
Anggun baru sampai dirumah dan dikagetkan oleh suara tangis anaknya. Anggun pun bergegas menuju kamarnya. Sampai dikamar Anggun melihat Aska sedang menghibur baby nya.
" Kakak"
Anggun menggendong Kenzo. " Sebentar ya, kakak mau susuin Kenzo dulu"
Aska menganggukkan kepalanya, setelah itu dia pamit keluar kamar kakaknya. Aska berjalan menuruni tangga dan pergi kekamar tempat Vandy dirawat.
Aska menghampiri tempat tidur Vandy. " Abang kapan bangunnya, kami semua sudah kangen sama Abang. Apalagi kakak, dia tidak tidak henti-henti nya berdoa untuk kesembuhan Abang"
Aska memegang tangan Vandy. " Kenzo mirip sekali sama Abang. Aska janji akan selalu menjaga kakak dan juga Kenzo. Abang cepat bangun ya"
Aska mengecup tangan Vandy, setelah itu dia keluar dari kamar Vandy. Aska pergi kedapur untuk mengambil air minum. Selesai minum Aska kembali kekamar atas melihat Kenzo dan kakaknya.
***
Setelah menerima telpon dari menantu nya tadi, kalau Sinta sudah melahirkan. Kedua orangtua Sinta pun langsung kerumah sakit untuk melihat cucu mereka.
Sekarang bayi Aldi sedang bersama kakek dan neneknya. Rahman sangat bahagia karena sekarang dia sudah menjadi seorang kakek.
" Siapa nama cucu kakek ini?" tanya Rahman
" Gian Putra Hermansyah, panggilan Gian, Kek" jawab Aldi
" Nama yang bagus" kata mama Sinta
" Gian mirip banget sama Aldi ya, Ma" kata Rahman
" Iya Pa, Sinta mah nggak kebagian"
" Mama sama papa salah, jelas-jelas Gian mirip sama aku" kata Sinta
" Mirip kamu gimana? jelas ini mirip Aldi banget kok" kata Rahman
" Kok bisa gitu ya Pa, padahal kan yang ngandung aku, terus yang lahirin juga aku. Kok bisa dia mirip suami aku semua"
" Karena suami mu ini tampan sayang, makanya dia mirip aku. Seharusnya kamu seneng karena dia mirip sama aku, kalau dia mirip tetangga gimana?" tanya Aldi
__ADS_1
" Amit-amit jangan sampe" jawab Sinta
" Nah makanya jangan protes lagi" kata Aldi
" Iya, kok kamu jadi bawel gini sih"
Rahman dan istrinya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka melihat perdebatan anak dan menantunya.
" Nggak lama lagi Sisil yang akan melahirkan" ucap Rahman
Belum sempat Aldi menjawab, tiba-tiba orang yang baru diomongin nongol. " Wah panjang umur banget lo, Sil" kata Sinta
" Maksud lo? " tanya Sisil
" Baru aja kita omangin, lo udah nongol aja" jawab Sinta
" Emang ngomongin apaan?"
" Papa gue bilang, bentar lagi lo juga akan melahirkan"
" Takut kenapa?" tanya Sinta
" Kata orang kalau melahirkan normal itu sakit banget" jawab Sisil
" Sebenarnya mau melahirkan normal atau caesar, itu sama-sama menyakitkan. Tapi setelah melihat baby kita lahir rasa sakit itu terbayarkan" jelas Sinta
" Apa bener yang lo bilang?" tanya Sisil
" Bener lah, kan gue udah membuktikan nya. Jadi lo nggak perlu takut, justru lahiran normal itu bagus" jawab Sinta
" Ok, makasih ya Sin"
" Hhhmn"
" O iya hampir lupa, mana anak lo?" tanya Sisil
" Tu sama papa gue" jawab Sinta
__ADS_1
Sisil langsung menghampiri bayi Sinta yang sedang digendong kakeknya. " Tampan banget Sin, mirip sama Aldi" ucap Sisil
" Huffftt" Sinta menghela napas nya
" Lo kenapa?" tanya Sisil
" Lo orang yang keseribu bilang anak gue mirip papa nya" jawab Sinta
" Kan emang mirip sama Aldi" kata Sisil
" Iya, nggak usah diulang lagi" ucap Sinta kesal
Gio ikut melihat bayi sahabat nya itu. " Bener tampan, mirip kek papa nya" ucap Gio
" Laki-bini sama aja, bikin gue bete aja" kata Sinta
" Om, aku boleh gendong nggak" tanya Sisil
" Tentu" jawab Rahman
Rahman memberikan dengan hati-hati cucu nya kepada Sisil. Sisil menerima baby mungil itu. Mata Sisil berkaca-kaca menatap bayi mungil yang berada dalam gendongan nya itu.
" Siapa nama baby nya Sin?" tanya Sisil
" Gian Putra Hermansyah" jawab Sinta
" Nama yang bagus" kata Sisil
Gio mengelus pipi baby Gian. Gio tidak sabar menantikan kelahiran anaknya. Gio berharap baby nya juga laki-laki. Tapi apapun nanti jenis kelaminnya dia akan menyayangi buah hati nya itu.
To be continue
Jangan lupa mampir ke karya Author yang lain ya.. 🙏🙏🙏
Happy Reading Guys.. 😉😉😉
__ADS_1