
Anggun sedang duduk santai dibawah pohon. Anggun menunggu taxi lewat. Ya mobil Anggun tiba-tiba mogok. Mau telpon kerumah HP nya juga mati karena kehabisan batre.
Anggun tidak tau gimana caranya dia akan pulang. Sudah lama dia duduk disana, namun tidak ada satupun taxi yang lewat.
" Apes banget sih hari ini. Dimarahi suami, HP mati, mobil mogok, dan sekarang nggak bisa pulang, mana lapar lagi. ' Sabar ya anak mommy, nanti pas nyampe dirumah kita makan" kata Anggun kepada calon bayi yang ada didalam perutnya.
Vandy terus mencari keberadaan istrinya. Sepanjang jalan Vandy tidak henti-hentinya berdoa untuk istri dan calon anaknya. Vandy benar-benar merasa bersalah. Andai saja tadi dia tidak membentak istrinya, pasti istrinya tidak akan hilang.
Vandy terus melajukan mobilnya, Sampai dijalan yang agak sepi, dari kejauhan Vandy melihat mobil yang sangat familiar untuknya, Vandy mempercepat laju mobilnya.
Saat mobil Vandy sudah agak dekat. Vandy tersenyum karena itu memang mobil istrinya. Vandy juga melihat istrinya yang sedang duduk dibawah pohon.
Vandy memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat istrinya. Vandy bergegas turun dari mobilnya.
" Sayang"
Samar-samar Anggun mendengar suara yang sangat familiar untuknya. " Aku seperti mendengar suara suami ku, tapi nggak mungkin, dia ada disini. Dia kan lagi marah sama aku, dan nggak mungkin juga dia tau kalau aku disini"
" Sayang"
" Tu kan aku dengar lagi suaranya. Apa jangan-jangan demit penghuni pohon besar ini ya"
" Mana ada demit setampan aku" kata Vandy
Deg
Jadi itu beneran suara Mas Vandy.
Kini Anggun bisa memastikan kalau itu beneran suaminya. Karena setau Anggun demit itu tidak ada yang narsis, seperti suaminya itu.
" Kamu ngapain disini?" tanya Vandy
" Makan" jawab Anggun kesal
" Sekarang kita pulang ya, kamu udah bikin mama khawatir"
" Jadi cuma mama yang khawatir sama aku. Kamu nggak?!"
" Mas juga khawatir sayang, sangat malah" kata Vandy
" Ck.. bohong banget kamu"
Kok jadi dia yang marah, seharusnya kan aku yang marah.
" Mas nggak bohong sayang. Yuk kita pulang" ajak Vandy
" Nggak! kamu pulang aja sendiri. Aku mau cari suami baru aja"
" Mana bisa begitu"
" Bisa dong"
" Nggak bisa!"
" Bisa!"
" Aku bunuh laki-laki yang berani dekatin atau nikahin kamu"
" Ck.. dasar suami Arrogant!"
Vandy memeluk istrinya. " Jangan marah-marah lagi, kasihan dedek bayi nya"
" Nggak salah, bukannya Mas yang marah-marah, sampe bentak-bentak aku tadi" kata Anggun sedih
Vandy mempererat pelukannya pada sang istri. Vandy merasa sakit melihat istrinya menangis. " Maafkan Mas sayang"
" Kamu jahat, aku lagi ngandung anak kamu, tapi kamu malah bentak-bentak aku" tambah nangis
" Iya sayang, maafkan Mas untuk itu"
" Lepas! aku nggak mau dekat-dekat kamu"
" Sayang, Mas kek gitu kan karena ada sebabnya. Kamu pergi kerumah mama tanpa minta izin sama Mas"
" Tu kan nyalahin aku lagi"
" Bukan nyalahin, tapi emang kenyataan nya begitu. Kalau istri mau pergi kemana-mana, harus izin dulu sama suami. Apa kamu mau dibilang istri durhaka"
Anggun menggelengkan kepalanya. " Maaf, lain kali nggak gitu lagi"
Vandy gemas melihat ekspresi istrinya yang seperti anak kecil habis dimarahin. Vandy memeluk sang istri.
__ADS_1
" Mas sudah memaafkan kamu sayang, jauh sebelum kamu meminta maaf sama Mas"
" Mas juga harus minta maaf sama aku"
" Minta maaf?"
" Iya, Mas kan udah bentak aku tadi"
Ternyata istriku pendendam juga.
" Mas minta maaf ya sayang. Apa istri Mas yang cantik ini mau memaafkan Mas"
" Mau, tapi ada syarat nya"
" Kok pake syarat sih, Mas tadi nggak ada pake syarat"
" Oh jadi mau itung-itungan sama istri"
" Ng-nggak sayang. Apa syarat nya?"
