
Pagi yang begitu cerah, secerah hati Anggun dan Sinta, bagaimana tidak cerah dan bahagia karena mereka sudah melepas status jomblo mereka.
Di dalam mobil
" Sil gimana hubungan lo sama Gio tanya Anggun",
" Masih sebatas sahabat Nggun jawab Sisil",
" Emang lo nggak ada rasa sama Gio tanya Sinta",
" Gue juga nggak tau sih Sin, tapi gue ngerasa nyaman aja kalau dekat dia jawab Sisil",
" Suatu hubungan itu awalnya emang harus ada rasa nyaman dulu Sil ucap Anggun",
" O iya weekend besok kita jalan yuk tanya Sinta sambil fokus nyetir mobilnya",
" Sorry Sin weekend besok gue mau jalan sama Vandy dan Aska ucap Anggun",
" Gue juga ada janji sama Gio Sin ucap Sisil".
" Kenapa lo nggak ngajak Aldi jalan aja tanya Sisil",
" Iya ntar gue coba jawab Sinta".
Tidak terasa mereka pun sampai diparkiran kantor, setelah Sinta memakirkan mobilnya, mereka pun masuk kedalam kantor, sampai di lobi kantor mata karyawan memandang rendah Anggun.
" Mereka kenapa sih liatan gue kek jijik gitu tanya Anggun",
" Udah biarin aja jawab Sinta sambil membawa Anggun cepat masuk kedalam lift".
Baru sampai di pintu ruangan Anggun merasakan tatapan aneh lagi dari karyawan diruangan itu, dan ketika Anggun dan kedua sahabatnya berjalan masuk kedalam ruangan itu terdengar suara Dona.
" Wah gue nggak nyangka ternyata lo itu murahan banget ucap Dona ",
" Siapa yang lo sebut murahan tanya Sinta",
" Siapa lagi kalau bukan teman lo yang sok cantik ini jawab Dona sambil menunjuk Anggun",
" Kalau saya murahan, terus bagaimana dengan anda yang berpakaian serba terbuka seperti ini, kata apa yang pantas saya ucapkan buat anda nona Dona tanya Anggun",
" Lo itu seharusnya ngaca, atau lo nggak punya kaca dirumah, biar gue pinjamin ucap Sisil".
Dona yang merasa kalah telak pun pergi meninggalkan Anggun dan kedua sahabatnya,
" Dasar mak lampir, nggak pernah kapok-kapoknya ucap Sinta",
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka.
Diruang CEO
Vandy dan Aldi lagi sibuk membahas kerja sama dengan perusahaan luar negeri.
" Al menurut lo gimana kerja sama kita sama perusahaan Worley ini",
" Menurut gue sih bagus, apa lo mau langsung terjun kelapangan buat ngeliat kinerja mereka?",
" Boleh, lo atur jadwal gue buat kesana".
" Apa lo udah ijin sama Anggun? ",
" O iya hampir aja gue lupa, kalau nggak minta ijin bisa ngamuk singa betina gue".
" Weekend besok lo ada acara nggak Van?",
__ADS_1
" Ada, gue mau jalan sama Anggun, kenapa?",
" Gue sama Sinta ikut lo ya, biar double date kita",
" Nggak bisa, gue perginya juga sama Aska, lagian kenapa lo nggak pergi berdua sama Sinta aja",
" Iya, tapi gue bingung mau ajak dia kemana?",
" Ya elah gitu aja lo bingung, ajak kemall,nonton atau jalan kepantai kek, payah lo ah jadi cowok".
" Gue kan bukan pakarnya kalau soal begituan ucap Aldi",
" O iya gue hampir lupa, gue kan mau chat Anggun tadi",
" Ya udah gue mau balik keruangan gue dulu ucap Aldi sambil berlalu dari ruangan Vandy".
Setelah kepergian Aldi Vandy pun mengirim pesan ke Anggun.
Chat Vandy dan Anggun.
