
Pagi Hari.
Pagi ini Marko akan pergi jogging di sekitar taman apartemen tempat dia tinggal. Marko sudah siap dengan pakaian joggingnya. Setelah siap Marko pergi menuju lantai dasar Apartemen.
Sesampainya ditaman Apartemen Marko mulai melakukan pemanasan. Setelah selesai melakukan pemanasan Marko mulai berlari sekeliling taman. Saat mau melakukan putaran kedua Marko melihat Vanya. Marko kaget melihat Vanya memakai baju sexy. Tapi Marko tidak menghampiri Vanya, Marko melanjutkan larinya kembali.
Vanya bersiap untuk melakukan putaran pertamanya. Saat Vanya mulai berlari semua mata cowok tertuju pada Vanya, melihat Vanya berlari merupakan vitamin buat mereka. Mereka pikir kapan lagi bisa melihat cewek cantik dan sexy.
Dari kejauhan Marko melihat Vanya berlari,diikuti banyak cowok dibelakangnya membuat Marko jadi murka. Marko menghampiri Vanya.
" Astagfirullah " kaget Vanya.
Marko tidak menghiraukan ekspresi kaget Vanya, Marko menarik tangan Vanya kearah tempat duduk yang sudah disediakan disana. Mungkin karena kesal atau apalah Marko menarik tangan Vanya sangat kuat.
" Aww sakit, lepasin tangan aku."
" Diam!!. "
Vanya langsung terdiam mendengar bentakan Marko. Sesampainya dikursi taman, Marko menyuruh Vanya duduk disana.
" Kamu kesini mau jogging atau mau merayu cowok, huh!! ."
" Mau jogging lah?!" kesal.
" Jogging dengan pakaian seperti itu."
" Emang kenapa dengan pakaian aku."
" Kamu lihat tu, para cowok itu tidak berhenti melihat kamu."
Vanya menoleh kearah cowok yang dimaksud sama Marko. Benar yang dibilang Marko semua cowok yang ada disana menatap Vanya dengan tatapan ingin memangsa. Mereka seperti melihat santapan enak.
" Lihatkan cara mereka menatap kamu."
Vanya memanyunkan bibirnya kedepan.
" Ck.. bilang aja kamu jealous."
" Aku nggak jealous."
" Ya udah kalau gitu, aku mau lanjut lari dulu."
Baru sempat berdiri tangan Vanya sudah ditarik sama Marko. Alhasil Vanya terduduk kembali.
" Duduk, jangan kemana-mana."
" Aku kesini mau jogging bukan mau duduk" kesal.
" Ya udah, jogging bareng aku."
" Yes berhasil , nggak sia-sia rencana gue pakai baju beginian, ternyata diluar dugaan. Aku yakin sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut sama aku."
" Ayo buruan, katanya mau jogging tapi kok melamun."
Vanya dan Marko pun melanjutkan jogging mereka kembali.
Dikediaman Wiguna.
Wiguna sedang menikmati masa liburnya bersama istri dan anaknya. Wiguna piknik dikebun buah belakang rumahnya. Itu Wiguna lakukan karena kemauan Aska. Ya Aska ingin sekali piknik dikebun belakang. Sekarang mereka lagi menanam sayuran. Aska sangat antusias melakukan kegiatan ini.
" Ma, Adek bisa menanamnya" kata Aska sambil melihatkan hasil kerjanya.
" Waah anak Mama pintar sekali" puji Kiara.
" Pasti dong, nanti kalau Kak Anggun sudah pulang Adek mau kasih liat sama Kakak."
" Tentu, nanti kita kasih liat sama Kak Anggun" ucap Wiguna.
__ADS_1
" Kakak kapan pulangnya Pa?" tanya Aska.
" Dua Hari lagi sayang, apa Aska kangen sama Kakak."
Aska menganggukan kepalanya.
" Kalau gitu kita telpon Kakak, gimana?, mau nggak?" tanya Kiara.
" Mau Ma, Adek mau."
Kiara mengambil HPnya dan mencoba menghubungi putrinya.
Paris.
Anggun sedang melihat menara Eiffel dari kamar hotel tempatnya menginap. Saat HPnya berbunyi Anggun tidak mendengarnya. Vandy yang baru selesai mandi, mendengar HP istrinya bergetar. Vandy melihat siapa yang menghubungi istrinya dan dilayar HP terlihat Mama is calling. Vandy menggeser tombol hijau. Saat tombol hijau digeser terlihatlah wajah tampan Aska disana.
" Abang!!!."
" Hy boy, kenapa dengan wajah kamu?."
