
" Mereka ada masalah?" tanya Keyra pada kekasihnya.
" Sedikit, tapi sepertinya masalah mereka sudah kelar" kata Gian.
" Apa kamu tau masalah mereka berdua Bee?" tanya Keyra lagi.
" Jangan ikut campur masalah dapur mereka bersedia honey" kata Gian.
" Ck.. kamu itu pelit banget sih. Kasih tau dikit aja, ya?" pinta Keyra.
" Nggak boleh, lagipula aku juga nggak tau masalah mereka berdua apa" bohong Gian.
Sama dengan Keyra, jiwa kepo Dira juga meronta-ronta minta dilepaskan. Tristan melirik kekasihnya yang seperti cacing kepanasan.
" Kamu kenapa Ay?" Tanya Tristan.
" Sebenarnya Kenzo sama Melodi itu kenapa sih. Apa mereka ada masalah?" Tanya balik Dira.
" Jangan ikut campur dalam masalah rumah tangga mereka"
" Emang mereka berdua sudah menikah Ay? kapan?" tanya Dira.
Tristan menepuk jidatnya karena mendengar pertanyaan kekasihnya itu. Dia baru sadar kalau kekasihnya itu kelewat pintar.
" Ay maksud aku itu, kita nggak boleh kepo sama urusan Kenzo sama Melodi" jelas Tristan.
" Kenapa? kita kan teman mereka"
" Iya, tapi mereka juga punya privasi" kata Tristan.
" Iya sih. Tapi aku penasaran?"
" Biarkan nanti mereka berdua yang cerita sama kita. Jangan sekali-kali kamu tanya sama mereka ya, Ay"
" Iya"
Tak berselang lama guru pun masuk kedalam kelas, dengan membawa rapor di tangannya. Para murid pun duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing.
" Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Sebelum ibuk membagikan lapor kalian. Ibuk mau mengucapkan selamat pada anak-anak ibuk yang mendapatkan peringkat kelas. Bagi yang belum dapat jangan berkecil hati, tingkat lagi prestasi kalian. Apa kalian mengerti"
" Mengerti Buk"
" Baiklah sekarang ibuk akan memberi tau peringkat 4 dan seterusnya. Peringkat empat di raih oleh Keyra Azahra"
Para sahabat Keyra bertepuk tangan untuk Keyra. Gian tersenyum kepada kekasihnya itu.
" Selamat ya honey"
" Makasih Bee"
Buk guru melanjutkan kembali siapa yang mendapatkan peringkat kelima. Dira berharap dia yang mendapatkan posisi kelima itu. Tapi harapan tidak sesuai dengan keinginannya.
" Jangan sedih, kan masih ada tahun besok. Jadi kamu harus belajar lebih giat lagi" kata Tristan berusaha menangkan perasaan kekasihnya.
" Hhhmm"
Mereka pun mendengarkan kembali peringkat kelas yang di umumkan guru mereka.
" Peringkat keenam di raih oleh Anindira Maheswari"
" Ay, kamu dengarkan?" tanya Dira pada sang kekasih.
" Dengar Ay, selamat ya"
" Makasih"
__ADS_1
Senyum tak pernah lepas dari bibir Dira. Dia sangat bahagia. Dia sangat bahagia, walaupun hanya mendapatkan peringkat ke 6. Setidaknya dia masih masuk dalam sepuluh besar.
" Tadi mau mewek, sekarang senyum-senyum nggak jelas" ledek Tristan.
" Senang aku Ay" kata Dira.
Tristan membelai rambut kekasihnya itu. Walaupun Mendo peringkat keenam, tapi dia bangga pada kekasihnya itu.
" Mulai besok sampai Minggu depan kalian libur"
" Yeeeyy" sorak mereka semua.
Guru itu tersenyum melihat ekspresi siswanya. Dia tidak menyangka para muridnya itu akan se-senang itu mendengar kata libur.
" Apa kalian senang?" tanya buk Guru.
" Tentu saja kami senang, karena satu Minggu ke depan kami tidak di pusingkan sama rumus-rumus yang rumit itu"
Guru itu menggelengkan kepalanya mendengar jawaban salah satu muridnya itu. " Baiklah, kalau begitu ibuk permisi dulu dan selamat liburan untuk kalian semua"
" Terima kasih Buk"
Wali kelas mereka pun pergi meninggalkan kelasnya. Sepeninggal wali kelas, para murid-murid itu heboh membicarakan mau liburan kemana. Termasuk Kenzo cs dan pasangannya, mereka juga akan merencanakan liburan bersama.
" Gimana liburan ini kita ke Bali " usul Dira.
" Boleh juga tuh" kata Tristan.
" Kalian berdua aja yang ke sana" kata Gian.
