Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah makan siang, Kiran minta izin sama mommy dan Daddy-nya untuk berkeliling kantor.


" Adek perginya jangan terlalu jauh ya" pesan sang mommy.


" Siap mommy"


Kiran keluar dari ruangan daddy-nya, dia akan mulai berkeliling ke lantai yang di tepati banyak divisi di lantai 20. Walaupun ragu untuk masuk lift sendiri, tapi Kiran harus memberanikan diri. Dia harus lawan rasa takut itu. Karena kalau tidak ini akan jadi kelemahannya dan akan di manfaatkan oleh lawannya suatu saat nanti.


Sekarang lift sudah membawa Kiran turun kebawah. Keringat dingin sudah mulai keluar dari dahi Kiran. Ya Kiran memang takut setiap naik lift.


Ting.


Pintu lift terbuka. Kiran segera keluar dari lift itu, dia tidak ingin berlama-lama di dalam sana. Karena terburu-buru keluar dari lift Kiran tidak sengaja menabrak anak lelaki.


" Aww" rintih Kiran, karena terbentur dada bidang anak laki-laki itu.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya anak laki-laki itu.


" Ehem! aku tidak apa-apa" jawab Kiran.


Anak laki-laki itu tersenyum melihat ekspresi wajah Kiran.


" Kenapa kamu senyum-senyum gitu?"


" Kamu sangat lucu"


" Ck..emang kamu pikir saya badut" kata Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan anak laki-laki itu.


" Hei anak kecil!, kamu sudah menabrak ku. Tapi kamu tidak meminta maaf padaku"


Kiran menghentikan langkahnya, benar yang anak lelaki itu bilang, kalau dirinyalah yang salah karena sudah menabrak anak laki-laki itu.


" Maaf" ucap Kiran tanpa menoleh kearah anak laki-laki itu.


" Kamu minta maaf sama siapa? tembok?"


" Sama kamu lha"


" Aku ada di belakang kamu, bukannya tidak sopan minta maaf tanpa melihat ke orangnya"


Ngeselin banget sih dia.


Kiran membalikkan badannya. " Maaf, puas!"


Anak laki-laki itu berjalan menghampiri Kiran.


" Apa kamu kehilangan ibumu?" tanya anak laki-laki itu.


Kiran mengeyitkan alisnya mendengar ucapan anak laki-laki itu. " Maksud mu apa?"


" Kamu berkeliaran di kantor ini sendirian? apa kamu kehilangan ibumu?"


" Tidak. Saya sudah meminta maaf, jadi saya pergi dulu"


Anak laki-laki itu tersenyum melihat kepergian Kiran. " Bagaimana dia tidak tertarik dengan ketampanan ku. Gue pastikan suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, si kecil"


Sepanjang jalan Kiran menggerutu. Dia tidak habis pikir kenapa bisa bertemu dengan anak laki-laki yang menyebalkan itu.


Kiran mulai mengeliling divisi yang ada di lantai 20 itu. Di mulai dari divisi personalia. Para karyawan sangat terkejut melihat anak CEO mereka ada di sana.


" Nona muda" sapa manager personalia.


" Lanjutkan saja pekerjaannya Tante, saya cuma mau melihat-lihat saja" kata Kiran.


" Baiklah"

__ADS_1


Manager personalia itu membiarkan putri dari pemilik perusahaan itu berkeliling divisinya. Kiran suka dengan orang yang ada di divisi itu, Mereka semua ramah-ramah. Tapi ada juga beberapa orang dari mereka, ramah karena tau dia putri dari pemilik perusahaan itu.


Setelah puas berkeliling di divisi personalia, Kiran pindah ke divisi lainnya. Para karyawan di perusahaan daddy-nya itu memang sangat banyak. Kiran sudah tidak sabar ingin menjadi besar dan memimpin perusahaannya sendiri nantinya.


Ruang CEO.


Vandy dan Aldi sedang membahas masalah kecelakaan yang dialami para pekerja di lokasi. proyek pembangunan hotel terbaru perusahaan.


Vandy cukup shock saat mendengar banyak korban yang terluka. Ini pertama kali yang di alami oleh Vandy selama dia menjabat jadi CEO di perusahaan milik keluarganya.


" Kenapa bisa seperti itu Mas?" tanya Anggun.


" Itu yang sedang Mas dan Aldi bahas sayang"


" Apa Mas sudah pernah meninjau lokasi proyek itu"


" Justru karena Mas sudah tinjau sayang, makanya Mas tidak khawatir, tapi tadi pagi Mas dapat kabar ada kecelakaan di proyek"


" Terus para korban sudah di evakuasi?" tanya Anggun.


