Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Vandy dan Aldi sudah mendarat dengan sempurna di bandara internasional Soekarno-Hatta. Mereka berdua turun dari pesawat.


Vandy dan Aldi berjalan menuju pintu keluar. Semua mata tertuju pada kedua lelaki tampan itu. Apalagi tatapan para wanita, mereka seperti ingin memangsa Vandy dan Aldi.


Karena mereka pulangnya tidak memberitahu istri mereka, karena mereka berdua akan memberikan surprise, jadi Vandy dan Aldi pulang dengan naik taxi.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka sampai dirumah Aldi. Ya Vandy mengantarkan Aldi terlebih dahulu. Setelah itu barulah taxi mengantarkan Vandy kerumahnya.


Sampai didepan gerbang rumahnya, Vandy membayar ongkosnya. Setelah itu dia turun dari taxi yang ditumpanginya tadi.


Pak satpam melihat tuan mudanya, langsung membukakan pintu gerbang. Setelah pintu gerbang terbuka Vandy pun masuk kedalam. Mengingat jarak gerbang dan rumah utama cukup jauh Vandy meminta Pak Asep untuk mengantarkannya dengan motor.


Vandy pun sampai dirumah utama. Vandy turun dari motor, dan berjalan menuju pintu utama. Saat akan menekan bel, tiba-tiba pintu terbuka.


Anggun kaget melihat suaminya sudah berada didepan pintu. Padahal baru semalam dia menelepon, dan sekarang suaminya itu sudah berada didepan matanya.


" Kamu nggak mau memeluk Mas, sayang"


Tanpa menunggu lama Anggun langsung memeluk suaminya itu.


" Kok Mas udah pulang?, bukannya dua hari lagi baru pulang?" tanya Anggun beruntun.


" Kerjaan Mas udah selesai sayang, jadi untuk apa Mas berlama-lama disana"


" Daddy" panggil Kenzo.


Vandy melepaskan pelukan sang istri dan beralih ke putra tercintanya.


" Kesayangan daddy" kata Vandy sambil memeluk putranya.


Vandy langsung bisa melihat pipi putranya yang membiru. Sakit rasanya melihat semua itu.


" Apa ini masih sakit?" tanya Vandy sambil mengelus lembut pipi Kenzo.


" Sedikit" jawab Kenzo.


" Maafkan daddy tidak bisa menjaga kamu" ucap Vandy.


" Ini bukan salah daddy, ini kesalahan abang sendiri karena tidak bisa melindungi diri abang sendiri" kata Kenzo.


" Kita masuk dulu yuk, kasihan daddy nya masih diluar" kata Anggun.


Mereka pun masuk kedalam dan duduk disofa ruang tamu.


" Kalian udah mau berangkat?" tanya Vandy.


" Iya Mas, kita mau langsung keperusahaan lion entertainment " kata Anggun.


" Mas ikut" kata Vandy.


" Tapi Mas kan baru nyampe. ' Apa Mas nggak capek?" tanya Anggun.


" Nggak sayang. Mas mau mandi dulu, tunggu ya" kata Vandy.


Vandy bergegas menuju kamarnya. Vandy berlari menaiki tangga rumahnya. Dia tidak ingin istri dan anaknya menunggu terlalu lama.


Sambil menunggu suaminya mandi dan bersiap Anggun mengirim chat kegrup khusus mereka bertiga.


Chat grup.


Anggun: " Assalamualaikum penghuni grup"


Sinta: " Wa'alaikum salam sayangnya aku"


Sisil: " Wa'alaikum salam mommy cantik"


Anggun: " Kalian sudah siap berangkat?"


Sinta: " Tadinya sih udah Nggun, tapi ditunda gegara laki pulang mendadak dan pengen ikut juga 😌😌"


Anggun: " Iya Sin, gue juga lagi nunggu Mas Vandy"


Sisil: " Gue sama papi nya Tristan segera kerumah loe Nggun"


Anggun: " Ok Sil, gue tunggu"


Sinta: " Cepat amat loe Sil bersiapnya.. 😩😩"


Sisil: " Suami gue kan nggak pergi-pergi kek suami kalian berdua.. 😇😇"


Sinta: " Gue ntar mau protes sama singa jantan nya si Anggun, minta kenaikan gaji 😂😂"


