
Anggun masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang hal yang selama ini dia dan suaminya nantikan akhirnya Allah memberi kepercayaan kepadanya.
" Terimakasih ya Allah engkau telah mengabulkan doa hamba. Ini akan menjadi kado terindah buat Mas Vandy." menangis haru.
Anggun memasukan test pack itu kedalam sebuah amplop. Anggun berencana akan mengasi tahu suaminya pas pulang dari luar kota nanti dan itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun suaminya.
Anggun berjalan menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi kekantor. Selesai berganti pakaian Anggun memakai make up tipis dan mengoleskan lipstik kebibirnya. Setelah semuanya selesai Anggun berjalan kebawah dengan menuruni tangga.
" Pagi Bik."
"Pagi. Nona mau sarapan sama apa Pagi ini?."
" Anggun mau makan pakai nasi goreng Bik."
" Tunggu ya non Bibik buatkan dulu."
" Makasih ya Bik."
Sambil menunggu nasi gorengnya jadi. Anggun mencoba menghubungi suaminya. Tak berapa lama telponnya pun tersambung.
" Hallo. Assalamualaikum Mas."
" Wa'alaikum salam sayang" suara bangun tidur.
" Mas baru bangun ya. Apa aku ganggu?."
" Nggak kok sayang. Mas malah senang kalau kamu telpon. Kamu lagi apa sayang?."
" Sarapan Mas."
" Coba makan nasi ya sayang walaupun cuma sedikit."
" Iya Mas. Nih lagi nunggu Bik Marni bikinin nasi goreng buat aku."
" Makan yang banyak ya sayang. Mas mau mandi dulu Love You my Wife..Muuach."
" Love You More my Hubby.. Muuaach."
Sambungan telponpun berakhir.
Aroma wangi nasi goreng buatan Bik Mirna sudah tercium oleh panca indra Anggun membuat perutnya semakin lapar.
" Sabar ya anak Mommy bentar lagi kita makan" ucap Anggun pada Dedek bayinya.
" Nasi gorengnya sudah jadi. Selamat makan nona."
" Makasih Bik."
Anggun melahap nasi goreng yang ada didepannya. Suapan demi suapan nasi goreng itu masuk kedalam mulut Anggun. Tak berselang lama satu piring nasi goreng tadi sudah pindah kedalam perut Anggun.
" Alhamdulillah kenyang. Ini Dedek yang lapar atau Mommy yang doyan ya" ucap Anggun sambil terkekeh.
Selesai makan Anggun berangkat pergi kekantornya. Anggun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil Anggun pun sampai diparkiran kantor khusus karyawan. Anggun berjalan menuju lobi kantor. Karena masih pagi Anggun menunggu sahabatnya dilobi kantor. Sambil menunggu sahabatnya datang Anggun membaca artikel tentang kehamilan. Karena ini pengalaman pertama kali untuk Anggun maka dari itu dia akan melakukan yang terbaik buat calon buah hatinya.
Setelah 10 menit menunggu akhirnya kedua sahabatnya itu datang juga. Sinta dan Sisil berjalan menghampiri Anggun yang sedang asik melihat HPnya.
" Serius amat Buk" ucap Sinta.
" Eh kalian udah datang" ucap Anggun sambil menyimpan HPnya.
" Tumben lo datangnya cepat?" tanya Sisil.
__ADS_1
" Mungkin bawaan Dedek bayi Sil" jawab Anggun.
" Apaa?! Dedek bayi" kata Sisil dan Sinta barengan.
Anggun menganggukkan kepalanya.
" Maksud lo. Sekarang lo lagi hamil" tanya Sinta.
" Iya Sin masa tetangga gue."
" Serius Nggun lo sedang hamidun sekarang?" tanya Sinta masih nggak percaya.
" Serius Sin masa gue bohong" jawab Anggun.
Sinta dan Sisil pun memeluk Anggun dengan senang hati Anggun membalas pelukan sahabatnya.
" Selamat ya kesayangan aku" kata Sinta.
" Makasih ya sayangnya aku" balas Anggun.
" Vandy udah tau belum Nggun" tanya Sisil.
" Belum Sil. Rencana ya aku mau kasih tau tepat dihari ulang tahunnya" jawab Anggun.
" Biar jadi surprise ya" kata Sinta.
" Iya biar jadi kado terindah juga buat dia nanti" kata Anggun.
Sisil melihat jam tangannya sudah jam 8 lewat 5 menit. Mereka pun memutuskan untuk pergi keruang kerja mereka. Sepanjang jalan karyawan membukukkan badan memberi hormat pada Anggun. Itu sudah menjadi hal yang biasa mereka lakukan, tapi tetap saja membuat Anggun risih.