" Sudah Nggun, yang terluka juga sudah di obati sebagian ada yang di bawa ke rumah sakit. Tapi untungnya tidak ada korban jiwa" kata Aldi.


" Kapan Mas akan melihat korban yang terluka?"


" Rencananya besok, sekalian mau melihat bangunan yang sudah rusak"


" Aku boleh ikut ke rumah sakit" kata Anggun.


" Boleh"


" Kalau gitu gue pamit dulu ya, soalnya kerjaan gue masih banyak" kata Aldi.


" Ok bro"


Sekarang hanya tinggal Vandy dan istrinya yang ada di ruangan itu. Kiran juga belum kembali dari mengelilingi kantor daddy-nya.


" Mas"


" Hhmm"


" Maaf soal tadi pagi"


" Mas udah maafin kamu kok. Mas juga minta maaf soal tadi pagi"


" Aku juga sudah maafin bayi besar aku ini kok"


" Sekarang bayi besar kamu ini minta haknya"


" Ini di kantor Mas, lagipula disini juga ada Kiran"


" Oh iya kemana anak itu, kenapa perginya lama sekali"


" Mungkin masih keliling, kan dia mau jadi pebisnis yang handal sama kek Daddy-nya"


" Iya, dia akan jadi pebisnis yang akan disegani dan ditakuti oleh lawannya nanti. Apa Abang tau kalau Kiran pemegang sabuk hitam juga?"


" Belum, yang tau cuma kita mama sama papa"


" Gimana kalau Abang tau, adeknya juga pemegang sabuk hitam"


" Iya Mas, aku juga pengen liat reaksinya dia kek apa "


" Gimana kalau kita minta tolong sama pemilik pelatihan itu, untuk mengadakan pertemuan, semacam reuni gitu sayang. Gimana?" usul Vandy.


" Bagus juga"

__ADS_1


" Ntar mas coba hubungi bapak itu"


" Hhmm"


" Sekarang bayi besar minta jatah boleh?"


" Ntar kalau Kiran datang gimana?"


" Ayolah sayang, Mas butuh kamu sekarang"


" Baiklah bayi besar ku "


Tanpa menunggu lama lagi, Vandy langsung menggendong istrinya ke kamar pribadi miliknya yang ada di ruangan itu. Anggun hanya bisa pasrah, karena nanti suaminya itu akan membuatnya lelah.


Kiran masih asik berkeliling kantor sang Daddy. Dari divisi satu ke divisi yang lainnya. Tidak ada satu divisi pun yang terlewati oleh Kuran. Walaupun hanya di lantai 20, tapi Kiran sangat senang.


Akhirnya Kiran tiba di divisi marketing. Gadis kecil itu masuk kedalam ruangan itu. Para karyawan yang ada di sana kaget melihat putri CEO mereka ada di ruangan itu.


" Bukankah itu putri CEO?"


" Cantik sekali dia"


" Iya, tapi tatapannya sama seperti CEO kita"


Manager marketing itu menghampiri Kiran.


" Ada yang bisa saya bantu nona muda"


" Terima kasih, tapi Kiran hanya ingin berkeliling ruangan ini saja"


" Silakan nona muda, saya akan menemani nona berkeliling di ruangan divisi marketing ini"


" Terima kasih Om"


Manager marketing itu mengajak Kiran melihat-lihat semua ruangan yang ada di sana. Kiran sangat senang, karena karyawan di sana sangat konsisten dalam bekerja.


Walaupun ada diantara mereka ada yang curi-curi pandang pada gadis kecil itu. Tapi Kiran tidak menghiraukan tatapan itu, dia terus berjalan menyusuri ruangan itu.


" Apa nona muda ingin minum?" tawar manager marketing itu.


" Boleh Om"


" Nona muda mau minum apa?"


" Jus jeruk aja Om"


" Sebentar ya nona"


Manager itu meminta salah satu karyawannya membuatkan jus jeruk untuk nona mudanya. Karena sudah lelah, Kiran memutuskan untuk duduk di kursi tempat karyawan yang membuatkan jus jeruk untuk Kiran tadi.


Kiran melihat layar komputer yang ada di depannya itu. Rupanya karyawan wanita itu sedang membuat draft produk terbaru. Kiran memperhatikan draft itu. Senyum tipis terukir dibibir Kiran.


Ternyata kakak itu pintar juga.


Tak berselang lama wanita tadi datang dengan membawa segelas jus untuk Kiran.


" Makasih Kak"


" Sama-sama Dek"


Kiran beranjak dari tempat duduk kakak itu, dan duduk di kursi yang sudah disediakan manager marketing itu. Kiran menikmati jusnya sambil melihat para karyawan marketing bekerja.


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2