" Beliin aku buah persik"
" Ok nanti habis dari sini kita beli"
" Tapi aku nggak mau beli buahnya disini"
" Terus"
" Di korea "
" Apa!"
Gil*! kenapa harus ke korea segala. Apa istri gue lagi ngidam
" Mas nggak mau ya" mulai sedih
" M-mau sayang, tapi kita belinya disini aja dulu ya" bujuk Vandy
" Nggak!, aku maunya di korea"
" Sayang apa kamu nggak kasihan sama Mas" kata Vandy dengan memasang wajah memelas.
" Ya udah beli disini aja"
" Makasih sayang. Sekarang kita pulang ya, Kenzo udah nunggu kamu dirumah"
Anggun menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil. Vandy melajukan mobilnya menuju rumah. Vandy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Mas"
" Hhhmm"
" Mobil aku gimana?"
" Oh iya hampir lupa. Nanti suruh kang Tito ngambil mobilnya"
" Kang Tito nggak akan bisa bawa"
" Loh kenapa?"
" Mobil aku mogok"
" Jadi, karena itu kamu disana sayang"
" Iya, terus karena apalagi"
" Kirain frustrasi, karena dibentak tadi"
" Ck.. kamu itu emang suami nggak ada akhlak"
" Tadi Mas telpon nomor kamu nggak aktif"
" HP aku mati, karena kehabisan batre"
Vandy melihat pedang buah, Vandy teringat keinginan istrinya. Vandy menepikan mobilnya.
" Tunggu bentar ya"
" Hhmmm"
__ADS_1
Vandy turun dari mobilnya, dan menghampiri Bapak penjual buah. Vandy senang karena disana ada buah yang diinginkan istrinya tadi.
" Pak buah persiknya 2 kilo"
Bapak itu pun menimbang buak persiknya. Selesai menimbang, Bapak itu memberikan kepada Vandy.
" Berapa Pak?"
" 80 ribu"
Vandy mengambil uang seratus ribu dari dompetnya, kemudian memberikan kepada Bapak itu
" Kembaliannya untuk Bapak aja"
" Terimakasih Nak"
" Sama-sama Pak"
Vandy pun kembali kemobilnya. Vandy melajukan mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka kembali.
Akhirnya mereka pun sampai dirumah. Anggun turun dari mobilnya, sedangkan Vandy memasukkan mobilnya kegarasi.
Sebelum masuk kedalam rumah, Vandy menelpon orang bengkel untuk membawa mobil istrinya. Setelah itu dia menelpon sang mama, memberi tau kalau istrinya sudah sampai dirumah dengan selamat.
Anggun masuk kedalam rumahnya.
"Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, mommy"
Anggun memeluk putranya itu. " Sorry karena mommy tadi nggak bisa jemput"
" Nggak apa-apa mommy"
Anggun dan Kenzo duduk disofa yang ada diruang tamu.
" Gimana disekolah tadi, seru nggak?"
" Seru mommy, tadi abang belajar mengambar sama mewarnai"
" Oh ya, terus abang bikin gambar apa?"
" Bentar abang ambil dulu"
Kenzo bergegas mengambil gambar yang dia buat disekolah tadi. Anggun tersenyum melihat Kenzo yang begitu bersemangat.
Kenzo kembali dengan membawa buku gambar ditangannya. Kenzo sangat antusias melihatkan hasil gambarnya kepada mommy nya.
Anggun terharu sekaligus bahagia melihat hasil gambar putranya itu.
" Ini abang yang bikin sediri?" tanya Anggun
" Iya mommy"
" Ini siapa aja"
" Mommy, daddy, abang sama adek"
Anggun memeluk putranya itu. " Nanti kita tempel didinding kamar abang ya"
" Iya mommy"
Vandy baru masuk kedalam rumah. Vandy menghampiri istri dan anaknya.
" Lagi ngobrol apaan si, asik banget kek nya"
" Daddy coba lihat gambar abang" kata Kenzo
" Bagus banget sayang, ini abang yang gambar sendiri?" tanya Vandy
" Iya daddy"
" Pinter anak daddy" kata Vandy sambil mebelai rambut Kenzo
Kenzo pun menceritakan keseruannya selama disekolah tadi. Anggun dan Vandy menjadi pendengar yang baik. Kenzo begitu semangat menceritakan kepada mommy dan daddy nya. Anggun dan Vandy ikut bahagia melihat Kenzo yang begitu semangat bercerita.
To be continue...
Janga lupa, like, komen dan vote nya ya..
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1