Anggun dan kedua sahabatnya sampai diruang kerja. Mereka pun berjalan kemeja kerja mereka dan mulai berkerja.
Setelah mendapatkan telpon dari istrinya tadi Vandy langsung mandi dan bersiap untuk pergi melihat proyek pembangunan hotel dikota itu.
Aldi sudah menunggu didepan pintu kamar hotel Vandy. Tak berapa lama Vandy keluar dari kamar hotelnya. Aldi yang melihat wajah Vandy beda pagi ini.
"Lo sakit Van."
" Gue sehat. Kenapa lo nanya gitu."
" Habis gue lihat lo dari tadi senyam-senyum kek orang gil*."
Pletak
Vandy memukul kepala Aldi dengan koran yang dia bawa.
" Aaww. Kenapa lo pukul kepala gue."
" Lo seharusnya bersyukur karena gue mukul lo."
" Ck.. Kalau orang bersyukur itu dapat berkah bukan musibah."
" Lo dapat pukulan dari gue itu juga dapat berkah Al."
" Berkah kepala lo."
" Hahaha yuk ah jalan."
" Apa lo bahagia karena berjauhan dari istri lo."
Pletak
__ADS_1
Satu pukulan mendarat lagi dikepala Aldi dan itu lebih kuat dari yang tadi.
" Lo kenapa sih Van mukul kepala gue mulu."
" Makanya kalau ngomong itu dipikir dulu."
" Kalau bukan karena itu terus kenapa lo senyam-senyum nggak jelas kayak tadi?."
" Gue juga nggak tau Al. Sejak gue dapat telpon dari istri gue tadi entah kenapa rasanya gue senang dan bahagia banget."
" Pantesan senyam-senyum begitu, tapi Sinta kok nggak ada hubungi gue ya Van."
" Mungkin Sinta udah lupa sama lo kali."
" Sialan teman nggak ada akhlak lo. Bukannya menghibur gue malah bikin sakit hati gue."
" Hahaha becanda Al. Lagian mana bisa Sinta lupa sama Lo. Apalagi status kalian sudah bertunangan."
" Ya udah yuk jalan ntar nggak nyampe-nyampe lagi ketempat proyek."
Vandy dan Aldi pun melanjutkan perjalanan mereka. Sebelum keproyek mereka sarapan dulu direstoran hotel. Vandy dan Aldi memesan makanan untuk sarapan pagi mereka.
" Al apa kepulangan kita nggak bisa dipercepat menjadi nanti sore gitu."
" Kenapa?. Apa lo udah kangen sama istri lo."
" Iya. Entah kenapa pengen banget meluk dia sekarang."
" Sabar kalau kerjaan disini cepat selesai kita juga bisa cepat kembali ke Jakarta."
Pesanan mereka pun datang. Vandy dan Aldi pun menyantap hidangan yang sudah mereka pesan tadi. Tak berapa lama makanan tadi pun sudah masuk kedalam perut Vandy dan Aldi. Vandy membayar bil yang diberikan pelayan restoran. Setelah membayar bilnya Vandy dan Aldi keluar dari restoran. Saat mau keluar restoran ada seorang wanita yang membawa jus dan menabrak Vandy.
" Shiiit" umpat Vandy.
Vandy melihat jas sudah kotor karena terkena tumpahan jus tersebut. Wanita itu pun berusaha membersihkan jas Vandy. Saat wanita itu mau menyentuh jas Vandy dengan tangannya dengan cepat Vandy menepis tangan wanita itu.
" Jangan coba-coba cari kesempatan untuk menyentuh saya" ucap Vandy.
Vandy dan Aldi pun pergi meninggalkan wanita itu. Sebelum pergi Vandy membuang jasnya kedalam tong sampah. Sampai didalam mobil.
" Brengsek tu cewek. Berani-beraninya dia pakai trik murahan gitu" umpat Vandy.
Aldi yang mendengar umpatan Vandy hanya tersenyum geli. Aldi tau Vandy memang tidak suka sentuh wanita selain istrinya.
" Kenapa lo ketawa gitu. Lo ngeledek gue. Huuh?!."
" Habis lucu Van."
" Lucu kepala lo. Cepat cariin gue jas baru."
" Siap bos."
Mobil Vandy pun melaju meninggalkan hotel.
To be continue...
Terimakasih kasih buat para Readers yang sudah mendukung karya Author baik itu cuma like, komen dan vote. Komen positif kalian membuat Author tambah semangat buat menulis..😘😘😘
Terus tinggalkan jejas sayang kalian buat Author... 🙏🙏
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1