
Malam hari Vanya sedang menunggu suaminya pulang. Marko sudah mengatakan untuk tidak menunggu nya. Tapi Vanya bersikeras untuk menunggu suaminya itu.
Vanya akan melakukan asiknya malam ini. Karena setelah pulang dari bulan madu, Marko dan Vanya tidak pernah lagi melakukan hubungan suami-istri, Karena akhir-akhir ini Marko sangat sibuk bekerja.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 Malam, tapi Marko belum juga pulang. Vanya masih setia menunggu suaminya itu. Tak berapa lama Vanya mendengar deru suara mobil. Vanya langsung membukakan pintu, karena Vanya yakin itu suaminya
Benar saja, Marko baru aja turun dari mobil. Marko tersenyum kepada istrinya. Vanya pun membalas senyum sang suami.
" Bandel, dibilang nggak usah tunggu"
Vanya mengambil tas dan jas suaminya. Mereka pun masuk kedalam rumah. Marko melihat sebagian lampu dirumah sudah mati, itu menandakan semua penghuni rumah sudah tidur, kecuali mereka berdua.
" Maaf ya aku selalu pulang telat"
" Nggak apa-apa, Vanya ngerti kok Kak"
Mereka berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka. Sampai dikamar Vanya membantu suaminya membuka kemejanya.
" Kakak mau mandi dulu atau mau langsung tidur?" tanya Vanya
" Mandi dulu deh sayang, badan Mas udah lengket semua"
" Bentar ya, aku siapin air dulu"
Vanya berjalan kekamar mandi. Sampai dikamar mandi Vanya, mengisi bathtub nya dengan air hangat. Setelah dirasa cukup Vandy memasukan aroma terapi kedalam air hangat itu.
Vanya keluar dari kamar mandi untuk memberi tau suaminya, kalau airnya sudah siap.
" Kak, air nya sudah siap. Kakak mandi lah dulu"
" Iya sayang"
Marko mengambil handuk, kemudian dia langsung masuk kekamar mandi. Setelah suaminya masuk kamar mandi, Vanya mengambil lingerie yang dibelikan mamanya tadi siang.
Vanya memandangi lingerie yang ada ditangannya itu. Vanya masih berpikir gimana cara merayu suaminya yang dingin sama seperti kakaknya itu.
Vanya memakai lingerie itu. Vanya kaget melihat baju itu sudah dibasang ditubuhnya.
Gil* baju apaan ni transparan banget, mana tipis gini lagi. Ini sama aja dengan nggak pake baju.
Vanya masih mematung didepan cermin. Hingga dia tidak menyadari kalau pintu kamar mandi sudah terbuka.
Marko kaget sekaligus terpana melihat bentuk tubuh istrinya. Marko berjalan mengahampiri istrinya, kemudian Marko memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
" Kamu mau menggoda aku sayang" bisik Marko di telinga sang istri.
" A-aku nggak ada maksud untuk menggoda kakak kok"
" Terus kenapa kamu memakai lingerie ini" bisik Marko lagi
Sekita tubuh Vanya membeku ditempat.
Sial! aku yang berniat menggoda, tapi malah aku yang tergoda hanya karena mencium aroma tubuhnya.
Marko membalikkan tubuh istrinya, sehingga posisi mereka saling berhadapan. Vanya menutup matanya karena malu dilihat sama suaminya.
" Kenapa matanya dipejamin gitu, buka" titah Marko
Vanya menggelengkan kepalanya.
" Ayolah sayang, tatap mata kakak sini" bujuk Marko
" Aku malu"
" Malu kenapa, hhmm?"
" Aku seperti wanita penggoda diluar sana"
" Hei! kamu bukan wanita seperti itu, kamu itu istri kakak. Jadi nggak apa-apa kalau kamu mau merayu suami kamu. Malahan itu pahala"
Saat mata Vanya sudah terbuka. Vanya langsung disugukan sama pemandangan indah. Marko tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Apa sekarang kamu yang tergoda, karena melihat tubuh kakak" goda Marko
Glek
Vanya susah payah melan ludahnya.
Apa terlihat jelas ya kalau aku tergoda. Ah suamiku memang pintar menggoda.
Vanya tidak mau kalah, dia mengalungkan tangannya dileher sang suami. Tentu saja dua gunung kembar milik Vanya menempel sempurna diatas dada bidangnya.
Sekarang giliran Marko yang tergoda. Vanya menahan tawanya, karena sesuatu milik Marko sudah mengeras dibawah sana.
Vanya melepaskan pelukkan nya dari suaminya. " Yuk Kak sekarang kita tidur. Kakak pasti capek kan"
Belum sempat Vanya melangkah. Marko sudah menahan tubuh istrinya itu.
__ADS_1
" Mau kabur kemana, hmm?"
" Mau tidur, bukan mau kabur" kata Vanya
" Sama aja. Sekarang kamu harus tanggung jawab"
" Tanggung jawab apa? emang aku ngapain?"
" Jangan pura-pura nggak tau sayang, kamu sudah membangunkan ular kakak"
" Ular?" tanya Vanya sambil mengerutkan alisnya
" Iya, ular dibawah sini" tunjuk Marko kecelana nya
"Hehehe. Tapi aku nggak bermaksud bikin dia bangun tadi" ucap Vanya sambil cengengesan.
Tanpa menunggu lama lagi, Marko ******* bibir mungil nan merah milik istrinya itu. Vanya mencoba mengimbangi permainan suaminya, walaupun belum mahir.
Cukup lama bibir mereka saling bertautan, mencurahkan semua rasa cinta yang mereka miliki. Setelah pasokan oksigen mulai berkurang Marko pun melepaskan ciumannya.
Marko menggendong tubuh istri, kemudian membaringkan tubuh istrinya diatas kasur.
" Kakak nggak akan lepasin kamu malam ini sayang" bisik Marko
Marko memulai aksinya. Marko menciumi seluruh wajah istrinya. Setelah menciumi wajah sang istri. Ciuman Marko pindah keleher sang istri dan meninggalkan bekas kepemilikan disana.
Cukup lama mereka malakukan olahraga malamnya. Marko benar-benar tidak melepaskan Vanya. Karena nggak sabarannya, Marko sampai merobek lingerie yang dibelikan mamanya.
Akhirnya Marko tumbang juga disamping sang istri.
" Makasih sayang"
" Sama-sama Kak"
" Sering- sering kek gini ya"
" Kakak!"
Vanya menyembunyikan kepala didalam selimut, Vanya benar-benar malu. Karena berani menggoda suaminya itu.
Aku nggak akan mengikuti saran mama lagi.
To be continue..
__ADS_1
Jangan lupa, like, komen dan vote nya ya..
Happy Reading Guys.. 😉😉😉