" Aku lagi nanam sayuran sama Mama dan Papa."
" Waaaw, emang kamu bisa tanam sayurnya."
" Bisa dong."
" Ck.. bocah ini, masih kecil udah belagu kayak gini."
" Aku udah besar abang, bukan kecil."
" Besar apaan, kamu itu masih kecil."
" No, aku sudah besar, yang kecil itu semut."
" Hahaha ya ya, kamu sudah besar, Aska mau ngomong sama kakak."
Vandy memanggil istrinya. Anggun yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh kearah Vandy.
" Sayang ada Aska" ucap Vandy sambil memberikan HPnya sama Anggun.
" Kakak."
" Hy boy, apa kabar."
" Alhamdulillah sehat, Kakak gimana?."
" Alhamdulillah Kakak juga sehat, kenapa dengan wajah tampan kamu."
" Adek habis tanam sayuran sama Mama dan Papa."
" Good boy, coba Kakak liat."
Dengan senang hati Aska melihatkan hasil kerjanya kepada sang Kakak.
" Ini Adek yang tanam" ucap Aska sambil melihatkan hasil kerjanya.
" Siapa yang ngajarin?."
" Adek cuma liat Mama, Adek coba, terus berhasil deh."
" Waah pintar banget Adek, nanti Adek mau Kakak bawain oleh-oleh apa?."
" Adek mau coklat yang ada potongan buahnya."
" Ok besok Kakak beliin."
" Kalau Papa mau oleh-olehnya cucu aja sayang" cerocos Wiguna.
__ADS_1
" Papa!!" panggil Anggun.
" Iya sayang, gimana kabar anak Papa."
" Alhamdulillah baik Pa, Papa sama Mama gimana kabarnya."
" Alhamdulillah Mama sama Papa juga baik sayang."
" Syukur deh Pa kalau baik-baik aja, Mama mana Pah."
" Mama lagi metik buah mangga sayang."
" Waah seru banget, banyak nggak buahnya Pa?."
" Lumayan sayang, suami kamu mana, apa masih tidur dia."
" Aku udah bangun dari tadi Pa" ucap Vandy sambil memeluk istrinya.
" Kamu jangan peluk-peluk anak Papa."
" Diakan istri aku jadi terserah aku dong."
" Iya tapi dia itu anak Papa" ucap Wiguna nggak mau kalah.
" Iya, tapi sekarang aku yang berhak jadi Papa jangan iri."
" Ck.. anak ini, O iya kapan kamu kasih Papa cucu, atau kamu nggak bertenaga alias loyo."
" Aku kuat Pa, saking kuatnya aku anak Papa nggak bisa ngimbangi tenaga aku."
" Buktiin kalau kamu memang kuat, dengan cepat kasih kami cucu."
" Kamu dengarkan sayang yang dibilang sama Papa" teriak Vandy.
" Apaan sih Mas teriak-triak gitu" kata Anggun.
" Biar kamu dengar sayang" ucap Vandy sambil mencium bibir Anggun sekilas.
" Hey disini masih ada Papa, main cium-cium aja kamu."
Anggun menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya. Anggun sangat malu sama Papanya.
" Oh maaf Pa sengaja" ucap Vandy.
" Ck.. anak tengik ini, ya sudah kalian lanjutkan Papa matiin dulu telponnya.
Panggilan pun berakhir.
" Sayang kamu dengarkan yang dibilang Papa tadi, mereka minta cucu."
" Terus."
" Kita harus wujudtin itu sayang, lagian waktu kita cuma dua hari lagi disini, kalau udah pulang nanti belum tentu kita punya banyak waktu, karena aku udah mulai kerja lagi?."
Anggun memikirkan apa yang dikatakan suaminya, dan itu memang benar kalau mereka sudah pulang nanti, maka mereka akan memulai aktivitas mereka seperti biasa lagi, yaitu kekantor.
" Gimana?."
Anggun pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Vandy yang sudah dapat persetujuan dari istrinya itu, tidak menyia-yiakan kesempatannya. Vandy langsung mencium bibir istrinya, mereka pun saling melum*t.Vandy memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang bisa membuat tubuh istrinya rileks. Dengan perlahan Vandy membuka pakaian istrinya. Begitupun dengan Anggun, dia membuka pakaian suaminya. Malam itu menjadi malam yang panjang buat mereka.
To be continue
Author udah UP 2 bab ya Readers, jadi jangan lupa kasih dukungannya.
Like, Komen, dan Vote.. 🙏🙏
Happy Reading guys... 😉😉
__ADS_1