam ruangan itu.
__ADS_1
Setelah 1 jam mereka selesai juga melakukan semua perawatan. Anggun merasa tubuhnya lebih segar dan fresh. Begitu juga dengan mama mertua dan adik iparnya.
" Hari ini biar mama yang bayar" kata Diana
" Asik, makasih Ma" ucap Anggun dan Vanya
" Gimana kalau habis dari sini, kita pergi belanja?" usul Diana
" Boleh Ma" kata Vanya
" Gimana sama kamu Nggun?" tanya Diana
" Aku ngikut aja Ma" kata Anggun
" Ok sekarang kita belanja" kata Diana
Vanya melajukan mobilnya menuju salah satu mall terbesar dikota itu. Jarak dari salon tempat mereka melakukan perawatan tadi ke mall tidak terlalu jauh. hanya 10 menit menempuh perjalanan, mereka pun sampai.
Vanya memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka bertiga pun masuk kedalam mall. Diana mengajak anak dan menantu nya masuk kesalah satu toko pakaian terkenal di mall itu.
" Selamat datang nyonya" kata pemilik toko
" Tolong carikan gaun yang bagus untuk anak dan menantu saya" kata Diana
" Baik nyonya"
Pemilik toko itu menyuruh para karyawannya untuk membawakan gaun terbaik yang ada ditoko mereka. Tak berapa lama 3 orang karyawan kembali dengan membawa gaun yang sangat bagus.
Diana melihat gaun itu sangat bagus dan juga cocok untuk anak dan menantunya.
" Tolong kalian bungkus semua gaunnya " kata Diana pada para karyawan toko itu
Mereka pun bergegas membungkus semua gaun itu, dan memasukan ke paper bag.
" Ma, apa ini nggak berlebihan?" tanya Anggun.
" Nggak sayang, gaun-gaun sangat bagus dan cocok untuk kamu sama Vanya" kata Diana.
Diana juga menyuruh pemilik toko untuk mencarikan lingerie untuk anaknya. Karena Diana ingin Vanya bisa secepatnya hamil, seperti kakak iparnya.
Pemilik toko pun membawa 4 lingerie dan memberikannya kepada Vanya. Vanya kaget melihat pakain yang seperti kekurangan bahan itu.
" Ini apa Ma?" tanya Vanya
" Lingerie. Ini kamu pakai nanti malam" kata Diana
" Apa! aku nggak mau" kata Vanya
" Kenapa nggak mau?" tanya Diana
" Baju nya seperti kurang bahan Ma, mana tipis lagi" kata Vanya
" Nama nya juga lingerie. Ini kamu gunakan untuk merayu suami kamu" kata Diana
Anggun susah payah menahan tawanya, melihat ekspresi Vanya. Anggun nggak bisa bayangin seperti apa Vanya merayu suaminya nanti.
" Me-merayu?" tanya Vanya
" Iya, supaya kamu cepat hamil, jadi nanti malam kamu pake lingerie ini, ya" kata Diana
" Ba-baik Ma" kata Vanya
" Bagus, itu baru keturunan Dwipangga" kata Diana sambil tersenyum.
Diana membayar semua belanjaan anak dan menantunya. Selesai membayar belanjaannya, mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang.
To be continue..
Jangan lupa like, komen, dan votenya ya guys.. 😉😉
Happy Reading Guys.. 😉😉😉
__ADS_1