" Kenapa cuma kami berdua, emang lo nggak mau ikut?" tanya Tristan.
" Noh liat si Roma, lagi galon dianya " kata Gian.
" Kalian berdua ada masalah apa sih?" tanya Keyra.
" Cerita dong sama kita" kata Dira.
Kenzo pun bangkit dari duduknya, kemudian menarik lembut tangan kekasihnya. Gian dan yang lain mengikuti kedua sejoli itu di belakang.
Sekarang mereka berenam sudah sampai di rooftop. Gian dan yang lain memberikan waktu untuk Kenzo dan Melodi untuk menyelesaikan masalah mereka.
" Maaf" itulah kata pertama yang di ucapkan Kenzo pada kekasihnya itu.
" Maaf untuk apa?"
" Karena udah diam in kamu daritadi"
" Jangan ulangi lagi. Aku nggak kuat kamu cuekin kayak tadi" kata Melodi sambil menangis.
" Aku janji nggak akan cuekin kamu lagi yank" ucap Kenzo sambil memeluk tubuh kekasihnya.
" Sebenarnya kamu ada masalah apa? " tanya Melodi.
" Nggak ada masalah apa-apa kok yank"
" Jangan bohong yank"
" Benar sayang. Lagian untuk apa juga aku bohong"
" Apa karena syarat dari papi aku?"
" Nggak sayang, kamu kan udah denger juga kalau aku setuju syarat yang diberikan papi kamu"
" Bener nggak ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku"
" Bener sayang" kata Kenzo sambil tersenyum pada kekasihnya itu.
" Kamu udah khilaf berapa kali daritadi?" tanya Melodi.
__ADS_1
" Khilaf?"
" Iya, meluk aku"
" Nggak apa-apa khilaf meluk, asalkan jangan khilaf yang lain aja Yank" kata Kenzo sambil tersenyum pada kekasihnya itu.
Tristan dan Dira saling lirik, mereka berdua merasa ter-sentil sama ucapan Kenzo tadi. Ya pasalnya bibir Tristan dan Dira sudah nggak bersegel lagi.
Seketika wajah Tristan dan Dira berubah menjadi merah, mengingat ciuman yang pernah mereka lakukan.
" Kalian berdua kenapa?" tanya Gian.
" Nggak kenapa-kenapa" jawab Tristan.
" Terus kenapa wajah kalian merah kek singkong rebus gitu"
" Kok singkong rebus sih Bee, bukannya kepiting rebus" kata Keyra.
" Kalau kepiting sudah banyak yang pake honey"
Keyra hanya tersenyum mendengar jawaban kekasihnya itu. Gian kembali menatap Dira da juga Tristan.
" Kenapa lo liatin gue kek gitu?" tanya Tristan.
Bukannya menjawab, Gian malah mengajukan pertanyaan pada " Cepat bilang kalian berdua kenapa wajahnya memerah kek gitu?" tanya balik Gian.
" Kita kepanasan Ken " jawab Tristan bohong.
" Nggak percaya gue, lagipula aku nggak merasa panas"
" Ya tubuh kita kan beda-beda Ian"
" Tapi gue mencium aroma-aroma kebohongan disini"
" Ck.. kek cenayang aja lo"
" Kalian berdua kenapa sih berisik banget" kata Kenzo.
Sontak Gian dan Tristan menoleh ke arah Kenzo.
" Roma udah nggak galon lagi?" tanya Gian sambil menghampiri Kenzo.
Selamat. Gumam Tristan dalam hati.
" Emang kapan gue galon?" tanya Kenzo.
" Tadi pas mau ke sekolah, sampai-sampai nggak mood bawa motor sendiri" ledek Gian.
" Terus kamu ke sekolahnya sama apa yank?" tanya Melodi.
" Tentu saja nebeng sama gue yang baik hati dan tidak sombong ini" kata Gian.
" Heh, sejak kapan lo yang jahat ini berubah jadi baik?" tanya Tristan.
" Gue mana pernah jahat Tian"
" Nggak pernah gimana, dulu aja lo pernah kempes in ban sepeda milik K--"
Belum sempat Tristan melanjutkan ucapannya, Gian sudah lebih dulu membungkam mulut Tristan dengan tangannya. Dia tidak ingin kekasihnya tau kalau dirinya lha yang sering mengempiskan ban sepeda Keyra.
Tristan tidak tinggal diam, dia menggigit tangan Gian.
" Awww, kenapa lo gigit tangan gue?" rintih Gian.
" Karena lo bikin gue sesak nafas. Apa lo mau bunuh gue?!"
Kenzo dan yang lain hanya bisa menghela nafas karena tingkah Tom and Jerry itu.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading 😚😚