Sisil: " Emang loe nggak takut kena amukan tu singa.. 😒😒"


Sinta: " Kagak, kan singa betina ada dipihak kita 😁😁"


Sisil: " Wah parah loe, emang singa betina nya mau jadi perisai loe"


Sinta: " Mudah-mudahan aja mau Sil 😣😣"


Anggun: " Gampang bisa diatur, asal loe mau bagi hasil sama gue..😂😂"


Sinta: " Loe kan udah kaya Nggun, jadi untuk apa lagi duit ama loe 😤😤"


Anggun: " Yang kaya itu bokap gue Sin, kalau gue mah kere 😩😩"


Sinta: " Suami gue udah siap ne, jadi loe tunggu kita ya"


Anggun tidak membalas chat para sahabatnya lagi. Karena suaminya sudah datang.


" Yuk berangkat sayang" ajak Vandy


" Ntar lagi Mas. Kita tunggu yang lain dulu"


Vandy pun duduk disamping istrinya. Tak berselang lama para sahabat mereka pun datang. Karena semuanya sudah datang, mereka pun berangkat.


Mereka semua sudah masuk kedalam mobil. Berhubung Aldi dan Vandy masih capek, jadi Gio lah yang bertugas sebagai sopirnya. Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Vandy.


Suasana jalan pagi ini cukup padat sama kendaraan yang berlalu lalang. Jadi mobil melaju agak lambat.


" Kenapa harus macet sih" kesal Vandy.


" Sabar Mas, lagian ini emang waktu jam kantor, jadi mereka juga diburu waktu" kata Anggun.


" Lain kali kita berangkat pake helikopter aja" kata Vandy.

__ADS_1


Semua orang disana hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan Vandy.


" Van" panggil Sinta.


" Hhmmm"


" Gue mau minta gaji suami gue dinaikin" kata Sinta.


" Alasannya minta naik gaji" kata Vandy.


" Suami gue kan udah bekerja keras siang dan malam, jadi naikin gaji suami gue ya..ya" bujuk Sinta.


" Gue juga bekerja siang dan malam, tapi gue nggak ada minta kenaikan gaji" kata Vandy.


" Iya juga sih. Tapi kan loe bos nya" kata Sinta.


" Kalau kinerja suami loe bagus gue akan kabulkan permintaan loe. Begitu juga dengan loe Yo. Jadi kalau kinerja suami kalian bagus, gue janji akan naikin gaji mereka berdua" kata Vandy.


" Beneran ya Van" kata Sinta.


" Hhhmmm"


Tak terasa mereka pun sampai diperusahaan lion entertainment. Gio memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang tersedia disana.


Mereka semua berjalan beriringan masuk kedalam kantor. Sampai dilobi semua mata tertuju pada mereka semua. Aura mereka semua sangat terpancar.


" Wah mereka sangat tampan dan juga cantik-cantik. 'Apa mereka orangtua dari Kenzo, Gian dan Tristan?" tanya karyawan A


" Mungki saja, karena wajah mereka bertiga sangat mirip dengan ketiga pria tampan itu" kata teman si A.


Rangga dan Asistennya kaget melihat Vandy datang keperusahaan kecil miliknya, dan lebih mengejutkan lagi, Vandy datang bersama ketiga modelnya.


Apa Kenzo putranya tuan Vandy.


Rangga dan asistennya langsung menghampiri Vandy dan yang lainnya.


" Selamat pagi tuan. Apa kalian orangtua Kenzo, Gian dan Tristan" tanya Rangga to the point.


" Benar" jawab Vandy.


" Mari tuan, Biar enak ngobrolnya kita langsung saja keruangan saya saja" ajak Rangga.


Mereka pun berjalan menuju lift, karena mereka terlalu banyak, jadi mereka membagi dua kelompok. Para suami naik lift khusus Direktur. Sedangkan para istri naik lift karyawan. Lift pun naik kelantai 20.


Ting


Pintu lift milik direktur terbuka, itu tandanya mereka sudah sampai dilantai 20. Rangga keluar dari lift, diikuti sama Vandy dan yang lainnya.


Tak berselang lama para istri dan anak mereka juga sudah sampai dilantai 20. Mereka semua pun berjalan menuju ruangan Rangga.