Vandy: " Kitty udah selesai belum kerjaanya"
Anggun: " Belum Bunny, masih numpuk kerjaanya ππ",
Vandy: " Kasian sayang nya aku, mau dibantuin nggak ππ",
Anggun: " Emang Bunny bisa",
Vandy: " Bisa dong kitty, bisa liatin ππ",
Anggun: " Kirain beneran bisa bantuin π€π€",
Vandy: " Kamu gemesin banget kalau lagi kesel gituππ",
Anggun: " Gombal banget ππ",
Anggun: " Ok Bunny, aku mau lanjut kerja dulu, bye bye.. ππ
" Beraninya cuma dichat ngasih kiss nya, kalau langsung nggak berani gumam Vandy.
Waktu cepat berlalu jam makan siang pun datang.
" Nggun lo mau ikut makan siang bareng kita nggak tanya Sinta",
" Kalian duluan deh, lagian kerjaan gue juga belum selesai nih jawab Anggun",
" Apa lo mau gue bawain kesini makanannya? tanya Sisil",
" Makasih deh Sil, habis ini gue juga mau keruangan Vandy jawab Anggun",
" Ya udah kita duluan ya ucap Sinta sambil berlalu meninggalkan Anggun".
Anggun pun melanjutkan pekerjaannya.
Ditempat lain.
Dona dan Luna yang sedang merencanakan sesuatu hal yang buruk pada Anggun,
" Gimana situasinya udah aman belum tanya Dona",
" Sudah kedua temannya sudah pergi ucap Luna",
" Bagus sekarang kita bakal laksanakan
__ADS_1
rencana kita ucap Dona sambil tersenyum licik.
Diruang desain
Anggun yang masih sibuk mengerjakan tugasnya tiba-tiba dikaget kan dengan suara seseorang yang minta tolong.
Anggun yang mendengar suara itu pun mencari dimana sumber suara itu berada. Anggun terus berjalan, saat sampai didepan
gudang tiba-tiba suara itu menghilang.
" Aneh kok tiba-tiba suaranya hilang, padahal tadi masih ada loh gumam Anggun",
Tanpa Anggun sadari Dona sudah berada dibelakang Anggun dan membekap mulut Anggun dengan kain yang sudah diberi obat bius, Anggun yang udah kenak bius pun terkulai tidak berdaya.
" Lun cepat bantu gue ngangkat tubuh Anggun ucap Dona",
Merekapun mengurung Anggun digudang,
" Akhirnya lo bisa juga gue singkirkan ucap Dona dan Luna sambil ketawa".
Vandy yang gelisah dari tadi menunggu Anggun yang belum datang keruangannya.
" Anggun kok lama banget sih, apa kerjaannya masih banyak, atau gue coba chat ya gumam Vandy".
Chat Vandy
Vandy: " Bunny kok lama banget sih",
1 menit
2 menit
3 menit
Sudah tiga menit berlalu tapi Anggun juga belum membalas chat Vandy,
" Tumben Anggun belum balas chat gue, atau gue telepon aja kali ya gumam Vandy",
dengan cepat Vandy menghubungi Anggun.
" Kok nggak diangkat sih, apa Anggun lupa mau makan siang bareng gue".
Vandy pun mencoba menelpon Sinta,
" Hallo terdengar suara Sinta diseberang sana",
" Hallo Sin, Anggun lagi bareng sama kalian nggak, soal gue telepon nggak diangkat tanya Vandy",
" Nggak Van, tadi Anggun bilang mau makan siang bareng kamu jawab Sinta",
" Iya emang, gue udah nunggu dari tadi tapi Anggun belum datang juga",
" Ya udah kita coba liat keruangan dulu ya Van ucap Sinta",
" Ok, gue tunggu kabar dari lo Sin soal perasaan gue nggak enak, takut sesuatu terjadi sama dia ucap Vandy".
panggilan pun berakhir.
" Kamu kemana sih sayang",
to be continue
hy readers ku semua apa kabar, semoga selalu sehat ya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya... ππ
HAPPY READING.. ππ