Mereka semua duduk disofa yang ada diruangan itu. Rangga meminta sang asisten untuk membuatkan minum untuk para tamu terhormat mereka.


" Sebelumnya perkenalkan saya Rangga Presiden Direktur perusahaan lion entertainment " kata Rangga.


" Saya sudah tau" kata Vandy.


Sontak Anggun memukul lengan suaminya itu.


" Kenapa kamu mukul Mas sayang?" tanya Vandy.


" Saya Anggun. Mommy nya Kenzo dan ini suami saya" kata Anggun.


Ternyata sikap dingin Kenzo berasal dari daddy nya.


" Saya Sinta. Mama nya Gian, dan ini Aldi suami saya" kata Sinta.


" Saya Sisil. Mami nya Tristan, dan ini Gio suami saya" kata Sisil.


" Senang bertemu dengan orang-orang hebat seperti kalian" puji Rangga.


" Saya mau bertanya sama anda tuan Rangga?" tanya Anggun.


" Silakan nona" jawab Rangga.


" Kemarin ada kejadian kekerasan disini apakah anda tau Pak Rangga?" tanya Anggun.


" Maksud anda nona? " tanya balik Rangga.


" Kemarin anak saya mendapatkan kekerasan diperusahaan anda. Dia ditampar dan mendapatkan luka robek dibibir dan juga lebam dipipinya" kata Anggun.


" Maaf nona, saya tidak tau tentang masalah ini. Jadi untuk itulah anda datang kesini?" tanya Rangga.


" Tentu saja, saya akan bikin perhitungan sama orang itu langsung, dan saya harap anda tidak mengganggu saya" kata Anggun.


Rangga bergidik ngeri melihat tatapan Anggun. Dia tidak menyangka wanita secantik Anggun mempunyai tatapan yang menyeramkan.


" Kalau anda ikut campur, saya akan meratakan perusahaan anda" kata Vandy.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba pintu pintu diketuk sama sekretaris Rangga.


" Permisi Pak, ada tuan Bryan dan keluarganya" kata Riska sekretaris Rangga.


" Suruh mereka masuk Ris" kata Rangga.


" Silakan masuk tuan dan nona" kata Riska pada Bryan.


Bryan, istri dan anaknya masuk kedalam ruangan Rangga. Semua orang sontak melihat kearah pintu, kecuali Vandy. Kia kaget melihat mantan tunangan dan istrinya ada disana.


Kenapa mereka semua ada disini.


" Anggun" panggil Bryan


" Bryan" balas Anggun.


" Udah lama ya kita nggak ketemu?" tanya Bryan tanpa mempedulikan orang disekitarnya.


( Bryan dan Anggun sudah pernah bertemu ya guys. Kalau ada yang lupa, kalian bisa baca diseason 1..😉😉).


" Ehem!, disini masih ada suaminya" kata Vandy sambil menatap tajam Bryan.


" Sorry bro, gue terlalu senang tadi, jadi gue tidak melihat loe" kata Bryan.


" Ck.. alasan" kesal Vandy.


" Tante itu nenek sihir yang menampar Kenzo" kata Tristan menunjuk kearah Kia.

__ADS_1


Deg.


Apa maksud anak itu. Apa anak yang aku tampar kemarin anaknya Vandy.


Anggun berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Kia.


" Apa benar kau yang melakukan itu?!" tanya Anggun.


" A-aku tidak tau kalau dia anak kamu" jawab Kia terbata.


" Jadi kalau dia bukan anakku, kau boleh melakukannya begitu?" tanya Anggun lagi.


Kia terdiam, mulutnya terasa keluh.


" Anggun ada apa ini?" tanya Bryan.


" Kamu tanya sama istri tercinta mu ini. Apa yang sudah dia lakukan pada anakku!" jawab Anggun.


" Sayang bisa kamu ceritakan padaku?" tanya Bryan pada Kia.


" A-aku tidak salah, tapi putra nya Anggun yang mendorong Alex duluan" kata Kia.


" Putraku tidak pernah menganggu, kalau dia tidak diganggu lebih dulu" tutur Anggun.


" Jadi maksud kamu, putraku yang mengganggu duluan, begitu" kata Kia.


" Kau bisa tanyakan sendiri pada putra kesayangan mu itu" kata Anggun.


" Alex coba ceritakan pada papi apa yang terjadi?" tanya Bryan.


" Ke-kenzo mendorong ku duluan papi" jawab Alex berbohong.


" Bohong!, aku tidak pernah mendorong mu duluan kalau kau tidak mendorongku!" kata Kenzo.


" Benar, kami berdua melihat Alex mendorong Kenzo duluan" kata Gian.


" Biar jelas, bukankah diperusahaan ini ada CCTV nya" kata Vandy.


" Benar tuan" kata Rangga.


" Kalau ketahuan anak kau yang bersalah, maka jangan harap kau dan anakmu itu bisa lolos" kata Anggun.


Kia pun begidik ngeri melihat tatapan Anggun. Rangga menyuruh asistennya untuk mengambil rekaman CCTV.


Tak berapa lama asisten Rangga pun kembali dengan membawa rekaman CCTV. Rangga pun memutar rekaman CCTV itu. Semua orang pun fokus menatap layar besar yang ada didepan mereka.


Saat Rakaman CCTV diputar disana jelas terlihat kalau Alex yang mendorong Kenzo duluan. Mereka kaget melihat rekaman berikutnya, dimana Kia menampar Kenzo.


Emosi Anggun tidak bisa ditahan lagi, begitu juga dengan Vandy. Dia tidak terima putranya diperlakukan seperti itu.


" Pak Rangga, bisakah anda menyuruh asisten anda untuk membawa anak-anak ini keluar sebentar" kata Anggun.


" Bi-bisa nona" kata Rangga.


Sang Asisten pun membawa anak-anak itu keluar. Sekarang yang tinggal hanya para orangtua saja yang ada didalam sana.


Plaak..


Kia terjatuh karena tamparan keras yang diberikan oleh Anggun. Semua orang diruangan itu kaget mendengar punyi tamparan tadi.


" Bagaimana rasanya, sakit bukan!" kata Anggun.


" Singa betina sudah mode on" kata Sisil.


" Benar, entah apa yang akan terjadi pada parasit itu" kata Sinta.


Mereka hanya bisa menonton adegan yang ada didepan mereka.


" Andai aja ada popcorn, pasti lebih seru lagi" kata Aldi.


" Berisik!" kata Sinta dan Sisil berbarengan.


Mereka kembali fokus pada Anggun dan Kia.


" Nggun gue nggak tau kalau dia anak loe dan Vandy" kata Kia.


Plaak..


Satu tamparan lagi mendarat dipipi Kia. Anggun tidak ingin mendengar satu kata pun dari mulut Kia. Sekarang ini dia benar-benar emosi dan itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


Vandy tersenyum melihat apa yang dilakukan istrinya itu kepada Kia. Bryan kaget melihat Anggun yang seperti kesetanan. Bryan harus menghentikan Anggun.


" Stop!" teriak Bryan.


Semua orang langsung menoleh ke Bryan, termaksud Anggun.


" Nggun, aku tau apa yang dilakukan istri aku salah, tapi jangan menghukumnya seperti itu" kata Bryan.


" Apa maksud mu!" tanya Anggun yang masih emosi.


" Kamu wanita baik dan lembut, jadi biarkan aku yang menghukum istriku" kata Bryan.


" Terus bagaimana dengan putraku?, apa kau tau seberapa sakitnya dia?, dan apa kau tidak melihat pipinya yang lebam akibat perbuatan istrimu?! " kata Anggun.


Vandy menghampiri istrinya, sekarang ini hanya dia yang bisa menenangkan istrinya itu.


" Sayang, kamu sudah membalas dia dengan baik. Jadi kita sudahi saja ya" kata Vandy sambil tersenyum pada sang istri.


Anggun membalas senyuman sang suami. Emosinya juga mulai meredah. kemudian Anggun melirik Kia yang sudah kesakitan.


" Baiklah" kata Anggun.


Vandy membawa istrinya duduk disofa. Sedangkan Bryan memapah istrinya duduk disofa agak berjauhan dari Anggun. Karena dia takut Anggun akan menyerang istrinya kembali.


To be continue..


Jangan lupa like, komen dan votenya juga ya..


Kemarin ada yang nanya lagi.


"Thor gimana cara ngevote nya?"


Author kasih tau lagi caranya


__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2